Kapolres Kudus Terima Banyak Keluhan Jalan Jenderal Sudirman jadi 2 Arah

Pengguna jalan melintas jalan Jenderal Sudirman Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan melintas jalan Jenderal Sudirman Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait jalur dua arah di Jalan Jenderal Sudirman.

“Banyak yang memberikan masukan, seperti halnya keluhan tentang jalan yang macet, parkir yang dua arah hingga lampu traffic yang terlalu lama,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (26/10/2016).

Menurutnya, masyarakat banyak yang tidak suka dengan jalur dua arah ketimbang satu arah. Untuk itulah banyak yang mengatakan negatif ketimbang positif.

Namun, sebagai petugas kepolisian, pihaknya mendukung kebijakan dari pemerintah daerah. Hanya dia berharap beberapa hal dapat dibenahi untuk mengurangi kepadatan.

“Seperti parkir yang masih dua arah, dapat mempersempit jalan. Penataan agar dapat segera dilakukan untuk kenyamanan pengguna jalan,” imbuhnya

Selain itu, waktu nyala lampu traffic di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang terlalu lama juga dikeluhkan. Akibatnya antrean kendaraan yang melintas semakin panjang.

“Khususnya di Pentol, butuh penataan lagi agar pengguna jalan tidak bingung. Apalagi perempatan di sana agak melenceng,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Akhirnya, Jalan Jenderal Sudirman Kudus Berlanjut Tetap 2 Arah

Pengendara melintas Jalan Jenderal Sudirman, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengendara melintas Jalan Jenderal Sudirman, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebulan sudah Jalan Jenderal Sudirman Kudus menjadi dua arah. Jalur itu diubah jadi dua arah sejak 26 September 2016. Evaluasi yang dilakukan petugas juga sudah matang untuk tetap melanjutkan jalan itu menjadi dua arah.

Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan, tidak ada yang namanya kemacetan. Hanya soal kendaraan tersendat memang ada, itupun dianggap pada jam-jam tertentu saja. “Kalau jam pulang sekolah pasti ramai. Namun pengguna jalan masih bisa lancar mengemudi meski pelan,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (26/10/2016).

Menurutnya, yang perlu dievaluasi adalah adanya water barier atau pembatas jalan. Keberadaan pembatas tersebut terlalu menonjol, dan dapat menganggu pengguna jalan. Untuk itulah tahun ini akan dibuatkan marka jalan sehingga pembatas bisa diambil.

Hal lain yang menjadi persoalan adalah parkir, pihaknya masih belum final membahas tentang parkir di ruas tersebut. Jika dibuat satu jalur, sisi positif adalah jalan menjadi lebih longgar, namun negatifnya antrean parkir dapat semakin bertambah.

Lokasi keramaian juga banyak dan membutuhkan penataan parkir. Seperti misalnya di Polres Kudus, yang tiap harinya banyak masyarakat yang datang kesana. “Kami juga akan tata ulang traffic di sana, agar antrean kendaraan tidak terlalu panjang. Traffic tersebut meliputi perempatan Pegadaian dan juga Pentol,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Jenderal Sudirman Butuh Marka

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sepekan dilakukannya uji coba di Jalan Jenderal Sudirman, dirasa masih kurang maksimal. Sebab, di jalan tersebut masih belum ada pembatas jalur kiri dan kanan berupa marka jalan.

Hal itu disampaikan Kabid LLAJ pada Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro. Menurutnya, marka jalan sangat dibutuhkan untuk membatasi dan mengatur kendaraan yang melintas. Khususnya dari arah barat yang banyak pengguna jalan.

“Di sana hingga kini masih belum ada marka jalan. Padahal butuh marka jalan untuk memudahkan kedua jalur. Jika sudah ada, membuat lalu lintas di sana lebih stabil lagi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, soal parkir memang sedang diujicoba. Jika parkir dua arah dirasa membuat macet atau lalin tersendat, maka parkir akan dilakukan satu jalur. Namun jika satu jalur masih juga macet, maka solusi lain juga akan dipersilakan.

