Mayat Terapung di Saluran Irigasi Gegerkan Warga Desa Kecapi Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok mayat ditemukan di saluran irigasi Dukuh Grobogan, Desa Kecapi RT 42 RW 08, Kecamatan Tahunan, Rabu (21/3/2018), pagi.

Kapolsek Tahunan AKP Sama’i menyebut, identitas mayat itu adalah Aris Setiawan (26). Ia adalah warga Desa Bulungan RT 10 RW 04 Kecamatan Pakis Aji. Diduga, kematian korban karena terpeleset dan tercebur di saluran irigasi.

“Berdasarkan penuturan keluarga, Aris juga pernah memiliki riwayat penyakit epilepsi‎,” tuturnya.

Adapun, kronologi penemuan mayat terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang saksi yakni Hadi Mustiko, lewat di samping saluran irigasi. Kemudian, ia melihat ada sesosok tubuh pria yang tertelungkup di saluran tersebut.

Mengetahui hal itu, ia lantas mengabarkannya kepada warga sekitar dan pihak berwenang. Tak berselang lama, petugas dari BPBD Jepara dan Polsek Tahunan tiba ditempat, untuk mengevakuasi mayat tersebut.

Kontan kejadian itu membuat warga sekitar gempar dan mendatangi lokasi kejadian.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Tahunan, terdapat luka lecet ringan pada bibir. Adapun, penyebab kematian diduga karena kehabisan oksigen karena tenggelam.

“Luka di bibir bawah dimungkinkan karena korban terbentur saat terjatuh. Kehabisan oksigen ditengarai sebagai penyebab kematiannya. Berdasarkan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Sama’i.

Dari keterangan keluarga, Aris keluar dari rumah seorang diri untuk membeli gagang cangkul. Saat itu, diketahui cuaca sedang turun hujan deras.

Editor: Supriyadi

Ada Proyek Perbaikan, Ratusan Bangunan Lahan Irigasi di Grobogan Terancam Digusur

Ratusan bangunan didirikan di lahan irigasi Bendung Sedadi dalam waktu dekat akan ditertibkan karena bakal ada proyek perbaikan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan bangunan didirikan di lahan irigasi Bendung Sedadi dalam waktu dekat akan ditertibkan karena bakal ada proyek perbaikan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan bangunan yang berada di pinggir saluran irigasi dari Bendung Sedadi bakal dibongkar. Hal ini seiring bakal adanya proyek rehabilitasi saluran irigasi sepanjang 20 kilometer dalam waktu dekat.

“Di lahan irigasi tidak boleh ada bangunan. Jadi semua bangunan itu ilegal,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa III BBWS Pemali Juana Kartiko pada wartawan.

Pihaknya sudah minta kepada warga untuk membongkar sendiri bangunan itu. Kalau tidak mereka tidak bersedia, nanti pihaknya yang membongkar.

Menurut Kartiko, jumlah bangunan liar yang menempati tanah irigasi diperkirakan lebih dari 100 unit. Saat ini, pihaknya sedang mendata identitas warga yang menempati bangunan. Setelah pendataan, pemiliknya akan diberi surat imbauan untuk kesediaan membongkar sendiri bangunan tersebut.

Dari pantauan di lapangan, saluran irigasi Bendung Sedadi ini membentang dari selatan ke utara hingga melewati jalan Purwodadi-Semarang. Saluran irigasi ini melewati beberada desa di Kecamatan Penawangan dan Godong serta berlanjut hingga ke sebagian wilayah Demak dan Kudus.

Di pinggir saluran irigasi itu memang terdapat banyak bangunan yang berdiri di atas tanggul. Kebanyakan bangunan itu berdiri di sisi tanggul sebelah timur karena di depannya ada jalan raya dari Penawangan-Sedadi.

Sebagian besar bangunan itu menggunakan konstruksi kayu. Namun, ada juga beberapa bangunan yang semi permanen.

Bangunan di lahan irigasi itu kebanyakan dipakai untuk tempat usaha. Ada juga yang sekalian jadi tempat tinggal dan beberapa bangunan lagi digunakan untuk kandang ternak, terutama kambing.

Didekat bangunan itu sebenarnya sudah ada beberapa papan pengumuman berisi larangan mendirikan bangunan berikut ancaman hukumannya. Namun, peringatan itu belum diindahkan warga.

Di antara pemilik, ada yang sudah bertahun-tahun mendirikan bangunan di lokasi. Namun, ada juga yang mengaku baru beberapa bulan saja membuka tempat usaha.

“Saya belum ada setahun buka usaha di atas tanggul irigasi. Terlepas ada larangan, lokasi tanggul memang starategis karena di pinggiran jalan raya. Jadi cocok kalau untuk bikin tempat usaha. Kalau nanti diminta bongkar, saya manut saja,” kata salah seorang pemilik bangunan di lahan irigasi yang mengaku bernama Parmin itu.

Editor : Akrom Hazami

Camat Banjarejo Apresiasi kegiatan Bersih Irigasi

Anggota Babinsa bersama dengan warga di Desa Sambongin, Kecamatan Banjarejo, melakukan pembersihan saluran irigasi, Rabu (3/6/2015). (MURIA NEWS / PRIYO)

BLORA – Camat Banjarejo Suherman sangat berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan bersih irigasi yang telah dilakukan Babinsa Desa Sembongin. Anggota TNI bersama-sama bergotong royong membersihkan irigasi di perbatasan Desa Plosorejo dengan Desa Sambongin, Kecamatan Banjarejo.

Lanjutkan membaca

Dinas Pengairan Diminta Prioritaskan Perbaikan Saluran Primer

Tanggul saluran irigasi petani di Dusun Glonggong, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh longsor. (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Longsornya beberapa ruas tanggul saluran primer irigasi di Kecamatan Toroh langsung direspon Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro. Wabup meminta agar dinas pengairan memprioritaskan perbaikan saluran primer tersebut. Sebab, fungsi saluran primer itu sangat vital karena jadi jalur utama distribusi air dari Bendung Sidorejo menuju areal persawahan.

Lanjutkan membaca