BBPBAP Jepara Resmikan Unit Produksi Pakan Mandiri

Unit baru ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia Slamet Soebjakto. Hadir pula pada kesempatan tersebut Bupati Jepara bersama segenap Forkopinda serta Dinas/Instansi terkait, Kamis (7/1 2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Unit baru ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia Slamet Soebjakto. Hadir pula pada kesempatan tersebut Bupati Jepara bersama segenap Forkopinda serta Dinas/Instansi terkait, Kamis (7/1 2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara mengembangkan unit produksi pakan mandiri guna memenuhi kebutuhan pakan ikan secara mandiri. Unit baru ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia Slamet Soebjakto. Hadir pula pada kesempatan tersebut Bupati Jepara bersama segenap Forkopinda serta Dinas/Instansi terkait, Kamis (7/1 2016).

Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara Sugeng Rahardjo berharap keberadaan unit produksi pakan mandiri ini dapat mendukung Program pemerintah Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari). Sehingga masyarakat semakin tertarik mengembangkan budidaya ikan.
”Sebagaimana yang tengah giat didorong terus oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tujuan utamanya adalah sebagai upaya untuk menurunkan komponen biaya pakan ikan. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan nelayan pembudidaya ikan untuk pakan bisa mencapai 80 persen,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan melalui Gerpari, akan terbentuk kelompok – kelompok baru misalnya Kelompok Produsen Pakan, Kelompok Penyedia Bahan baku Pakan, dan bahkan Kelompok Pemasar Pakan. Kelompok ini diharapkan mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja di bidang perikanan budidaya dan juga meningkatkan perekonomian daerah.

”Hal ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, supaya biaya pakan harus turun sampai dengan 60 persen. Sebagai tindak lanjutnya, Ditjen Perikanan Budidaya mengembangkan empat pilar kemandirian, untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya, agar bisa setara dengan Usaha Kecil Menegah (UKM),” ungkapnya.

Dia membeberkan, ada empat kemandirian yang harus kita kembangkan. Yaitu kemandirian kawasan, kemandirian sarana produksi, kemandirian kelompok pembudidaya dan juga kemandirian usaha. Kemandirian pakan yang merupakan bagian dari kemandirian sarana produksi, saat ini di dorong melalui gerakan pakan ikan mandiri. (WAHYU KZ/TITIS W)

Kudus Butuh Pasar Ikan Hias

Banyaknya pembudidaya ikan hias di Kudus membuat dinas terkait berinisiatif bangun pasar khusus ikan hias. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Banyaknya pembudidaya ikan hias di Kudus membuat dinas terkait berinisiatif bangun pasar khusus ikan hias. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Semakin berkembangnya usaha ikan hias, membutuhkan wadah yang lebih besar untuk memasarkan. Untuk itu, dibutuhkan pembuatan pasar khusus ikan hias yang menampung para pedagang.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Fajar Nugroho. Menurutnya, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan tengah menggagas pembangunan pasar ikan hias menyusul pertumbuhan pembudidaya ikan hias di daerah Kudus semakin pesat.

”Kesulitannya mereka itu lebih dalam memasarkan ikan hias di tingkat lokal, jadi butuh penanganan dari pemerintah secara langsung,” katanya.

Menurutnya, beberapa pembudidaya ikan hias sudah berhasil menjual ikan hiasnya hingga ke Yogyakarta. Hanya saja, agar semakin dikenal, termasuk masyarakat lokal perlu disediakan pasar khusus untuk memasarkannya.

Namun, kewenangan untuk membangun pasar berada pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus. Saat ini, jumlah pembudidaya ikan hias di Kudus mencapai 27 pembudidaya ikan hias.
”Mereka juga sudah dibentuk paguyuban karena Dinas Pertanian juga membantu mengajari mereka cara membuat pakan ikan mandiri,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Kampanyekan Makan Ikan Melalui Wayang Gojek

Pementasan Wayang Gojek di Balai Benih Ikan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pementasan Wayang Gojek di Balai Benih Ikan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pemkab Kudus memiliki cara yang unik untuk mensosialisasikan dan mengajak masyarakat agar membiasakan makan ikan, yakni melalui hiburan Wayang Gojek.
Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Fajar Nugroho mengatakan, pementasan wayang dipersembahkan untuk mengajak masyarakat mengkonsumsi ikan dengan cara yang lain.

Sebab, bagi dia, mengajak dan mengkampanyekan makan ikan tidak harus dengan cara serius. Melalui hiburan, seperti pementasan wayang juga dapat dilaksanakan yang dinilai efektif.
“Melalui cara seperti ini, kita harapkan masyarakat dapat meningkatkan konsumsi makan ikan, khususnya ikan air tawar,” ungkapnya.

Giox, Dalang Wayang Gojek menambahkan, pementasan berlangsung dengan singkat. Namun tujuan dari hiburan tersebut adalah mengajak masyarakat mengkonsumsi ikan. Karena, ikan sangat dibutuhkan oleh tubuh,termasuk juga ikan air tawar.

” Wayang Gojek ini mementaskan lakon “Seng Penting Mangan Iwak”. Pementasan itu dalam rangka tasyakuran peternak ikan di Balai Benih Ikan, Jekulo,” imbuhnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Yuk, Biasakan Konsumsi Ikan Air Tawar

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Ikan merupakan salah satu jenis lauk pauk yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat setelah daging dan telur. Ikan merupakan salah satu jenis favorit makanan, yang dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan yang tentu saja sangat menggiurkan dan juga menyehatkan, termasuk di antaranya adalah ikan air tawar.

Kepala Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Fajar Nugroho mengatakan, ikan air tawar memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Sehingga, dalam hal ini, pihaknya mendorong agar masyarakat terus membiasakan mengkonsumsi ikan.

”Ikan sangat dibutuhkan oleh tubuh, termasuk juga ikan air tawar. Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk giat mengkonsumsi ikan air tawar,” ujarnya di sela-sela tasyakuran peternak ikan air tawar di Balai Benih Ikan (BBI) Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo.
Menurutnya, Pemkab Kudus terus mendorong peningkatan ekonomi warga melalui sektor perternakan ikan air tawar, baik mulai dari pembibitan hingga pegolahan hasil ikan yang dibudidayakan. Bahkan, peningkatan rumah tangga petani ikan di Kudus disebut meningkat setiap tahunnya.

Dia mengungkapkan, saat ini jumlah rumah tangga petani ikan di Kudus mencapai 1.841. Jumlah tersebut sudah hampir tiga kali lipat dibanding tiga tahun lalu.

Dia menambahkan, di Kudus saat ini fokus terhadap pengembangan perikanan air tawar seperti lele, nila, dan gurame. Namun, mulai tahun ini sudah banyak masyarakat Kudus yang mulai mengembangkan ikan hias.

”Fokusnya memang ikan lele. Bahkan untuk benih ikan lele di BBI ini yang dihasilkan hampir 100 ribu benih ikan per bulan belum mencukupi kebutuhan para peternak. Sedangkan untuk ikan hias, sudah banyak masyarakat yang mulai mengembangkan sejumlah jenis ikan hias, seperti Koi, Guppy dan Cupang,” ungkapnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Dinkes Blora Urung Kasih Teguran ke Pedagang

 Petugas saat melakukan sidak di Pasar Induk Blora (MuriaNewsCom/PRIYO)

Petugas saat melakukan sidak di Pasar Induk Blora (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA – Sidak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora bersama instansi terkait di Pasar Induk Blora tak menemukan makanan yang mengandung bahan pengawet atau formalin. Atas kondisi ini, petugas tak jadi memberikan teguran ke pedagang, seperti pada sidak sebelumnya.

”Dari beberapa lapak penjualan ikan laut yang kami periksa dan lakukan pengecekan hasilnya negatif, sehingga ikan yang dijual di pasar Blora layak konsumsi. Barang-barang lainya juga masih layak dikonsumsi,” ujar Kasi POM pada Dinkes Blora Teguh Prasetyono, Selasa (7/7/2015).

Menurutnya, selain ikan dan cumi, pengambilan sampel pada produk tahu dan tempe juga dinyatakan aman. Begitupun dengan daging sapi maupun ayam.

”Pengecekan dilakukan agar masyarakat barang yang layak konsumsi dan sehat. Sebab, bulan-bulan seperti ini sering ditemukan adanya bahan pengawet pada makanan maupun bahan-bahan lainya,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Lani Tak tahu Ikan Jualannya Mengandung Formalin

Lani (kanan) mengaku tidak tahu jika dganganya mengandung formalin saat di datangi dinas kesehatan. (MURIANEWS/PRIYO)

Lani (kanan) mengaku tidak tahu jika dganganya mengandung formalin saat di datangi dinas kesehatan. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora Bersama Pihak Satpol PP dan Kepolisian Polsek Jepon menggelar razia di pasar tradisional Kecamatan Jepon. Kegiatan razia pasar ini dilakukan untuk mengetahui sejumlah kondisi barang yang ada di pasar tradisional tersebut. Lanjutkan membaca

Di Pasar Tradisional Blora Ditemukan Ikan Berformalin yang Berasal dari Pati

f-formalin (e)

Petugas Dinkes Blora menunjukan hasil pengecekan cepat pada ikan yang mengandung formalin. (MURIANEWS/PRIYO)

BLORA – Sidak yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora di pasar tradisional Jepon menemukan adanya ikan laut yang mengandung formalin yang dijual oleh salah satu pedagang. Lanjutkan membaca

PKK Gencar Kampanye Makan Ikan

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat membuka acara lomba cipta masakan berbahan baku ikan, di pendopo Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Jepara sangat kaya dengan potensi perikanan, baik itu perikanan darat maupun ikan laut. Namun hingga kini kekayaan terebut belum banyak dimanfaatkan, utamanya untuk memenuhi konsumsi kebutuhan gizi makanan sehari-hari.

Lanjutkan membaca