Anggaran Pemeliharaan Jalan di Kudus Tahun 2018 Capai Rp 5 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus mengalokasikan dana infrastruktur jalan mencapai Rp 5 miliar, di tahun 2018. Tidak hanya untuk jalan saja, dana itupun akan digunakan untuk pemeliharaan jembatan hingga pengairan.

Pada minggu ini, beberapa ruas jalan di Kota Kudus mendapatkan giliran diperbaiki. Di antaranya di Jl A.Yani, HM Basuno dan Jl dr Ramlan.

Adapun, panjang ruas jalan yang diperbaiki memiliki dimensi yang berbeda. Jl A. Yani memiliki panjang 778 meter dengan lebar 4,5 meter, Jl dr. Ramlan memiliki panjang 250 meter dengan lebar 8 meter. Sedangkan, Jl HM Basuno memiliki tiga ruas yang memiliki panjang masing-masing 50 meter, dengan lebar yang berbeda-beda, dua ruas selebar 6,25 meter dan satu ruas 6,40 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Samani Intakoris mengatakan, tiga jalan tersebut merupakan area penting bagi lalu lintas warga. Jalan Ahmad Yani menurutnya, merupakan akses utama menuju pusat kota. Sedangkan di Jl dr. Ramlan dan HM Basuno terdapat banyak lubang.

“Perbaikan dilakukan dari akhir pekan lalu. Perbaikan tidak pernah tuntas, karena setiap ada kerusakan langsung kami coba perbaiki,” tuturnya.

Ia mengatakan, kebijakan untuk melakukan pemeliharaan jalan bukan saja di ruas jalan kabupaten. Bahkan untuk ruas jalan nasional pun turut disasar untuk diperbaiki.

“Pertimbangan ini (perbaikan jalan nasional) dilakukan karena kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait,” urainya.

Editor: Supriyadi

Tergerus Air, Jalan Penghubung Dua Desa di Karimunjawa Jepara Ambrol

MuriaNewsCom, Jepara – Jalan penghubung Desa Karimunjawa dan Desa Kemojan putus. Hal itu karena, gorong-gorong yang ada di bawahnya tak kuat menahan gerusan air, sehingga ambrol dan menyisakan rekahan besar sekitar pukul 07.30 WIB.

Kepala Desa Karimunjawa Arif Rahman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jalan yang putus melintang sepanjang lebih kurang 3 meter. Sementara kedalamannya mencapai 2,5 meter.

Praktis, jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat atau lebih. Namun untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, masih memungkinkan lewat.

“Ada jembatan darurat yang dibuat dari kayu untuk dilewati oleh motor dan pejalan kaki,” tuturnya.

Hanya saja, ia mengakui hal itu kurang efektif. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama, dari Desa Karimunjawa menuju Desa Kemojan.

Wisatawan terlihat menyebrang melalui jembatan darurat yang dipasang diatas rekahan jalan, yang tadi pagi sekitar pukul tujuh ambrol. Jalan tersebut merupakan akses utama dari Desa Karimunjawa ke Desa Kemojan, Rabu (28/3/2018). (ISTIMEWA)

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Camat Karimunjawa Noor Sholeh. Menurut dia, akses tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Kemojan. Praktis, ambrolnya jalan mengganggu lalu lalang warga, termasuk para wisatawan.

“Untuk tur darat memang tidak memungkinkan. Tadi ada turis yang menyeberang melalui jembatan darurat. Namun Karimunjawa kan terkenal dengan tur laut,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihak Kecamatan Karimunjawa, hari ini akan membuat jalan alternatif. Hal itu dilakukan, agar aktifitas warga dan wisatawan tidak terganggu.

Menurut Sholeh, pembukaan jalan alternatif akan menggunakan alat berat. Selain itu, warga sekitar dan paguyuban pengemudi juga turut ambil bagian dalam swadaya tersebut.

“Lokasi jalan alternatif berada 25 meter dari jalan yang putus. Sebenarnya jalan (ambrol) itu sudah menjadi TO (Target Operasi) dari PUPR (untuk dibenahi). Tahun ini memang sudah dianggarkan, namun memang karena kondisi hujan dan keadaan jalan sudah parah, akhirnya ambrol,” urainya.

Sebelum ambrol, jalan tersebut sempat mengalami penurunan ketinggian. Hal itu kemudian telah dilaporkan kepada dinas terkait, untuk ditindaklanjuti.

Editor: Supriyadi

Pemkab Blora Minta Dukungan Perbaikan 4 Ruas Jalan Rusak ke Pemprov Jateng

MuriaNewsCom, BloraSedikitnya ada empat skala prioritas pembangunan yang diusung Pemkab Blora pada tahun anggaran 2019. Selanjutnya, keempat skala prioritas ini diusulkan pada Pemprov Jateng untuk mendapatkan dukungan anggaran.

“Empat usulan prioritas itu sudah kita sampaikan pada Pemprov Jateng. Yakni, saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-eks Karesidenan Pati di Pendopo Museum Kartini Kabupaten Rembang, hari Senin kemarin,” jelas Bupati Blora Djoko Nugroho, Rabu (21/3/2018).

