Hewan Kurban Donasi Muslim Singapura Disembelih di Bringin Grobogan

Puluhan warga mulai antre di halaman Masjid Nurul Huda Desa Bringin, Kecamatan Godong untuk mendapatkan pembagian daging kurban. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan hewan kurban yang disembelih di Desa Bringin ternyata bukan milik warga setempat. Dana pembelian hewan kurban ternyata berasal dari donasi umat muslim Singapura.

“Hewan kurban ini milik umat muslim dari Singapura. Kita di sini hanya dipercaya untuk melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian daging pada masyarakat. Kita sudah 19 tahun melaksanakan kegiatan ini ,” terang Ketua Panitia Penyembelihan Ahmadun Alfaputra.

BacaSapi Kurban Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter di Semarang

Dijelaskan, penyembelihan hewan kurban warga muslim Singapura itu pertama kali dimulai tahun 1998. Saat itu, hanya sekitar 10 ekor kambing saja yang dipotong. Jumlah hewan kurban yang dititipkan terus bertambah dari tahun ke tahun karena pelaksanaannya dinilai baik dan panitia dinilai amanah.

“Semua proses penyembelihan ini terdokumentasi dengan baik, mulai dari awal hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan lalu laporkan pada perkumpulan muslim Singapura,” ungkapnya.

Baca : Hari Kedua Idul Adha, Warga Bringin Grobogan Potong Ratusan Hewan Kurban

Menurutnya, beberapa umat muslim Singapura yang mengirimkan hewan kurban itu adalah teman mengaji Imam Masjid Nurul Huda Desa Bringin Nur Hamid ketika masih merantau di Batam. Pada tahun 1998 muncul gagasan untuk menitipkan hewan kurban agar dipotong di Desa Bringin.

“Niat baik itu disanggupi kakak saya (Nur Hamid). Lantaran dinilai amanah, kepercayaan untuk menyembelih hewan kurban di Desa Bringin terus diberikan hingga saat ini. Kami memang berupaya untuk bisa mengemban amanah ini sebaik mungkin,” imbuh Ahmadun.

Editor : Akrom Hazami

BacaKerbau Kurban Ngamuk di Singocandi Kudus, Seruduk Warga Hingga Dilarikan ke RS dan Rusak Motor

Hari Kedua Idul Adha, Warga Bringin Grobogan Potong Ratusan Hewan Kurban

Panitia penyembelihan hewan kurban di Desa Bringin, Kecamatan Godong, Grobogan, sedang sibuk memilah daging yang akan dibagikan pada masyarakat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyembelihan hewan kurban pada hari kedua Idul Adha masih marak dilakukan. Salah satunya dilakukan warga Desa Bringin, Kecamatan Godong, Grobogan, Sabtu (2/9/2017).

Jumlah hewan kurban yang disembelih di Desa Bringin hari ini cukup banyak. Totalnya ada 523 ekor hewan yang disembelih di belakang Masjid Nurul Huda. Terdiri dari 18 ekor sapi dan 505 ekor kambing.

BacaKerbau Kurban Ngamuk di Singocandi Kudus, Seruduk Warga Hingga Dilarikan ke RS dan Rusak Motor

Penyembelihan ratusan hewan kurban ini sudah dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Asisten I Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid sempat hadir di lokasi beberapa saat sebelum penyembelihan dimulai.“Semua hewan kurban itu kita potong serentak pada hari ini. Total ada 250 orang yang terlibat jadi panitia,” ungkap Ketua Panitia Ahmadun Alfaputra.

Masing-masing panitia sudah dapat pembagian tugas tersendiri sehingga proses penyembelihan berjalan cepat. Ada orang khusus menjaga dan merawat hewan yang masih hidup.

BacaSapi Kurban Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter di Semarang

Kemudian, ada tim penyembelih tersendiri, petugas yang khusus menguliti sapi, memotong daging, mencuci jeroan, menimbang dan mengemas dalam plastik serta pembagi daging kurban pada masyarakat. Untuk berjaga-jaga kalau ada sesuatu insiden, pihak panitia juga menyediakan petugas P3K di lokasi.

