Warga Kesambi Keluhkan Jalan Rusak

Jalan di Desa Kesambi yang jalannya rusak parah (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jalan di Desa Kesambi yang jalannya rusak parah (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sudah dua tahun jalan di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, kondisinya rusak, khususnya yang berada di sisi barat anak Sungai Piji, dengan panjang sekitar 500 meter. Hal ini membuat warga mengeluh.

Ketua BPD Kesambi Siti mengatakan, hingga kini jalan tersebut belum ada perbaikan. Sedangkan untuk status jalan, katanya adalah jalan kabupaten.

”Setelah terjadi bencana awal tahun lalu itu, akses warga terputus, karena jalan tidak bisa dilewati. Dengan itu, warga bergotong-royong dan swadaya masyarakat, memperbaiki jalan dengan cara menguruk jalan dengan tanah. Hingga saat ini, belum ada perbaikan dari pemerintah kabupaten,” ujar Siti.

Dia mengatakan, perbaikan jalan tidak bisa dianggarkan dari dana desa, karena status jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Namun pihak kabupaten juga tidak kunjung melakukan perbaikan.

”Jika ada hujankondisi jalan berkubang air dan licin, sehingga sangat mengganggu pengguna jalan. Kami berharap dari pemerintah daerah agar bisa memprioritaskan pembangunan jalan yang menjadi akses utama warga Desa Kesambi,” harapnya.

Sejumlah titik jalan kabupaten yang terletak di Desa Kesambi sudah hampir dua tahun belum tersentuh perbaikan dari pemerintah kabupaten setempat. Hal itu yang membuat sejumlah warga merasa kecewa.

Di saat musim kemarau beberapa waktu lalu, karena jalannya masih tanah, menyebabkan polusi udara dari debu yang berterbangan. Pengendara yang melintas harus menutupi hidung dan mulutnya dengan tangan. Bahkan, warga yang tempat tinggalnya berada di dekat lokasi jalan rusak harus rela menyiram jalan dengan air agar tidak berdebu. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

TNI dan Warga Tak Ingin Akses Jalan di Tunjungan Blora Rusak

TNI-tunjungan

Anggota Koramil 04/ Tunjungan melakukan karya bakti membangun jalan.

 

BLORA – Sejumlah anggota Koramil 04/Tunjungan, Kodim 0721/Blora melakukan karya bakti membatu pembuatan jalan makadam di Dukuh Bolasah, Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, Blora.

Sekitar delapan personel anggota Koramil 04/Tunjungan yang terjun ke lapangan, bersama-sama warga, bahu membahu membangun jalan makadam sepanjang 325 meter dengan lebar 3 meter.

”Di berbagai kesempatan, personel kami selalu terlibat  di kegiatan masyarakat. Ini sudah merupakan salah satu tugas pokok kami,” kata Danramil 04/Tunjungan, Kapten Inf. Darmanto.

Kades Adirejo, Suhartono mengucapkan terima kasih kepada  jajaran Koramil 04/Tunjungan, yang selalu berperan di sejumlah pembangunan di desanya.

Jalan makadam yang dibangun bersama antara warga dan jajaran Koramil 04/Tunjungan tersebut cukup vital, yakni menghubungan antara Dukuh Bosalah, Desa Adirejo ke Dukuh Pendem, Desa Tambahrejo. (AKROM HAZAMI)

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi Hanya Tinggal 400 Meter Saja

Perbaikan Jalan Godong-Purwodai yang terhenti karena mengenai rel kereta api. Pebaikan jalan ini sebenarnya tinggal 400 meter (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perbaikan Jalan Godong-Purwodai yang terhenti karena mengenai rel kereta api. Pebaikan jalan ini sebenarnya tinggal 400 meter (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Dari total panjang Jalan Godong-Purwodadi yang diperbaiki, sebenarnya prosentase penyelesaiannya sudah mendekati akhir. Dimana, dari 5 km panjang jalan yang diperbaiki, hanya 400 tinggal meter saja belum bisa diselesaikan. Sebab, titik inilah yang mengenai rel kereta api sehingga perbaikan jalan itu berhenti untuk sementara.

