Akhwan-Hadi Sucipto Serahkan 62 Ribu Dukungan Sebagai Calon Independen ke KPU Kudus

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi (baju putih oranye) menerima berkas independen pemilu Kudus dari Akhi, Senin (27/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Kudus Akhwan-Hadi Sucipto (Akhi) resmi menyerahkan berkas pencalonan sebagai peserta pemilu mendatang. Sebelum menyerahkan, Akhi mengucapkan basmallah tersebut dahulu.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kami Akhwan dan Hadi Sucipto menyerahkan berkas dukungan bakal calon independen,” katanya sebelum menyerahkan, Senin (27/11/2017) sore.

Baca: Puluhan “Spiderman” Kawal Pendaftaran Akhwan-Hadi Sucipto ke KPU Kudus

Bertempat di Aula Kantor KPU Kudus, Akhwan menyebut kalau dukungan yang diserahkan sejumlah 68.421. Jumlah tersebut tersebar di sembilan kecamatan di Kudus, dan juga seluruh desa dan kelurahan di Kudus.

“Itu melebihi batas minimal pendaftaran menjadi calon independen dengan jumlah suara 45.323,” jelasnya. 

Menurut dia, berkas yang dikumpulkan ke KPU sudah dipilah-pilah dalam 65 boks. Yang mana sudah dikelompokkan menurut kecamatan hingga desa dan kelurahan di Kudus. Hal itu akan membantu tugas KPU dalam menghitung jumlahnya.

“Jadi KPU tak akan sampai malam menghitungnya. Karena kami sudah menatanya dengan baik,” ungkapnya.

Baca: Lengkap, KPU Terima Berkas Pendaftaran Noor Hartoyo-Junaidi Sebagai Calon Independen di Pilbup Kudus

Dia berharap, proses selanjutnya yaitu verifikasi faktual dapat segera dilaksanakan. Dan untuk kemudian dapat diputuskan menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus.

Sementara, ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, daftar yang diberikan jumlahnya sesuai dengan Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Dia juga membenarkan kalau jumlahnya tersebar di sembilan kecamatan dan seluruh desa/kelurahan di Kudus. Hanya, untuk memastikan data tersebut pihaknya akan menghitung kembali.

“Kami sudah mulai menghitungnya. Ini akan membutuhkan waktu berjam-jam. Kami persilakan pasangan untuk di sini atau rehat sebentar. Namun saat selesai diharapkan agar di kantor KPU Kudus,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Benarkah Rustri Lirik Jalur Independen untuk Nyalon Gubernur Jateng?

Rustriningsih, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon gubernur yang cukup kuat dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Hanya saja belum ada kepastian parpol yang mengusungnya.

Namun belakangan muncul wacana bagi mantan kader PDI Perjuangan itu untuk maju melalui jalur independen. Bahkan juga muncul wacana dua ormas Islam besar NU dan Muhammadiyah untuk bergabung dalam mengusung salah satu tokok untuk maju melalui jalur perseorangan tersebut.

Wacana ini dilontarkan Khafidz Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng, di sela-sela pembentukan Paguyuban Akuntan Muda (PAM) Jawa Tengah, Rabu (4/10/2017). Dalam pembentukan PAM itu kebetulan juga hadir Rustriningsih sebagai pembicara.

“Tapi kami belum bicara who (siapa tokoh yang akan diusung). Ini bicara soal how (bagaimana) calon gubernur indepnden bisa diusung ‘NuMu’, gabungan dari ‎Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” katanya.

‎Dia menyatakan tengah menjajaki PW NU Jawa Tengah untuk membuat acara bersama PW Muhammadiyah Jateng. ‎Jumlah anggota dia taksir ketika digabungkan mencapai 7.000 orang.

“‎Anggota sudah punya kartu tanda anggota. Domisilinya jelas dan tidak mungkin salah. Kami akan segera merealisasikannya karena sebenarnya ini hanya membutuhkan kesepaktan antar-PW saja,” ujarnya.‎

Sementara Rustriningsih mengaku dorongan untuk maju dalam Pilgub Jateng sangat besar. Simpatisannya yang tersebar di seluruh wilayah Jateng juga telah sering meminta untuk nyalon gubernur.

Namun ia mengaku belum memberikan jawaban. Karena masih memikirkan langkah apa yang harus diambil, dan menggunakan kendaraan (parpol) ataupun jalur independen.

