Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Kembang di Tengah Jalan Soekarno-Hatta Jepara

Jalan Soekarno-Hatta Jepara, tepatnya di depan BRI Unit Ngabul yang ditanami kembang sejak sepekan terakhir ini. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Sejumlah ruas jalan beraspal di wilayah Kabupaten Jepara mengalami kerusakan yang cukup parah. Baik itu jalan nasional dan jalan kabupaten, kondisinya memprihatinkan.

Pantauan MuriaNewsCom di Jalan Soekarno-Hatta, Jepara, tampak ada beberapa lubang di jalan yang membahayakan bagi pengendara, khususnya pengendara sepeda motor. Bahkan, warga sengaja menanam kembang di tengah jalan yang kondisinya berlubang. Hal tersebut sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan pemeliharaan jalan oleh pihak terkait.

Jalan berlubang tersebut berada persis di depan Kantor BRI Unit Ngabul. Di mana, jalan tersebut merupakan akses utama dari Kota Jepara menuju Kudus, Demak atau Semarang.

Edi Susilo, salah satu warga Langon, Kecamatan Tahunan yang berdekatan dengan lokasi tersebut mengatakan, jalan berlubang di kawasan tersebut sudah sekitar tiga pekan lalu. Sedangkan, kembang yang ditempatkan warga di tempat itu sudah sekitar sepekan lamanya.

“Lubang itu memang cukup membahayakan bagi pengendara sepeda motor. Terlebih pengguna jalan yang berasal dari Jepara menuju ke selatan. Sebab, letaknya berada di sebelah timur marka jalan,” katanya.

Ia menilai, penanaman kembang tersebut bisa efektif memberikan tanda bahaya bagi pengguna jalan. “Sebelum diberikan pohon, sempat ada pengendara yang jatuh lantaran salah satu rodanya terperosok di dalam lubang itu. Terlebih, di saat hujan lebat. Sebab saat hujan, jarak pandang terbatas, dan lubangnya pun tertutup air, sehingga penglihatan menjadi samar,” ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan, jika sejauh ini, belum ada pihak terkait yang datang meninjau kondisi jalan tersebut. “Kalaupun ada dinas atau pihak terkait yang memantau, tentunya di pinggir atau sisi lubangan itu sudah diberikan cat, pilok atau penanda lain yang biasanya aka nada perbaikan. Namun, setahu saya juga belum ada,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Rp 4,5 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jalan Kedungmalang Jepara

Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara Hartaya (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara Hartaya (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 MuriaNewsCom, Jepara – Akses Jalan di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Jepara, mengalami kerusakan yang cukup parah. Sejumlah kendaraan menjadi korban, lantaran terperosok ke dalam lubang jalan yang cukup dalam. Ternyata, jalan yang rusak tersebut tahun ini bakal diperbaiki menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten dan Bantuan Provinsi (Banprov), dengan total dana Rp 4,5 miliar.

Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara Hartaya mengatakan, tahun ini memang ada rencana perbaikan untuk jalan tersebut. Perbaikan dianggarkan 4,5 miliar. Anggaran tersebut untuk jalan kawasan Kedungmalang-Tedunan-Gerdu.

”Meskipun status jalan itu mulai tahun ini menjadi jalan provinsi. Tetapi tahun ini masih ada anggaran dari kabupaten. Dari APBD Kabupaten ada sekitar Rp 2 miliar, sedangkan dari Banprov sekitar Rp 2,5 miliar,” ujar Hartaya kepada MuriaNewsCom, Rabu (8/6/2016).

Meski demikian, Hartaya tidak menyebut pasti kapan perbaikan bisa dilakukan. Saat ini masih dalam proses pengukuran untuk anggaran dari APBD. Sementara untuk anggaran dari provinsi saat ini masih belum lelang. Pengerjaan ditarget selesai akhir tahun.“Anggaran dari APBD Kabupaten secepatnya bisa dilakukan pelaksanaan perbaikannya. Tetapi, dari Banprov masih dalam proses lelang,” terang Hartaya.

Terkait penanganan sementara untuk meminimalisasi angka kecelakaan, Hartaya mengatakan tidak ada. Karena pengerjaan harus sekali anggaran. Jika diperbaiki sementara, maka akan terjadi penganggaran dua kali. Pihaknya mengaku tidak berani menanggung risiko pelanggaran.

Editor : Kholistiono

 

Jalan Rusak di Semat – Kedung Malang Jepara, Pegang Janji Pemkab Ini

Warga melintas di permukaan jalan yang rusak di Semat – Kedung Malang, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintas di permukaan jalan yang rusak di Semat – Kedung Malang, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kerusakan jalan di jalur Semat – Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Jepara cukup parah. Karena  jalur alternatif ke Demak, dan jalur utama pengangkutan garam itu kerap dilintasi kendaraan berat yang mencapai lebih dari 20 ton.

Menanggapi hal itu, Pemkab Jepara melalui Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara, Budiarto menjelaskan, perbaikan di jalur tersebut akan segera dilakukan.

“Rencananya, perbaikan di jalur itu akan dilakukan di tahun 2015 ini dan tahun 2016. Skema perbaikannya sudah disiapkan,” ujar Budiarto kepada MuriaNewsCom

Lebih lanjut dia menerangkan, untuk 2015 ini perbaikan akan dilakukan di jalur Semat-Kedung Malang yang memiliki panjang 16 kilometer. Dia menjanjikan, di akhir tahun ini, perbaikan dengan cara pembetonan akan selesai dilakukan.

Sebab perbaikan segera bisa dilakukan lantaran proses lelang dan penandatanganan kontrak sudah selesai sepekan yang lalu.

“Memang tidak semuanya dibeton. Jika kontur tanahnya sudah keras, maka cukup menggunakan hotmix. Tapi kemungkinan sebagian besar akan dibeton,” tandasnya.

Perbaikan jalan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 3,8 miliar. Proyek akan kembali dilakukan pada 2016 nanti untuk perbaikan jalur Kedung Malang – Pecangaan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Warga Tanggultlare Jepara ‘Nyatakan Perang’ dengan Sopir Truk Pengangkut Garam

Warga melintasi jalan yang  dipasangi batu besar di tengah jalan rusak di jalur Semat – Kedung Malang, Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintasi jalan yang  dipasangi batu besar di tengah jalan rusak di jalur Semat – Kedung Malang, Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kondisi jalan di jalur Semat – Kedung Malang, di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung, Jepara, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Warga setempat memasang batu besar di tengah jalan. Karena mereka geram dengan aktivitas truk besar pengangkut garam di sejumlah desa sentra produksi garam.

Mereka menganggap, jalan tersebut rusak parah akibat aktivitas hilir mudik itu.

“Kami mengeluhkannya ke Camat. Begitu mendapatkan surat instruksi yang berisi agar warga melarang truk tersebut melintas, warga memasang batu agar truk tak bisa melintas,” ujar Petinggi Tanggultlare, Abdullah Syafii kepada MuriaNewsCom, Sabtu (8/8/2015)

Menurutnya, batu yang hanya digeletakkan begitu saja di tengah jalan itu dipindah ke pinggir jalan oleh sopir truk, beserta kernetnya, serta sejumlah pengepul garam saat malam hari. Sehingga truk bermuatan garam yang bertonase lebih dari 20 ton itu tetap bisa melintas.

Dengan tindakan sopir itu, selama beberapa hari warga harus bolak-balik memasang kembali batu itu. Puncaknya pada Sabtu (1/8/2015) malam kemarin, saat sopir truk dan sejumlah warga kembali memindahkan batu dan menggulingkannya ke dalam kali, warga Tanggultlare memprotesnya.

Meski warga membiarkan batu besar disingkirkan, namun mereka menggantinya dengan membuat penghalang lain dari tumpukan material yang direkatkan dengan semen. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Jalan Kedung Jepara Rusak, Apakah Ini Tanda Pemerintah Biarkan Warganya Celaka?

Warga melintasi permukaan jalan yang rusak di ruas Jalan Semat – Kedung Malang Kecamatan Kedung Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga melintasi permukaan jalan yang rusak di ruas Jalan Semat – Kedung Malang Kecamatan Kedung Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemerintah seolah membiarkan warganya di Jepara rusak. Karena ruas jalan Semat – Kedung Malang, Kecamatan Kedung, Jepara, mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kerusakan terjadi bahkan di sepanjang jalan yang menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Jepara dengan Kabupaten Demak itu.

Kerusakan terjadi di jalur tersebut di beberapa Desa, salah satunya di Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung.

Kepala Desa Tanggul Tlare, Abdullah Syafii mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi beberapa bulan terakhir ini.

Dia menuding kerusakan jalan tersebut lantaran kualitas jalan yang rendah tapi dilintasi kendaraan bermuatan berat.

“Rusaknya sudah cukup lama. Kami juga sempat mengeluhkannya ke camat. Tapi hanya sebatas itu,” kata Syafii.

Syafii mengaku, warga memang keberatan dengan kondisi jalan yang rusak itu. Menurutnya, kerusakan jalan tak hanya di Tanggultlare, tapi hampir 90 persen jalan Semat-Kedung Malang rusak.

“Sebenarnya ada jalan lain. Yakni dengan mengangkut garam dengan kendaraan lebih kecil dulu,” ucapnya.

Sebagai solusi, pihaknya berharap agar status jalan tersebut ditingkatkan. Sebab dengan aktivitas yang ada, jalur itu layak naik status menjadi jalan provinsi. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)