”Jadi proyek ini sebenarnya tinggal sedikit saja yang belum bisa dikerjakan. Yakni, cuma 400 meter saja dari total pekerjaan sepanjang 5 km. Tepatnya, di depan Pasar Godong ke barat hingga pertigaan menuju arah Demak,” ujar Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Purwodadi Ali Huda.

Menurutnya, untuk menyelesaikan proyek yang tersisa itu hanya diperlukan waktu sekitar 10 hari. Yakni, tiga hari digunakan untuk persiapan dan pengecoran.Kemudian, waktu sepekan dibutuhkan untuk pengerasan beton. Proses pengerasan beton itu bisa dipercepat dengan menggunakan bahan kimia khusus.

“Semua material untuk pengecoran jalan sepanjang 400 meter itu sudah siap di lokasi. Jadi, begitu masalah administrasi dengan PT KAI selesai, bisa cepat dikerjakan,” jelas Ali.

Dalam kesempatan itu, Ali membenarkan jika proyek perbaikan jalan itu sudah melewati batas waktu pengerjaan pada akhir Oktober lalu. Namun, hal itu terjadi akibat kondisi khusus, bukan karena faktor kinerja rekanan. Oleh sebab itu, penyelesaian pekerjaan itu bisa diberikan tambahan waktu. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Gara-gara Rel, Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi Terhenti

 

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi terhenti sementara karena mengenai rel kereta api (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perbaikan Jalan Godong-Purwodadi terhenti sementara karena mengenai rel kereta api (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Perbaikan dan pelebaran jalan raya Godong-Purwodadi sepanjang 5 km terpaksa tidak bisa selesai tepat waktu. Sebab, perbaikan jalan dengan dana Rp 23 miliar itu terhenti sejak beberapa hari lalu. Gara-garanya, proyek yang dikerjakan PT Kadi Internasional itu ternyata mengenai rel kereta api yang masih tertanam di pinggir jalan atau disisi sebelah utara.

Akibat adanya rel yang tercongkel alat berat itu menyebabkan pihak PT KAI keberatan dan meminta agar Dinas Bina Marga Provinsi Jateng menghentikan perbaikan jalan yang mengenai rel kereta api yang sudah cukup lama tidak difungsikan tersebut.

Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Wilayah Purwodadi Ali Huda ketika dikonfirmasi membenarkan jika untuk sementara perbaikan jalan itu terhenti. Hal itu disebabkan, adanya sedikit lahan perbaikan yang mengenai rel kereta api.

”Saat ini, perbaikan jalan Godong-Purwodadi belum bisa diselesaikan dan sementara dihentikan dulu. Kita masih berkoordinasi dengan PT KAI mengenai kesepakatan pemanfaatan lahan untuk perbaikan jalan tersebut. Kalau masalah administrasinya sudah selesai, perbaikan jalan itu akan dilanjutkan lagi,” kata Ali.

Menurut Ali, pada prinsipnya PT KAI melalui Daop IV membolehkan penggunaan lahan itu untuk perbaikan dan pelebaran jalan. Sebab, proyek itu juga digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Hanya saja, proses administrasi penggunaan lahan itu harus dilakukan terlebih dahulu. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Pembangunan Jalan di Desa Kedungdowo Dikebut

Kondisi jalan yang sudah di betonisasi di Desa Kedungdowo  (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Kondisi jalan yang sudah di betonisasi di Desa Kedungdowo  (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS –Menghadapi musim penghujan, Pemerintah Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus berupaya untuk memaksimalkan anggaran yang telah diberikan oleh pemerintah untuk pembenahan jalan. Hal ini, dimaksudkan agar masyarakat dapat menikmati infrastruktur desa dengan nyaman.

