Tak Sekedar Beladiri, Dalmas Polres Blora Juga Dibekali ‘Ilmu Sakti’ untuk Hadapi Penjahat

MuriaNewsCom, Blora – Para pelaku tindak kejahatan di Kabupaten Blora sepertinya harus berpikir dua kali untuk beraksi di Kota Mustika. Pasalnya, belasan Dalmas Sat Shabara Polres Blora ternyata dibekali ilmu beladiri yang tak biasa.

Hal itu terlihat saat 15 anggota Dalmas unjuk kebolehan beladiri di Halaman Belakang Polres Blora, Selasa (30/8/2018) usai apel pagi. Belasan anggota itu memperagakan atraksi memecahkan dan melumat Batako yang ditumpuk beberapa Lapis.

Mereka juga memamerkan cara beladiri bertarung menghadapi pelaku kejahatan yang membawa pistol, tongkat, dan pisau.

Setiawan, instrukutur beladiri Merpati Putih mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari pengamanam yang dilakukan Polri dalam menyikapi pelaku kejahatan yang sewaktu-waktu terjadi.

”Sebelum memecahkan batako dan lempeng besi kali ini, seluruh personil Dalmas Polres Bora melewati latihan ilmu beladiri Merpati Putih selama beberapa bulan dengan materi yang berbeda dan ternyata berhasil,” ucap Setiawan seperti dikutip dari Tribratanews.

AKP Siswanto Kasat Sabhara mengatakan seluruh gerakan yang diperagakan merupakan bagian dari latihan yang dilakukan Anggota Dalmas supaya memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Sebab, tantangan tugas kedepan semakin berat apalagi jelang masa kampanye Pilkada tahun 2018 ini.

”Pasukan Dalmas adalah pasukan utama Polres Blora yang sebagian besar anggotanya masih berusia muda, maka dari itu ketahanan fisik dan mental perlu diasah terus untuk membentuk kepribadian Polri yang handal,” katanya.

Kasat Sabhara menambahkan, pematahan balok juga lempeng besi dengan kepala dan tangan itu tidak ada unsur mistis sama sekali. Hal itu bisa terjadi karena memanfaatkan tenaga dalam yang selama ini dipelajari pada ilmu beladiri Merpati Putih.

Kemampuan mematahkan balok dan lempeng besi tersebut ternyata menjadi perhatiam Kapolres Blora AKBP Saptono. Karena, hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa adanya pengalaman dan juga latihan yang dilakukan oleh orang yang melakukannya.

Kapolres Blora menjelaskan, peragaan beladiri tidak lain hanya bagian dari unjuk keterampilan yang dimiliki anggotanya. Dan bukan sebagai ajang untuk menyombongkan diri serta besikap sewenang-wenang ketika berada di tengah masyarakat.

”Ini bagian dari show of force kami. Bahwa kami siap melayani dan mengayomi masyarakat. Yang paling penting keahlian ini bukan untuk disombongkan atau disalah gunakan sewenang-wenang,” terang AKBP Saptono.

Editor: Supriyadi