Tentang lampu traffic, kata dia, diatur agar tidak terlalu lama. Yaitu dengan cara hidup bersama an dari dua arah. Misalnya, jika arah barat lampu hijau, maka dari arah timur juga lampunya hijau. Cara tersebut dilakukan untuk mengurangi antrean lalu lintas.

“Jalan Jenderal Sudirman masih uji coba. Jadi selama sebulan nanti, akan dilihat apakah efektif jadi dua jalur ataukah satu jalur. Dan sejauh ini masih aman, malahan banyak yang belum tahu jalai jalur dua arah,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Kudus : Jalur Jenderal Sudirman Belum Siap Dua Arah

jensud-1

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasatlantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian mengatakan, kalau jalur dua arah di jalan jenderal Sudirman masih belum siap digunakan. Hal itu disebabkan bebebepa fasilitas yang belum terpenuhi.

Hal itu disampaikan kepada wartawan, Senin (3/10/2016). Menurutnya, beberapa fasilitas harusnya dibenahi terlebih dahulu sebelum diberlakukan jalur menjadi dua arah seperti sekarang ini. Di antaranya adalah keberadaan parkir kendaraan dan juga traffic light.

“Kalau parkirnya masih dua sisi seperti sekarang ini, akan mengurangi volume kendaraan yang melintas. Akibatnya akan muncul kepadatan lalu lintas di sana,” kata Aron.

Menurutnya, jika Pemkab Kudus mau tegas untuk dua jalur, kendala parkir dapat diatasi satu arah atau dilarang parkir di jalan. Hanya itu sangat sulit, mengingat banyaknya lokasi yang membutuhkan parkir. Bahkan meski lokasi sudah ada parkir, namun tidak muat lantaran banyaknya pengunjung.

Selain itu, jika berlaku dua arah, maka sebaiknya tidak ada  pembatasan jam. Sebagaimana diketahui, Jalan Jenderal Sudirman mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB masih berlaku satu arah lantaran padatnya pengguna jalan, khususnya aktivitas sekolah. “Jika karena lalu lintas, banyak petugas kami yang membantunya. Itu hanyalah sebentar saja, seperti halnya di jalan Sunan Muria yang juga padat pada jam pulang sekolah,” ujarnya.

Tak hanya itu, lampu traffic di perempatan samping Polres juga sampai 50 detik pada lampu hijau. Hal itu akan membuat kendaraan antre pada jalur merah, dan mengakibatkan antrean panjang. seperti halnya di jalan Tanjung.

Menurutnya, besok, Selasa (4/10/2016) akan dilakukan pembahasan tentang jalan Jenderal Sudirman. Setelah selama sepekan berjalan akan dievaluasi. Dan dicarikan solusi dari permasalahan yang muncul disana.

“Kalau tujuan mengurangi kemacetan di jalan HOS Cokroaminoto memang benar. Sekarang jalannya sudah agak longgar karena banyak kendaran yang melalui jalan Jenderal Sudirman,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Jalan Jenderal Sudirman Macet Mulai Simpang Tujuh Hingga Polres

Petugas Dishubkominfo memasang batas jalan di depan Pasar Kliwon Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Dishubkominfo memasang batas jalan di depan Pasar Kliwon Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Mulai hari Ini, Senin (26/9/2016) Jalan Jenderal Sudirman Kudus sudah diberlakukan dua arah. Dampak dari jalur dua arah, adanya kepadatan arus lalu lintas.

Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, mulai Simpang Tujuh hingga Mapolres Kudus mengalami antrean kendaraan arah barat ke timur. Akibatnya, pengendara membutuhkan waktu yang agak lama.

“Saya belum mengecek langsung, namun laporannya demikian. Terkait hal itu, kami bisa mengaturnya di dalam traffic. Jadi bisa diatur agar kendaraan dari arah barat bisa berjalan lancar dengan memangkas waktunya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Berdasarkan pantauan, lokasi kepadatan terjadi pada sisi utara jalan. Antrean kendaraan juga nampak hingga mendekati Simpang Tujuh Kudus, khususnya kendaraan roda empat.