”Minat kan harus disertai perangkat yang memungkinkan bisa. Saat ini kan proses masih jalan antara partai yang bisa mengusung dan koalisi, itu ranah di luar kemampuan saya,” kata Rustri.

Baca : Rustriningsih Malu-malu Pengen Kembali Nyalon Gubernur

Ia mengaku memang menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik. Namun sifatnya tak resmi hanya dengan peronal di dalam parpol tersebut.

Sementara terkait jalur independen, ia yakin bisa memenuhi syarat dukungan minimal 1,7 juta pendukung, seperti yang disayaratkan KPU Jateng. Hanya saja ia menyoroti salah satu persyaratan dari KPU yang dinilai membuat posisi kandidat perseorangan menjadi lemah.

“Pada salah satu halaman formulir itu, yang saya pelajari, harus mengisi lokasi tempat tinggal. Satu wilayah, RT, RW, sedangkan jaringan itukan berpencar, tidak satu wilayah. Kesulitannya justru soal teknis,” katanya.

Syarat teknis pengisian seperti itu, kata dia, menjadi persoalan tersendiri bagi kandidat pada Pilgub Jateng yang maju melalui jalur perseorangan dan jika itu untuk tingkat kabupaten/kota, maka bisa menjadi kendala yang berarti.

”Dari sisi formulir tidak menguntungkan dalam hal mengunggah di form. Banyak menjadikan si calon lemah, kasarannya gampang dibully, itu kemungkinan ya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Mengejutkan, Akhwan Putuskan Daftar Melalui Jalur Independen di Pilkada Kudus

Bakal calon Bupati Kudus Akhwan Berfoto bersama wakilnya Hadi Sucipto, Kamis (7/9/2017). MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus Akhwan mengurungkan niatnya maju melalui partai politik di Pilkada Kudus 2018 mendatang.

Di luar dugaan, politis Partai Nasdem yang sudah mendaftar ke Partai Nasdem, Golkar, PPP, Demokrat, hingga Hanura ini memutuskan mendaftar sebagai calon bupati lewat jalur independen.

Keputusan tersebut (jalur independen) sekaligus untuk menjawab suara sumbang terkait keikutsertaannya di Pilihan Bupati Kudus yang beredar masyarakat. Apalagi, sudah banyak rumor yang mengatakan kalau ia batal nyalon karena tak dapat rekomendasi partai karena tak punya duit.

”Dengan ini semua pertanyaan masyarakat terjawab. Saya tetap maju dalam Pilbup Kudus,” katanya saat deklarasi Pengukuhan di kediaman pasangannya Hadi Sucipto, Kamis (7/9/2017).

Ahwan menjelaskan, maju melalui jalur independen memang lebih banyak tantangan. Meski begitu, ia bisa mengukur dukungan dari masyarakat Kudus untuk memenangi Pilkada.

”Dengan jalur independen ini, saya yakin bisa menang. Terlebih lagi, kami menargetkan bisa mendapat 100 ribu suara,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Bakal Calon Bupati Jepara Syamsul Yakin di Jalur Independen

Syamsul Anwar

Syamsul Anwar siap mencalonkan diri sebagai calon bupati Jepara dari jalur independen.

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu bakal pasangan calon (Paslon) yang ingin maju lewat jalur independen atau perseorangan adalah Syamsul Anwar – Mayadina.

Sosok Syamsul Anwar bagi sebagian kalangan mungkin masih asing. Sebelum memutuskan bakal maju lewat jalur independen, ternyata Syamsul sempat mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon bupati di partai Gerindra.

Namun, belum usai proses penjaringan yang dilakukan oleh partai Gerindra. Justru Syamsul mendeklarasikan diri untuk maju melalui jalur independen dengan menggandeng Mayadina.

Bahkan, melalui jalur ini, Syamsul merasa lebih yakin mampu mendulang dukungan besar dari publik Jepara dengan mengusung tagline “Sahabat Saya” untuk mendapatkan dukungan berupa KTP dari masyarakat Jepara.

“Sempat ikut mendaftar di partai Gerindra. Tetapi sampai saat ini saya tidak tahu apakah nama saya masih diproses atau tidak. Saat ini saya fokus dengan yang saya jalani, mengumpulkan dukungan langsung dari masyarakat,” ujar Syamsul, Rabu (3/8/2016).