“Ada dua jalan yang telah selesai kita perbaiki sesuai dengan target yaitu sebelum musim hujan tiba.
Kedua ruas jalan tersebut merupakan jalan tanggungjawab milik pemdes setempat,” ujar Darojatun, Kepala Desa Kedungdowo.

Untuk betonisasi menggunakan dana desa sebesar Rp 314 juta yang terletak di Dukuh Krajan RT 1-4, sepanjang kurang lebih 600 meter.

Dalam pembangunannya,pihaknya mengupayakan efisiensi waktu sehingga mampu diselesaikan dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan. “Sekitar 3 minggu sudah selesai agar jalan bisa segera digunakan oleh masyarakat, ” jelasnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Rusak, Jalur Danyang-Kuwu Grobogan Ancam Pengendara Celaka

Kendaraan melintasi jalan rusak di bagian tengah di sepanjang jalur jalan raya Danyang-Kuwu Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kendaraan melintasi jalan rusak di bagian tengah di sepanjang jalur jalan raya Danyang-Kuwu Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Hati-hati buat pengendara yang hendak melintasi jalan raya Danyang-Kuwu. Khususnya bagi yang tidak biasa melewati jalur tersebut. Pasalnya, di beberapa titik ada ruas jalan beton yang rusak di bagian tengah.

Dari pantauan di lokasi, ruas jalan yang rusak mulai masuk Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi hingga Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon. Panjang jalan yang rusak ini bervariasi. Antara lima sampai 10 meter.

Bagi kendaraan roda empat, kondisi jalan yang rusak ini tidak begitu terasa. Tetapi buat kendaraan roda dua sangat berbahaya. Soalnya, jika roda sudah terperosok dalam rekahan tersebut, kemungkinan terjatuh cukup tinggi.

“Kondisi jalan rusak ini sudah berlangsung sekitar dua bulan lalu. Awalnya, rekahannya kecil saja tetapi karena dilalui kendaraan berat tiap hari ukurannya jadi melebar dan panjang,” kata Sujadi, warga Kandangan.

Menurut warga, rekahan jalan itu sebelumnya sudah sempat di tangani dinas terkait. Yakni, dengan menjejali rekahan itu dengan kerikil dan kemudian ditutup aspal.
Meski demikian, upaya ini tida bisa tahan lama. Buktinya, rekahan itu kembali muncul seperti sebelumnya.

“Harusnya di bagian pinggir cor beton ada semacam pondasi penahan yang kuat. Kalau rekahan cuma diisi kerikil dan ditutup aspal tidak akan kuat lama. Bagi warga yang tidak terbiasa lewat sini sebaiknya hati-hati,” imbuh Harnanto, warga lainnya.

Selain jalan rusak, ada pula ruas jalan yang beda tinggi. Di mana, salah satu ruas beton ambles karena talud jalan tidak begitu kuat. Jalan yang beda tinggi ini kebanyakan sisi pinggirnya cukup dekat dengan parit saluran pembuangan air. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Jalan Rusak yang Ditanami Pohon di Kedongdowo Kudus Akhirnya Dibenahi

Warga tampak melintasi jalan yang rusak di Desa Desa Karangdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Warga tampak melintasi jalan yang rusak di Desa Desa Karangdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Kegiatan yang dilakukan oleh warganya dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak, sangat disayangkan oleh Pemerintah Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus.

Darojatun, Kepala Desa Kedungdowo mengatakan sebelum melakukan aksi tanam pisang ada warga yang sempat untuk meminta izin.

Darojatun menambahkan untuk meminimalisasi kerusakan jalan yang makin parah, bulan depan akan ditambal.

“Rencananya tadi dari pemerintah menyampaikan pada pertengahan bulan November 2015 jalan yang berlubang dan rusak ditembel. Kemudian 2016 nanti baru akan dibeton, ” jelasnya.