Beberapa petugas kepolisian juga terlihat mengarahkan kendaraan agar berjalan dua arah. Dari arah timur, terlihat masih jarang dijumpai adanya kendaraan yang melintas.

“Kami akan memantau langsung di lokasi. Setidaknya selama dua pekan, petugas akan ada di lapangan guna melihat langsung keadaan Di sini, jika ada masalah akan dilihat dan dicari solusinya,” ujarnya.

Lokasi lain yang juga terdapat kendala, adalah parkir sekitar Mapolres Kudus. Sebab, parkir belum bisa jadi satu arah. Jika dihilangkan, sulit.

“Polres Kudus sangat banyak pengunjung. Jadi sangat susah jika diberlakukan parkir hanya satu lajur saja. Nanti antrean kendaraan yang parkir bisa sampai Simpang Tujuh malah,” ujarnya.

Untuk jalur sepanjang pasar Kliwon, dianggap masih aman. Hal itu dilihat dari kendaraan yang lalu lalang dari dua arah yang masih lancar. Di tengah jalan juga dikasih pembatas jalan, guna mengatasi pengguna jalan dari barat dan timur.

Dia menambahkan, jalan memiliki lebar hingga 11 meter. Sehingga sangat memungkinkan jika diberlakukan jalur hingga dua arah.

“Tujuannya memang mengurangi kemacetan pada daerah jalan lain seperti HOS Cokroaminoto. Jadi dibuatlah jalan dua arah,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Hari Pertama, Pengguna Jalan Ragu Melintas

Petugas mengatur kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman, Kudus, Senin (26/9/2016). (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

Petugas mengatur kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman, Kudus, Senin (26/9/2016). (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pengguna jalan masih ragu saat melewati jalur dua arah di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Senin (26/9/2016). Mereka kurang yakin jika jalur itu dua arah.

Diketahui, Senin ini merupakan hari pertama jalur itu menjadi dua arah. Tepatnya kalau dari barat, perempatan Pentol hingga Alun-alun Kudus, atau sebaliknya. Hanya, jika kendaraan dari arah timur, dilewatkan ke Jalan Gatot Subroto atau bilangan di belakang Ramayana.

Pantauan di lokasi, sejumlah pengguna kendaraan sepeda motor masih bingung saat hendak melintas dari timur ke barat. Tampak polisi dan petugas Dishubkominfo mengatur arus lalu lintas. “Betul pak, boleh melintas jalan ini ke barat? Enggak ditilang, kan?” ucap salah seorang pengendara sepeda motor.

Mendapati pertanyaan itu, seorang petugas langsung mempersilakan kendaraan itumelintas ke arah barat di Jalan Jenderal Sudirman. “Jalannya sekarang dua arah,” begitu kata salah satu petugas kepada pengguna jalan.

Sejumlah titik dijaga petugas polisi dan Dishubkominfo. Mulai dari pos polisi Pentol, Perempatan dekat Pegadaian, Pasar Kliwon, dan Perempatan Jenderal Sudirman depan Restoran Garuda.

Kendaraan dari barat terlihat saling serobot. Sepertinya mereka belum tahu jika Jalan Jenderal Sudirman sedang diberlakukan dua arah. Jalan dipisahkan dengan alat pembatas jalan (water barrier).

Bagi Anda yang akan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, silakan lebih berhati-hati mengingat jalurnya telah menjadi dua arah.

Editor : Akrom Hazami

Perubahan Jalur Bikin Macet

Pengguna jalan melintasi Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan melintasi Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Giliran Ketua LSM KMKB Sururi Mujib berpendapat soal peralihan jalur Jalan Jenderal Sudirman Kudus menjadi dua arah.

“Itu bukan solusi pas mengatasi masalah kemacetan kota. Pasti kemacetan akan terus terjadi dan mungkin bisa lebih parah,” kata Sururi.

