Baru Sebulan Diperbaiki, Aspal di Sepanjang Jalan R Suprapto Purwodadi Sudah ‘Dirusak’ Lagi

Sebagian ruas Jalan R Suprapto Purwodadi yang baru selesai diaspal ulang akhir tahun 2016 dibongkar oleh pekerja proyek penggalian fiber optic. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebagian ruas Jalan R Suprapto Purwodadi yang baru selesai diaspal ulang akhir tahun 2016 dibongkar oleh pekerja proyek penggalian fiber optic. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sejumlah warga dan pengendara yang melintasi jalan R Suprapto dalam beberapa hari terakhir menyoroti kondisi jalur utama Kota Purwodadi. Hal ini terkait adanya proyek penggalian kabel optik yang dilakukan sejak sepekan terakhir.

Adanya pekerjaan ini membuat sebagian aspal jalan terpaksa dibongkar oleh pekerja. Padahal, pada akhir tahun 2016 lalu, jalan sepanjang sepanjang 1,6 km itu baru saja selesai diaspal ulang dengan dana Rp 3,2 miliar.

“Proyek pengaspalan Jalan R Suprapto ini kan baru satu bulan lalu selesai. Lha kok sudah diacak-acak lagi,” ungkap Ahmadun, warga yang melintas di jalan tersebut.

Selain itu, warga juga mengeluhkan adanya sebagian gundukan tanah bekas galian yang dibiarkan di pinggir jalan. Sebab, keberadaan gundukan tanah itu dinilai cukup mengganggu.

Adanya belasan gundukan tanah di sisi barat jalan juga mengurangi lahan parkir sepeda motor. Sebab, di ruas sebelah barat memang digunakan untuk areal parkir kendaraan roda dua. Sedangkan di sisi timur tempat parkir roda empat.

Adanya gundukan tanah yang jumlahnya mencapai belasan titik itu juga rawan menimbulkan kecelakaan. Terutama, saat ada hujan deras yang mengguyur lokasi itu. Jika terkena hujan maka gundukan tanah itu akan jadi lembek dan sebagian meluber ke tengah jalan.

Kondisi itu menjadikan jalan menjadi licin. Jika tidak hati-hati, pengendara bisa tergelincir. Terutama saat melakukan pengereman.“Sebagian tanah bekas galian memang sudah dimasukkan karung. Tetapi, kalau hujan bekas tanah galian yang ada disekitar lubang jadi lembek dan keluar ke jalanan lewat sela-sela tatanan karung,” cetus Ismi, warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono ketika dimintai komentarnya menyatakan, pihaknya sudah menyikapi adanya proyek galian fiber optic tersebut. Secepatnya, dia akan mengundang rekanan yang mengerjakan proyek tersebut supaya berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Rencananya, besok atau lusa kita akan undang rekanannya. Nanti kita akan hadirkan pula perwakilan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Lingkungan Hidup, dan Perizinan,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Lubang di Jalan Diponegoro Purwodadi Sudah Mulai Ditangani

Sejumlah pekerja sedang melakukan penutupan lubang yang terdapat di Jalan Diponegoro Purwodadi, Selasa (15/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja sedang melakukan penutupan lubang yang terdapat di Jalan Diponegoro Purwodadi, Selasa (15/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Keluhan warga terkait banyaknya lubang di Jalan Diponegoro Purwodadi akhirnya mendapat respon dari dinas terkait. Penanganan lubang jalan yang jumlahnya belasan mulai dilakukan, Selasa (15/11/2016).

Dari pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat sibuk menangani lubang jalan dengan berbagai ukuran itu. Ada yang kecil, namun banyak pula lubang berukuran cukup lebar dan dalam.

Penanganan lubang diawali dengan membersihkan sisa air yang menggenang di lubangan tersebut. Setelah itu, lubang jalan ditutup dengan kerikil lalau di atasnya ditambal aspal curah.

Sejumlah warga yang melihat penanganan lubang merasa senang. Sebab, keberadaan lubang jalan di sepanjang ruas jalan itu sudah bikin celaka banyak pengendara. Khususnya, pengendara sepeda motor yang jarang melewati jalur utama menuju arah Solo tersebut.

“Saya senang akhirnya lubang-lubang jalan mulai ditutup. Soalnya, lubang jalan itu kondisinya memang membahayakan pengguna jalan,” kata Suwarsono, warga di Jalan Diponegoro.

Sebelum ditutup, pada ruas jalan sepanjang 1,5 km yang terbelah dua lajur ini memang banyak terdapat lubang jalan. Baik sisi timur menuju arah Solo maupun sisi barat yang mengarah ke Kota Purwodadi.

Lubang jalan ini, ada yang berkuran kecil dan dangkal. Namun, banyak pula yang ukurannya lebar dan dalam sehingga membahayakan pengguna jalan.

Keberadaan lubang di Jalan Diponegoro ini paling banyak terdapat di sekitar traffic light perempatan Danyang. Lubang jalan di sekitar sini ukurannya cukup lebar dan dalam. Bahkan, tepat di tengah perempatan ada satu lubang cukup besar. Selain cukup dalam, pada lubangan ini juga nongol rel kereta api.

Sekedar diketahui, sisi timur Jalan Diponegoro ini, dulunya memang merupakan jalur kereta api jurusan Purwodadi-Solo. Tetapi, setelah jalur itu tidak aktif, relnya tetap berada di situ dan ditutup aspal guna pelebaran ruas jalan.

“Sejak muncul banyak lubang, saya sudah beberapa kali menolong pengendara motor yang jatuh. Saya berharap, lubang jalan segera ditutup karena memang membahayakan,” kata Warno, pedagang kali lima di dekat perempatan Danyang.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabawa, sebelumnya, pihaknya memang sudah sempat melakukan survei bersama forum lalu lintas dan angkutan jalan (FLLAJ) setempat di ruas jalan tersebut.

Dari survei tersebut, FLLAJ langsung memberikan rekomendasi pada dinas terkait agar segera menangani lubang jalan karena kondisinya memang rawan menimbulkan kecelakaan.“Jumlah lubangan di Jalan Diponegoro itu memang cukup banyak. Sebagian besar kondisinya memang membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Editor : Kholistiono

Lewati Batas Waktu, Pengaspalan Jalan R Suprapto Purwodadi Belum Dikerjakan Lagi,Kemana Pihak Rekanan?

Ruas Jalan R Suprapto Purwodadi hingga saat ini masih belum diaspal lagi oleh pihak rekanan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ruas Jalan R Suprapto Purwodadi hingga saat ini masih belum diaspal lagi oleh pihak rekanan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Untuk kesekian kalinya, proyek pengaspalan Jalan R Suprapto Purwodadi kembali dapat sorotan berbagai pihak. Adapun sorotan kali ini, terkait belum dilakukannya lagi pengaspalan jalan utama Kota Purwodadi tersebut.

Padahal, sesuai papan proyek yang terpasang, proyek senilai Rp 3,2 miliar tersebut dimulai 12 Mei hingga 8 Oktober 2016. Namun, hingga lewat batas akhir, pekerjaan tersebut belum dilakukan lagi sampai saat ini.

“Batas akhirnya sudah lewat, tetapi proyeknya belum jadi. Jangan-jangan, proyek pengaspalan jalan ini tidak diteruskan. Soalnya, pengaspalan yang dilakukan sebelumnya sempat dibongkar dan sampai sekarang belum digarap lagi,” kata Khayatin, salah seorang pengendara yang melintas di situ ketika dimintai pendapatnya.

Proyek pengaspalan ruas jalan sepanjang 1,6 km itu sebelumnya memang sempat dikerjakan. Namun, ketika pengaspalan baru sekitar 20 persen sudah mendapat protes dari berbagai pihak.Proyek yang dikerjakan dinilai tidak sesuai kualitas. Sebab, baru beberapa hari diaspal, tapi sudah mengelupas di beberapa titik.

Selanjutnya, aspal buton yang sudah digelar akhirnya dibongkar lagi oleh pihak PT Gading Kencana Mulya , selaku rekanan pelaksana pekerjaan pada awal Oktober lalu. Namun, setelah dibongkar, belum juga dilakukan pengaspalan lagi hingga sekarang.

Kepala BPT Bina Marga Provinsi Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, selain di Jalan R Suprapto, PT Gading Kencana Mulya juga mendapat pekerjaan pengaspalan ruas Jalan Purwodadi-Semarang di Kecamatan Godong sepanjang hampir 4 km. Nilai pekerjaannya sebesar Rp 2,9 miliar.

Saat ini, pihak rekanan masih fokus menyelesaikan pekerjaan di situ. Setelah selesai, rekanan baru pindah mengerjakan pengaspalan ruas Jalan R Suprapto. “Jadi, pihak rekanan sudah bikin komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan di Jalan R Suprapto. Waktunya dilakukan setelah pekerjaan di Godong selesai. Jadi, untuk proyek Jalan R Suprapto tetap berlanjut,” katanya.

Menurut Barkah, pihak rekanan dipastikan akan kena denda lantaran tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktunya. Adapun besarnya denda nanti akan diperhitungkan lebih lanjut dari batas akhir hingga pekerjaan diselesaikan.

“Selain di Jalan R Suprapto, rekanan juga kena denda untuk proyek di Godong. Soalnya, batas waktu proyek yang di Godong berakhir 14 Oktober lalu. Besarnya denda nanti akan kita hitung sesuai ketentuan,” katanya.

Editor : Kholistiono