Djoko menegaskan, empat usulan prioritas itu kesemuanya meliputi peningkatan infrastruktur jalan. Yakni, peningkatan jalan Kunduran-Doplang sepanjang 19,6 km dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Kemudian, peningkatan jalan Blora-Randublatung sepanjang 24,8 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar, peningkatan jalan Randublatung-Getas sepanjang 19,1 km dengan perkiraan anggaran Rp 20 miliar. Satu lagi adalah peningkatan jalan Mendenrejo-Megeri sepanjang 23 km dengan estimasi dana sekitar Rp 10 miliar..

“Peningkatan jalan itu butuh alokasi dana cukup besar. Kami berharap Pemprov Jateng bisa membantu pembangunan empat usulan prioritas tersebut,” katanya.

Lebih jauh Djoko menyatakan, peningkatan infrastruktur itu diperlulan untuk membuka akses jalan desa hutan yang selama ini menjadi kantong kemiskinan di wilayah Blora Selatan.

Jika jalan itu bisa terbangun dengan baik, maka roda perekonomian disekitarnya akan tumbuh cepat. Dampak selanjutnya, tingkat kemiskinan akan bisa berkurang.

“Seperti kita ketahui, akses jalan dari Blora ke utara (Rembang) sudah bagus. Akses ke barat arah Purwodadi bagus, begitu juga ke timur arah Bojonegoro bagus. Tetapi begitu kita melihat Blora ke selatan menuju Ngawi, belum ada jalan yang layak,” imbuh Djoko.

Editor: Supriyadi

Usai Ditinjau Bupati, Jalan Longsor di Sumberagung Grobogan Mulai Ditangani

MuriaNewsCom, GroboganPerbaikan jalan longsor pada tiga titik di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Grobogan akhirnya mulai dilakukan, Rabu (28/2/2018). Perbaikan jalan di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan itu mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Selain warga setempat, sejumlah personil TNI dan Polri juga ikut mendukung perbaikan ruas jalan longsor akibat banjir bandang tersebut.

Sehari sebelumnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyempatkan waktu untuk meninjau lokasi bencana. Saat itu, Sri langsung menjanjikan untuk secepatnya melakukan perbaikan insfrastruktur yang rusak. Baik jalan maupun talud sungai yang longsor dan mengancam rumah warga sekitar.

Banjir bandang yang menerjang Desa Sumberagung Senin (26/2/2018) mengakibatkan belasan rumah warga rusak. Selain rumah rusak, dampak banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari longsor ditiga titik. Kemudian, banjir bandang juga mengakibatkan talud sungai di samping rumah warga longsor cukup parah.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono menyatakan, perbaikan infrastruktur yang rusak di Desa Sumberagung ditargetkan rampung dalam waktu dua hari. Untuk perbaikan kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang itu, pihaknya menganggarkan dana sekitar Rp 400 juta.

”Biar penanganan bisa cepat, kita minta dukungan warga dan beberapa pihak untuk gotong royong. Jadi, penanganan kerusakan akibat banjir bandang kita lakukan bersama masyarakat,” katanya.

Subiyono menambahkan, setelah upaya perbaikan, dalam waktu dekat juga akan ada proyek perbaikan ruas jalan Wotgaleh-Sumberagung. Pada tahun ini sudah dialokasikan anggaran untuk perbaikan jalan senilai Rp 1 miliar.

”Seperti disampaikan Ibu Bupati kemarin, alokasi perbaikan jalan di Sumberagung akan jadi prioritas. Direncananakan, sampai tahun 2019, perbaikan ruas jalan rusak di Sumberagung hingga perbatasan Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari bisa tuntas diselesaikan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Berharap Ada Perbaikan, Pria di Grobogan Ini  Panjatkan Doa di Atas Jembatan Berlubang

MuriaNewsCom, GroboganBeragam cara dilakukan warga agar kerusakan insfrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya bisa segera dapat perhatian pemerintah setempat. Misalnya, dengan menami pisang pada lokasi kerusakan infrastruktur.

Selain itu, ada juga cara terbaru yang dilakukan warga agar kerusakan infrastruktur segera ditangani. Upayanya, dilakukan dengan memanjatkan doa pada titik kerusakan.

Hal inilah yang dilakukan seorang pria yang mengharapkan agar segera dilakukan perbaikan jembatan berlubang di Desa Sambongbangi, Kecamatan Kradenan, Selasa (6/2/2018). Aksi yang dilakukan pria bernama Tri Arianto itu bahkan sempat diunggah dalam akun media sosial dan mendapat banyak respon dari warganet.

Jembatan sepanjang 25 meter yang mengalami kerusakan itu berada di Dusun Kedungmacan. Kerusakan jembatan dengan lebar 3,5 meter itu berada pada bagian landasan.

Pada bagian tengah landasan jembatan terdapat lubang cukup besar. Ukurannya hampir mencapai 1 meter persegi. Dalam lubang itu masih terlihat besi penahan landasan yang dibuat dengan konstruksi beton.

Jembatan tersebut merupakan akses vital karena jadi penghubung antar desa. Selain itu, jembatan tersebut juga jadi akses utama menuju desa-desa di wilayah Kecamatan Gabus bagian utara. Seperti, Desa Banjarejo dan Karangrejo.

”Lubang pada jembatan sudah muncul sekitar tiga tahunan. Sempat ditutup tetapi tidak bisa tahan lama. Landasannya perlu dibongkar dan dibangun ulang. Sengaja saya berdoa disini supaya jembatan segera diperbaiki,” kata Tri Arianto.

Permintaan perbaikan jembatan sudah dilaporkan pada dinas terkait. Namun, sejauh ini perbaikan landasan secara permanen belum terealisasi.

