Warga Tanggultlare Jepara ‘Nyatakan Perang’ dengan Sopir Truk Pengangkut Garam

Warga melintasi jalan yang  dipasangi batu besar di tengah jalan rusak di jalur Semat – Kedung Malang, Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintasi jalan yang  dipasangi batu besar di tengah jalan rusak di jalur Semat – Kedung Malang, Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kondisi jalan di jalur Semat – Kedung Malang, di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Jepara, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Warga setempat memasang batu besar di tengah jalan. Karena mereka geram dengan aktivitas truk besar pengangkut garam di sejumlah desa sentra produksi garam.

Mereka menganggap, jalan tersebut rusak parah akibat aktivitas hilir mudik itu.

“Kami mengeluhkannya ke Camat. Begitu mendapatkan surat instruksi yang berisi agar warga melarang truk tersebut melintas, warga memasang batu agar truk tak bisa melintas,” ujar Petinggi Tanggultlare, Abdullah Syafii kepada MuriaNewsCom, Sabtu (8/8/2015)

Menurutnya, batu yang hanya digeletakkan begitu saja di tengah jalan itu dipindah ke pinggir jalan oleh sopir truk, beserta kernetnya, serta sejumlah pengepul garam saat malam hari. Sehingga truk bermuatan garam yang bertonase lebih dari 20 ton itu tetap bisa melintas.

Dengan tindakan sopir itu, selama beberapa hari warga harus bolak-balik memasang kembali batu itu. Puncaknya pada Sabtu (1/8/2015) malam kemarin, saat sopir truk dan sejumlah warga kembali memindahkan batu dan menggulingkannya ke dalam kali, warga Tanggultlare memprotesnya.

Meski warga membiarkan batu besar disingkirkan, namun mereka menggantinya dengan membuat penghalang lain dari tumpukan material yang direkatkan dengan semen. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Jalan Kedung Jepara Rusak, Apakah Ini Tanda Pemerintah Biarkan Warganya Celaka?

Warga melintasi permukaan jalan yang rusak di ruas Jalan Semat – Kedung Malang Kecamatan Kedung Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintasi permukaan jalan yang rusak di ruas Jalan Semat – Kedung Malang Kecamatan Kedung Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemerintah seolah membiarkan warganya di Jepara rusak. Karena ruas jalan Semat – Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Jepara, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kerusakan terjadi bahkan di sepanjang jalan yang menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Jepara dengan Kabupaten Demak itu.

Kerusakan terjadi di jalur tersebut di beberapa Desa, salah satunya di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung.

Kepala Desa Tanggul Tlare, Abdullah Syafii mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi beberapa bulan terakhir ini.

Dia menuding kerusakan jalan tersebut lantaran kualitas jalan yang rendah tapi dilintasi kendaraan bermuatan berat.

“Rusaknya sudah cukup lama. Kami juga sempat mengeluhkannya ke camat. Tapi hanya sebatas itu,” kata Syafii.

Syafii mengaku, warga memang keberatan dengan kondisi jalan yang rusak itu. Menurutnya, kerusakan jalan tak hanya di Tanggultlare, tapi hampir 90 persen jalan Semat-Kedung Malang rusak.

“Sebenarnya ada jalan lain. Yakni dengan mengangkut garam dengan kendaraan lebih kecil dulu,” ucapnya.

Sebagai solusi, pihaknya berharap agar status jalan tersebut ditingkatkan. Sebab dengan aktivitas yang ada, jalur itu layak naik status menjadi jalan provinsi. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Membahayakan, Terminal Cepu Banyak Berlubang

Kondisi Terminal Cepu yang penuh lubang, sehingga membahayakan pengguna terminal (MuriaNewsCom/Priyo)

Kondisi Terminal Cepu yang penuh lubang, sehingga membahayakan pengguna terminal (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Kondisi landasan Terminal Cepu, Kabupaten Blora butuh perhatian. Sebab, landasan terminal mengalami rusak parah. Dengan luas satu hektar, banyak lubang dan aspal yang telah mengelupas.

”Jika datang musim hujan, landasan terminal penuh dengan kubangan air dan hampir keseluruhan mengalami kerusakan parah,” ujar Ahmad Wahyu Rizky, salah satu penumpang, Rabu (5/8/2015).

Menurutnya, kondisi terminal saat ini memang sangat memperihatinkan.Banyak lubang dan kerikil bekas aspal landasan. Hal ini, katanya sangat mengganggu kenyamanan para penumpang, terlebih ketika musim kemarau seperti ini, yang menimbulkan banyak debu.

