Pemkab Blora Minta Dukungan Perbaikan 4 Ruas Jalan Rusak ke Pemprov Jateng

MuriaNewsCom, BloraSedikitnya ada empat skala prioritas pembangunan yang diusung Pemkab Blora pada tahun anggaran 2019. Selanjutnya, keempat skala prioritas ini diusulkan pada Pemprov Jateng untuk mendapatkan dukungan anggaran.

“Empat usulan prioritas itu sudah kita sampaikan pada Pemprov Jateng. Yakni, saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-eks Karesidenan Pati di Pendopo Museum Kartini Kabupaten Rembang, hari Senin kemarin,” jelas Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (21/3/2018).

Djoko menegaskan, empat usulan prioritas itu kesemuanya meliputi peningkatan infrastruktur jalan. Yakni, peningkatan jalan Kunduran-Doplang sepanjang 19,6 km dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Kemudian, peningkatan jalan Blora-Randublatung sepanjang 24,8 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar, peningkatan jalan Randublatung-Getas sepanjang 19,1 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar. Satu lagi adalah peningkatan jalan Mendenrejo-Megeri sepanjang 23 km dengan estimasi dana sekitar Rp 10 miliar..

“Peningkatan jalan itu butuh alokasi dana cukup besar. Kami berharap Pemprov Jateng bisa membantu pembangunan empat usulan prioritas tersebut,” katanya.

Lebih jauh Djoko menyatakan, peningkatan infrastruktur itu diperlulan untuk membuka akses jalan desa hutan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan di wilayah Blora Selatan.

Jika jalan itu bisa terbangun dengan baik, maka roda perekonomian disekitarnya akan tumbuh cepat. Dampak selanjutnya, tingkat kemiskinan akan bisa berkurang.

“Seperti kita ketahui, akses jalan dari Blora ke utara (Rembang) sudah bagus. Akses ke barat arah Purwodadi bagus, begitu juga ke timur arah Bojonegoro bagus. Tetapi begitu kita melihat Blora ke selatan menuju Ngawi, belum ada jalan yang layak,” imbuh Djoko.

Editor: Supriyadi

Longsor Gerus Jalan Desa Ngrandah Grobogan, Akses Warga Terhambat

MuriaNewsCom, GroboganMusibah tanah longsor terjadi di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Rabu (14/2/2018). Tanah longsor di pinggiran sungai menggerus jalan utama antar dusun. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi warga di Dusun Sasak tersendat.

Informasi yang didapat menyatakan, tanah longsor sudah terjadi sejak sehari sebelumnya, Selasa sekitar pukul 19.00 WIB. Pada tahap awal, longsoran mengikis talud sungai.

Namun akibat hujan deras, longsoran makin meluas hingga memakan ruas jalan. Selain itu, longsoran juga menjangkau pekarangan warga bernama Sidik (57) yang ada diseberang jalan.

Hingga saat ini, panjang longsoran mencapai 20 meter dengan kedalaman sekitar 7 meter. Panjang longsoran dimungkinkan masih bisa bertambah karena hari ini turun hujan deras.

Akibat jalan longsor, aktivitas warga terganggu. Warga berharap agar musibah longsor segera mendapat penanganan.

“Musibah longsor sudah kita laporkan pada dinas terkait. Rencananya, akan kita upayakan penanganan darurat agar akses warga tidak terhambat,” kata Kades Ngrandah Sistono Budi Saputro.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan bencana longsor di Desa Ngrandah tersebut. Nantinya, penanganan akan melibatkan instansi terkait lainnya, seperti DPUPR.

“Laporannya sudah kita tindak lanjuti. Segera kita koordinasikan penanganan longsor di Desa Ngrandah,” katanya.

Editor: Supriyadi

Akses Jalan Terputus, Puluhan Warga Sedayu Grobogan Ramai-ramai Perbaiki Jalan Longsor

MuriaNewsCom, GroboganKegiatan kerja bakti memperbaiki ruas jalan longsor dilakukan puluhan warga Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan, Sabtu (10/2/2018). Selain warga setempat, perbaikan yang dilangsungkan sejak pagi juga didukung personil dari jajaran Muspika Kecamatan Grobogan, dan BPBD.

Kades Sedayu Sariyun menyatakan, tingginya curah hujan pada Jumat sore hingga malam mengakibatkan bencana longsor di wilayahnya. Bencana longsor mengakibatkan akses jalan dari Dusun Sandi, Desa Sedayu menuju Dusun Pucung, Desa Lebak terputus.

”Jalan yang longsong kondisinya cukup parah. Panjang longsoran mencapai 40 meter dengan kedalaman 3 meteran,” katanya.

Menurutnya, upaya perbaikan darurat memang perlu dilakukan karena jalan itu menjadi akses penting. Selain jadi jalur menuju Desa Lebak, ruas jalan itu dibutuhkan untuk mengangkut hasil panen.

”Saat ini kebetulan petani ada yang sedang panen jagung dan padi. Untuk mengangkut hasil panen dari ladang dan sawah harus lewat ruas jalan yang longsor,” jelasnya.

Kondisi jalan di Desa Sedayu, Kecamatan Grobogan longsor setelah diguyur hujan semalaman.
(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Mengingat jalan longsor jadi akses transportasi penting maka upaya perbaikan dilakukan secepatnya. Meski demikian, perbaikan yang dilakukan masih bersifat darurat.

”Siang ini, perbaikan darurat masih kita lakukan. Saat ini, akses jalan sudah bisa dilewati motor. Kalau kendaraan roda empat belum bisa,” sambung Sariyun.