”Lubang pada jembatan itu sudah berulangkali bikin pengendara terperosok. Soalnya, dari kejauhan lubangnya tidak kelihatan. Bagi pengendara yang tidak pernah lewat sini, tidak tahu kalau ada lubang dibagian tengah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Dibiarkan Rusak Selama 7 Tahun, Jembatan di Desa Lajer Grobogan Kian Memprihatinkan

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Lajer, Kecamatan Penawangan, Grobogan berharap ada penanganan jembatan rusak dari instansi terkait. Harapan itu dilontarkan karena kerusakan jembatan sudah terjadi cukup lama, yakni sekitar tahun 2011 lalu.

Selain itu, jembatan yang ada di Dusun Bringin tersebut punya peran cukup vital. Selain jadi akses antardesa, jembatan sepanjang 25 meter itu juga jadi jalur alternatif menuju wilayah Kecamatan Karangrayung.

Dari pantauan di lapangan, kerusakan terjadi pada dua tiang penyangga jembatan yang ambles. Kondisi ini menjadikan posisi satu sisi jembatan terlihat miring.

Sampai saat ini, jembatan tersebut memang masih difungsikan. Bahkan, kendaraan roda empat masih sesekali melintas dari kedua arah. Hanya saja, kendaraan yang membawa muatan tidak berani melintas karena khawatir jembatannya ambrol.

”Jembatan ini merupakan jalan pintas dari Kecamatan Penawangan dan Kecamatan Karangrayung. Kalau tidak lewat sini, harus mutar cukup jauh,” kata Suradi, warga setempat.

Jembatan tersebut awalnya dibangun masyarakat secara swadaya, puluhan tahun lalu. Hingga saat ini, belum sempat ada proyek renovasi jembatan diatas Kali Lanang tersebut.

”Kami berharap, kerusakan jembatan segera ditangani. Memang ada jembatan gantung tapi tidak bisa dilalui roda empat,” imbuh Ansori, warga lainnya.

Editor: Supriyadi

Buat Perbaikan Infrastruktur, Pemkab Grobogan Minta Tambahan Biaya

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Grobogan untuk mendapatkan dana buat perbaikan infrastruktur yang memerlukan biaya besar. Salah satunya, dengan mengupayakan tambahan dana alokasi khusus (DAK) dan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp 100 miliar ke pusat.

Informasi yang didapat, Bupati Sri Sumarni pada Selasa (28/2/2017) berada di Jakarta untuk mengusulkan tambahan dana yang akan dipakai untuk perbaikan infrastruktur tersebut melalui kementerian keuangan. Ikut mendampingi bupati, Kepala DPPKAD Moh Sumarsono dan Kepala PUPR Subiyono.

“Kita masih memerlukan bantuan untuk perbaikan infrastruktur. Keuangan daerah tidak akan cukup mengingat luas wilayah yang ada. Oleh sebab itu, kita memperjuangkan bantuan dana dari pemerintah pusat,” kata Subiyono.

Menurutnya, kunjungan ke  Kementerian Keuangan dalam rangka mengajukan proposal untuk pembangunan infrastruktur senilai Rp 100 miliar. Dana tersebut bakal digunakan untuk pembiayaan infrastruktur jalan, penataan kota Purwodadi dan pembangunan embung.

Subiyono menyatakan, perlunya tambahan dana itu disebabkan alokasi yang didapat Grobogan dirasa lebih kecil dibandingkan daerah lain. Terutama, daerah yang luas wilayahnya relatif kecil dari Grobogan.

“Bantuan dari pusat selama ini diberikan berdasarkan jumlah desa, bukan luas wilayah. Daerah lain dapat bantuan lebih besar karena jumlah desanya banyak padahal luas wilayahnya lebih kecil dari kita. Fakta di lapangan ini perlu kita sampaikan kepada pemerintah pusat,” jelas mantan Kadinas Pengairan itu.

Editor : Akrom Hazami

Miris, Kondisi Jalan Kabupaten Grobogan Rusaknya Super Parah


Warga melintas di jalan rusak yang ada di ruas jalan Danyang-Kradenan, wilayah Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prioritas utama Pemkab Grobogan untuk memperbaiki infrastruktur jalan tampaknya harus segera dikerjakan.Sebab, hingga saat ini masih banyak ruas jalan yang kondisinya mengenaskan dan perlu penanganan secepatnya.

Salah satunya ruas jalan Danyang-Kradenan yang masuk wilayah Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Dari pantauan di lapangan, kondisi ruas jalan yang sebelumnya sempat dilapisi aspal ini memang mengalami rusak parah. Di ruas jalan ini terdapat banyak kubangan berukuran cukup lebar. Beberapa kubangan bahkan nyaris memakan seluruh ruas jalan.

Di titik kubangan ini, para pengendara motor terpaksa harus jalan bergantian karena ruas jalan yang masih utuh hanya tinggal sedikit dan tidak cukup dilalui kendaraan dari kedua arah. Sedangkan kendaraan roda empat harus berjalan hati-hati ketika menerobos kubangan yang kondisinya cukup dalam.

“Kondisi jalan ini parah banget. Masak jalan kabupaten kondisinya kok penuh kubangan kayak gini,” cetus Yogi Pratama, salah seorang pengendara yang melintas di ruas jalan rusak tersebut.

