Jalan Rusak di Desa Pasucen Pati Bakal Dibetonisasi

Sebuah kendaraan truk melintasi jalan Desa Pasucen yang mengalami kerusakan parah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jalan di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati yang dikeluhkan warga karena banyak berlubang dan tidak layak akhirnya akan segera dibetonisasi. Hal itu disampaikan Kepala Desa Pasucen, Ikhwan Rosyadi, Selasa (14/3/2017).

Rencananya, betonisasi akan dilakukan pada Juni 2017 mendatang. Betonisasi direncanakan menggunakan dana desa dan dana aspirasi.

“Rencana pengaspalan sebetulnya sudah dilakukan pada 2016 lalu. Hanya saja, anggaran baru cair pada Juni 2017. Kondisi semacam ini, masyarakat mesti tahu sehingga bisa saling memahami,” ungkap Ikhwan.

Langkah betonisasi akan dilakukan, karena jalan tersebut selama ini banyak dilalui truk bermuatan tanah. Karena itu, penggunaan aspal dinilai kurang tepat sehingga butuh jalan berbeton yang lebih kuat.

“Banyak truk bermuatan tanah yang lewat. Kalau perbaikan jalan menggunakan aspal, saya kira akan cepat rusak lagi. Karena itu, kami merencanakan akan melakukan betonisasi supaya lebih awet,” tuturnya.

Baca juga : Warga Keluhkan Rusaknya Jalan Desa Pasucen Pati yang Tak Kunjung Diperbaiki

Penggunaan dana desa untuk betonisasi jalan diakui tidak cukup. Untuk itu, pihaknya membutuhkan dana aspirasi supaya perbaikan jalan dengan betonisasi dapat berjalan baik dengan anggaran yang memadahi.

Dia menambahkan, proses betonisasi akan dilakukan secara bertahap dengan melakukan betonisasi sepanjang 200 meter. Bila ada anggaran lagi, ia berjanji akan melakukan betonisasi seluruh jalan sehingga masyarakat bisa menikmati akses jalan yang baik.

Editor : Kholistiono

Jalan Gembong-Ketanggan dan Depan SMPN 7 Pati Diperbaiki

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda meninjau Jalan Gembong-Ketanggan yang segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto bersama jajaran Forkopimda meninjau Jalan Gembong-Ketanggan yang segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto berkali-kali mendesak supaya Jalan Gembong-Ketanggan dan jalan menuju Dukuh Randu, Desa Kutoharjo (depan SMPN 7 Pati) segera diperbaiki. Desakan itu dilakukan, mengingat masyarakat sudah banyak yang mengeluh terkait dengan jalan yang tak kunjung diperbaiki tersebut.

Kepala Bina Marga DPU Pati Ahmad Faisal mengaku mendapatkan desakan dari bupati untuk segera memperbaiki kedua jalan yang sering dikeluhkan masyarakat tersebut. “Beliau tanya terus. Bahkan, Pak Bupati sampai meninjau langsung di lapangan,” ungkap Faisal kepada MuriaNewsCom.

Faisal yang mengaku didesak bupati tersebut kemudian memastikan bila perbaikan akan segera dilakukan 15 Maret 2016. Ia berharap dengan keluarnya SPK kegiatan pekerjaan pemeliharaan jalan, sejumlah ruas jalan yang rusak bisa diperbaiki.

“Kedua jalan itu ditargetkan selesai maksimal empat bulan. Kedua jalan itu masing-masing sudah disiapkan anggaran senilai Rp 1,5 miliar. Depan SMPN 7 Pati itu nantinya masuk proyek perbaikan jalan Mulyoharjo-Kalidoro. Ada yang beton dan hotmix, dari pintu masuk Jalan Pati-Tayu sampai pintu gapura menuju Dukuh Randu hingga sekitar 1,2 kilometer,” katanya.

Rencananya, Jalan Mulyoharjo-Kalidoro lebarnya mulai dari 4 sampai 5 meter. Sementara itu, jalan Gembong-Ketanggan rencananya memiliki lebar sekitar lebih dari 3 meter.

Ia menjelaskan, kedua jalan yang lama dikeluhkan masyarakat itu sebetulnya sudah lama dianggarkan Pemkab melalui APBD sejak tahun lalu. Berhubung tidak ada pemenang, maka dilakukan lelang kembali.

“Kita patut bersyukur, karena surat perintah kerja (SPK) bisa keluar pada 15 Maret 2016 ini sehingga bisa mulai dilakukan pengerjaan dengan deadline empat bulan ke depan,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Pohgading, Gembong, Ma’ruf mengaku bersyukur dengan upaya perbaikan jalan tersebut. Karena, kerusakan jalan memang mencapai 80 persen sehingga praktis susah dilewati.