Disinggung adanya rumah ambruk akibat tanah longsor, ia menegaskan tidak ada rumah warga yang roboh. Dari pendataan yang dilakukan, ada satu rumah yang rusak sedikit bagian fondasinya karena tanahnya sempat terkikis longsor.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, jalan yang longsor di Desa Sadayu kondisinya cukup parah. Untuk penanganan kedepan akan dilakukan secara permanen dengan memasang bronjong.

”Kita sudah koordinasikan dengan pihak DPUPR untuk penanganan jalan longsor di Sedayu. Sementara, kita perbaiki darurat supaya akses jalan tidak terputus total,” katanya.

Editor: Supriyadi

11 Proyek Perbaikan Jalan Senilai Rp 38 Miliar Dijanjikan Rampung Tepat Waktu

Pekerja menyelesaikan proyek perbaikan ruas jalan di Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Waktu pelaksanaan 11 proyek perbaikan jalan di Grobogan sudah mendekati akhir tahun. Proyek itu dipastikan bisa selesai sesuai tenggat waktunya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Subiyono, Selasa (7/11/2017).

“Dari monitoring yang kita lakukan, 11 proyek perbaikan jalan itu bisa rampung sesuai batas waktu. Progres pekerjaan dilapangan sesuai target yang ditentukan,” kata Subiyono.

Subiyono menjelaskan, 11 proyek perbaikan jalan itu dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus(DAK) pada perubahan APBD tahun 2017.

Perbaikan jalan tersebut meliputi ruas Jambon- Karanganyar senilai Rp 4 miliar, Kedungrejo-Nambuhan Rp 3 miliar, Karangsari-Lemahputih Rp 4 miliar, Wolo-Bendungan Rp 5 miliar, Toko-Watupawon Rp 4 milar.

Selanjutnya, ada 6 proyek perbaikan lainnya yang masing-masing dianggarkan Rp 3 miliar. Yakni, ruas Tambakan-Tlogomulyo, Wirosari-Pendem, Mliwang-Jumo, Kradenan-Banjardowo, Kuwu-Dumpil dan Banjarejo-Batas Blora.

“Pekerjaan sudah dimulai sejak 12 Oktober dan batas akhirnya tanggal 20 Desember nanti,” jelas mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Menurut Subiyono, agar pekerjaan cepat selesai, proses pelaksanaannya dilakukan dengan menutup total ruas jalan tersebut. Dengan cara ini maka pengecoran bisa dilakukan sekaligus pada dua jalur. Pada beberapa pekerjaan sebelumnya, pengecoran dilakukan bergantian tiap sisi karena ruas jalannya tidak memungkinkan untuk ditutup total.

“Khusus untuk 11 proyek perubahan APBD ini memang kita prioritaskan pada ruas jalan rusak yang bisa ditutup total supaya pekerjaan bisa cepat karena waktu pelaksanaan mendekati akhir tahun. Meski ditutup total, masyarakat sangat mendukung karena sudah mengharapkan perbaikan jalan. Di samping itu, masyarakat masih bisa menempuh jalur lain saat ruas jalan ditutup total selama proyek berjalan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

DPRD Jateng Sebut Jalan di Pati Lebih Baik dari Daerah Lain

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Kartina Sukawati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Kartina Sukawati menyebut, jalan di Kabupaten Pati jauh lebih baik dari kabupaten lain. Hal itu didasarkan pada sejumlah pengamatan yang ia lakukan selama terjun ke lapangan.

“Saat ini jalan di Pati jauh lebih baik daripada kabupaten lain, karena adanya pemerataan pembangunan. Kita harapkan wilayah lainnya di Jateng tiga mengikuti, terutama Blora dan Rembang,” ujar Ina, Senin (11/9/2017).

Sesuai dengan Perda tentang Standarisasi Jalan Kolektor Primer dan Sekunder di Provinsi Jawa Tengah, jalan provinsi sekarang ini harus memiliki ruang milik jalan selebar tujuh meter. Dengan demikian, jalan provinsi di Jawa Tengah dipastikan sudah baik karena mengacu pada standar baru yang ditetapkan Perda.

Di Pati sendiri ada empat jalan yang semula berstatus jalan kabupaten beralih menjadi jalan provinsi. Salah satunya, jalan yang berhubungan dengan perbatasan, Jalan Kembangjoyo dan Jalan Dr Susanto Pati.

“Jalan kabupaten yang beralih status menjadi jalan provinsi tentu akan jauh lebih baik. Sebab, jalan provinsi sudah punya standar baru yang diatur Perda. Rata-rata jalan provinsi sudah dicor,” jelas Ina.

Ia menambahkan, jalan yang baik akan berpengaruh pada kemajuan suatu daerah. Pasalnya, infrastruktur jalan menjadi jalur perputaran ekonomi masyarakat yang turut memberikan kontribusi pada negara.

Karena itu, Ia akan terus memperjuangkan infrastruktur jalan di wilayah Jateng, terutama dapil III. “Kita sering sidak di perbatasan-perbatasan wilayah antarkabupaten. Jalannya memprihatinkan, sehingga kalau kabupaten tidak mampu kita ambil alih,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Ikut Meradang Gara-gara Waduk Kedungombo Ditutup, Ini Sebabnya

Akses jalan menuju Waduk Kedungombo yang rusak parah tahun ini akan diperbaiki dengan anggaran Rp 19 miliar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganTidak hanya pengunjung dan pedagang saja yang meradang dengan penutupan Waduk Kedungombo untuk akses wisata. Bahkan, Bupati Grobogan Sri Sumarni juga mengaku kaget dan menyayangkan penutupan Waduk Kedungombo sejak Minggu (3/9/2017) tersebut.

Hal itu disampaikan Sri saat dicegat wartawan di rumah dinasnya, Jumat (8/9/2017).

”Terus terang, saya kaget sekali ketika dapat kabar waduk Kedungombo ditutup bagi wisatawan. Sebagai bupati, saya kok tidak dapat pemberitahuan terkait penutupan itu. Ini yang bikin saya kaget dan heran,” tegasnya.

Menurut Sri, penutupan Waduk Kedungombo dinilai punya dampak luas. Terutama, bagi ratusan pedagang yang selama ini mencari nafkah dengan adanya pengunjung wisata. Meski saat ini mereka masih bisa jualan, namun pendapatannya pasti turun drastis.

”Sebagian besar orang yang mencari nafkah di Kedungombo adalah warga Grobogan. Kasihan sekali mereka setelah Kedungombo tutup,” ungkap Sri.

Sri menegaskan, meski tidak punya kewenangan mengelola namun selama ini, Kedungombo sudah terlanjur jadi ikon wisata di Grobogan. Bahkan, pengunjung di Kedungombo selama ini jumlahnya paling ramai dibandingkan obyek wisata lain yang ada di Grobogan.

Terkait dengan kondisi tersebut, Sri mengaku sudah menaruh perhatian serius untuk ikut membantu mengembangkan potensi wisata Kedungombo, secara tidak langsung. Yakni, memperbaiki jalan rusak yang sudah lama dinantikan warga.

Mengingat butuh dana besar dan status jalan bukan milik Kabupaten, ia sempat mengajukan permohonan bantuan perbaikan jalan langsung pada Presiden Joko Widodo. Permohonan itu disampaikan ketika berkesempatan bertemu presiden di Jakarta beberapa waktu lalu.

”Permohonan saya diperhatikan Pak Presiden. Perbaikan jalan menuju Kedungombo tahun ini dapat alokasi anggaran sekitar Rp 19 miliar melalui pihak kementerian PUPR. Saat ini, proses perbaikan jalan masih dalam tahap lelang pekerjaan,” jelasnya.

Selain menuju lokasi wisata, jalan tersebut juga jadi jalur alternatif menuju Sragen, Solo dan Boyolali. Saat jalur utama Purwodadi-Solo ada proyek perbaikan atau kemacetan, banyak kendaraan roda empat yang memilih lewat jalan ini.

Jalan tersebut sebagian besar membelah kawasan hutan KPH Gundih. Informasinya, jalan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan waduk sekitar tahun 1991. Sampai saat ini, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.

”Sekarang jalannya mau diperbaiki namun obyek wisatanya malah ditutup. Saya sudah perintahkan Sekda untuk segera bertemu dengan pihak terkait untuk mencari kejelasan masalah penutupan Kedungombo,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Dikira Tidur, Tukang Becak di Pati Ini Meninggal Sambil Duduk di Dalam Becak

Polisi melakukan identifikasi korban yang meninggal di atas becak di kawasan Jalan Panunggulan Pati, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang tukang becak ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Panunggulan Pati, Kamis (7/9/2017).

Korban diketahui bernama Suwarno (60), warga Desa Mintobasuki RT 3/RW 1, Kecamatan Gabus. Dia meninggal dalam keadaan duduk di dalam becak menghadap ke barat.

Sutimah (54), seorang penjual nasi di kawasan rambu lalu lintas Kali Anyar Pati yang menjadi saksi mengungkapkan, saat itu dia datang memberikan makanan kepada Suwarno.

Saat ditawari nasi, korban tidak menyahut sehingga dikira tengah terlelap tidur. “Saya sempat membangunkannya. Tapi kok tidak segera bangun,” kata Sutimah.

Setelah dicek, ternyata korban sudah tidak bernapas. Denyut nadi pun tidak berdetak sehingga korban dipastikan sudah meninggal dunia.

Kaget karena korban meninggal dunia, dia melaporkan kejadian itu kepada Sutarno, warga Bendan, Kelurahan Pati Kidul. Polisi yang mendapatkan informasi langsung datang bersama dokter untuk melakukan pemeriksaan medis.

“Saat pertama ditemukan, korban sudah meninggal dunia 12 jam yang lalu. Mulut berdarah karena efek pembusukan. Hasil pemeriksaan menunjukkan, korban meninggal dunia karena mengalami sakit,” ujar dr Luther, petugas medis dari Puskesmas Pati.

Sementara Kapolsek Pati Iptu Pujiati menyatakan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. Jenazah langsung diserahkan pihak keluarga di Desa Mintobasuki.

Editor: Supriyadi

Bahayakan Pengendara, Rekahan Jalan di Jalur Danyang-Pulokulon Mulai Ditangani

Sejumlah pekerja menangani rekahan jalan di jalur Danyang-Pulokulon yang kondisinya membahayakan pengendara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sorotan sejumlah pihak terhadap banyaknya ruas jalan yang merekah di jalur Danyang-Pulokulon tampaknya mendapat respons dari dinas terkait. Indikasinya, rekahan jalan yang membahayakan pengendara itu mulai ditangani.

Dari pantauan di lapangan, tampak ada beberapa pekerja yang sedang menutup rekahan jalan dengan kerikil dan pasir. Setelah dipadatkan pada bagian paling atas ditutup dengan lapisan aspal.