Menurutnya, hal itu bukan hanya terjadi di jalan Jendral Sudirman. Tapi juga di jalan di perkotaan Kudus lainnya. ”Kita lihat saja, meski nanti dua arah kemacetan tetap akan muncul, dan di jalan jenderal Sudirman juga demikian,” imbuhnya.

Dia juga menyoroti, banyaknya rambu yang ada di Kudus justru malah membuat pengguna jalan bingung.  Sebab hampir semua titik dipasangi rambu. “Kenapa terlalu banyak, itu juga menjadi masalah. Harusnya secukupnya agar tidak menghabiskan anggaran,” jelasnya.

Diketahui, rekayasa lalu lintas akan dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman Kudus. Jalan arah Pasar Kliwon dari Simpang Tujuh itu, akan jadi jalur dua arah, mulai 26 September 2016. Hal itu disampaikan Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto.

Menurutnya, jalur yang selama ini satu arah, akan digunakan sebagai jalur dua arah dengan uji coba terlebih dahulu. “Pada 26 September akan kami coba dulu, kalau tidak ada kendala akan dilanjutkan. Tapi kalau ada kendala, kita akan lihat dulu kendalanya seperti apa,” kata Didik.

Editor : Akrom Hazami

Kendaraan Besar Dilarang Melintas

Pengguna jalan melintasi titik Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Sabtui. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan melintasi titik Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Sabtui. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebijakan perubahan jalan Jenderal Sudirman Kudus yang awalnya satu arah menjadi dua arah, tidak berlaku untuk semua kendaraan. Di antaranya adalah kendaraan besar yang masih dilarang untuk melintas dari dua arah.

Kabid LLAJ pada Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, kalau aturan masuk perkotaan masih diberlakukan. Yakni dengan larangan kendaran besar seperti truk dan tronton melintas.

“Itu sudah menjadi aturan. Dan ke depan akan digalakkan agar tidak ada kendaraan besar yang memasuki kawasan perkotaan, termasuk juga dengan Jalan Jenderal Sudirman,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Selain itu, kendaraan lain yang juga terlarang adalah bus. Baik minibus maupun bus besar.Mengingat besarnya bus akan membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

Rencana jalur dua arah, akan mulai diterapkan pada Senin, 26 September mendatang. Untuk itu, petugas harus memasang rambu, maksimal Minggu (25/9/2016). “Besok atau besok malam rambu akan dipasang,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengamat Transportasi : Kebijakan Aneh

Pengguna kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Pengguna kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno berpendapat perubahan Jalan Jenderal Sudirman Kudus menjadi dua arah merupakan kebijakan aneh.

Sebab biasanya perubahan jalur itu terjadi dari dua arah, menjadi searah. Bukan sebaliknya, seperti yang terjadi di Kudus. “Di mana-mana dr dua arah jadi searah. Krn lalu lintas mkn padat,” kata Djoko melalui sambungan Whatsapp kepada MuriaNewsCom, Sabtu (24/9/2016).

Diketahui, perubahan jalur Jenderal Sudirman menjadi dua arah akan dilakukan pada 26 September 2016. Jalur itu semula satu arah. Tentu saja adanya kebijakan itu, dari pandangan Djoko, itu kurang tepat.  “Kbjkn aneh,” ungkap dosen Unika Soegijapranata Semarang ini.

Dia melihat jika Jalan Jenderal Sudirman Kudus berubah jadi dua arah, tentu besar kemungkinan malah akan menambah masalah baru. Tentunya, masalah kepadatan jelas akan tambah. Mengingat lalu lalang kendaraan juga makin tinggi. “Dikira kalo dibuat dua arah beres urusannya. Malah tmbh mslh nti,” ucapnya.

Sering kebijakan transportasi kota yang ada, tidak melihat secara menyeluruh.  Joko membahasakan hal itu, “Parsial dan sesaat,” sebutnya.

Padahal sebenarnya, yang terjadi sekarang, adalah kendaraan makin tambah tapi kapasitas jalan tidak bertambah. Jika hal itu tidak ditangani dengan manajemen transportasi yang tepat, maka dipastikan akan muncul masalah baru. “Karena akar masalahnya tdk disentuh,” ujarnya.

