Hati-hati! Ada Jalan Licin di Wilayah Grobogan Akibat Tertutup Jerami

MuriaNewsCom, Grobogan – Jerami limbah panen kembali menambah pekerjaan polisi di Grobogan. Kali ini, bukan karena aksi pembakaran tetapi adanya jerami yang dibiarkan berserakan menutup jalan raya.

Dari penelusuran di lapangan, ada banyak ruas jalan yang tertutup jerami. Sebagian besar ruas yang tertutup jerami adalah jalan antar desa.

Meski demikian ada pula jalan antar kecamatan yang juga tertutup jerami. Yakni, di jalan Penawangan-Sedadi yang masuk wilayah Kecamatan Penawangan.

Jerami yang menutup jalan ini berasal dari mesin perontok padi atau blower. Sejak beberapa hari terakhir, para petani memang sedang melangsungkan panen dan proses perontokkan bulir padi dilakukan pada lahan diantara saluran irigasi dan jalan raya.

Tumpukan jerami yang berserakan menyebabkan kondisi jalan menjadi licin karena terguyur hujan sejak siang. Sejumlah pengendara motor terlihat langsung mengurangi kecepatan sebelum melintasi jalan yang tertutup jerami.

Namun, ada pula beberapa pengendara yang terlihat kaget dan langsung menginjak rem ketika tiba-tiba melihat ada tumpukan jerami di jalan raya. Biasanya, orang yang mengerem mendadak adalah pengendara yang tidak biasa lewat di ruas jalan tersebut.

“Saya baru sekali ini lewat jalur ini. Jadi, tidak tahu kalau ada jerami. Kondisi jalan cukup licin tadi saat melintasi ruas jalan yang ada jeraminya,” kata Fuad, pengendara dari Gubug yang rencananya hendak menuju Desa Sedadi, Kamis (16/2/2018).

Adanya ruas jalan yang tertutup jerami sempat diunggah warga lewat media sosial. Mereka mengingatkan pada pengendara agar berhati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut karena kondisinya cukup licin. Sejumlah pengguna medos bahkan sempat meminta agar pihak Satlantas agar memberikan peringatan pada petani.

Iya, kita sudah dapat laporan warga terkait adanya jalan licin akibat tertutup jerami. Sudah kita minta anggota untuk mendatangi lokasi,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Panji mengimbau kepada petani untuk bersikap hati-hati saat melangsungkan panen. Yakni, tidak menaruh hasil panen di bahu jalan karena mengganggu arus kendaraan. Kemudian, petani juga diminta tidak membuang jerami ditengah jalan karena bisa mengganggu pengendara.

Selain itu, petani juga diminta tidak membakar tumpukan jerami dekat dengan jalan raya. Sebab, jika ada angin berhembus, asap pembakaran bisa menutup jalan dan membahayakan pengendara yang melintas.

Editor : Supriyadi

Kasat Lantas Grobogan Langsung Cek Lokasi Jalan Licin Tertutup Lumpur saat Hujan, Ini Hasilnya

 

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa (kanan) saat mengecek lokasi jalan membahayakan di jalur Kuwu-Sragen KM 11,5 bersama pegawai Dinas Bina Marga Provinsi Jateng dan Perhutani. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganKasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, pihaknya sudah mendapat masukan dari masyarakat terkait kondisi jalan membahayakan saat hujan di jalur Kuwu-Sragen KM 11,5 tersebut. Terkait informasi itu, ia dan beberapa anggotanya langsung mengecek ke lokasi.

“Begitu dapat inbox dari warga, langsung kita tindaklanjuti. Kami dan pegawai dari Dinas Bina Marga Provinsi Jateng dan Perhutani sudah cek lapangan kemarin,” kata Panji, Rabu (20/12/2017).

Menurut Panji, dari hasil pengecekan lapangan, kondisi jalan yang tertutup lumpur saat hujan disebabkan posisi jalan memang lebih rendah. Sebenarnya, dipinggir jalan sudah ada parit tetapi ukurannya cukup kecil sehingga tidak mampu menampung air hujan. Akibatnya, air hujan yang bercampur lumpur akhirnya meluber ke ruas jalan.

Baca: Hati-Hati Tergelincir saat Melintas di Jalur Kuwu-Sragen, Ada Ruas Jalan Licin Tertutup Lumpur

Dari instansi terkait, juga sudah melakukan upaya sementara untuk mencegah masuknya lumpur ke jalan raya. Yakni, membuat gundukan tanah sebagai tanggul kecil untuk menghambat masuknya luapan lumpur ke jalan.

“Namun, gundukan tanah itu rusak karena diduga ada yang mencangkulnya. Secepatnya, dinas terkait akan melakukan penanganan lebih lanjut agar ruas jalan raya itu bisa aman dari luapan lumpur. Kami minta pada pengendara agar berhati-hati ketika melintasi ruas tersebut terutama saat hujan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Hati-Hati Tergelincir saat Melintas di Jalur Kuwu-Sragen, Ada Ruas Jalan Licin Tertutup Lumpur

Inilah kondisi ruas jalan Kuwu-Sragen yang menjadi licin saat hujan mengguyur karena tertutup lumpur. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Informasi bagi pengendara yang melintasi wilayah Grobogan, tepatnya jalur dari Bleduk Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan menuju wilayah Sragen saat cuaca hujan. Soalnya, ada ruas jalan yang menjadi licin dan sudah beberapa kali membahayakan pengendara sepeda motor.

Ruas jalan yang membahayakan ini ada di KM 11,5 yang masuk wilayah Desa Simo, Kecamatan Kradenan. Pada ruas jalan milik Provinsi Jateng ini ada ruas jalan sepanjang 20 meter yang seringkali tertutup lumpur.

Kondisi ini terjadi karena posisi jalan lebih rendah dari tanah sawah di sebelah kirinya. Akibatnya, saat hujan mengguyur, banyak lumpur yang masuk ke ruas jalan. Lumpur yang masuk ke ruas jalan diperkirakan dari kawasan hutan.

Sejumlah pengendara menyatakan, kondisi jalan sangat membahayakan saat hujan. Sejauh ini sudah ada beberapa pengendara yang jatuh ketika melintas di lokasi tersebut.

“Pengendara yang jatuh kebanyakan bukan warga sekitar sehingga tidak tahu kondisi ruas jalan itu jadi licin ketika hujan. Kalau warga sekitar yang biasa lewat sudah paham,” jelas Heriyanto, warga Kradenan yang biasa melintasi jalur tersebut.

Warga berharap agar kondisi jalan yang selalu tergenang lumpur itu segera ditangani. Setidaknya, ada rambu peringatan sehingga pengendara dari luar daerah bisa waspada.

Editor : Ali Muntoha