“Penanganan rekahan jalan sudah kita lakukan sejak dua hari lalu. Butuh waktu beberapa hari lagi untuk menutup rekahan jalan karena titiknya cukup banyak,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono, Rabu (30/8/2017).

Rekahan ini persis berada di tengah jalan yang dibuat dengan konstruksi beton. Panjang rekahan ini bervariasi, antara 5 sampai 10 meter dengan lebar bisa mencapai 10 cm. Bagi kendaraan roda empat, kondisi jalan yang merekah ini tidak begitu terasa. Tetapi buat kendaraan roda dua sangat berbahaya. Jika roda sampai terperosok dalam rekahan tersebut, kemungkinan terjatuh cukup tinggi.

Sementara itu, meski merasa senang dengan perbaikan tersebut namun warga berharap agar upaya penanganan rekahan jalan dilakukan lebih maksimal. Misalnya, dengan membuat fondasi penahan yang kuat dibagian pinggir cor beton.

Hal itu perlu dilakukan karena penyebab utama munculnya rekahan itu akibat sisi pinggir cor beton hanya diuruk dengan tanah. Kondisi ini menyebabnya lapisan tanah tidak bisa berfungsi maksimal sebagai penahan ketika ada kendaraan berat yang melintas.

“Kalau rekahan cuma diisi kerikil dan ditutup aspal tidak akan kuat lama. Soalnya, sebelumnya sudah ditangani dengan cara seperti ini. Tetapi, tidak lama lagi rekahan itu kembali muncul,” cetus Wartono, warga Kandangan, Kecamatan Purwodadi. 

Editor : Akrom Hazami

 

Pantau Pengerjaan Perbaikan Jalan Lingkar Kencing-Jetak, Ini Kata Anggota DPRD Komisi C 

Anggota DPRD Komisi C Kudus melakukan pemantauan pekerjaan jalan di titik Jalan Kencing-Jetak, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi C DPRD Kudus menilai, pekerjaan pengecoran jalan lingkar Kencing-Jetak seharusnya bisa lebih panjang. Sebab, jalan yang rusak masih panjang, sedangkan perbaikan yang dilakukan hanya 2 km.

Sekretaris komisi C DPRD Kudus Ahmad Fatkhul Aziz mengatakan, jalan yang rusak lain butuh penanganan dari pemkab. “Masih ada jalan yang rusak. Harusnya bisa diusulkan untuk dianggarkan, agar dapat diperbaiki juga,” kata Aziz saat meninjau lokasi perbaikan jalan di titik Kencing-Jetak.

Dewan siap membantu sesuai dengan kapasitasnya. Biar nantinya, perbaikan jalan bisa dilakukan ke seluruh titik di ruas Kencing-Jetak.

Sementara, Wakil Ketua Komisi C Ali Muhlisin mengatakan, jalan itu memang membutuhkan perbaikan dengan model cor atau beton. Karena, jika hanya diaspal akan membuat jalan cepat rusak. 

Zainal Arifin, pelaksana kegiatan pengecoran Jalan Kencing-Jetak dari PT Enggal Jaya Perkasa mengatakan pekerjaan dilakukan mulai sisi barat jalan terlebih dahulu, nanti dilanjutkan pada sisi timur jalan.

“Ada panjang 2 kilometer yang dicor, jadi sejauh dua kilometer itu pengendara harus hati-hati lantaran harus bergantian melewatinya,” kata Zainal.

Menurut dia, pekerjaan cor akan diselesaikan sekitar dua bulan. Karena berdasarkan kontrak, pengecoran memakan waktu hingga 90 hari, yang terhitung sejak 21 Juli 2017 lalu. Zainal mengatakan, selama beberapa hari mengerjakan cor, masih banyak kendaraan yang melintas. Akibatnya, pengerjaan proyek juga sedikit terganggu.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Grobogan Sidak Proyek Perbaikan Jalan

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Kepala DPUPR Subiyono meninjau proyek perbaikan perbaikan jalan Banjarejo-Dumpil, Rabu (2/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Usai mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan agenda sendiri. Yakni, melakukan sidak proyek perbaikan jalan Banjarejo-Dumpil yang dibiayai dari dana alokasi khusus senilai Rp 4 miliar.

Setelah melihat lokasi penemuan fosil di Banjarejo, bupati memisahkan diri dari rombongan gubernur. Rombongan gubernur keluar dari Banjarejo lewat wilayah Kecamatan Gabus. Sedangkan bupati serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono mengambil jalur kiri melewati wilayah Kecamatan Ngaringan.

Dari Banjarejo menuju kawasan Bendung Dumpil saat ini memang ada pekerjaan perbaikan jalan. Progres pekerjaan dengan konstruksi beton baru berkisar 50 persen. Saat melintas di ruas jalan itu, bupati sempat berhenti untuk melihat hasil pekerjaan.

Dalam kesempatan itu, bupati sempat meminta Subiyono untuk bersikap tegas. Yakni, jangan mentoleransi rekanan yang mengerjakan proyek tidak sesuai ketentuan.

“Kalau hasil pekerjaannya jelek ambil tindakan tegas pada kontraktornya. Alokasi dana perbaikan jalan ini kita anggarkan sangat besar dan hasilnya juga harus bagus karena sudah dinantikan masyarakat,” tegasnya.