Sekitar pukul 09.00 WIB, warga sudah bisa mengambil bagian daging kurban di samping masjid. Di tempat itu memang sudah dibuatkan stan khusus tempat pengambilan daging kurban buat warga setempat maupun dari desa lain. Masing-masing warga yang dapat jatah pengambilan daging sudah diberi kupon oleh panitia.

BacaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

“Daging kurban ini kita salurkan buat 4.250 orang. Untuk warga Desa Bringin dapat jatah daging sebanyak 1,5 kg dan warga luar Desa Bringin dapat 1 kg. Karena ada kupon pengambilan maka prosesnya lancar dan kita upayakan tidak ada antrean panjang,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami

Kerbau Kurban Ngamuk di Singocandi Kudus, Seruduk Warga Hingga Dilarikan ke RS dan Rusak Motor

Kerbau yang ngamuk di halaman masjid Baitul Makmur Desa Singocandi, Kecematan Kota, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Seekor kerbau kurban di Desa Singocandi, Kota, Kudus, mengamuk saat hendak disembelih, Sabtu (2/9/2017). Kerbau menyeruduk warga, dan menyenggol sejumlah kendaraan sepeda motor. Bahkan dikabarkan, warga itu harus dibawa ke rumah sakit karena luka di bagian tubuh.

Abdul Basyir (33), warga Desa Singocandi mengatakan, kerbau mengamuk saat hendak disembelih di Masjid Baitul Makmur, desa setempat. Hal itu terjadi hari ini, sekitar satu jam, yakni sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Baca : Sapi Kurban Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter di Semarang

“Saat itu giliran kerbau hendak disembelih di Masjid Baitul Makmur. Kerbau dijagal dengan dijatuhkan, tiba-tiba saja talinya terlepas. Kerbau memberontak. Kerbau mengamuk dan lari kesana-kemari,” kata Basyir kepada MuriaNewsCom.

Kerbau langsung lari ke pohon bambu di sekitar lokasi. Begitu kerbau didekati warga, malah kembali mengamuk. Sejumlah sepeda motor diseruduk hingga rusak. Bahkan seorang panitia kurban sampai diseruduk, sampai terpental beberapa meter. Panitia yang kena tandukan kerbau itu mengalami lecet-lecet di bagian tubuhnya. 

BacaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

“Kabarnya pak Gampang (warga kena tandukan kerbau) langsung dibawa ke rumah sakit karena terluka,” imbuhnya. 

Setelah itu, lanjut dia, kerbau langsung berlari ke lokasi semula di bawah pohon bambu. Warga pun memanfaatkan situasi dengan mendekatinya dan mengamankan kerbau. Warga menyembelihnya di lokasi itu.

Editor : Akrom Hazami

 

BacaDirlantas Polda Jateng Nyatakan Tak Ada Rem Blong saat Bus Indonesia Terguling di Kudus

Sapi Kurban Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter di Semarang

Sapi saat sedang proses evakuasi di Semarang. (Dokumen Warga)

MuriaNewsCom, Semarang – Ada-ada saja yang terjadi di Kota Semarang. Tepatnya di Kecamatan Pedurungan. Salah satu hewan kurban berupa sapi tercebur ke dalam sumur sedalam 12 meter.

“Siji, loro, telu, ayooo,” teriak warga ketika menarik sapi dengan tali tambang dari dalam sumur rumah di Jalan Karang Lo, Pedurungan Kidul, Jumat (1/9/2017) siang.

Warga bersama tim SAR mengevakuasi sapi yang tercebur sumur. Sapi itu merupakan hewan kurban dari keluarga Muhammad Silahudin (31), warga setempat.

Baca Juga: Ini Kronologi Bus PO Indonesia Guling di Kudus

Begitu sapi diantarkan ke rumahnya, keluarga langsung mengikatnya dengan tali dan dikaitkan dengan tiang. Belum lama itu dilakukan, Silahudin mendengar suara gaduh dari luar rumah. Teryata dia melihat kaki belakang sapi sudah masuk sumur. Dengan kepala masih nyantol tali. Kemudian, sapi tercebur sumur.

 “Saya minta bantuan warga, untuk membantu. Sebagian warga ada juga yang menghubungi Pemadam Kebakaran Semarang dan Basarnas,” kata Silahudin.