Ruas jalan rusak panjangnya sekitar 1,5 km. Di sebelah barat dan timur ruas jalan rusak ini kondisinya relatif bagus karena sudah dicor beton.

“Ruas jalan yang rusak sebenarnya tinggal sedikit saja karena yang sebelah barat dan timur sudah dicor. Tetapi sampai sekarang ruas jalan rusak ini belum juga ditangani. Padahal kondisinya cukup parah,” kata Ariawan, warga setempat.

Warga berharap kerusakan jalan itu segera dapat perhatian dari dinas terkait. Minimal, jika belum diperbaiki permanen dengan cor beton, kubangan yang terlihat ditutup dulu biar pengendara bisa melintas dengan mudah.

“Jalan ini termasuk jalur utama penghubung antar beberapa kecamatan. Tiap hari arus lalu lintasnya cukup padat. Kami harap jalan ini segera ditangani karena kondisinya parah dan membahayakan. Terutama ketika hujan karena ruas jalan tertutup air sehingga sulit menentukan dimana posisi kubangannya,” imbuh Tumino, warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono ketika dimintai komentarnya menyatakan, pada tahun anggaran 2017 ini, sudah dialokasikan dana Rp 200 miliar khusus untuk perbaikan jalan. Rencananya, dana pinjaman itu akan digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 66,3 km.

Dana pinjaman nanti akan dialokasikan untuk perbaikan jalan yang dibagi dalam dua wilayah. Yakni, wilayah Grobogan bagian Timur dan Barat yang masing-masing dialokasikan Rp 100 miliar. Proyek jalan nanti akan dibagi dalam beberapa paket pekerjaan.

“Saat ini, kita masih menyiapkan proses lelang untuk proyek perbaikan jalan. Kalau tidak salah, ruas jalan di Desa Tuko itu masuk dalam alokasi perbaikan. Saya ini tidak bawa datanya. Coba besok saya cek kepastiannya,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Rp 2 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan Jalan Wonosoco Kudus

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga menerobos jalan yang terendam banjir di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus menggelontorkan bantuan pembangunan jalan untuk wilayah Wonosoco, Undaan, Kudus, Rp 2 miliar. Bantuan tersebut dialokasikan dari APBD murni 2017, yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kudus Mas’an. Menurutnya, bantuan dapat segera dilaksanakan dalam perbaikan infrastruktur berupa jalan di kawasan Wonosoco. Bantuan dikhususkan untuk perbaikan jalan, yang mana dianggap butuh pembenahan.

“Saya sudah mengalokasikan bantuan untuk jalan, saya sudah ‘dok’ bantuan tersebut, dan saya juga sudah memperparipurnakan dalam sidang paripurna DPRD Kudus 2017,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, mengenali proses pembangunan jalannya, dipercayakan kepada dinas yang menanganinya yakni PUPR. Sebab itu merupakan tugas dari SKPD. Hanya mengenai panjangnya jalan yang bakal digarap, pihaknya tidak bisa menjelaskan karena bukan wewenang dewan.

Namun, dia berharap pembangunan dapat segera dilaksanakan setelah berjalannya prosedur, yakni lelang dan sebagainya. Hal itu karena lokasi Wonosoco sangat membutuhkan penanganan pascabanjir. “Di sana beberapa kali terjadi banjir dan tergenang air, hal itu membuat jalannya rusak cukup parah sepanjang jalan di Wonosoco Undaan. Jadi pembenahan juga harus segera,” ungkap dia.

Dengan adanya jalan yang bagus, bukan hanya akses warga yang dapat tertolong, namun juga pertanian yang juga makin lancar. Selain itu sebagai kawasan wisata juga nyaman dilalui oleh para warga atau wisatawan.

Editor : Akrom Hazami

Selesai Hampir  Sebulan, Pagar Pengaman Proyek Alun-alun Purwodadi Tak  juga Dibongkar

Warga melintas di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, yang masih ditutipi pagar seng, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melintas di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, yang masih ditutipi pagar seng, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keinginan berbagai pihak untuk menyaksikan hasil proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, belum juga bisa terwujud. Karena sampai Jumat (17/1/2017), pagar pengaman proyek alun-alun belum juga dibuka.

Dari pantauan di lapangan, di sekeliling alun-alun masih terpasang pagar seng setinggi 2 meter yang sebelumnya dipakai untuk mengamankan proyek senilai Rp 10,3 miliar tersebut. Beberapa warga yang ingin melihat kondisi alun-alun pascarevitalisasi terpaksa melongok dari celah pagar seng.

“Sejak beberapa hari lalu, saya merasa penasaran ingin lihat kondisi alun-alun sekarang seperti apa. Tetapi, pagar seng tidak kunjung dibongkar. Terpaksa ngintip dari celah pagar,” kata Budiyono, warga yang ditemui di Alun-alun Purwodadi.

Belum dibukanya pagar pengaman memang mengundang banyak pertanyaan. Sebab, proyek revitalisasi alun-alun sudah selesai akhir tahun 2016 lalu.

Semula pihak rekanan diberi toleransi untuk tetap memasang pagar hingga sekitar tanggal 21 Januari 2017. Kebijakan ini dilakukan karena beton untuk beberapa kantong parkir belum kering.

Oleh sebab itu, pagar sekeliling tetap dipasang sampai umur beton memenuhi persyaratan. Namun pada kenyataannya, pagar pengaman masih tetap terpasang sampai lewat batas toleransinya.

