KPU Tagih Pengunduran Diri Taj Yasin dan Ida Fauziyah dari Legislatif

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah meminta calon wakil gubernur Taj Yasin maupun Ida Fauziyah untuk segera mengurus pengunduran diri sebagai anggota dewan. Pasalnya, keduanya sejak Senin (12/2/2018) hari ini telah resmi ditetapkan sebagai kandidat di Pilgub Jateng 2018.

Seperti diketahui Taj Yasin yang menjadi cawagub gubernur petahana Ganjar Pranowo menjabat sebagai anggota DPRD Jateng. Sementara Ida Fauziyah yang menjadi cawagub Sudirman Said tercatat sebagai anggota DPR RI.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo mengatakan, masih ada syarat adminsitrasi yang harus dilengkapi Taj Yasin dan Ida Fauziyah, yakni surat pengunduran diri. Menurutnya, kedua calon ini diberi waktu selama beberapa hari untuk melengkapi syarat ini.

“Surat pengunduran diri, tanda terima surat pengunduran dari sekretariat DPRD Jateng atau sekjen DPR dan surat yang menyatakan pengunduran dirinya tengah diproses, kami tunggu sampai tanggal 16 Februari,” kata Joko.

Ia menjelaskan pengajuan surat pengunduran diri bisa diurus setelah pengambilan nomor urut paslon yang akan dilakukan pihaknya pada besok malam. Rencananya pengundian nomor urut akan dilakukan di Hotel Patra Jasa Semarang, pukul 19.00 WIB.

Sedangkan bagi calon gubernur petahana Ganjar Pranowo juga diminta mengurus surat cutinya sebagai Gubernur Jateng. Surat pengajuan cuti ini telah diterima KPU Jateng, yang mulai 15 Februari Ganjar sudah cuti untuk mengikuti kampanye.

Selama mengikuti mengambil cuti dan kampanye, Ganjar harus melepas semua atribut kedinasan termasuk keluar dari rumah dinas sebelum kampanye dimulai.

“Pada saat sudah ditetapkan, seluruh hak yang melekat, contoh petahana misalnya, pengawal dan mobil pengawalan diganti Polda Jateng. Sampai tanggal 14 (Februari) beliau masih aktif sebagai gubernur,” terangnya.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto mengklaim sedang memproses pengunduran diri Ida Fauziyah demi mentaati aturan-aturan dari KPU. “Semuanya harus clear saat kampanye,” bebernya.

Abdul Syukur, Sekretaris DPW PPP Jateng mengaku sudah menerbitkan PAW (pergantian antarwaktu) untuk mengganti posisi Taj Yasin sebagai anggota DPRD Jateng. Ia menyebut, surat pengunduran dirinya sedang diproses.

Editor : Ali Muntoha

Sowan ke Kediaman KH Ahmad Fathoni Grobogan, Ini yang Diminta Ida Fauziah

MuriaNewsCom, GroboganBakal calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah melangsungkan kunjungan ke Grobogan, Jumat (2/2/2018) malam. Ada dua agenda yang dilangsungkan Ida dalam kunjungannya kali ini.

Agenda pertama yang dilakukan Ida adalah bertamu di kediaman KH Ahmad Fatoni di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan. Pasangan Sudirman Said itu tiba di rumah pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Ullum sekitar pukul 20.30 WIB.

Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo serta sejumlah pengurus lainnya ikut mendampingi Ida dalam kesempatan itu. Tampak pula, Ketua DPC Partai Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo dan Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni. Hampir satu jam lamanya, Ida berada di tempat ini.

Menurut Ida, sebelum ke Grobogan, sudah mengunjungi tokoh ulama di Kudus, Jepara dan Rembang. Ida mengaku, silaturahmi yang dilakukan adalah dalam rangka meminta doa restu dari para ulama.

”Tujuan utama adalah silaturahmi dan minta doa restu. Saya juga meminta masukan dari para kiai, bagaimana langkah terbaik yang harus dilakukan,” kata Ida.

Setelah bersilaturahmi dengan banyak ulama, Ida merasa langkahnya semakin mantap dan ringan. Ia optimistis akan bisa memenangkan pertarungan politik dalam Pilkada Jateng bulan Juni nanti. Untuk meraih kemenangan, targetnya tidak hanya meraih simpati dari kalangan NU, namun juga dari masyarakat luas.

”Saya dan Pak Sudirman Said sudah bagi-bagi tugas berkeliling Jateng. Targetnya menang,” imbuhnya.

Dari kediaman KH Ahmad Fatoni, Ida melanjutkan agenda keduanya. Yakni, berkunjung ke kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita dan memberikan santunan pada istri Huda.

Huda merupakan korban kecelakaan yang menimpa rombongan Banser Grobogan di jalan tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Editor: Supriyadi

Safari ke Ulama NU Pantura Timur, Ida Berharap Dulang Suara Kaum Nahdliyin

MuriaNewsCom, Kudus – Ida Fauziyah Bakal Calon Wagub Jateng, bersafari ke ulama-ulama pantura timur. Ia mengaku tengah menggalang dukungan dan restu dari kyai sepuh dan kalangan NU di Kudus, Jepara, Blora, Rembang dan Grobogan.