Kendati demikian, pengamat ini melihat kebijakan tersebut masih bisa berjalan di Kudus. Tapi untuk jangka menengah, apalagi jangka panjang, menurutnya, itu akan kesulitan untuk dijalankan. karenanya, pemerintah atau instansi terkait sudah harus memikirkannya dari sekarang.

Dia juga mengusulkan, ada beberapa hal yang harus diantisipasi jika jalur sudah menjadi dua arah. Yakni penambahan rambu lalu lintas, serta penempatan petugas di titik tertentu.

Editor : Akrom Hazami

Tempat Parkir Harus Ditata Jika Tak Ingin Macet

Pengguna jalan melintas di jalur Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan melintas di jalur Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus  juga mewaspadai adanya tempat parkir seiring perubahan jalur Jenderal Sudirman menjadi dua arah. Sebagaimana diketahui, ruas itu direncanakan akan berubah dua arah per 26 September 2016.

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Anwar mengatakan, kalau keberadaan parkir harus diperhatikan. Khususnya wilayah keramaian seperti pasar Kliwon. Di lokasi itu, tempat parkirnya kerap sesak.

“Kalau dibuat dua arah bisa dilaksanakan, tapi parkir harus siap juga. Terlebih untuk Pasar Kliwon yang sering padat,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya melihat standar Jalan Jenderal Sudirman sudah pantas untuk menjadi dua arah. Baik itu dilihat dari lebar jalan hingga kualitasnya. Praktis nantinya kepadatan arus lalu lintas akan terurai.

Anwar lagi-lagi menggarisbawahi ihwal tempat parkir di ruas tersebut. Sebab jika parkir kurang teratasi, maka bersiaplah menghadapi kemacetan. Terutama di sekitar Pasar Kliwon.

Editor : Akrom Hazami

Titik Kemacetan Baru Akan Bermunculan

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Satlantas Polres Kudus memprediksi akan ada titik kemacetan baru di Jalan Sudirman seiring perubahan jalan jadi dua jalur. Diketahui, perubahan jalur dari timur Simpang Tujuh hingga Pentol itu mulai 26 September 2016.

KBO Satlantas Pada Polres Kudus Iptu Anwar mengatakan, perubahan jalur berpeluang memunculkan titik kemacetan baru. Di antaranya dari timur di Simpang Tujuh dan ke arah Jalan Jenderal Sudirman.

“Titik kemacetan baru akan muncul di sana, selain juga di Pasar Kliwon. Sedangkan untuk persimpangan sudah diatur dengan traffic light. Jadi bisa tertangani,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (23/9/2016).

Menurutnya, langkah untuk menanganinya adalah dengan memasang banyak rambu. Khususnya pada daerah dengan kepadatan tinggi serta daerah persimpangan di Simpang Tujuh. Dengan demikian akan membantu mengurai kemacetan baru yang muncul.

Tapi semua itu yang terpenting adalah tingkat kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu lalu lintas. Jika tidak, maka berapapun jumlah rambu, kemacetan lalu lintas tetap sulit tertangani.

Berdasarkan pantauan, persimpanan dari Simpang Tujuh ke Jalan Jenderal Sudirman kerap tersendat. Terjadi titik temu arus dari Jalan Sunan Muria dan dari Simpang Tujuh.

Editor : Akrom Hazami

Depan Mapolres dan SMP 2 jadi Titik Kemacetan yang Diwaspadai

Pengguna jalan melintas Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

Pengguna jalan melintas Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Imam, salah satu warga di Jalan Jenderal Sudirman Kudus menganggap pengalihan jalur  menjadi dua arah, amat bagus. Tapi harus ada antisipasi arus lalu lintas di beberapa sudut.

“Seperti halnya di sekitar SMP 2 dan depan polres. Banyak kendaraan yang parkir di sisi jalan baik kiri maupun kanan, hal itu membuat kendaraan terhambat melintas,” kata Imam, Kamis (22/9/2016).