Mengingat tanah di Kedungdowo termasuk labil jadi kemungkinan jalan rusak sangat besar. Dengan demikian, pihaknya akan melakukan pembetonan jalan terlebih dahulu.

“Rencananya akan dibeton dahulu, ” ungkap Fitrianto, Sekretaris Kecamatan Kaliwungu Kudus.

Darojatun juga menambahkan, dinas terkait serta dari pemerintah kecamatan juga telah menyampaikan bahwa usulan perbaikan jalan sudah ada. Namun memang sebelumnya sempat mundur dari harapan.
(AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Gara-gara Pohon Pisang Ditanam di Jalan Rusak, Warga Kedongdowo Beraudiensi

Warga tampak melintasi jalan yang rusak di Desa Desa Karangdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Warga tampak melintasi jalan yang rusak di Desa Desa Karangdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Aksi tanam pohon pisang di tengah jalan rusak yang dilakukan oleh warga Desa Karangdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Minggu (25/10/2015) sangat disayangkan berbagai pihak. Salah satunya oleh pemerintah kecamatan setempat.

Pada Selasa (27/10/2015) pemerintah kecamatan melalui camat dan sekretaris, dan Satpol PP serta beberapa perwakilan melakukan audiensi. Sementara dari Kedungdowo langsung dihadiri oleh perangkat desa serta perwakilan warga Desa Kedungdowo sebanyak lebih dari 35 orang.

“Seharusnya warga tidak perlu melakukan hal tersebut mengingat sebenarnya untuk pembenahan jalan sudah dianggarkan oleh dinas terkait pada tahun 2016 mendatang, ” ujar Fitrianto, Sekretaris Kecamatan Kaliwungu.

Dalam audiensi tersebut pihaknya juga meminta warga untuk tidak melakukan aksi tersebut kembali. Sebab menurut undang-undang yang berlaku, aksi warga tersebut sangat menyalahi aturan dan bisa dikenakan sanksi.

“Intinya kita beri pemahaman ke masyarakat terkait aksi tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan dan itu melanggar UU no 38 tahun 2014,” imbuhnya (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Ini Jawaban Pemkab Kudus Terkait Protes Warga Desa Kedungdowo

Warga Kedungdowo memasang spanduk di jalan, sebagai bentuk protes. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Warga Kedungdowo memasang spanduk di jalan, sebagai bentuk protes. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Aksi tanam pohon pisang yang dilakukan oleh warga Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu hari ini, Minggu (25/10/2015) menarik perhatian banyak orang. Aksi ini, dilakukan sebagai wujud protes terhadap pemerintah kabupaten, karena tak kunjungnya ada perbaikan jalan desa setempat.

“Sebenarnya program perbaikan jalan di Desa Kedungdowo tersebut sudah masuk program pembenahan 2016,” ujar Sam’ani, Kepala Dinas Bina Marga dan ESDM Kudus.

Dalam hal ini, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk dapat bersabar, karena untuk melakukan perbaikan jalan butuh perencanaan. Selain itu juga, ada mekanisme yang berlaku mulai dari rencana, lelang dan pembangunan. “Yang pasti tahun 2016 sudah masuk di program. Tinggal menunggu proses yang memang harus ditempuh ,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Jalan di Desa Kedungdowo Kudus Mendadak Berubah Jadi ‘Jalan Kerbau’

Warga memasang spanduk di jalan Desa Kedungdowo.  (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Warga memasang spanduk di jalan Desa Kedungdowo. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Jika Anda memasuki jalan poros di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Anda akan disambut dengan ucapan selamat datang. Namun, ada yang cukup menggelitik dari ucapan tersebut.

Ucapan selamat datang yang tampak lain ini, karena ekspresi dari kekesalan warga yang tak ada tanggapan dari pemerintah terkait kerusakan jalan poros Desa Kedungdowo, sehingga membuat warga marah.Penanaman pohon pisang di tengah jalan hingga penempelan spanduk di sepanjang jalan Kedungdowo pun dilakukan warga.

