Warga Kuryokalangan Pati Sambut Idul Adha dengan Kirab Budaya

Sejumlah pelajar MA Abadiyah Kuryokalangan mengenakan pakaian daur ulang dalam karnaval Haul KH Abdul Kholiq yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Senin (12/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pelajar MA Abadiyah Kuryokalangan mengenakan pakaian daur ulang dalam karnaval Haul KH Abdul Kholiq yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Senin (12/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus menyambut Hari Raya Idul Adha dengan kirab budaya mengelilingi desa, Senin (12/09/2016).

Kirab dilakukan, usai melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sepuluh ekor kambing. Tradisi kirab pada Idul Adha diakui sudah menjadi tradisi warga Kuryokalangan setiap tahunnya.

Kepala Madrasah Aliyah (MA) Abadiyah, Abdul Khalim yang menjadi Ketua Penyelenggara Kirab mengatakan, kirab yang bertepatan dengan Idul Adha sudah berlangsung lama dan menjadi tradisi turun-temurun. “Kirab sebetulnya untuk memperingati haul ke-18 KH Abdul Kholiq sebagai pendiri madrasah,” kata Khalim.

Hanya saja, haul sesepuh madrasah tersebut diperingati warga setiap Hari Raya Idul Adha. Kirab menjadi tontonan yang meriah bagi warga, karena pasukan marching band dari Wedarijaksa dan Trangkil berjalan mengelilingi desa dengan memainkan musik dengan indah.

Uniknya, ribuan pelajar dari MTs dan MA Abadiyah mengenakan pakaian dari kreasi pemanfaatan sampah daur ulang. Beberapa siswa di antaranya mengenakan pakaian adat Jawa.

Pakaian unik yang dikenakan ratusan pelajar dianggap menjadi simbol keselarasan budaya Jawa, Islam, dan lingkungan sebagai representasi alam. “Pakaian Jawa juga diharapkan bisa melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia,” ucap Khalim.

Editor : Kholistiono

 

Polsek Wedarijaksa Amankan Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

Suasana pengamanan salat Idul Adha di Masjid Jami' Al Muttaqin, Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Senin (12/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana pengamanan salat Idul Adha di Masjid Jami’ Al Muttaqin, Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Senin (12/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Wedarijaksa menyebar personelnya untuk memonitor keamanan jemaah salat Idul Adha di berbagai daerah di Wedarijaksa dan Trangkil, Pati, Senin (12/09/2016).

Salah satu masjid yang dimonitor, di antaranya Masjid Al Barokah Bumiayu, Masjid Jami’ Al Muttaqin Sukoharjo, Masjid Baiturrohman Panggungroyom, Masjid Al Barokah Kompleks PG Trangkil, Masjid Attaqwa Ketanen, dan lainnya.

Masing-masing masjid mendapatkan pengamanan dua personel polisi. Sementara itu, masjid-masjid yang berada di dalam desa dipantau oleh masing-masing Bhabinkamtibmas yang menjadi pendamping desa.

“Pengamanan difokuskan pada masjid-masjid yang berada di pinggir jalan, sedangkan pengamanan di desa-desa sudah diserahkan kepada masing-masing Bhabinkamtibmas setempat. Dari hasil pemantauan, salat Idul Adha berjalan aman, tertib, dan lancar. Pengamanan juga dilakukan saat penyembelihan hewan kurban,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum.

Di Masjid Al Barokah, Dukuh Luboyo, Bumiayu, sedikitnya ada 300 jemaah yang ikut salat dengan dua ekor kambing sebagai kurban. Di Masjid Jami’ Al Muttaqin, Dukuh Rames, Desa Sukoharjo, sedikitnya 400 jemaah hadir dengan dua ekor kambing.

Di Masjid Baiturrohman, Desa Panggungroyom, diikuti 250 jamaah dengan dua ekor kambing sebagai kurban. Di Masjid Al Mubarok Desa Wedarijaksa, sedikitnya 250 jemaah yang hadir dengan lima ekor kambing kurban.

Jumlah kurban terbanyak ada di Masjid Al Barokah Kompleks PG Trangkil di mana jemaah salat ada 300 orang dengan kurban enam ekor sapi dan lima ekor kambing. Sementara itu, Masjid Attaqwa yang dihadiri sekitar 250 jemaah melaksanakan kurban dengan satu ekor sapi dan empat ekor kambing.

Editor : Kholistiono