BacaPasar Piji Kudus Dilalap Si Jago Merah

Warga pun datang ke lokasi. Salah satu dari warga ada bersedia masuk ke sumur untuk mengaitkan tali tambang ke tanduk sapi.  Warga bersama-sama menarik sapi ke atas. Butuh waktu lama untuk melakukan evakuasi. Hasilnya, upaya penyelematan sapi berhasil.

Sapi dalam keadaan masih hidup, tapi terlihat lemas. Warga pun memutuskan menyembelih sapi itu dengan posisi sebagian tubuhnya masih di sumur. Sebab warga khawatir jika sapi itu mati sebelum disembelih.

Editor : Akrom Hazami

Baca Juga: Ini Daftar Sementara Korban Kecelakaan Bus Indonesia di Kudus

Ganjar Salat Id di Desa Langganan Rob Pekalongan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjalankan Salat Idul Adha bersama masyarakat pesisir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/9/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjalankan Salat Idul Adha bersama masyarakat pesisir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (1/9/2017). Ganjar juga menyerahkan hewan kurban berup sapi seberat satu ton di masjid desa tersebut.

Salat Idul Adha ditunaikan bersama ratusan masyarakat di Masjid Jami Almuharam pukul 06.00 WIB. Hadir juga bupati Pekalongan, Asip Kholbihi. Meski bertempat di masjid sederhana, namun salat Id berjalan cukup khusuk. Ribuan jamaah meluber hingga memadati jalan-jalan desa yang ditutup sementara.

Ganjar lalu bersilaturahmi dengan warga. Ia berpesan agar momentum Idul Adha dapat menjadi sarana berbagi antarsesama, baik pemerintah desa, kabupaten dan provinsi. Masyarakat juga diminta menjaga kerukunan, solidaritas dan menghindari fitnah.

Nggak ada fitnah-fitnahan, masyarakat harus rukun dan gotong royong terjaga. Kita dengar kemarin habis ada yang jualan umrah murah, dan sekarang malah ada jualan fitnah, ” kata Ganjar.

Gubernur berambut putih itu juga menyoroti kekerasan dan ketidakadilan yang menimpa warga Rohingya di Myanmar. Menurutnya konsep Islam rahmatan lil alamin penting diaplikasikan, tak hanya untuk warga seagama, tapi juga dengan agama lain.

“Rohingya sekarang gak bisa ibadah. Kita prihatin. Sampai-sampai Menlu juga bingung bikin solidaritas. Disana agama-agama berselisih. Tapi di sini (Indonesia) saling tolong menolong dengan agama lain, ” ujar dia.

Terkait pelaksanaan salat id di pesisir Pekalongan, Ganjar mengaku sengaja menggelar itu agar bisa bersilaturahmi langsung dengan berbagai kalangan masyarakat.

“Saya memang sengaja selalu cari tempat yang tidak dikunjungi pejabat. Biar masyarakat Jateng kebagian, biar enggak terkesan bahwa Jateng itu Semarang sentris, ” kata mantan anggota DPR itu.

Baca : Bupati Marzuqi Kurban Sapi di Masjid Agung Baitul Makmur Jepara

Di tahun pertama menjabat, politisi berambut putih itu melaksanakan salat id di kawasan banjir rob Demak, berikutnya di lereng Gunung Slamet Purbalingga. Tahun berikutnya salat Id di pesisir  Pemalang, dan kali ini di pesisir pantai Pekalongan. Malam tadi, politisi berambut putih itu juga menginap di rumah warga sekitar.

“Nikmatnya tidur di desa itu bisa ngobrol dengan warga. Semalam sampai jam 12 ngobrol sama dulur-dulur sini tentang banyak hal,” ujarnya.

Desa Mulyorejo sendiri selama ini dikenal dengan kawasan langganan banjir rob. Kawasanan permukiman padat penduduk itu bahkan baru merasakan salat id tanpa banjir pada Idul Adha tahun ini. Itu setelah pemerintah kabupaten membangun tanggul penahan rob di kawasan sungai desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjobo.

“Ibaratnya tahun ini warga baru merdeka dari banjir. Saat salat Idul Adha dan Idul Fitri sebelumnya selalu banjir terus. Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah, ” kata Eko Mubarok, Kades Mulyorejo.