Tampak beberapa tulisan di spanduk yang berbunyi ‘Selamat Datang, Anda Masuk Jalan Kebo’. Bukan hanya itu saja, beberapa tulisan lain yang menyindir pemerintah juga ada di beberapa spanduk.

Aksi tersebut, dipicu karena pemerintah kabupaten dinilai tidak tanggap untuk segera membantu perbaikan jalan. Padahal sebelumnya, pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan tersebut ke pemerintah kabupaten sebanyak tiga kali.

“Karena jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten, sehingga kita hanya bisa mengajukan. Dan tahun 2014 lalu, kami sudah mengusulkan perbaikan ke pemkab sebanyak tiga kali,”  jelas Darojatun, Kepala Desa Kedungdowo. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Tak Kunjung Ada Perbaikan, Warga Kedungdowo Kudus Ramai-ramai Tanam Pohon di Tengah Jalan

Warga tanam pohon pisang di tengah jalan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Warga tanam pohon pisang di tengah jalan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Kesal dengan kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung dibenahi, warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu melakukan aksi tanam pohon pisang di tengah jalan. Ada sekitar 30 pohon pisang yang ditanam di sepanjang jalan poros desa.

“Jalan ini sudah sangat lama dalam kondisi rusak, kami sebagai warga sudah cukup sabar menunggu bantuan dari pemerintah. Namun, nampaknya memang belum digubris yang berwenang sehingga kami sepakat melakukan aksi tanam pohon,” ujar Nur Rohman, salah satu warga Desa Kedungdowo.

Dirinya menambahkan jalan ini merupakan jalan poros desa yang sangat padat. Terlebih, dengan adanya pabrik serta jalur alternatif untuk sampai ke jalan lingkar, seharusnya lebih diperhatikan.

Selain menanam pohon pisang, warga sekitar juga memenuhi jalan dengan tanaman pot serta tumpukan rumput di beberapa titik. Namun meski jalan tertutup, warga masih bisa melintas dengan mengambil sisa-sisa jalan yang dibiarkan kosong untuk lalu lintas warga. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Hi, Menyeramkannya Surga Wisata di Kudus Ini

Wisatawan tampak menikmati suasana di Sendang Jodo di Desa Purworejo, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Wisatawan tampak menikmati suasana di Sendang Jodo di Desa Purworejo, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Guna mencegah rasa takut di tempat wisata Sendang Jodo yang ada di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kudus, pemerintah desa setempat selalu menggelar berbagai kegiatan.

Kepala Desa Purworejo Noor Chamid menjelaskan, sendang itu dikenal sebagai tempat wisata yang menurut warga, mempunyai suasana angker. “Katanya angker sendang ini,” ujar Chamid.

Pemdes berupaya menghilangkan anggapan keangkeran itu. Yaitu dengan menggelar kegiatan. Seperti halnya memancing bersama atau juga dengan mengundang kesenian dangdut di saat waktu tertentu.

Selain mengusir rasa angker, kegiatan tersebut juga bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan tempat wisata Sendang Jodo ini kepada masyarakat umum lainnya.

“Untuk berbagai kegiatan tersebut bisanya akan dilakukan pihak pemuda serta tokoh masyarakat. Sebab mereka ingin berkontribusi terhadap kemajuan tempat wisata ini,” ungkapnya.

Desa yang berpenduduk sekitar 3.200 jiwa serta terdiri dari 8RT dan 2 RW ini memang selalu berupaya mengangkat kearifan lokal tersebut.

Pemdes berpendapat saat ini yang terpenting adalah mengenalkan tempat wisata. Serta memberikan rasa nyaman bagi wisatawan. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Jalan Rusak di Semat – Kedung Malang Jepara, Pegang Janji Pemkab Ini

Warga melintas di permukaan jalan yang rusak di Semat – Kedung Malang, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintas di permukaan jalan yang rusak di Semat – Kedung Malang, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kerusakan jalan di jalur Semat – Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Jepara cukup parah. Karena  jalur alternatif ke Demak, dan jalur utama pengangkutan garam itu kerap dilintasi kendaraan berat yang mencapai lebih dari 20 ton.