Belum lagi saat jam jam padat, pasti titik itu macet. Seperti halnya saat pulang sekolah. Biasanya, penjemput berada di sekitar area sekolah. Mereka sampai memenuhi badan hampir separuhnya. Akibatnya arus lalu lintas menjadi terhambat.

“Mungkin nanti jalur akan lebih ramai. Karenanya, parkir harus ditata,” imbuhnya.

Kepala Dishubkominfo Didik Sugiharto mengatakan kalau penataan parkir jelas menjadi hal yang dipertimbangkan. Seperti halnya apakah akan diberlakukan parkir dua arah ataukah satu arah.

“Jadi kan ada masa uji coba, kita lihat dulu apakah dengan parkir dua lajur dapat memicu kemacetan ataukah tidak. Jika iya maka dapat dijadikan parkir satu lajur saja,” imbuhnya.

Dia memastikan kalau segalanya dapat diperhitungkan termasuk dengan daerah daerah rawan dan juga rambu lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

Dishubkominfo Beberkan Jam Tertentu Perubahan Jalur

Kendaran melintas di jalur sibuk Jalan Jenderal Sudirman, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kendaran melintas di jalur sibuk Jalan Jenderal Sudirman, Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Perubahan jalur Jenderal Sudirman Kudus menjadi dua arah, tidaklah dapat dilalui selama 24 jam. Melainkan, perubahan jalan tersebut hanya dapat dilalui selama 22 jam setiap hari.

Hal itu disampaikan Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto. Menurutnya, waktu pemberlakukan dua jalur adalah mulai pukul 08.00 WIB hingga 06.00 WIB. Sedangakan selama dua jam selebihnya, jalan akan kembali satu arah, yaitu dari arah barat saja.

“Kami mempertimbangkan  kepadatan lalu lintas saat pagi. Yang mana masih banyak anak sekolah yang lalu lalang. Untuk itulah dilakukan hanya 22 jam saja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (21/9/2016).

Dampaknya, kata dia, dengan diberlakukannya dua jalur akan mempermudah akses perkotaan. Jalan HOS Cokroaminoto yang selama ini padat akan sedikit terurai oleh rekayasa yang baru ini.

Selain itu, masyarakat yang hendak ke Pasar Kliwon dan Polres Kudus tidak perlu memutar dan membuat padat jalan lainnya.  Pemberlakuan jalur dua arah akan diberlakukan mulai 26 September 2016.

“Namun untuk itu butuh uji coba terlebih dahulu. Jika uji coba lancar, maka akan dilakukan secara permanen. Tapi jika tidak maka akan dievaluasi terlebih dahulu,” imbuhnya.

Untuk mengabarkan kepada masyarakat kalau jalan sudah dua arah, rambu peringatan akan ditutup sementara. Barulah kalau tidak ada kendala, rambu akan dicopot dan diganti dengan jalur dua arah.

Editor : Akrom Hazami

Pedagang Pasar Kliwon Tak Sabar Jalur Berubah

Pengguna jalan melintasi ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna jalan melintasi ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak hanya warga yang senang dengan adanya rencana perubahan Jalan Jenderal Sudirman Kudus jadi dua arah. Tapi juga pedagang Pasar Kliwon.

Diketahui, jalan dari Simpang Tujuh ke timur hingga Pentol akan berubah jadi dua jalur. Sebelumnya, ruas ini menjadi jalan satu arah. Pemerintah setempat merencanakan perubahan jalur mulai 26 September 2016.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kliwon (HPPK) Kudus  Sulistyanto mengatakan, para pedagang sangat mendukung upaya yang dilakukan pemerintah. Sebab itu akan menambah keramaian pasar. Dengan pasar semakin ramai, maka pembeli juga makin banyak.

“Kami malah senang dengan kabar tersebut. Dengan demikian maka akan membuat ramai pasar. Selama ini jalur satu arah sudah ramai, namun dengan dua arah, pasti akan tambah ramai,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (20/9/2016).