Selain proyek jalan ruas Banjarejo-Dumpil, bupati juga sempat mengecek perbaikan ruas jalan Pendem-Bandungsari. Perbaikan di ruas jalan ini juga dibiayai dari dana alokasi khusus senilai Rp 4 miliar.

Subiyono menyatakan, dalam pengawasan proyek pihaknya juga mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri Grobogan melalui TP4D. Pendampingan itu diperlukan agar pelaksanaan proyek, khususnya perbaikan jalan berjalan sesuai aturan, mulai dari awal hingga akhir.

“Pemkab memang menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan untuk mengawal proyek pembangunan yang dibiayai APBD atau APBN. Dengan adanya pendampingan ini, kita harapkan semua pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak kerja. Jadi, ketika dalam pelaksanaan tidak sesuai ketentuan maka kita ambil sikap tegas pada rekanan,” tegasnya.

Subiyono menegaskan, sejauh ini pihaknya sudah meminta beberapa kontraktor proyek perbaikan untuk mengganti rigit beton di sejumlah titik pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Alasannya, pada titik tersebut terdapat keretakan.

“Dari hasil monitoring lapangan yang kita lakukan beberapa waktu lalu memang ada pekerjaan yang retak-retak. Pihak kontraktor sudah kita panggil dan kita minta segera dibongkar dan dibeton ulang. Jadi, kita tidak main-main dalam mengawasi pekerjaan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Rembang Berkomitmen untuk Lakukan Perbaikan Jalan Pasucen-Kajar

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berkomitmen untuk membenahi infrastruktur. Salah satunya jalan, yang menghubungkan Pasucen-Kajar, Kecamatan Gunem, yang saat ini jalannya banyak berlubang. Ditargetkan, perbaikan jalan tersebut sudah bisa terlaksana pada 2018 mendatang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, karena memang anggaran masih agak cukup lama, pihaknya berharap ada pihak lain yang juga turut berperan dalam perbaikan di ruas jalan tersebut. Seperti halnya PT. Semen Indonesia. “Misalkan kok tidak di aspal hotmix, yang penting bisa dipadatkan lebih rata,” paparnya.

Mengingat jalan masuk menuju Desa Kajar katanya cukup sering dipakai hilir mudik kendaraan proyek pabrik semen, pihaknya akan akan berkoordinasi dengan PT. Semen Indonesia.

“Ya tentunya tinggal dibicarakan, titik mana saja yang ditangani PT. Semen Indonesia dan Pemkab Rembang. Ketika bertemu dengan manajemen PT. Semen Indonesia, usulan tersebut beberapa sudah kita sampaikan,” ungkapnya.

Ia juga berharap, nantinya jalan tersebut segera dapat diperbaiki. Setidaknya diratakan, sehingga di saat musim hujan tidak terlalu becek dan musim kemaru tidak berdebu. “Kita berharap semua unsur bisa ikut berperan. Sebab jalan merupakan sebuah akses utama untuk bisa meningkatkan perekonomian warga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tiap Hujan Kerap Banjir, Warga Minta Sungai di Desa Kalimaro Grobogan Dinormalisasi

Kaposek Kedungjati AKP Sapto (pakai sepatu boot) bersama anggotanya sedang mengecek sekitar jembatan Mliwang yang sempat tergenang air, Senin (3/4/2017) sore. (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga mendesak upaya normalisasi sungai kecil di bawah jembatan Dusun Mliwang, Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati. Sebab, setiap hujan deras mengguyur, jalan raya Gubug-Kedungjati yang ada di atas jembatan selalu tergenang air. Seperti yang terjadi pada Senin (3/4/2017) sore.

“Sore tadi, jalan di atas jembatan yang posisinya agak rendah tergenang air. Arus lalu lintas sempat tersendat dari kedua arah. Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Salah satu solusinya adalah menormalisasi sungai Mliwang,” kata Surono (45), warga setempat.

Genangan air yang menutup jalan memang tidak berlangsung lama. Biasanya, berkisar 1-3 jam tergantung kondisi curah hujan. Jika hujan sudah berhenti, maka tidak lama kemudian, genangan air akan hilang dengan sendirinya. Saat air surut, tumpukan sampah biasanya banyak tertinggal di atas jembatan dan butuh waktu sejenak untuk membersihkan.

Kaposek Kedungjati AKP Sapto saat dikonfirmasi membenarkan info jika sore tadi genangan air sempat menutup jalan raya yang menghubungkan wilayah Kabupaten Semarang dan Salatiga tersebut. “Banjir di lokasi ini sudah langganan tiap hujan deras. Saat jalanan tergenang kami tempatkan petugas untuk membantu kelancaran arus lalu lintas. Menjelang magrib tadi, air sudah hilang dari jalan,” jelasnya.

Setelah air surut, Sapto sempat mengecek kondisi jalan di sekitar jembatan yang sebelumnya tergenang air. Dari hasil pengecekan, ada ruas bahu jalan di sebelah utara jembatan di sisi timur yang ambrol terkikis air.

“Ini ada satu titik bahu jalan yang ambrol kena air dan akan kita laporkan pada instansi terkait supaya segera diperbaiki. Salah satu solusi untuk menghilangkan banjir dadakan ini memang mengeruk sungai yang kondisinya memang sudah dangkal. Sungai ini tidak ada muaranya karena fungsinya sebagai pembuangan air dari kawasan hutan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Waspada, Jalan Dawe Kudus Banyak Lubang

Penambalan jalan di Lau, Kecamata Dawe, Kudus, dilakukan lantaran banyak titik yang berlubang, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Satu dari lokasi jalan yang rusak di Kudus, adalah Desa Lau, Kecamatan Dawe.  Ada sekitar 3 km jalan yang rusak. Pengguna jalan yang melintas di lokasi hendaknya lebih berhati-hati.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penanganan jalan kabupaten yang rusak. Ruas Lau merupakan bagian dari jalan kabupaten.

Perbaikan dilakukan pada sekitar 2.500 lubang jalan. Yakni dalam bentuk penambalan jalan. Lubang jalan yang menganga mempunyai ukuran 5 cm, bahkan ada yang 20 cm.

“Kami menggunakan anggaran perawatan rutin untuk memperbaikinya. Dalam perbaikan, kami ada dua tim dikerahkan,” kata Sam’ani di Kudus, Kamis (23/2/2017).

Rusaknya jalan, selain faktor air yang membuat lapisan aspal rusak, juga beban tonase kendaraan yang berlebihan. Seperti halnya kendaraan truk atau tronton bermuatan.

Saat ini, pihaknya sudah memetakan sejumlah wilayah yang jalannya rusak. Seperti halnya kawasan perkotaan, serta jalan utama milik kabupaten. 

Menurutnya, perbaikan jalan telah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Perbaikannya berupa penambalan. Dengan pengerjaannya menggunakan skala prioritas, seperti kawasan perkotaan.

Editor : Akrom Hazami

 

Rp 2 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Wonosoco Kudus

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus menggelontorkan bantuan pembangunan jalan untuk wilayah Wonosoco, Undaan, Kudus, Rp 2 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan dari APBD murni 2017, yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kudus Mas’an. Menurutnya, bantuan dapat segera dilaksanakan dalam perbaikan infrastruktur berupa jalan di kawasan Wonosoco. Bantuan dikhususkan untuk perbaikan jalan, yang mana dianggap butuh pembenahan.

“Saya sudah mengalokasikan bantuan untuk jalan, saya sudah ‘dok’ bantuan tersebut, dan saya juga sudah memperparipurnakan dalam sidang paripurna DPRD Kudus 2017,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, mengenali proses pembangunan jalannya, dipercayakan kepada dinas yang menanganinya yakni PUPR. Sebab itu merupakan tugas dari SKPD. Hanya mengenai panjangnya jalan yang bakal digarap, pihaknya tidak bisa menjelaskan karena bukan wewenang dewan.

Namun, dia berharap pembangunan dapat segera dilaksanakan setelah berjalannya prosedur, yakni lelang dan sebagainya. Hal itu karena lokasi Wonosoco sangat membutuhkan penanganan pascabanjir. “Di sana beberapa kali terjadi banjir dan tergenang air, hal itu membuat jalannya rusak cukup parah sepanjang jalan di Wonosoco Undaan. Jadi pembenahan juga harus segera,” ungkap dia.

Dengan adanya jalan yang bagus, bukan hanya akses warga yang dapat tertolong, namun juga pertanian yang juga makin lancar. Selain itu sebagai kawasan wisata juga nyaman dilalui oleh para warga atau wisatawan.

Editor : Akrom Hazami

Tahun Ini, Jalan Penghubung Kaliwungu ke Papringan Kudus Rampung

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi Jalan Penghubung Desa Kaliwungu menuju Desa Papringan, direncanakan tuntas tahun ini. Sejumlah upaya telah dilakukan guna menyelesaikan penghubung dua desa tersebut.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kaliwungu, Khotibul Umam, mengatakan kalau pihak desa sudah menyiapkan sejumlah skema dalam hal penanganannya. Seperti halnya pembuatan talut untuk jalan yang habis akan dilakukan guna mengembalikan fungsi jalan.

“Kami sudah mengalokasikan Dana Desa sejumlah  Rp120 juta untuk perbaikan jalan yang ambrol. Rencananya pembangunan akan dimulai Mei mendatang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, perbaikan akan dilaksanakan dengan pembuatan talud sepanjang kurang lebih 40 meter, dengan kedalaman sekitar 4 meter. Hal itu akan membuat jalan semakin kuat dan aman dari sentoran banjir.

Tak hanya pembangunan talud, pengecoran jalan juga akan dilakukan. Pengecoran akan dilakukan kerja bakti oleh Kodim 0722 Kudus. Sebagaimana terlihat sepanjang jalan tersebut merupakan jalan tanah sepanjang sekitar 300 meter untuk mencapai perbatasan desa.

Tak hanya itu akses jembatan juga akan dibangun. Sebab selama ini belum ada jembatan penghubung antara dua desa tersebut. Dampaknya, jika sungai meluap maka warga harus memutar. “Kalau jembatan, ada rencana diambil dari TMMD. Itu juga bakal dilaksanakan tahun ini juga,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Belum Lama Diperbaiki, Jalan Purwodadi-Kudus Penuh Lubang yang Bikin Celaka Warga

 

Salah satu titik jalan berlubang di jalur Purwodadi-Kudus yang butuh penanganan secepatnya saat difoto, Senin (2/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu titik jalan berlubang di jalur Purwodadi-Kudus yang butuh penanganan secepatnya saat difoto, Senin (2/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pengguna jalan yang melintasi jalur Purwodadi-Kudus perlu lebih berhati-hati. Karena, saat ini banyak muncul lubang jalan yang bisa membahayakan pengendara.

Dari pantauan di lapangan, jalan yang terdapat banyak lubang terlihat mulai dari pertigaan kantor Kecamatan Grobogan hingga wilayah Kecamatan Brati. Di ruas jalan milik Pemprov Jateng ini ada beberapa titik jalan berlubang.