”Jelas menganggu mas, apa lagi musim kemarau seperti ini.Setelah dilewati bus, pasti banyak debu dan saat musim penghujan banyak genangan air pada terminal,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap dinas terkait bisa segera melakukan perbaikan, agar para penumpang bisa nyaman saat singgah di terminal. Sebab,Terminal Cepu ini cukup ramai, mengingat berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

”Saya sering berhenti di terminal ini kalo bepergian. Terminal ini juga lumayan ramai, sehingga para penumpang berharap ada perbaikan fasilitas pada terminal, agar tidak menganggu kenyamanan penumpang,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Hati-hati! Jalan Penghubung Antara Desa Medani Cluwak dengan Desa Tempur Keling Rusak Parah

f-saksi mata (e)Jalan utama yang menghubungkan antara Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Pati dengan Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara kondisinya rusak parah. Sehingga, membuat warga yang ingin melintas di jalan tersebut harus berfikir ulang dan terkadang harus melalui jalan lain, yang jaraknya lumayan jauh. Kerusakan jalan ini, panjangnya sekitar 2 kilometer. (Pengirim : Fathul, Cluwak)

Duh, Perbaikan Akses Jalan ke Tempat Wisata Baru Dikerjakan Usai Lebaran

Jalan Rusak (e)

Akses jalan dari Kota Jepara menuju ke Pantai Kartini penuh lubang yang bisa mengancam keselamatan para pengendara.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menanggapi rusaknya akses jalan ke tempat-tempat wisata di Kabupaten Jepara, Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara Budiarto  mengakui jika kondisinya memang rusak. Bahkan, pihaknya memastikan musim liburan lebaran nanti terpaksa kondisinya tidak berubah lantaran terkendala dengan keterbatasan waktu. Lanjutkan membaca

Tak Siap Jamu Wisatawan, Akses Jalan Wisata di Jepara Penuh Berlubang

Jalan Rusak (e)

Akses jalan dari Kota Jepara menuju ke Pantai Kartini penuh lubang yang bisa mengancam keselamatan para pengendara.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menjelang lebaran tahun ini, sejumlah akses jalan ke tempat-tempat pariwisata di Kabupaten Jepara masih rusak. Sehingga, ketika liburan nanti terpaksa wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat-tempat wisata harus legawa melewati jalan yang rusak. Lanjutkan membaca

Rawan Kecelakaan, Bina Marga Grobogan Tambal Lubang di Jalan Gajah Mada

Para pekerja melakukan penambalan lubang di Jalan Gajah Mada Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para pekerja melakukan penambalan lubang di Jalan Gajah Mada Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Mendekati puncak arus mudik lebaran, sejumlah titik lubang jalan mulai ditambal. Di antaranya di Jalan Gajah Mada yang selama ini memang kerap muncul lubang jalan. Terutama di depan kawasan hutan kota. Lanjutkan membaca

Lebaran Nanti Warga Bisa Cicipi Mulusnya Jalan Pati-Gembong

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Perbaikan jalan Pati-Gembong dikebut sepekan sebelum Lebaran. Selain sebagai aktivitas warga untuk merayakan Lebaran, jalan tersebut menjadi jalur alternatif Pati-Kudus.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, Jumat (10/7/2015), arus lalu lintas di Jalan Pati-Gembong mulai padat. Sebagian besar jalan tersebut didominasi mobil dan kendaraan roda dua.

Kepala Bidang Binamarga DPU Pati Ahmad Faisal mengatakan, perbaikan jalan meliputi penambalan jalan yang berlubang dengan aspal goreng (hotmix). Dengan begitu, arus lalu lintas di kawasan jalan wisata tersebut diharapkan lancar menjelang hingga sesudah Lebaran.

“Kami sudah melakukan penambalan di sejumlah jalan yang berlubang maupun retak. Sebagian besar penambalan dilakukan di pinggir bahu jalan. Masalahnya, jalan tersebut sedikit rusak dan bergelombang di bagian pinggir,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya memastikan jalur alternatif tersebut kondisinya sudah baik dan layak digunakan saat Lebaran. Kendati begitu, ia mengaku jalan tersebut memang mudah rusak lantaran air dari dataran tinggi mengalir melalui jalan. Hal tersebut disebabkan minimnya drainase di Jalan Pati-Gembong.

“Kami akui jalan di daerah ini cepat rusak, retak, dan berlubang. Soalnya, kalau musim hujan atau banjir kiriman, air tidak mengalir lewat drainase, tetapi langsung memapar jalan dari kawasan yang lebih tinggi,” imbuhnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Kerusakan Jalan Rendole-Muktiharjo Jadi Bukti DPU Tak Niat Kerja

Kondisi Jalan Rendole-Muktiharjo, Kecamatan Margorejo yang sudah retak-retak dan rusak, Jumat (5/6/2015). Padahal, jalan tersebut baru dibangun sekitar tujuh bulan yang lalu. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Rusaknya Jalan Rendole-Muktiharjo, Kecamatan Margorejo yang baru saja dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati menambah sederet daftar jalan yang cepat rusak usai dikerjakan DPU.

Lanjutkan membaca

Jalan Rendole-Muktiharjo Cepat Rusak, Warga Kecewa dengan DPU

Seorang pengendara melintasi jalan Rendole-Muktiharjo, Kecamatan Margorejo. Lantaran cepat rusak, warga kecewa dengan kinerja DPU. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Proyek peningkatan Jalan Rendole-Muktiharjo, Kecamatan Margorejo yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui rekanan CV Teguh menuai protes dari warga. Pasalnya, proyek peningkatan jalan yang menghabiskan dana Rp 993,1 juta tersebut cepat rusak.