Dirinya mengaku sampai saat ini telah mendapatkan dukungan sekitar 50 ribu lebih KTP yang sudah terkumpul. Jumlah itu mendekati jumlah minimul yang harus dikumpulkan untuk maju sebagai calon Bupati, yakni 63.119 KTP.

Itu berkat kerja sama dan kerja keras dari para relawan yang tergabung dalam Sahabat Saya. Kondisi ini, semakin memantabkan Syamsul untuk maju lewat jalur independen.

Dia menambahkan, pengurus DPC Gerindra Jepara sempat berencana memasangkan dirinya sebagai Wakil Bupati dengan Subroto yang saat ini menjabat Wakil Bupati Jepara. Namun, dengan tegas Syamsul menolak rencana itu.

“Kalau saya dipasangkan dengan calon lainnya (Subroto), saya mundur karena tidak mendapat restu dari orang tua,” tandas Syamsul.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Purwanto menyampaikan,sampai saat ini proses pencalonan Syamsul masih diproses di DPP. Selain Syamsul, Wakil Bupati Jepara Subroto juga turut mendaftar sebagai calon bupati melalui Partai Gerindra.

“Rekomendasi dari DPP belum turun. Dalam waktu dekat keduanya akan dipanggil DPP untuk fit and proper test,” katanya.

Menurut Purwanto, diperkirakan rekomendasi akan turun pada akhir bulan Agustus. Saat ini Gerindra hanya memiliki delapan kursi di DPRD Jepara. Sehingga untuk mengusung calon bupati harus berkoalisi dengan partai lain.

“Dengan semua partai Gerindra baik. Belum tahu berkoalisi dengan siapa karena rekomendasi dari DPP belum turun,” ucap Purwanto.

Jika rekomendasi DPP diberikan kepada Wakil Bupati Jepara Subroto, kata dia, Gerindra tentunya akan bergabung dengan koalisi besar. Yaitu Nasdem, PPP, Golkar, PKB, PAN, PKS, Demokrat, dan Hanura.

“Tapi kalau rekomendasi calon bupati itu diberikan kepada Syamsul, wakilnya nanti siapa kami serahkan kepada Syamsul yang menentukan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

DPD Perindo Jepara Bakal Usung Kader Partai pada Pilkada 2017 Melalui Jalur Independen

 

f-upload jam 12, perindo 1 (e)

Ketua DPD Perindo Jepara Masrikan (kanan) bersama Hary Tanoe beserta istri saat pelantikan pengurus partai di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Jepara baru saja dilantik oleh Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo. Usai dilantik, mereka menyatakan bakal mengusung kader partai sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jepara 2017.

Ketua DPD Perindo Jepara Masrikan mengemukakan, niatan Perindo untuk mengusung kader dalam Pilkada Jepara telah direncanakan sejak lama. Namun, lantaran Perindo belum memiliki kursi di parlemen alias belum mengikuti Pemilu, sehingga pada Pilkada Jepara 2017 nanti bakal lewat jalur independen.

“Ya, niatan sudah ada, upaya untuk kesana juga sudah ada. Kami meminta dukungan dan arahan juga dari DPP maupun DPW Jawa Tengah,” ujar Masrikan kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/4/2016).

Menurutnya, dengan pelantikan yang digelar kemarin, terlihat bahwa setiap kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Jepara, telah ada kadernya. Untuk itu, pihaknya jelas akan memanfaatkan itu sebagai strategi untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat secara langsung.

“Di setiap desa sudah ada kader, mesin partai sudah kami gerakkan. Tentu saja gerakan cepat dan tepat kami utamakan,” ungkapnya.

Hanya saja, Masrikan masih enggan menyebutkan siapa yang bakal dicalonkan sebagai bupati maupun wkil bupati pada pilkada nanti. Tidak menutup kemungkinan, dirinya sendiri yang bakal maju sebagai calon dari Perindo meski secara formal melalui jalur independen.“Kita tunggu saja siapa yang akan kami calonkan. Kami juga perlu melakukan survei,” katanya.

Editor : Kholistiono

PNS Ingin Mencalonkan Diri Jadi  Bupati dari Jalur Independent?  Ini Syaratnya

) CAPTION FOTO : Maftukhin, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Tidak ada larangan bagi para pegawai negeri sipil (PNS) untuk mencalonkan diri sebagai bupati di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2015. Namun ada syarat penting yang wajib mereka penuhi guna memuluskan niatnya tersebut.

Lanjutkan membaca