Setelah melakukan salat Idul Adha, Ganjar ditemani isteri Siti Atiqah menyerahkan bantuan hewan kurban satu ekor sapi jenis Simental seberat 1 ton untuk masyarakat setempat. Ia juga menyerahkan bantuan Rp25 juta untuk pavingisasi masjid Al Muharam. Bantuan itu bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jateng.

Editor : Akrom Hazami

 

Meriahnya Takbir Keliling di Grobogan

Warga mengikuti takbir keliling di Kelurahan/Kabupaten Grobogan, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara takbir keliling di Grobogan ternyata tidak hanya dilakukan saat momen Idul Fitri saja. Saat malam menjelang Idul Adha, ada juga sekelompok warga yang melangsungkan takbir keliling.

Salah satunya dilakukan warga yang berada di lingkungan Pucang, Kelurahan Grobogan. Pelaksanaan takbir keliling yang dilangsungkan selepas Isya diawali dari pelataran Masjid Baitul Muslimin. Peserta takbir keliling mengambil rute jalan raya di kawasan Kelurahan Grobogan dan berakhir di pelataran masjid.

Acara takbir keliling itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya orang yang melihat dari depan rumah maupun pinggir jalan raya yang dilalui rombongan takbir keliling itu.

Bahkan, beberapa pengendara sempat berhenti untuk menyaksikan rombongan takbir keliling melintas. Sebagian diantaranya tampak mengabadikan momen istimewa itu dengan kamera handphone.

Sekitar 300 orang yang mengikuti kegiatan takbir keliling pada Kamis (31/8/2017) malam. Selain berjalan kaki, ada juga peserta yang naik motor dan kendaraan bak terbuka. Sebagian peserta yang berjalan kaki tampak membawa lampion warna-warni.

Lurah Grobogan Kartini menyatakan, takbir keliling saat Idul Adha sudah jadi agenda rutin masyarakat di Lingkungan Pucang. Menurutnya, selain menjalin silaturahmi, momen seperti itu dilangsungkan sebagai salah satu sarana untuk menyiarkan agama Islam. Khususnya, saat momen Idul Adha.

“Kegiatan takbir keliling ini memang cukup unik karena dilangsungkan saat Idul Adha. Biasanya, acara seperti ini marak dilakukan saat Idul Fitri,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Tempat Umum ini Dijaga Ketat Polisi Banyumas saat Libur Panjang Idul Adha

Polisi melakukan rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolres Banyumas, Selasa. (ribratanewsbanyumas)

MuriaNewsCom, Banyumas – Polres Banyumas saat ini telah siaga di sejumlah tempat umum. Utamanya, di lokasi publik demi menjaga kondusivitas libur panjang Idul Adha. Hal itu mengemuka saat Polres Banyumas menggelar Rapat Kordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan libur panjang dan Idul Adha 1438 H / 2017, di aula Rekonfu, Selasa (29/8/17).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama Polres Banyumas, kapolsek jajaran Polres Banyumas, dinas serta instansi terkait, perwakilan Ormas dan LSM berada di wilayah Banyumas yang berjumlah kurang lebih 75 orang.

Kegiatan diawali sambutan Wakapolres Banyumas Kompol Malpa Malaccopo. Malpa mengajak seluruh sektoral bersama-sama bersinergi menjaga dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan prioritas penanggulangan aksi terorisme dan kelancaran arus lalu lintas.

“Polres Banyumas 2 minggu sebelum hari H sudah melaksanakan kegiatan kepolisian meliputi operasi Cipta Kondisi, Pekat dan Curanmor, Alhamdulillah wilayah kita aman dan kondusif,” katanya.

Malpa berharap dengan adanya rapat kordinasi lintas sektoral ini, selama rangkaian kegiatan Idul Adha serta kegiatan masyarakat selama libur panjang dan kegiatan lain dapat berjalan aman.