Lanjutkan membaca

Pemdes Kedungdowo: Kami Sudah Usulkan Perbaikan 3 Kali

Jalan poros Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, rusak parah. Warga setempat mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan. (MURIA NEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS –  Menanggapi keluhan warganya terhadap rusaknya jalan poros desa, Pemerintah Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, menyatakan upaya perbaikan jalan tersebut telah dilakukan. Pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan tersebut ke pemerintah kabupaten sebanyak tiga kali.

Lanjutkan membaca

Tak Ada Perbaikan, Jalan Provinsi Cepu- Randublatung Rusak Parah

Sebuah truk melintasi jalan Provinsi Cepu-Randublatung-Dolpang. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Kerusakan jalan provinsi Jawa Tengah ruas Cepu-Randublatung-Sulur di wilayah Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora rusak parah. Jalan raya alternatif penghubung Blora Selatan menuju Kabupaten Grobogan ini terdapat beberapa titik kerusakan yang disinyalir mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Lanjutkan membaca

Jalan Desa Burikan Berlubang, Warga Meradang

Seorang warga melintasi jalan yang rusak di depan kantor Balai Desa Burikan, Kudus. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO).

KUDUS – Saat ini warga Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus, sangat memprihatinkan kondisi jalan utama desa. Sebab jalan yang menghubungkan antara Desa Burikan dan Bacin, Kecamatan Bae ini  rusak. Sehingga sering menyebabkan kecelakaan.

Lanjutkan membaca

Warga Dukuh Madu, Masih Menunggu Pembangunan Jalan

Jalan yang panjangnya sekitar 2 km ini merupakan jalur utama penghubung Dukuh Madu dan Dukuh Cendono yang juga akses menuju Pasar Dawe. Jika hujan, terjadi genangan air yang cukup tinggi sehingga mengganggu perjalanan warga. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Saat ini warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe khususnya Dukuh Madu masih mengharapkan kepada pemerintah setempat, untuk melakukan pembangunan jalan. Sebab jalan yang panjangnya sekitar 2 km in,i merupakan jalur utama penghubung Dukuh Madu dan Dukuh Cendono.

Lanjutkan membaca

Jalan KH Yasin – KH Ahmad Fauzan Rusak Parah

Jalan KH Yasin – KH Ahmad Fauzan rusak parah diwarnai dengan kubangan. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Kondisi sejumlah ruas jalan kawasan Kota Jepara, masih rusak parah. Salah satu kerusakan terparah terjadi di Jalan KH. Yasin sampai jalan KH Ahmad Fauzan. Padahal, jalan tersebut berada dekat dengan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara yang menjadi jalur lintasan angkutan umum.

Lanjutkan membaca

Klinik Jalan Hanya Dianggarkan Rp 1 Miliar

Perbaikan jalan dengan klinik jalan dilakukan. Anggaran yang hanya Rp 1 miliar dinilai sangat kurang untuk perbaikan jalan yang rusak ringan selama satu tahun.(MURIANEWS/WAHYU KZ

JEPARA – Kerusakan jalan di Kabupaten Jepara terbilang sangat banyak. Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (BMP ESDM) Jepara mencatat ada sedikitnya 117 titik yang rusak parah dan yang akan diperbaiki, selain itu masih ada puluhan titik lagi yang belum akan diperbaiki.

Lanjutkan membaca

65 Paket Proyek Infrastruktur Jalan Sedang Dilelang

Jalan rusak di jalur lingkat timur turut desa Bawu Kecamatan Batealit Jepara. (MURIANEWS)

JEPARA – Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMP ESDM) Budiarto mengemukakan, saat ini sudah ada 65 paket proyek yang sedang dilelang menggunakan sistem e-procurement (e-proc). Diperkirakan sebulan lagi akan selesai dan proyeknya bisa dikerjakan.

Lanjutkan membaca

H-7 Lebaran, 50 Persen Jalan Strategis Sudah Diperbaiki

jalan rusak di jalur lingkat timur turut desa Bawu Kecamatan Batealit Jepara. (MURIANEWS)

JEPARA –Kepala Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumberdaya Mineral (BMP ESDM) Budiarto mengatakan, pihaknya menargetkan H-7 Lebaran mendatang, 50 persen jalan rusak di jalan-jalan strategis sudah diperbaiki dan ditingkatkan.

Lanjutkan membaca

Bupati Minta Perbaikan Jalan Dipercepat

Kendaraan melintas jalan yang mengalami kerusakan di Jepara. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi meminta proyek perbaikan jalan dipercepat. (MURIANEWS)

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi meminta perbaikan infrastruktur jalan dipercepat. Sebab, pihaknya mengaku menerima banyak keluhan dan aduan dari masyarakat, terkait banyaknya jalan yang rusak parah dan belum diperbaiki.

Lanjutkan membaca