“Kami berterima kasih atas respons Pak Haryanto. Dengan dorongan dari beliau, jalan yang sudah dikeluhkan warga itu bisa diperbaiki. Apalagi beliau sudah meninjau langsung ke lokasi, sehingga pengukuran jalan juga bisa dilakukan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Ternyata Ini Penyebab Jalan di Badegan Pati Rusak Tertutup Lumpur

eorang kakek menunjukkan jalan di Desa Badegan yang rusak seperti kubangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

eorang kakek menunjukkan jalan di Desa Badegan yang rusak seperti kubangan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jalan rusak sepanjang 500 meter yang tertutup lumpur hingga 5 cm di Desa Badegan, Kecamatan Margorejo, Pati ternyata bukan tanpa sebab. Lumpur yang menutupi jalan disebabkan tanah yang terbawa air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Hal itu ditegaskan pengamat lingkungan Muslikun. Ia mengatakan, jalan tersebut dekat dengan lahan ketela pohon, di mana tanah tidak bisa terikat air hingga menyebabkan tanah menggelontor bersama air hujan.

“Jalan itu dibuat sekitar tiga bulan yang lalu dengan dibuatkan tanggul. Tapi, perencanaan perbaikan jalan dan saluran air itu justru membuat jalan semakin rusak, karena aliran air dan lumpur dari lahan singkong tak bisa mengalir dengan baik,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (6/2/2016).

Ia mengatakan, hal sama juga pasti dirasakan jalan lain ketika berada di tengah-tengah lahan singkong. Apalagi karakter tanah merah yang ditanami singkong sangat mudah sekali terbawa air hujan.

“Gejala itu sebetulnya tidak hanya terjadi di Desa Badegan saja. Kalau jalan penghubung desa itu kanan kirinya ditanami ketela pohon, sudah dipastikan akan terkena dampak lumpur,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Baru 3 Bulan Diperbaiki, Jalan di Desa Badegan Margorejo Sudah Rusak Parah

Jalan Tak Segera Diperbaiki, Empat Desa di Pati Terancam Terisolasi

Seorang kakek mendorong sepedanya karena jalan tertutup lumpur. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang kakek mendorong sepedanya karena jalan tertutup lumpur. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya ada empat desa di Kecamatan Margorejo yang terancam terisolasi akibat akses jalan di Desa Badegan, Kecamatan Margorejo tertutup lumpur setebal 5 cm.

Lumpur itu menutup jalan sepanjang 500 meter. Akibatnya, warga yang enggan berjibaku dengan lumpur harus memutar arah hingga melewati jalan Pati-Kudus.

Suwarno, warga setempat mengaku sudah beberapa hari jalan mulai sulit dilewati kendaraan. Tak hanya soal lumpur, jalan yang diperbaiki sekitar tiga bulan lalu itu kondisinya licin sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

”Jalan ini biasanya menjadi akses bagi anak-anak sekolah dari Desa Sukoharjo, Banyu Urip, dan Langse. Kalau sudah tertutup lumpur begini bisa membahayakan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, ia berharap agar dinas terkait bisa segera melakukan perbaikan. Jika tidak, empat desa yang menggunakan akses jalan tersebut terancam terisolasi.

Baca juga : Waduh, Jalan Desa Ini Rusak dan Berlumpur

1,5 Km Jalan Sungkruk Tak Bisa Dilalui

Editor : Titis Ayu Winarni

Baru 3 Bulan Diperbaiki, Jalan di Desa Badegan Margorejo Sudah Rusak Parah

Seorang kakek yang melintasi jalan rusak di Desa Badegan, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang kakek yang melintasi jalan rusak di Desa Badegan, Margorejo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jalan desa yang menghubungkan Desa Badegan dan Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati mengalami rusak parah. Hal itu disebabkan tingginya intensitas hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir.

Padahal, jalan tersebut baru tiga bulan diperbaiki. Akibatnya, jalan yang kini tertutup lumpur tersebut praktis tak bisa dilewati warga.

“Jalan itu sudah diperbaiki sekitar tiga bulan yang lalu dan sudah dibuatkan tanggul. Tapi, aliran air dan lumpur dari hujan tidak bisa mengalir dengan baik hingga menyebabkan jalan rusak,” ujar Suwarno, warga setempat kepada MuriaNewsCom, Jumat (5/2/2016).

Ia mengatakan, jalan yang rusak mencapai 500 meter. Pihak pemerintah desa maupun dinas terkait sampai sekarang belum melakukan perbaikan.

“Kerusakan jalan ini sudah sebulan yang lalu. Kami berharap agar pemerintah atau dinas terkait bisa memikirkan jalan ini supaya bisa dilewati warga lagi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Jalan Rendole-Muktiharjo Cepat Rusak, Warga Kecewa dengan DPU