DPRD Jateng Sebut Jalan di Pati Lebih Baik dari Daerah Lain

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Kartina Sukawati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah Kartina Sukawati menyebut, jalan di Kabupaten Pati jauh lebih baik dari kabupaten lain. Hal itu didasarkan pada sejumlah pengamatan yang ia lakukan selama terjun ke lapangan.

“Saat ini jalan di Pati jauh lebih baik daripada kabupaten lain, karena adanya pemerataan pembangunan. Kita harapkan wilayah lainnya di Jateng tiga mengikuti, terutama Blora dan Rembang,” ujar Ina, Senin (11/9/2017).

Sesuai dengan Perda tentang Standarisasi Jalan Kolektor Primer dan Sekunder di Provinsi Jawa Tengah, jalan provinsi sekarang ini harus memiliki ruang milik jalan selebar tujuh meter. Dengan demikian, jalan provinsi di Jawa Tengah dipastikan sudah baik karena mengacu pada standar baru yang ditetapkan Perda.

Di Pati sendiri ada empat jalan yang semula berstatus jalan kabupaten beralih menjadi jalan provinsi. Salah satunya, jalan yang berhubungan dengan perbatasan, Jalan Kembangjoyo dan Jalan Dr Susanto Pati.

“Jalan kabupaten yang beralih status menjadi jalan provinsi tentu akan jauh lebih baik. Sebab, jalan provinsi sudah punya standar baru yang diatur Perda. Rata-rata jalan provinsi sudah dicor,” jelas Ina.

Ia menambahkan, jalan yang baik akan berpengaruh pada kemajuan suatu daerah. Pasalnya, infrastruktur jalan menjadi jalur perputaran ekonomi masyarakat yang turut memberikan kontribusi pada negara.

Karena itu, Ia akan terus memperjuangkan infrastruktur jalan di wilayah Jateng, terutama dapil III. “Kita sering sidak di perbatasan-perbatasan wilayah antarkabupaten. Jalannya memprihatinkan, sehingga kalau kabupaten tidak mampu kita ambil alih,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Jelang Lebaran, Jalan Berlubang di Pati Diperbaiki

Seorang pengendara melintas di Jalan Pratomo Pati yang sedang ditinggikan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mulai memperbaiki sejumlah jalan di Kabupaten Pati yang berlubang. Banyaknya jalan berlubang diakui akibat musim hujan dan banjir yang melanda sejumlah jalan.

Kepala Bidang Bina Marga Ahmad Faizal menuturkan, laporan jalan berlubang sangat meresahkan masyarakat. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, jalan berlubang membuat akses jalan terganggu. Karena itu, perbaikan jalan mulai dikebut.

“Terlebih, Lebaran kurang tiga bulan lagi. Pati dilalui jalur pantura yang dijadikan sebagai akses utama pemudik. Kami menargetkan, perbaikan jalan berlubang secepatnya selesai sebelum Lebaran,” ujar Faizal, Senin (3/4/2017).

Proyek peninggian jalan tersebut diharapkan selesai pada pertengahan Mei 2017. Pasalnya, waktu tersebut diprediksi banyak dilalui pemudik karena Lebaran jatuh pada 25 Juni 2017.

“Pertengahan Mei harus selesai. Sebab, kalau tidak selesai akan mengecewakan pengguna jalan. Imbasnya tentu bisa menimbulkan kemacetan jalan. Karena itu, proyek peninggian jalan sebisa mungkin sebelum Lebaran,” imbuhnya.

Tahun ini, anggaran perbaikan jalan ditujukan pada program peninggian jalan. Sementara proyek pelebaran jalan belum dianggarkan. Misalnya Jalan Pratomo Pati yang masih sempit belum bisa dilebarkan, karena anggarannya tidak ada.

“Jalan Pratomo itu terbilang masih sempit. Berhubung anggarannya untuk peninggian jalan, kami tidak bisa melakukan pelebaran. Kami berharap, proyek ini bisa segera selesai supaya bisa segera digunakan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono