Cara Polisi di Pati Biar Tak Celaka di JLS Pati

Sebuah truk fuso tengah melintas di pertigaan JLS turut Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati, tanpa traffic light. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sebuah truk fuso tengah melintas di pertigaan JLS turut Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati, tanpa traffic light. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Pencopotan traffic light di pertigaan Jalur Lingkar Selatan (JLS) di Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati disebabkan adanya proyek pengerjaan jalan yang diharapkan bisa memperlancar arus jalan pantura nasional tersebut.

Sayangnya, pencopotan traffic light berpotensi menyebabkan kecelakaan karena tidak ada yang mengatur. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kasatlantas Pati AKP Samsu Wirman akan menerjunkan sejumlah personel untuk mengatur pengendara yang melintasi pertigaan tanpa traffic light tersebut.

“Kami belum tahu sampai kapan traffic light tersebut dipasang lagi. Yang jelas, setelah pengerjaan jalan selesai, traffic light akan dipasang lagi,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Untuk melakukan pengamanan, pihaknya akan melakukan langkah rekayasa untuk mengatur keamanan dan ketertiban lalu lintas di lokasi.

Pada jam-jam sibuk, ia akan menerjunkan personil untuk mengatur arus lalu lintas.

“Kami akan tingkatkan patroli di titik itu. Kami akan tingkatkan pengaturan dengan menerjunkan personil pada jam-jam sibuk,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Waspada, Jalur Nasional di Sukokulon Pati Tanpa Traffic Light. Banyak Pengendara Bingung

Seorang pengendara sepeda motor melintas bersamaan dengan mobil bak terbuka bermuatan di JLS Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati, tanpa traffic light. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Seorang pengendara sepeda motor melintas bersamaan dengan mobil bak terbuka bermuatan di JLS Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati, tanpa traffic light. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Traffic light yang berada di pertigaan Jalur Lingkar Selatan, Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Pati, saat ini dicabut untuk sementara. Hal tersebut dilakukan hingga pengerjaan proyek JLS selesai.

Pencabutan sementara traffic light membuat pengendara yang melintasi jalan tersebut kelimpungan. Bagaimana tidak, setiap pengendara yang lewat harus memastikan keamanan diri karena tidak ada lalu lintas yang mengatur, sehingga pengendara dari semua arah bisa melaju secara bersamaan.

Hal ini dikeluhkan Setiawan, salah satu pengguna jalan saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Rabu (19/8/2015).

“Saya harus ekstra hati-hati untuk melewati jalan ini. Saya harus memastikan pengendara tidak melaju secara bersamaan yang menyebabkan tabrakan,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap agar proyek pengerjaan JLS bisa dikebut dan traffic light dipasang kembali.

“Itu jalur pantura nasional. Banyak truk-truk besar, sehingga sangat berbahaya jika tidak segera diatur traffic light,” harapnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Lebaran Nanti Warga Bisa Cicipi Mulusnya Jalan Pati-Gembong

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sejumlah pekerja tengah melakukan pengaspalan di Jalan Pati-Gembong. Hal ini dilakukan agar jalur alternatif tersebut bisa dilewati dengan lancar saat Lebaran. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Perbaikan jalan Pati-Gembong dikebut sepekan sebelum Lebaran. Selain sebagai aktivitas warga untuk merayakan Lebaran, jalan tersebut menjadi jalur alternatif Pati-Kudus.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, Jumat (10/7/2015), arus lalu lintas di Jalan Pati-Gembong mulai padat. Sebagian besar jalan tersebut didominasi mobil dan kendaraan roda dua.

Kepala Bidang Binamarga DPU Pati Ahmad Faisal mengatakan, perbaikan jalan meliputi penambalan jalan yang berlubang dengan aspal goreng (hotmix). Dengan begitu, arus lalu lintas di kawasan jalan wisata tersebut diharapkan lancar menjelang hingga sesudah Lebaran.

“Kami sudah melakukan penambalan di sejumlah jalan yang berlubang maupun retak. Sebagian besar penambalan dilakukan di pinggir bahu jalan. Masalahnya, jalan tersebut sedikit rusak dan bergelombang di bagian pinggir,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya memastikan jalur alternatif tersebut kondisinya sudah baik dan layak digunakan saat Lebaran. Kendati begitu, ia mengaku jalan tersebut memang mudah rusak lantaran air dari dataran tinggi mengalir melalui jalan. Hal tersebut disebabkan minimnya drainase di Jalan Pati-Gembong.

“Kami akui jalan di daerah ini cepat rusak, retak, dan berlubang. Soalnya, kalau musim hujan atau banjir kiriman, air tidak mengalir lewat drainase, tetapi langsung memapar jalan dari kawasan yang lebih tinggi,” imbuhnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)