Menanggapi hal itu, Pemkab Jepara melalui Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara, Budiarto menjelaskan, perbaikan di jalur tersebut akan segera dilakukan.

“Rencananya, perbaikan di jalur itu akan dilakukan di tahun 2015 ini dan tahun 2016. Skema perbaikannya sudah disiapkan,” ujar Budiarto kepada MuriaNewsCom

Lebih lanjut dia menerangkan, untuk 2015 ini perbaikan akan dilakukan di jalur Semat-Kedung Malang yang memiliki panjang 16 kilometer. Dia menjanjikan, di akhir tahun ini, perbaikan dengan cara pembetonan akan selesai dilakukan.

Sebab perbaikan segera bisa dilakukan lantaran proses lelang dan penandatanganan kontrak sudah selesai sepekan yang lalu.

“Memang tidak semuanya dibeton. Jika kontur tanahnya sudah keras, maka cukup menggunakan hotmix. Tapi kemungkinan sebagian besar akan dibeton,” tandasnya.

Perbaikan jalan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 3,8 miliar. Proyek akan kembali dilakukan pada 2016 nanti untuk perbaikan jalur Kedung Malang – Pecangaan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Warga Tanggultlare Jepara ‘Nyatakan Perang’ dengan Sopir Truk Pengangkut Garam

Warga melintasi jalan yang  dipasangi batu besar di tengah jalan rusak di jalur Semat – Kedung Malang, Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintasi jalan yang  dipasangi batu besar di tengah jalan rusak di jalur Semat – Kedung Malang, Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kondisi jalan di jalur Semat – Kedung Malang, di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Jepara, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Warga setempat memasang batu besar di tengah jalan. Karena mereka geram dengan aktivitas truk besar pengangkut garam di sejumlah desa sentra produksi garam.

Mereka menganggap, jalan tersebut rusak parah akibat aktivitas hilir mudik itu.

“Kami mengeluhkannya ke Camat. Begitu mendapatkan surat instruksi yang berisi agar warga melarang truk tersebut melintas, warga memasang batu agar truk tak bisa melintas,” ujar Petinggi Tanggultlare, Abdullah Syafii kepada MuriaNewsCom, Sabtu (8/8/2015)

Menurutnya, batu yang hanya digeletakkan begitu saja di tengah jalan itu dipindah ke pinggir jalan oleh sopir truk, beserta kernetnya, serta sejumlah pengepul garam saat malam hari. Sehingga truk bermuatan garam yang bertonase lebih dari 20 ton itu tetap bisa melintas.

Dengan tindakan sopir itu, selama beberapa hari warga harus bolak-balik memasang kembali batu itu. Puncaknya pada Sabtu (1/8/2015) malam kemarin, saat sopir truk dan sejumlah warga kembali memindahkan batu dan menggulingkannya ke dalam kali, warga Tanggultlare memprotesnya.

Meski warga membiarkan batu besar disingkirkan, namun mereka menggantinya dengan membuat penghalang lain dari tumpukan material yang direkatkan dengan semen. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Jalan Kedung Jepara Rusak, Apakah Ini Tanda Pemerintah Biarkan Warganya Celaka?

Warga melintasi permukaan jalan yang rusak di ruas Jalan Semat – Kedung Malang Kecamatan Kedung Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintasi permukaan jalan yang rusak di ruas Jalan Semat – Kedung Malang Kecamatan Kedung Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemerintah seolah membiarkan warganya di Jepara rusak. Karena ruas jalan Semat – Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Jepara, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kerusakan terjadi bahkan di sepanjang jalan yang menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Jepara dengan Kabupaten Demak itu.

Kerusakan terjadi di jalur tersebut di beberapa Desa, salah satunya di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung.