“Kami berharap selama rangkaian kegiatan yang menyertainya, akan dijaga ketat seperti di terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, pertokoan, objek wisata dan rekreasi. Harapannya tempat yang banyak dikunjungi masyarakat akan aman, lancar dan kondusif, ” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Ingin Hewan Kurbanmu Cantik? Bawa saja ke Salon Kambing di Wonosobo

Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Wonosobo – Jelang Hari Raya Idul Adha, jasa salon hewan kurban di Kabupaten Wonosobo, laris manis. Salon kambing ini, diketahui milik Suharman, warga Desa Wonolelo, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

Dikutip dari berbagai sumber, salon kambing ini melayani bagian tubuh hewan kurban. Seperti perawatan bulu, tanduk dan kuku kaki. “Salon hanya untuk kambing. Khusus kambing saja,” kata Suharman.

Di salon miliknya tersedia beberapa peralatan, seperti gergaji besi, gunting kebun, kikir dan semir sepatu cair. “Gergaji untuk memotong tanduk, gunting untuk cukur bulu sedangkan kikir untuk merapikan kuku kaki,” ujarnya.

Lokasi salon kambing dekat dengan pusat jual beli pasar hewan. Hal itu juga yang menjadi pemicu salon kambing kian ramai.

Saat jelang Idul Adha seperti sekarang, kambing yang butuh perawatan semakin banyak. Saat jelang Idul Adha 1 September, dia bisa merias kambing hingga 125 ekor per hari. Hari biasa, dia hanya merias sekitar 20 ekor per hari.

Adapun biayanya Rp 20 ribu per ekor. Biaya itu, menurutnya, tak begitu mahal. Mengingat, usai dirias, harga kambing bisa lebih tinggi dari pasaran. Bahkan kenaikannya bisa mencapai Rp 500 ribu per ekor.

Biasanya, mereka yang datang ke salonnya, adalah pemilik kambing yang ingin meningkatkan harga jual kambingnya. “Kalau biasanya cuma ditawar Rp 2 juta, setelah disalon, harga tawar meningkat bisa mencapai Rp2,5 juta,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tiket KA Tujuan Jakarta Ludes untuk Libur Idul Adha


Rangkaian Kereta Api yang membawa kereta kelas ekonomi. (PT KAI)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Tiket sejumlah kereta api tujuan Jakarta telah habis terjual menjelang libur panjang yang berbarengan dengan Hari Raya Idul Adha, kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko.

“Berdasarkan pantauan `rail ticketing system` PT KAI (Persero) hari ini, pukul 10.30 WIB, sebagian besar KA kelas eksekutif lintas selatan tujuan Jakarta dari Daop 5 Purwokerto maupun Daop lain telah habis terjual untuk keberangkatan tanggal 30 Agustus hingga 2 September,” katanya di Purwokerto, Senin (28/8/2017) dikutip dari Antarajateng.com.

Menurut dia, tiket kereta api kelas eksekutif lintas selatan tujuan Jakarta yang masih tersedia meskipun kurang dari 50 persen, yakni KA Bima. Ia mengatakan tiket sebagian besar kereta api ekonomi kelas ekonomi tujuan Jakarta dari wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto maupun Daop lainnya juga telah habis terjual. “Tiket kereta api kelas ekonomi lintas selatan yang masih tersedia di atas 50 persen, yakni KA Gaya Baru Malam Premium relasi Surabayagubeng-Purwokerto-Pasarsenen,” ungkapnya.

Sementara untuk tiket KA Logawa relasi Purwokerto-Surabayagubeng-Jember, kata dia, persediaannya menipis. Dalam hal ini, KA Logawa untuk tanggal keberangkatan 30 Agustus masih menyediakan 40 tempat duduk, sedangkan tanggal 31 Agustus, 2 September, dan 3 September telah habis terjual.

“Tiket KA Logawa masih tersedia cukup banyak, yakni keberangkatan tanggal 1 September karena berdasarkan pantauan RTS PT KAI hari ini (28/8), pukul 10.30 WIB, masih tersedia sebanyak 212 tempat duduk,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ixfan mengimbau calon penumpang untuk membeli tiket yang masih tersisa melalui kanal-kanal penjualan tiket resmi seperti Kantor Pos, Indomaret, Alfamart, aplikasi KAI Access, laman pemesanan tiket milik PT KAI.

Menurut dia, hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya praktik percaloan yang berujung pada penipuan melalui penjualan tiket palsu. “Jangan sampai tergiur tawaran calo karena bisa jadi tiket itu palsu seperti yang pernah terjadi belum lama ini,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami