2 Ruas Jalan Lingkar Purwodadi jadi Jalur Provinsi

Jalan R Suprapto Purwodadi, kini jadi jalur provinsi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jalan R Suprapto Purwodadi, kini jadi jalur provinsi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua ruas jalan lingkar di Grobogan yang semula milik pemkab setempat, beralih statusnya jadi jalan provinsi. Yakni, jalan lingkar selatan atau Jalan Gajah Mada sepanjang 4,45 km dan jalan lingkar utara Purwodadi (3,99 km).

Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Jateng Wilayah Purwodadi Ali Huda saat dikonfirmasi membenarkan adanya peralihan status dua jalan lingkar tersebut. Peralihan status juga terjadi pada lima ruas jalan milik provinsi di wilayah Grobogan yang beralih jadi jalan kabupaten.

Kelima ruas jalan itu masing-masing Jalan Diponegoro sepanjang 1,99 km, Jalan R Suprapto (1,62 km), Jalan S Parman (0,67 km), Jalan MT Haryono (0,92 km) dan Jalan Sudirman (1,36 km).
“Kelima ruas jalan itu semuanya berada di dalam kota Purwodadi. Secara resmi peralihan status itu dilakukan per Januari 2016,” katanya.

Meski demikian, untuk penanganan jalan tahun ini masih dilakukan seperti sebelumnya. Sebab, alokasi anggaran perbaikan atau peningkatan jalan itu sudah terlanjur dimasukkan pada APBD 2016 yang penetapannya dilakukan akhir tahun 2015 lalu.

“Untuk penanganan jalan provinsi yang beralih jadi jalan kabupaten sementara masih kita tangani dan demikian sebaliknya. Penanganan nanti bisa lepas penuh setelah masa perubahan APBD 2016,” imbuhnya.

Menurut Ali, mekanisme peralihan status jalan kabupaten/kota ke provinsi berasal dari usulan pemerintah daerah setempat. Pemprov Jateng kemudian memverifikasi, apakah usulan itu sesuai syarat atau tidak.

Adapun persyaratan yang ditentukan itu ada beberapa item. Antara lain, lebar minimal 14 meter, penghubung antar kabupaten atau tidak, termasuk jalur ekonomi atau bukan.

Editor : Akrom Hazami

Warga Mijen Kaliwungu Kudus Ikhlaskan 2 Km Lahannya Jadi Jalan

Ujung jalan lingkar yang masih belum dibangun, warga menginginkan jalan segera dibangun meski tidak diganti lahan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ujung jalan lingkar yang masih belum dibangun, warga menginginkan jalan segera dibangun meski tidak diganti lahan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sejauh dua kilometer lahan warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu rela tidak diganti untuk pembangunan jalan. Warga sepakat untuk tidak mendapatkan ganti rugi, melainkan hanya mendapatkan kemudahan saja.

Hal itu diutarakan Kades Mijen, Kecamatan Kaliwungu Sukri, menurutnya dalam pembangunan jalan yang menelan tanah warga itu, tidak ada ganti rugi. Melainkan, warga dijanjikan kemudahan dalam mengurus hingga gratis dalam membuat surat tanah dan IMB.

”Warga di sini khususnya yang dilewati jalan, dapat kemudahan dalam urus surat tanah dari Badan Pertanahan Nasional. Bahkan, pemerintah juga menjanjikan untuk urus IMB secara cuma-cuma. Hal itu disampaikan kepada kami saat pertemuan beberapa kali,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mencontohkan seorang warga yang ingin memecah tanah untuk ahli warisnya. Yakni Mbah Sukrin, mumpung diberikan fasilitas secara gratis, dia memanfaatkan mengurus sertifikat tanah yang dipecah tanahnya untuk anak-anaknya.

Hanya, usulan pemecahan yang dilakukannya bersama dengan warga lainnya itu, masih belum jadi hingga sekarang. Sukri mengungkapkan, hal itu disebabkan banyaknya warga yang mengurus.
”Kalau pemohon awalnya 84, namun sekarang menjadi 192. Itu juga membuat lama pembangunan dilanjutkan,” katanya.

Mengenai infrastruktur lokasi jalan, dia menjelaskan sudah ada jembatan yang kokoh berdiri di sana. Sehingga, tinggal melanjutkan pembangunan jalan saja.

”Kalau sudah jadi, harga tanah di sana bisa naik banyak. Bahkan bisa naik hingga 10 kali lipat dari harga semula,” ungkapnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Cabut Tuntutan Pembebasan Lahan, Warga Mijen Kaliwungu Kudus Inginkan Jalan Lingkar Segera Jadi

Jembatan di desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu yang sudah kokoh sejak 2003 lalu. Jembatan itu dibangun untuk membuat jalan lingkar dengan menyambungkan Mijen dengan Klumpit Gebog. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jembatan di desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu yang sudah kokoh sejak 2003 lalu. Jembatan itu dibangun untuk membuat jalan lingkar dengan menyambungkan Mijen dengan Klumpit Gebog. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ratusan warga Mijen, berharap pembangunan jalan di lingkar utara segera diselesaikan. Bahkan, untuk menyukseskan pembangunan jalan itu, para warga sampai mencabut tuntutan yang sebelumnya pernah dilayangkan.

Hal itu diutarakan Kades Mijen, Kecamatan Kaliwungu Sukri, menurutnya tuntutan kepada pihak kepolisian sudah dicabut lantaran warga sepakat untuk terus dibangunnya jalan yang tembus hingga Peganjaran, Bae, Kudus itu.

”Kami sudah mengadakan pertemuan selama beberapa kali dengan warga. Hasilnya, semua sepakat kalau jalan segera dibangun hingga selesai,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sebelumnya, kata dia, memang ada warga yang melaporkan kasus jalan lingkar itu kepada pihak kepolisian. Hanya, laporan itu sudah sangat lama dan malah mengganggu pembangunan jalan.

Tidak hanya itu, laporan warga yang didampingi oleh LSM yang enggan disebutkan namanya, juga sampai pada Kejati. Namun, para warga sekarang sudah sepakat untuk tidak meneruskan perkara pembebasan tanah jalan lingkar itu.

”Apalagi yang bersangkutan, dalam hal ini yang melaporkan juga sudah meninggal. Sehingga warga lain yang ada, berniat agar jalan segera diselesaikan,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)