“Terus terang, kami berharap agar pagar pengaman bisa segera dibuka. Soalnya, kami juga butuh persiapan untuk pindahan ke lokasi jualan baru bagi PKL di sisi timur yang sudah selesai dibangun,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan Adi Sucipto.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Joni Sarjono ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejak beberapa hari lalu pihaknya sudah meminta PT Aditya Mulya Pratama supaya membuka pagar seng pengaman, meski tidak dibuka total. Tetapi hanya di beberapa bagian yang tidak dicor untuk kantong parkir kendaraan. Tujuannya supaya masyarakat bisa melihat kondisi alun-alun dan memanfaatkan untuk aktivitas.

“Kami sebenarnya sudah minta rekanan untuk membuka sebagian pagar. Minimal di titik masuk yang tidak ada pekerjaan cornya. Nanti, akan kita koordinasikan lagi dengan rekanan supaya segera membuka pagar pengaman,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tahun Ini, Jalan Penghubung Kaliwungu ke Papringan Kudus Rampung

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi Jalan Penghubung Desa Kaliwungu menuju Desa Papringan, direncanakan tuntas tahun ini. Sejumlah upaya telah dilakukan guna menyelesaikan penghubung dua desa tersebut.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kaliwungu, Khotibul Umam, mengatakan kalau pihak desa sudah menyiapkan sejumlah skema dalam hal penanganannya. Seperti halnya pembuatan talut untuk jalan yang habis akan dilakukan guna mengembalikan fungsi jalan.

“Kami sudah mengalokasikan Dana Desa sejumlah  Rp120 juta untuk perbaikan jalan yang ambrol. Rencananya pembangunan akan dimulai Mei mendatang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, perbaikan akan dilaksanakan dengan pembuatan talud sepanjang kurang lebih 40 meter, dengan kedalaman sekitar 4 meter. Hal itu akan membuat jalan semakin kuat dan aman dari sentoran banjir.

Tak hanya pembangunan talud, pengecoran jalan juga akan dilakukan. Pengecoran akan dilakukan kerja bakti oleh Kodim 0722 Kudus. Sebagaimana terlihat sepanjang jalan tersebut merupakan jalan tanah sepanjang sekitar 300 meter untuk mencapai perbatasan desa.

Tak hanya itu akses jembatan juga akan dibangun. Sebab selama ini belum ada jembatan penghubung antara dua desa tersebut. Dampaknya, jika sungai meluap maka warga harus memutar. “Kalau jembatan, ada rencana diambil dari TMMD. Itu juga bakal dilaksanakan tahun ini juga,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Bahaya! Trotoar di Samping Kantor Camat Cepu Berlubang

f-upload  besok pagi jam 8

Trotoar di Jalan Ronggolawe Cepu nampak berlubang. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Trotoar yang berada di samping Kantor Camat Cepu, Blora membahayakan bagi pejalan kaki. Hal ini, karena terdapat lubang yang menganga cukup besar dan tanpa ada tulisan peringatan, serta dibiarkan begitu saja.

Kondisi ini juga membuat pengendara harus lebih hati-hati, karena posisinya yang berada tepat di depan gerbang masuk gang.

“Sudah lamatrotoar ini berlubang, tapi masih dibiarkan,” ungkap Priyo, salah seorang pedagang yang berada di dekat trotoar tersebut.

Menurut Priyo, kondisi trotoar yang berlubang itu sangat membahayakan warga. Sebab, saat hujan deras, seluruh trotoar tertutup air, sehingga lubang besar itu tak kelihatan.

Di sisi lain, banyak pengendara sepeda motor yang melintasi jalan itu, karena memang gang tersebut merupakan gang penghubung sejumlah kampung di Cepu. Sehingga, banyak masyarakat yang melintas dari Jalan Raya Ronggolawe melewati gang tersebut. “Seharusnya itu segera diperbaiki,” imbuhnya.

Selain membahayakan, lokasi yang berada tepat di samping Kantor Kecamatan Cepu itu, menurutnya juga mengurangi keindahan. Sebab, lokasi trotoar yang berlubang itu hanya terpisah tembok gapura dari Kantor Kecamatan Cepu.

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cepu Wirastomo Wisnumengungkapkan, bahwa trotoar tersebut akan diperbaiki tahun ini. “”Rencananya, pertengahan April baru akan diperbaiki,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Pemkab Janji Bakal Perangi Kemiskinan dan Pengangguran di Pati

Bupati Pati Haryanto bersama jajarannya berkomitmen untuk memerangi pengangguran dan kemiskinan di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto bersama jajarannya berkomitmen untuk memerangi pengangguran dan kemiskinan di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pembangunan infrastruktur yang begitu pesat di Pati saat ini akan diimbangi dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal itu diharapkan bisa menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom mengatakan, upaya pembangunan SDM di Pati dengan memerangi pengangguran dan kemiskinan itu rencananya menjadi prioritas pada 2017 mendatang. Pihaknya akan fokus pada kegiatan peningkatan pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur di Pati tetap terus kami utamakan. Namun, pada 2017 kami akan tingkatkan pembangunan sumber daya manusia. Kami akan gencarkan agenda pemberdayaan yang membekali SDM supaya bisa lebih mandiri. Ujungnya, upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran akan tercapai,” kata Haryanto, Jumat (25/3/2016).