Lubang jalan di beberapa titik bahkan terlihat cukup panjang. Kondisi ini menyebabkan para pengendara harus mengurangi kecepatan.

“Lubang jalan ini mulai muncul sejak dua bulan terakhir. Lubang jalan makin tambah setelah musim hujan datang,” kata Sunoto, warga setempat.

Munculnya lubang jalan itu dinilai juga cukup mengejutkan. Sebab, ruas jalan itu belum lama diperbaiki dengan konstruksi beton. Dari keterangan warga, perbaikan jalan itu baru dilakukan bertahap sekitar 2-3 tahun lalu.

Lubang jalan yang sempat muncul tampaknya sudah sempat ditutup menggunakan lapisan aspal. Namun, penutupan lubang dengan aspal tampaknya tidak bisa maksimal. Banyaknya kendaraan yang lewat, terutama kendaraan bertonase besar menjadikan aspal penutup lubang cepat mengelupas.

“Kalau hujan, lubang itu tertutup air sehingga sehingga bikin pengendara yang jarang lewat situ tidak tahu kalau kondisi jalannya rusak. Kami berharap lubang jalan itu segera ditangani karena kondisinya sudah cukup membahayakan,” kata Zaki, salah seorang pengendara yang sering melewati jalur tersebut.

Sementara itu, informasi yang didapat menyatakan, panjang jalan milik provinsi di wilayah Grobogan yang masuk kewenangan Balai Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi sekitar 152 km. Sejak beberapa tahun lalu hingga akhir 2016, ruas jalan yang selesai diperbaiki panjangnya mencapai 113 km. Sedangkan, sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017 ini.

 

Editor : Akrom Hazami

Jalan Mulus Desa di Kutuk Undaan Bukan lagi Mimpi

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan TMMD di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0722/Kudus, Korem 073/Makutarama, dibuka di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, Selasa (3/5/2016). Kegiatan yang akan diadakan hingga Senin (23/5/2016) tersebut akan memfokuskan pembangunan jalan desa yang berada di wilayah RW 1 Desa Kutuk.

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Czi Gunawan Yudha Kusuma mengatakan, kegiatan TMMD Sengkuyung I tahun 2016 ini merupakan acara rutin tahunan TNI. “Namun dalam kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah Kudus, dan masyarakat yang ada,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, dalamkegiatan ini nantinya TNI akan membuat jalan desa sepanjang 384 meter, lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. “Dalam kurun waktu selama 21 hari atau 3 pekan ini, nantinya tim TMMD baik itu dari TNI maupun pemerintah desa ataupun masyarakat yang ada akan bekerjasama dalam pembuatan jalan tersebut,” ujarnya.

Upacara pembukaan program TMMD Sengkuyung I tahun 2016 yang dilakukan di lapangan Desa Kutuk juga turut dihadiri oleh jajaran SKPD, unsur pemerintah desa, kepolisian dan tokoh masyarakat setempat. “Ya mudah mudahan dengan adanyapembangunan ini dapat menjadikan kesejahteraan, dan kemajuan wilayah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait anggaran pembangunan dirinya menyebutkan bahwa pembangunan ini dibiayai dari APBD provinsi, APBD kabupaten dan swadaya masyarakat. “Untuk anggarannya, dibiayai oleh APBD provinsi Rp 160 juta,  APBD kabupaten Rp 270 juta, dan swadaya masyarakat Rp 30 juta. Jadi totalnya Rp 460 juta,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Tahun Depan, Jalan Provinsi di Wilayah Grobogan Ditarget Mulus

Salah satu ruas jalan provinsi di Jalur Purwodadi-Geyer yang sebagian belum dibeton, rencananya akan dapat sentuhan perbaikan tahun ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu ruas jalan provinsi di Jalur Purwodadi-Geyer yang sebagian belum dibeton, rencananya akan dapat sentuhan perbaikan tahun ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perbaikan jalan milik Provinsi Jawa Tengah yang berada di wilayah Grobogan direncanakan bisa selesai tahun 2017 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Jawa Tengah Wilayah Purwodadi Ali Huda saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2016).

“Panjang jalan provinsi di Grobogan yang masuk kewenangan kami sekitar 152 km. Kerusakan jalan yang ada sudah diperbaiki secara bertahap dan sampai akhir 2016 mendatang, kita targetkan panjang jalan yang selesai diperbaiki mencapai 113 km. Sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017,” jelas Ali.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, ada rencana perbaikan jalan dengan sistem rigid beton sepanjang 24,4 km yang terbagi dalam 7 paket. Yakni, ruas Jalan Geyer-Purwodadi sepanjang 4 km, Purwodadi-Wirosari 3 km, Wirosari-Kunduran 4 km, Wirosari-Sulur 8 km, Kuwu-Galeh 3 km, Jalan A Yani Purwodadi 1,2 km dan Grobogan-batas Pati 1,1 km.

Selain itu, pada tahun ini juga akan dilakukan perbaikan jalan sepanjang 1,8 km di ruas Grobogan-batas Pati dengan lapisan hotmik. Perbaikan seperti ini juga akan dilakukan di beberapa titik ruas Jalan Godong-Purwodadi yang kondisi aspalnya sudah mulai mengelupas.

“Alokasi dana untuk perbaikan jalan provinsi yang ada di wilayah Grobogan tahun ini sekitar Rp 150 miliar. Selain Grobogan, BPT Bina Marga Wilayah Purwodadi juga menangani jalan provinsi yang masuk wilayah Blora dan Sragen,” imbuh Ali. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Sepanjang Tahun 2015, 57 Titik Jalan di Jepara Habiskan Anggaran Rp 92 Miliar

Jalan KH Ahmad Fauzan yang selama ini terkenal rusak parah sudah mulus karena selesai dibeton. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jalan KH Ahmad Fauzan yang selama ini terkenal rusak parah sudah mulus karena selesai dibeton. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di akhir tahun 2015 ini, Pemkab Jepara telah melaksanakan sejumlah program kerja. Salah satunya memperbaiki dan membangun jalan di 57 titik ruas jalan yang berstatus jalan Kabupaten di Jepara. 57 titik ruas jalan tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 92 miliar.

”Jumlah tersebut semuanya sudah tuntas diselesaikan. Terakhir di awal bulan desember lalu, saat ini dipastikan pengerjaan proyek sudah berhenti,” ujar Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara Budiarto melalui Kabid Bina Marga Hartaya kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/12/2015).

Menurutnya, secara keseluruhan proyek sudah tuntas, baik dari APBD maupun anggaran bantuan Provinsi (Banprov). Sehingga saat ini pihaknya fokus pada pengawasan di lapangan terutama memantau kondisi jalan yang kerap tergenang air saat hujan turun.

Lebih lanjut dia membeberkan, total anggaran perbaikan jalan di tahun ini, dia mengaku cukup besar. Karena anggaran tidak hanya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jepara. Total anggaran perbaikkan tahun 2015 ini mencapai Rp 92 miliar. Angka itu, dimaksimalkan di 57 titik jalan yang menjadi prioritas.

”Jumlah itu termasuk 4 titik proyek sebesar Rp 49 miliar dari Banprov, yang diantaranya di Jalan Purwogondo- Manyargading,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi besar pada pihak terkait yang telah berjuang menyelesaikan proyek sesuai dengan target. Dari total titik ruas jalan tersebut, itu termasuk proyek perbaikkan jalan yang berada di Kecamatan Karimunjawa. Semuanya sudah selesai sesuai dengan harapan. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pengendara di Jalan Cepu-Blora Diminta Berhari-Hati

Pembangunan jalan (e)

Sejumlah pekerja tengah mengerjakan proses pengaspalan jalan wilayah hutan Cabak di sepanjang Jalan Blora –Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Persiapan arus mudik Lebaran 2015 terus dilakukan. Beberapa proyek perbaikan jalan dikerjakan hingga malam hari. Seperti yang terjadi di jalan provinsi ruas Blora-Cepu kilomter 17 yang dilembur pengerjaannya hingga malam hari untuk mempersiapkan menjelang mudik. Oleh karena itu, pengendara yang melintas di jalur tersebut diminta untuk berhati-hati. Lanjutkan membaca

Menjelang Lebaran, Perbaikan Jalan Blora-Cepu Dilakukan Siang Malam

Pembangunan jalan (e)

Sejumlah pekerja tengah mengerjakan proses pengaspalan jalan wilayah hutan Cabak di sepanjang Jalan Blora –Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Persiapan jalur mudik Lebaran 2015  yang tinggal beberapa pekan ini terus dilakukan. Beberapa proyek perbaikan jalan dikerjakan siang dan malam hari. Seperti yang terjadi di jalan provinsi ruas Blora-Cepu kilometer 17, pengaspalan jalan dilakukan hingga malam. Lanjutkan membaca

Betonisasi Jalan Pati-Kayen-Sukolilo Telan Biaya Rp 12,8 Miliar

Sejumlah pengendara melintas di Jalan Pati-Kayen Km 1, Kamis (21/5/2015). Saat ini, jalan tersebut dibetonisasi yang menelan biaya Rp 12,8 miliar. (MURIANEWS / LISMANTO)

PATI – Proyek betonisasi Jalan Pati-Kayen-Sukolilo sepanjang 3 kilometer menelan biaya Rp 12,8 miliar. Proyek tersebut termasuk dalam peningkatan jalan dan penggantian jembatan di wilayah timur.

Lanjutkan membaca

Jalan Desa Terangmas Siap Diresmikan

Dandim 0722/Kudus Kolonel Arh M Ibnu Sukelan, saat berkunjung ke lokasi TMMD. (MURIA NEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Pengecoran jalan sepanjang 500 meter di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, sudah selesai dikerjakan. Jalan hasil program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan oleh kodim 0722/Kudus akan diresmikan pada 27 Mei mendatang.

Lanjutkan membaca

TMMD dan Masyarakat Bangun Jalan Utama Desa

Sejumlah warga bersama masyarakat saling sengkuyung dalam pelaksanaan pembangunan jalan. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Sebanyak 15 orang personel Kodim 0721/Blora bersama masyarakat sebanyak 20 orang, anggota TNI dari Kodim 0721/Blora dan masyarakat Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan. Mereka bergotong royong melaksanakan kegiatan fisik TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2015.

Lanjutkan membaca

Jalan Desa Burikan Berlubang, Warga Meradang

Seorang warga melintasi jalan yang rusak di depan kantor Balai Desa Burikan, Kudus. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO).

KUDUS – Saat ini warga Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus, sangat memprihatinkan kondisi jalan utama desa. Sebab jalan yang menghubungkan antara Desa Burikan dan Bacin, Kecamatan Bae ini  rusak. Sehingga sering menyebabkan kecelakaan.

Lanjutkan membaca