Dengan adanya jalur dua arah, maka pengunjung pasar dari arah timur tidak usah repot untuk memutar kendaraan melewati perkotaan. Hal itu juga akan menguntungkan pembeli. Karena mereka bisa lebih cepat sampai pasar.

HPPK mengaku sempat mengusulkan hal itu. Namun ternyata kini sudah mulai digagas dan akan segera dilakukan. pihaknya kaget aturan itu diberlakukan sekarang. Karena usulan yang dilakukan sebelumnya, yakni dimulai pada Desember, saat nanti parkir Pasar Kliwon sudah jadi.

“Hanya, kami meminta untuk rambu agar ditambah dan ukurannya lebih besar. Supaya itu terlihat dari arah timur. Kini, pengguna jalan akan tahu aturan  baru tersebut,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Begini Tanggapan Warga dengan Perubahan Jalur

Kendaraan melintasi ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kendaraan melintasi ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga menyambut baik perubahan jalur Jalan Jenderal Sudirman Kudus. Sebagaimana diketahui, ruas dari timur Simpang Tujuh hingga Pentol, akan menjadi dua jalur. Sebelumnya, hanya satu jalur.

Jamaah, warga Desa Pedawang,Kecamatan Bae, Kudus, mendukung apa yang dilakukan pemerintah dengan membuat jalan itu jadi dua arah. Sebab, warga tidak perlu memutar jika hendak ke pusat kota setempat.

“Biasanya harus memutar dulu, tapi jika nantinya diperbolehkan dan jadi dua arah, maka itu akan mempermudah ke lokasi. Seperti ke mapolres saja misalnya, itu bisa langsung,” kata Jamaah kepada MuriaNewsCom, Selasa (20/9/2016).

Selama ini, dia sering melintasi kawasan  Jalan Jenderal Sudirman.  Biasanya, ketika sudah melewati tujuan, pengendara harus memutar untuk bisa pulang. Dengan jadi dua arah, maka itu bisa mempercepat dirinya sampai lokasi.

Terkait jalan yang padat seperti di sekitar mapolres, kata dia, tidak ada masalah. Dia yakin pemerintah sudah menyiapkan skenario untuk mengatasi jika hal itu memang terjadi.

Warga lainnya, Burhan juga mengatakan hal yang sama. Meski bukan asli Kudus, dia senang jika jalur itu jadi dua. Hal itu akan membantu kendaraan yang padat di jalan HOS Cokroaminoto dan jalan Pramuka. “Kalau di sana padat bisa lewat sini. Jadi kepadatan kendaraan bisa terkontrol dengan jadi dua arah,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Dishubkominfo Pastikan Perubahan Mulai 26 September

Pengendara melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Selasa (20/9/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengendara melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Kudus, Selasa (20/9/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman. Yaitu perubahan jalur satu arah menjadi dua arah, tepatnya mulai Alun-alun Kudus sampai Pentol, mulai 26 September 2016.

“Tapi akan kami coba dulu. Kalau tidak ada kendala, akan dilanjutkan. Tapi kalau ada kendala, kita akan lihat dulu kendalanya seperti apa?,” kata Didik kepada MuriaNewsCom.

Tidak hanya uji coba perubahan jalur, tapi juga penataan parkir di jalan tersebut. Selama ini, parkir di ruas itu ada di dua sisi jalan. Jika dianggap menghambat, maka parkir akan jadi satu sisi saja. Didik menuturkan jika uji coba itu diperkirakan berlangsung satu bulan.

Perubahan jalan itu jadi dua arah, lanjutnya, bertujuan untuk memecah kemacetan di Jalan HOS Cokroaminoto. Menurut Didik, Jalan HOS Cokroaminoto itu selalu padat. Lantaran ruas tersebut jadi satu-satunya jalan dari arah Pati ke Semarang.

Jalan HOS Cokroaminoto itu tergolong sempit. Tidak heran jika Jalan HOS Cokroaminoto kerap kali  padat. Mengingat tingginya volume kendaraan.

Editor : Akrom Hazami