Dari tahun ke tahun, prosentase kemiskinan di Pati sebetulnya sudah mengalami penurunan. Kendati begitu, pihaknya berambisi menekan angka kemiskinan dan pengangguran sampai memenuhi target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2017.

Pada 2014, jumlah penduduk miskin di Pati mencapai 148 ribu jiwa. Karena itu, pihaknya akan menekan angka kemiskinan hingga 4,2 persen.

Sementara itu, dari jumlah penduduk di Pati yang berkisar di angka 1,2 juta jiwa, angka pengangguran di Pati mencapai 6,37 persen. Meski sudah memenuhi target pada RPJMD yang berkisar di angka 6,6 persen, tetapi pemkab sepertinya akan berupaya untuk menurunkan lagi.

“Sebetulnya dalam RPJMD sudah mencapai target. Namun, kami terus berupaya menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan dalam rangka mendukung program Bappeda Jawa Tengah. Kalau angka kemiskinan dan pengangguran di Pati rendah, itu akan menyumbang sekian prosentase untuk ikut menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

2016, Bupati Kudus Utamakan Pembangunan Infrastuktur Desa

Bupati Kudus, Musthofa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus, Musthofa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemdes di Kudus, pada tahun ini mendapatkan anggaran yang tidak sedikit. Untuk itu, membangunan dalam pemerintahan desa pada tahun ini harus menekankan pada infrastuktur di lingkup desa.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Kudus Musthofa, menurutnya, pada tahun 2016 ini, pembangunan di lingkup desa diutamakan pada pembangunan infrastuktur desa. ”Jangan sampai ada insfrastruktur yang rusak. Jalan semuanya harus bagus. Untuk itu pembangunan infrastuktur di 2016 juga harus diutamakan,” katanya.

Pembangunan infrastruktur, kata bupati juga menjadi patokan dalam kesuksesan dalam sebuah pemerintahan. Sebab satu dari lima aspek keberhasilan kepemimpinan adalah kesuksesan dalam pembangunan infrastuktur.

”Jalan-jalan desa harus bagus semua, jangan sampai ada keluhan dari masyarakat atau yang sms saya soal jalan di desanya buruk,” ujarnya.

Dia berharap, dengan semua infrastruktur yang bagus,dapat memuaskan masyarakat. Sebab desa juga mendapatkan biaya yang tidak sedikit dalam pemerintahan desa. Untuk itu sudah saatnya jika dikembalikan untuk masyarakat.

Editor : Titis Ayu Winarni

Tanggul Sungai SWD 2 Kudus Dipercaya Tempat Ngumpulnya Para Memedi

Tanggul sungai SWD 2 jebol pada 2013 silam dan kini dalam pemantauan secara intens oleh warga Blimbing Kidul Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tanggul sungai SWD 2 jebol pada 2013 silam dan kini dalam pemantauan secara intens oleh warga Blimbing Kidul Kaliwungu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Longsor yang sering terjadi di tanggul sungai SWD 2 yang berada di sebelah utara Desa Blimbing Kidul, Kaliwungu menjadi kekhawatiran warga setempat. Karena ketika banjir, air akan meluap ke area persawahan warga setempat. Namun sebagian percaya hal tersebut bukan kejadian alam  semata, namun juga mengandung hal mistis.

Salah satu warga Desa Blimbing Kidul mengaku bernama Rusmanto (55) mengutarakan, sebagain sungai atau tanggul pasti ada bangsa halusnya. ”Sehingga disaat jebol, pasti ada sebabnya. Apakah itu memang kontur tanahnya atau juga dapat disangkut pautkan dengan memedi,” paparnya.

Sekitar tahun 2013, tanggul tersebut jebol dan membanjiri wilayah desa setempat. Sehingga desa tersebut gagal panen dan petani merugi hingga jutaan rupiah. ”Jebolnya tanggul ini memang agak aneh. Karena sebelum magrib saat itu, saya melihat  seseorang wanita berselendang hitam berjalan dari jembatan sungai ini menuju ke arah timur,” ujarnya.

Dia melanjutkan, setelah wanita itu berjalan ke arah timur kira-kira berjarak 100 meter dari jembatan, wanita tersebut langsung menceburkan diri. Padahal waktu itu mendung gelap dan akan turun hujan. Dengan adanya hal aneh itu, warga setempat berpendapat adanya keterkaitan dengan jebolnya tanggul sungai SWD 2 tersebut yang mengandung hal mistis.

Sementara itu, warga lain Nur Rohman (49) memaparkan, selain itu juga disaat mendung gelap kira-kira Selasa (8/3/2016) lalu, dirinya menjumpai anak kecil seusia 2 tahun. ”Anak tersebut tidak memakai baju. Apakah itu banas pati (penunggu kali) atau memang manusia? Kalau manusia sungguhan juga tidak mungkin, sebab suasana mendung gelap kok ada anak kecil bermain di pinggir kali atau di atas tanggul,” tuturnya.

Dia menambahkan, adanya memedi dan sejenisnya itu harus disikapi dengan bijak. Sebab warga sekitar kerap menemui hal-hal aneh. Tapi yang paling penting, tidak saling mengganggu.