Kepala Desa Tanggul Tlare, Abdullah Syafii mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi beberapa bulan terakhir ini.

Dia menuding kerusakan jalan tersebut lantaran kualitas jalan yang rendah tapi dilintasi kendaraan bermuatan berat.

“Rusaknya sudah cukup lama. Kami juga sempat mengeluhkannya ke camat. Tapi hanya sebatas itu,” kata Syafii.

Syafii mengaku, warga memang keberatan dengan kondisi jalan yang rusak itu. Menurutnya, kerusakan jalan tak hanya di Tanggultlare, tapi hampir 90 persen jalan Semat-Kedung Malang rusak.

“Sebenarnya ada jalan lain. Yakni dengan mengangkut garam dengan kendaraan lebih kecil dulu,” ucapnya.

Sebagai solusi, pihaknya berharap agar status jalan tersebut ditingkatkan. Sebab dengan aktivitas yang ada, jalur itu layak naik status menjadi jalan provinsi. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Membahayakan, Terminal Cepu Banyak Berlubang

Kondisi Terminal Cepu yang penuh lubang, sehingga membahayakan pengguna terminal (MuriaNewsCom/Priyo)

Kondisi Terminal Cepu yang penuh lubang, sehingga membahayakan pengguna terminal (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Kondisi landasan Terminal Cepu, Kabupaten Blora butuh perhatian. Sebab, landasan terminal mengalami rusak parah. Dengan luas satu hektar, banyak lubang dan aspal yang telah mengelupas.

”Jika datang musim hujan, landasan terminal penuh dengan kubangan air dan hampir keseluruhan mengalami kerusakan parah,” ujar Ahmad Wahyu Rizky, salah satu penumpang, Rabu (5/8/2015).

Menurutnya, kondisi terminal saat ini memang sangat memperihatinkan.Banyak lubang dan kerikil bekas aspal landasan. Hal ini, katanya sangat mengganggu kenyamanan para penumpang, terlebih ketika musim kemarau seperti ini, yang menimbulkan banyak debu.

”Jelas menganggu mas, apa lagi musim kemarau seperti ini.Setelah dilewati bus, pasti banyak debu dan saat musim penghujan banyak genangan air pada terminal,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap dinas terkait bisa segera melakukan perbaikan, agar para penumpang bisa nyaman saat singgah di terminal. Sebab,Terminal Cepu ini cukup ramai, mengingat berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

”Saya sering berhenti di terminal ini kalo bepergian. Terminal ini juga lumayan ramai, sehingga para penumpang berharap ada perbaikan fasilitas pada terminal, agar tidak menganggu kenyamanan penumpang,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Hati-hati! Jalan Penghubung Antara Desa Medani Cluwak dengan Desa Tempur Keling Rusak Parah

f-saksi mata (e)Jalan utama yang menghubungkan antara Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Pati dengan Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara kondisinya rusak parah. Sehingga, membuat warga yang ingin melintas di jalan tersebut harus berfikir ulang dan terkadang harus melalui jalan lain, yang jaraknya lumayan jauh. Kerusakan jalan ini, panjangnya sekitar 2 kilometer. (Pengirim : Fathul, Cluwak)

Duh, Perbaikan Akses Jalan ke Tempat Wisata Baru Dikerjakan Usai Lebaran

Jalan Rusak (e)

Akses jalan dari Kota Jepara menuju ke Pantai Kartini penuh lubang yang bisa mengancam keselamatan para pengendara.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menanggapi rusaknya akses jalan ke tempat-tempat wisata di Kabupaten Jepara, Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kabupaten Jepara Budiarto  mengakui jika kondisinya memang rusak. Bahkan, pihaknya memastikan musim liburan lebaran nanti terpaksa kondisinya tidak berubah lantaran terkendala dengan keterbatasan waktu. Lanjutkan membaca

Tak Siap Jamu Wisatawan, Akses Jalan Wisata di Jepara Penuh Berlubang

Jalan Rusak (e)

Akses jalan dari Kota Jepara menuju ke Pantai Kartini penuh lubang yang bisa mengancam keselamatan para pengendara.(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Menjelang lebaran tahun ini, sejumlah akses jalan ke tempat-tempat pariwisata di Kabupaten Jepara masih rusak. Sehingga, ketika liburan nanti terpaksa wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat-tempat wisata harus legawa melewati jalan yang rusak. Lanjutkan membaca

Rawan Kecelakaan, Bina Marga Grobogan Tambal Lubang di Jalan Gajah Mada

Para pekerja melakukan penambalan lubang di Jalan Gajah Mada Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para pekerja melakukan penambalan lubang di Jalan Gajah Mada Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Mendekati puncak arus mudik lebaran, sejumlah titik lubang jalan mulai ditambal. Di antaranya di Jalan Gajah Mada yang selama ini memang kerap muncul lubang jalan. Terutama di depan kawasan hutan kota. Lanjutkan membaca

Lebaran Nanti Warga Bisa Cicipi Mulusnya Jalan Pati-Gembong

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Perbaikan jalan Pati-Gembong dikebut sepekan sebelum Lebaran. Selain sebagai aktivitas warga untuk merayakan Lebaran, jalan tersebut menjadi jalur alternatif Pati-Kudus.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, Jumat (10/7/2015), arus lalu lintas di Jalan Pati-Gembong mulai padat. Sebagian besar jalan tersebut didominasi mobil dan kendaraan roda dua.

Kepala Bidang Binamarga DPU Pati Ahmad Faisal mengatakan, perbaikan jalan meliputi penambalan jalan yang berlubang dengan aspal goreng (hotmix). Dengan begitu, arus lalu lintas di kawasan jalan wisata tersebut diharapkan lancar menjelang hingga sesudah Lebaran.

“Kami sudah melakukan penambalan di sejumlah jalan yang berlubang maupun retak. Sebagian besar penambalan dilakukan di pinggir bahu jalan. Masalahnya, jalan tersebut sedikit rusak dan bergelombang di bagian pinggir,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya memastikan jalur alternatif tersebut kondisinya sudah baik dan layak digunakan saat Lebaran. Kendati begitu, ia mengaku jalan tersebut memang mudah rusak lantaran air dari dataran tinggi mengalir melalui jalan. Hal tersebut disebabkan minimnya drainase di Jalan Pati-Gembong.

“Kami akui jalan di daerah ini cepat rusak, retak, dan berlubang. Soalnya, kalau musim hujan atau banjir kiriman, air tidak mengalir lewat drainase, tetapi langsung memapar jalan dari kawasan yang lebih tinggi,” imbuhnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Kerusakan Jalan Rendole-Muktiharjo Jadi Bukti DPU Tak Niat Kerja

Kondisi Jalan Rendole-Muktiharjo, Kecamatan Margorejo yang sudah retak-retak dan rusak, Jumat (5/6/2015). Padahal, jalan tersebut baru dibangun sekitar tujuh bulan yang lalu. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Rusaknya Jalan Rendole-Muktiharjo, Kecamatan Margorejo yang baru saja dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati menambah sederet daftar jalan yang cepat rusak usai dikerjakan DPU.

Lanjutkan membaca

Jalan Rendole-Muktiharjo Cepat Rusak, Warga Kecewa dengan DPU

Seorang pengendara melintasi jalan Rendole-Muktiharjo, Kecamatan Margorejo. Lantaran cepat rusak, warga kecewa dengan kinerja DPU. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Proyek peningkatan Jalan Rendole-Muktiharjo, Kecamatan Margorejo yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui rekanan CV Teguh menuai protes dari warga. Pasalnya, proyek peningkatan jalan yang menghabiskan dana Rp 993,1 juta tersebut cepat rusak.

Lanjutkan membaca