Blora dan Grobogan, Sama-sama Punya Jalan Jelek, Ini Lho Reaksi Wakil Rakyatnya  

dprd E

Ketua Komisi C Iffah Hermawati menyerahkan cinderamata PADA Kabid Bina Marga Wilayah Timur Dinas Bina Marga Grobogan Ibnu Arli saat melangsungkan kunjungan kerja. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kabupaten Blora dan Grobogan memang memilik jalan raya yang rusak. Bahkan jumlahnya juga tidak sedikit.

Dari data yang dihimpun, di Grobogan misalnya. Panjang jalan provinsi di Grobogan yang masuk kewenangan BPT Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi sekitar 152 km.

Sejak beberapa tahun lalu hingga akhir 2016 nanti, ruas jalan yang selesai diperbaiki panjangnya baru mencapai 113 km. Sedangkan, sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017.

Di Blora, perubahan status jalan raya Blora – Cepu dari jalan provinsi menjadi jalan nasional belum diikuti dengan perbaikan dalam skala besar. Jalan sepanjang 35 kilometer itu bahkan rusak parah.

Selain karena musim hujan, tonase jalan juga sudah tak kuat menahan beban kendaraan. Faktanya banyak jalan berlubang di jalan nasional tersebut. Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun ini hanya menganggarkan untuk perawatan rutin.

Hal itulah yang membuat anggota DPRD Blora, Rabu (15/6/2016) melangsungkan kunjungan kerja di Grobogan. Wakil rakyat yang datang ini adalah anggota yang tergabung dalam komisi C dan D.

Rombongan tamu dari kabupaten tetangga itu dipimpin Ketua Komisi C Iffah Hermawati dan Ketua Komisi D Siswanto beserta para anggotanya. Kabid Bina Marga Wilayah Timur Dinas Bina Marga Grobogan Ibnu Arli dan Kabid PMPTK Dinas Pendidikan Moh Amin menyambut kedatangan rombongan.

Kedatangan wakil rakyat ini bertujuan untuk belajar bersama dalam pengelolaan pembangunan insfrastruktur dan sumber daya manusia.

”Kami ingin meningkatkan kapasitas DPRD sesuai tugas-tugas di komisi. Kedatangan kami kesini untuk sama-sama belajar dan tukar pendapat dengan SKPD di Pemkab Grobogan,” kata Iffah.

Menurutnya, ada beberapa poin yang menjadi perhatian dalam kunjungan ini. Seperti pelaksanaan kegiatan yang menggunakan dana APBN. Terlebih, untuk kegiatan yang pengerjaannya ada di lintas SKPD.

”Ada beberapa persoalan yang kita temui selama ini. Khususnya dalam hal perbaikan infrastruktur jalan. Ini yang ingin kami tanyakan di sini, bagaimana langkah dinas dalam menghadapi masalah ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Iffah juga memberi masukan untuk Pemkab Grobogan dalam pengelolaan jalan milik perhutani. Pemerintah kabupaten harus membuat semacam kesepakatan dengan kementrian terkait penanganan jalan yang ada di atas lahan perhutani.

Editor : Akrom Hazami

 

Perbaikan Jalan Milik Provinsi di Wilayah Grobogan Ditarget Kelar pada Akhir Oktober 2016

Aktivitas perbaikan jalan raya Wirosari-Sulur sepanjang 8 km sudah mulai dilakukan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aktivitas perbaikan jalan raya Wirosari-Sulur sepanjang 8 km sudah mulai dilakukan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tidak lama lagi, kondisi jalan utama di wilayah Grobogan yang statusnya milik Pemprov Jateng bakal mulus. Hal ini menyusul sudah dilakukannya perbaikan jalan penghubung antarkabupaten di beberapa titik.

“Perbaikan jalan milik Provinsi Jawa Tengah yang berada di wilayah Grobogan sudah kita mulai per 17 Februari lalu. Sesuai kontrak, perbaikan jalan di beberapa titik ini, akan selesai pertengahan Oktober mendatang,” kata Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Jateng Wilayah Purwodadi Ali Huda saat dikonfirmasi, Selasa (1/3/2016).

Ali menjelaskan, untuk tahun 2016 ini, ada perbaikan jalan dengan sistem rigid beton sepanjang 24,4 km yang terbagi dalam 7 paket. Yakni, ruas jalan Geyer-Purwodadi sepanjang 4 km, Purwodadi-Wirosari 3 km, Wirosari-Kunduran 4 km, Wirosari-Sulur 8 km, Kuwu-Galeh 3 km, Jalan A Yani Purwodadi 1,2 km dan Grobogan-batas Pati 1,1 km.

Selain itu, pada tahun ini juga akan dilakukan perbaikan jalan sepanjang 1,8 km di ruas Grobogan-batas Pati dengan lapisan hotmik. Perbaikan seperti ini, juga akan dilakukan di beberapa titik ruasjalan Godong-Purwodadi yang kondisi aspalnya sudah mulai mengelupas.

“Alokasi dana untuk perbaikan jalan provinsi yang ada di wilayah Grobogan tahun ini sekitar Rp 150 miliar. Selain Grobogan, BPT Bina Marga Wilayah Purwodadi juga menangani jalan provinsi yang masuk wilayah Blora dan Sragen,” cetus Ali.

Baca juga : Jadi Jalur Penting, Warga Grobogan Ingin Jalan di Kawasan Hutan Tersentuh Perbaikan

Editor : Kholistiono

Jadi Jalur Penting, Warga Grobogan Ingin Jalan di Kawasan Hutan Tersentuh Perbaikan

Jalan dari Desa Godan menuju Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo yang melalui kawasan hutan sudah butuh penanganan. (MuriaNesCom/Dani Agus)

Jalan dari Desa Godan menuju Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo yang melalui kawasan hutan sudah butuh penanganan. (MuriaNesCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah cukup banyak dana yang digelontorkan untuk perbaikan jalan, namun sejauh ini masih banyak kondisi jalan yang belum tersentuh perbaikan. Yakni, jalan penghubung antar desa yang melintasi kawasan hutan milik Perhutani.

Warga berharap, penanganan jalan ini bisa diambil alih Pemkab Grobogan. Sebab, akses jalan yang membelah kawasan hutan ini sudah jadi jalur penting buat warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

”Jalan penghubung antar desa yang melalui kawasan hutan ini kondisinya tidak pernah mulus. Kami berharap agar masalah ini diperhatikan. Soalnya, kalau kondisi jalan bagus maka roda perekonomian warga bisa ikut berkembang,” kata Sutrisno, warga Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo.

Dari pantauan di lapangan, harapan warga kondisi jalan di kawasan hutan ini memang cukup beralasan. Akses jalan dari Desa Godan menuju kawasan air terjun Widuri di Desa Kemaduhbatur, Kecamatan Tawangharjo misalnya, jaraknya hanya sekitar 5 km.

Namun, jarak yang tergolong dekat itu bisa ditempuh dalam waktu hampir 30 menit. Hal ini terjadi karena kondisi jalannya penuh bebatuan dan tidak rata. Jika kondisi jalan mulus maka waktu tempuh bisa lebih cepat.

”Kalau tidak hujan, kondisi jalan masih mendingan ketika dilewati. Tetapi kalau pas hujan, kondisi jalan lebih berat. Terutama buat kendaraan roda empat,” kata Jasmo, warga lainnya.

Sementara itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono ketika dimintai tanggapannya menyatakan, akses jalan penghubung antar desa yang melintasi kawasan hutan Perhutani memang cukup banyak dan terdapat di beberapa kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Toroh, Wirosari, Tawangharjo, Grobogan, Brati, Geyer, Ngaringan, Gabus, dan Kedungjati.

”Di sini memang banyak jalan penghubung antar desa yang melewati kawasan hutan. Kondisi ini terjadi karena secara geografis, wilayah Grobogan memang dikelilingi kawasan hutan,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan jalan yang ada di kawasan hutan itu memang tidak bisa dilakukan. Sebab, lahan itu bukan jadi aset pemkab tetapi milik Perhutani. ”Untuk bisa memperbaiki jalan itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Tetapi harus menempuh prosedur terlebih dahulu. Yakni, meminta izin pada Perhutani,” katanya.

Ditempat terpisah, Administratur Perhutani KPH Purwodadi Damanhuri ketika dimintai tanggapannya menyatakan, pengambil alihan aset jalan di kawasan hutan oleh Pemkab Grobogan itu sangat dimungkinkan. Sebab, masalah tata aturan pemakaian kawasan hutan itu sudah diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

”Lahan yang bisa diambil alih penanganannya ini salah satu syaratnya adalah, sebelumnya sudah berupa alur jalan. Artinya tidak membuat jalan baru di kawasan hutan. Mekanisme pemakaian kawasan hutan ini tidak sulit dalam dan kita akan bantu jika pemkab memang mengajukan izin atau permohonan,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Ada Rekahan, Hati-hati Melintas di Jalan Raya Danyang-Kuwu Grobogan

Rekahan di Jalan Raya Danyang-Kuwu sangat membahayakan pengguna jalan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rekahan di Jalan Raya Danyang-Kuwu sangat membahayakan pengguna jalan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sebagian besar jalan sudah dicor beton, namun pengendara yang melintasi Jalan Raya Danyang-Kuwu diminta hati-hati. Khususnya bagi mereka yang tidak biasa melewati jalur tersebut.

Pasalnya, meski terlihat mulus, namun di beberapa titik ada ruas jalan beton yang merekah dibagian tengahnya, sehingga cukup membahayakan pengguna jalan. Terutama bagi pengendara sepeda motor, lantaran roda kendaraan bisa terperosok pada rekahan jalan tersebut.

“Pada pengguna jalan agar tidak terlena saat berkendara di jalan yang lurus dan kelihatannya bagus. Sebab, saat sudah terlena, biasanya pengendara akan memacu laju kendaraannya untuk lebih cepat lagi. Padahal, hal itu sangat membahayakan bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo menanggapi peristiwa kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tersebut, Selasa (23/2/2016) lalu.

Dari pantauan di lokasi, ruas jalan yang merekah tersebut, mulai masuk Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi hingga Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon. Panjang jalan yang merekah ini bervariasi. Antara 5 sampai 10 meter.

Bagi kendaraan roda empat, kondisi jalan yang merekah ini tidak begitu terasa. Tetapi buat kendaraan roda dua sangat berbahaya. Soalnya, jika roda sudah terperosok dalam rekahan tersebut, kemungkinan risiko terjatuh cukup tinggi.

“Beberapa waktu lalu, ruas jalan merekah ini sudah sempat ditambal kerikil dan ditutup aspal. Tetapi, lantaran kena hujan rekahan itu kembali muncul,” kata Sugiro, warga Kandangan.

Menurut warga, upaya penutupan rekahan itu tidak sebatas menutup dengan kerikil saja. Tetapi, harus dilakukan pengecoran dibagian pinggir jalan yang berfungsi sebagai penahan bahu jalan.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Senggolan Motor, Seorang Pelajar MA di Grobogan Tewas Terlindas Truk