Editor : Titis Ayu Winarni

Alokasi Dana untuk Klinik Jalan di Jepara Meningkat Lima Kali Lipat

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kualitas jalan di Kabupaten Jepara masih banyak yang rendah. Sehingga, kerap mengalami kerusakan meski belum lama diperbaiki. Untuk merespon jalan yang rusak dengan cepat, pemerintah menggunakan sistem klinik jalan, pada tahun 2016 ini, menaikkan alokasi anggaran untuk lima kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Kalau tahun 2015 hanya Rp 2 miliar saja, tahun ini sampai Rp 10 miliar. Kenaikan ini untuk mengatasi banyaknya jalan yang rusak dengan cara yang lebih cepat,” ujar Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang menjadi skala prioritas tahun ini. Sehingga, diharapkan semua ruas jalan dapat mulus dan dapat dinikmati semua warga Jepara. Terlebih, langkah-langkah membuat jalan mulus sudah digencarkan sejak tahun 2015 lalu.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi D DPRD Jepara Agus Sutisna. Menurutnya,alokasi anggaran untuk klinik jalan sebesar Rp 10 miliar itu ada di APBD 2016 murni. Pihaknya juga memastikan di APBD Perubahan juga bakal dialokasikan dana tambahan minimal Rp 5 miliar.

“Anggaranklinik jalan memang diperbesar untuk memberikan respon cepat jika ada jalan yang mengalami kerusakan,” kata Agus.

Lantaran alokasi dana untuk perbaikan semakin ditingkatkan, diharapkan masyarakat dapat dengan cepat memberikan informasi jika ada titik jalan yang rusak dan butuh penanganan segera.

“Bagaimanapun juga, pemerintah sangat membutuhkan informasi itu agar dapat segera diperbaiki,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Ini Prioritas Perbaikan Jalan di Jepara Melalui Klinik Jalan

Kios Baru di Taman Krida Kudus Kurang Sip

Warga melintas di depan bangunan kios di Taman Krida Kudus.

Warga melintas di depan bangunan kios di Taman Krida Kudus.

 

KUDUS – Pembangunan proyek Taman Krida Kudus mendapat tanggapan negatif. Karena proyek senilai hampir Rp 3 miliar itu belum juga selesai.

Bahkan dari 130 unit bangunan kios yang ada, ternyata juga belum semuanya tertata. Di antaranya tidak semua bangunan dipasangi rolling door.

Pembangunannya yang baru selesai Desember 2015 itu, seketika disoroti warga. “Ada yang dipasangi rolling door, tapi ada juga yang tidak. Idealnya kan semua bangunan dipasangi,” kata salah satu warga setempat, Sholeh, Senin (4/1/2015).

Persoalan lainnya adalah ihwal bagian depan kios yang masih terlalu tinggi dibanding permukaan jalan. Karena, jelas itu akan menghambat aktivitas jual beli. Dari pantauan juga, di lokasi itu belum dibangun toilet umum. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Pengerjaan Ribuan Proyek Pembangunan di Rembang Batal Dikerjakan

Salah satu proyek pembangunan berupa pembetonan di ruas Jalan Raya Sulang-Sumber. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Salah satu proyek pembangunan berupa pembetonan di ruas Jalan Raya Sulang-Sumber. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pelaksanaan rencana pembangunan di Kabupaten Rembang nyaris dapat dipastikan tidak berjalan maksimal tahun ini. Sebab dari total 1.912 paket kegiatan pembangunan yang bakal dilelang, hanya ada 67 yang diprediksi bisa dilelang atau sebanyak 1.845 kegiatan pembangunan di Kota Garam batal dilelang.

Ketersediaan waktu menjadi penyebab utama batalnya pengerjaan ribuan jenis kegiatan pembangunan tersebut. Waktu pengerjaan proyek yang secara efektif hanya tiga bulan, dinilai tidak cukup untuk mengerjakan kegiatan. Pemkab bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat pun langsung melakukan pemilihan terhadap proyek yang memungkinkan untuk dilelang dan digarap tahun ini.

”Semestinya memang ada 1.912 kegiatan yang akan dilelang tahun ini. Namun yang masuk kepada kami untuk diumumkan hanya 67 kegiatan dengan nilai total Rp 98,1 miliar. Tetapi dari 67 kegiatan itu, baru 5 yang kini selesai dilelang dan masih ada 5 lagi dalam proses pelelangan,” ujar Gantiarto, Kepala Unit Layangan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa pada Pemkab Rembang, Jumat (18/9/2015). (AHMAD FERI/TITIS W)

 

Dishubkominfo Pastikan Tidak Ada Tumpang Tindih dalam Proyek

Untitled-1

 

KUDUS – Kadinas Dishubkominfo Didik Sugiharto juga pernah menyampaikan hal yang serupa. Yakni dengan rusaknya progam yang dilakukan karena tertindih instansi lainnya. Sehingga proyek mengalami cepat rusak.

”Dulu sering terjadi, jalan yang kami cat dengan rambu tidak awet karena tidak lama dilakukan pengaspalan. Kemudian ada lagi mata kucing atau paku jalan yang rusak terlindas alat berat,” keluhnya.

Namun untuk saat ini, lanjutnya, hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Karena antara instansi yang saling berkaitan dengan progjanya sudah dikumpulkan, sehingga dalam melakukan pekerjaannya nanti tidak akan tumpang tindih.

”Sudah dikumpulkan beberapa wakktu yang lalu, bukan hanya beberapa, namun semuanya yang berkaitan. Sehingga nanti sudah tertata, mana saja yang melakukan tugasnya lebih awal,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

BAPPEDA : Antar SKPD Dilarang Tumpang Tindih

Untitled-1

 

KUDUS – Semenjak 2015, pelaksaan proyek antar SKPD dinilai tidak ada tumpang tindih. Sebelumnya Bappeda mengimbau supaya tidak akan ada lagi tumpang tindih dalam mengerjakan proyeknya.

Sebelumnya Kepala Bappeda Kudus Jatmiko pernah mengatakan, kejadian tumpang tindih kerap menjadi penyebab cepat rusaknya pekerjaan proyek. Hal utama yang menyebabkan cepat rusak adalah pengerjaan proyek dilaksanaka dalam waktu yang kurang tepat.

”Infrastutkur kurang awet, karena satu instansi dengan lainnya kurang komunikasi. Sehingga diharapkan mulai tahun ini ditata supaya hal tersebut tidak akan terulang kembali,” kata Jatmiko.

Dia mencontohkan, misalnya saja dengan adanya pengaspalan jalan, namun tidak diimbangi dengan drainase yang bagus. Sehingga air menjadi luber dan tumpah hingga jalan, hal itu mempercepat kerusakan jalan.

Berdasarkan pengalaman tersebut, lanjutnya. Pihak instansi ketika hendak mengerjakan progam, sebelumnya melakukan kordinasi dengan instansi lainnya. Sehingga tidak akan tumpang tindih dan merugikan masyarakat.

Menurut dia, dengan tidak adanya tumpang tindih dan lebih sering komunikasi. Maka proyek juga lebih awet. Sehingga masyarakat juga lebih lama menikmatinya, dan sumber dana dapat dimanfaatkan dengan baik. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pelaksanaan Proyek di Kudus Dinilai Tumpang Tindih

Untitled-1

(Ilustrasi/MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (GEMATAKU) menilai pelaksanaan program pembangunan di Kudus selama ini belum terkoordinasi dengan baik. Semua SKPD melaksanakan kegiatan berdasarkan analisa dan keinginan masing-masing.

Hal itu diutarakan oleh Selamat Mahmudi, dia mengungkapkan Kurang koordinasi antar instansi/SKPD memunculkan potensi persoalan. Dari kesamaan kegiatan antar SKPD hingga kerusakan fasilitas publik, karena tidak adanya perencanaan infrastruktur pendukung yang dapat menjamin kelangsungan fasilitas publik tidak cepat rusak.

”Idealnya kewenangan SKPD yang berbeda dapat bersinergi. Ketika infrastruktur jalan dibangun, idealnya sistem drainase juga diupayakan. Sehingga ruas jalan yang dibangun tidak cepat rusak akibat genangan air saat hujan tiba,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk program yang bersifat pemberdayaan dan pelatihan tidak jarang ada kesamaan kegiatan diantara SKPD. Hal ini dapat ditemui pada kegiatan pelatihan kerja antara Dinas Tenaga Kerja dengan Dinas Perindustrian, koperasi dan UMKM.

”GEMATAKU berharap persoalan koordinasi antar SKPD dapat diselesaikan oleh Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA). Tidak hanya pada aspek penganggaran, tetapi juga memastikan kegiatan yang dilaksanakan antar SKPD dapat berkesinambungan,” jelasnya.
(FAISOL HADI/TITIS W)

Siapkan Rp 1,6 Triliun, Pemkab Kudus Prioritas Pembangunan Infrastuktur Selama 2016

Jpeg

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan Ketua DPRD Kudus Mas’an saat mencapai kesepakatan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Pemkab Kudus akan memprioritas pembangunan infrastruktur selama tahun 2016 mendatang. Hal itu dilakukan setelah pihak eksekutif (Pemkab Kudus) dan legislatif (DPRD) mencapai kesepakatan. Lanjutkan membaca

Tahun Ini, DPPKKI Blora akan Pasang Traffic Light di Perempatan Jl. Jensud

Sejumlah pengendara yang berlalu lalang di perempatan Jl Jendral Sudirman yang baru memiliki satu traffic light.(MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Kepala Dinas Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi, dan Informatika (DPPKKI) Blora Slamet Pamuji melalui Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Kabupaten Blora Viktor Rudi Probo H mengatakan, tahun ini pihaknya baru menganggarkan satu traffic light untuk satu perempatan yang belum berambu, yakni di perempatan Jl Jendral Sudirman (Jensud).

Lanjutkan membaca

Warga Berharap Pengaspalan Segera Diselesaikan

Kondisi Jalan Sosrokartono, Kaliputu, Kudus yang berlubang cukup besar yang juga terdapat sepanjang jalan hingga Proliman, siap diperbaiki besok Rabu (13/5/2015). (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Warga yang mayoritas memiliki usaha di pinggir Jalan Sosrokartono, Kaliputu, menuju Proliman, Kudus, berharap supaya pengaspalan jalan tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.

Lanjutkan membaca

Jalan Sosrokartono Kudus Bakal Diaspal

Kondisi Jalan Sosrokartono, Kaliputu, Kudus yang berlubang cukup besar yang juga terdapat sepanjang jalan hingga Proliman, siap diperbaiki besok Rabu (13/5/2015). (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO). 

KUDUS – Setelah dikonfirmasi kepada salah satu staf  BPT Bina Marga wilayah Eks Karesidenan Pati, Provinsi Jawa Tengah, yang beralamat di Jalan Pramuka Wergu Wetan, Kudus,  memang benar Jalan Sosrokartono, Kaliputu, Kudus, menuju Proliman, Kudus, akan diaspal.

Lanjutkan membaca