Perjalanan Ida dimulai dari Kudus. Di Kota Kretek ia mengaku sowan ke beberapa ulama seperti Kyai Sya’roni Ahmadi dan KH Badawi Basyir. Di Rembang ia memiliki agenda untuk berkunjung ke Kyai Mustofa Bisri.

“Ini kunjungan saya bagi, antara saya dan Pak Sudirman (bakal calon gubernur jateng) agar efektif dan bisa menjangkau semua,” katanya kepada awak media di Kantor PCNU Kudus, Rabu (1/2/2018).

Baca: Datang ke Kudus, ‎Ida Fauziyah Minta Doa Yi Sya’roni Ahmadi

Disinggung mengenai kunjungannya ke kiai-kiai sepun Nahdlatul Ulama, Ida mengakui doa dan restu dari mereka untuk mengunduh suara Nahdliyin memang yang utama. Akan tetapi dirinya mengatakan, kunjungannya akan merangkul seluruh warga di Jawa Tengah.

“Bagi saya NU utama, namun tidak lantas hanya NU, semua warga masyarakat Jawa Tengah juga penting untuk silaturahmi,” tuturnya.

Selain wilayah eks karisidenan Pati, Ida menyebut telah mengunjungi pengurus NU yang ada di Demak, maupun Wonosobo, dan Banjarnegara.

Disinggung mengenai statusnya yang bukan asli putri Jateng, Ida menampik hal itu. Meskipun ia keanggotaanya di DPR berasal dari Dapil Jatim, akan tetapi dirinya sudah menjadi bagian dari warga Jawa Tengah.

“Saya orang Jateng kok, suami saya orang Jawa Tengah. Ketika suami saya pulang ke Banjarnegara, saya juga merasa ikut pulang. Begitu pula saat pulang ke Mojokerto. Tidak ada halangan,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Datang ke Kudus, ‎Ida Fauziyah Minta Doa Yi Sya’roni Ahmadi

MuriaNewsCom, Kudus – Ida Fauziyah Bakal Calon Wagub Jateng menyambangi ulama kharismatik Kudus Kiai Sya’roni Ahmadi, Kamis (1/2/2018). Ia mengaku meminta doa khusus kepada kyai sepuh tersebut.

“Agar diberikan kemudahan dalam menjalani (tahapan Pilkada Jateng 2018). Kalau meminta didoakan iya tentu saja, selain itu kami juga diberikan pesan-pesan khusus, namun rahasia itu. Intinya diberikan doa agar memiliki kekuatan,” ujarnya didepan awak media yang menunggunya di Kantor PCNU Kudus.

Ia berkata, doa dan wejangan dari kiai merupakan dorongan semangat baginya untuk menapaki tahapan Pilkada. Selain doa, Ida mengaku meminta masukan-masukan sebagai bekal dirinya, kelak jika menjadi wakil gubernur Jateng.

Selain ke Kudus, Ida mengaku juga akan bersafari ke wilayah pantura lain. Sehabis ke Kota Kretek, hari ini ia berencana menuju Jepara, lalu kembali lagi ke Kudus, malam nanti. Setelahnya, ia akan menyambangi kyai-kyai di Kabupaten Rembang.

“Setelah ini saya ke Jepara, nanti malam kembali lagi ke Kudus untuk sowan ke Mbah Basir, Mbah Badawi dan Ketua Muslimat NU. Besok saya juga akan ke Rembang, menemui Gus Mus beserta Nyai Kholil Bisri,” ucap pendamping Sudirman Said dalam Pilgub Jateng itu.

Disinggung mengenai akankah ia menyambangi Kyai Maimoen Zubair, Ida menjawab hal itu mungkin saja dilakukannya.

“Iya itu mungkin dilakukan, tapi nanti kunjungannya hanya akan sampai ke Grobogan dan Blora,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Begini Alasan Ida Mau Dipasangkan dengan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Semarang – Kemunculan nama Ida Fauziyah, sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Sudirman Said muncul di detik-detik akhir pendaftaran. Nama Ketua Fraksi PKB DPR RI itu sebelumnya tak pernah muncul atau disebut oleh parpol-parpol pengusung Sudirman Said.

Meski demikian, Ida membantah jika pencalonan dirinya mendadak. Ia menyebut sebelumnya sudah ada komunikasi-komunikasi khususnya dengan pimpinan PKB sebelum diputuskan untuk mau menjadi cawagub.

Ia menyebut, langsung mau dicalonkan karena ada beberapa alasan. Di antaranya, karena sosok Sudirman Said yang akan didampinginya dan isu gender yang diusung.

“Saya belum tentu mau jika pasangannya bukan beliau (Sudirman). Masalah perempuan, kemiskinan, perceraian, pernikahan anak, dan masih banyak isu lain yang butuh keseriusan di Jateng. Kini saatnya membangun Jateng lebih baik lagi,” kata Ida.

Pernyataan ini juga disampaikan Ida saat mendaftar di KPU Jateng, Rabu (10/1/2018) lalu. Menurutnya, ia langsung mau saat ditawari posisi cawagub tak hanya karena sosok Sudirman Said, melainkan juga karena diminta DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori Yusuf.

“Saat saya ditawarkan ikut Pilgub, saya disodorkan gabung dengan orang yang profesional. Saya bangga dengan hal itu. Sekarang saatnya mewujudkan Jateng lebih bermartabat. Kalau gak karena Gus Yusuf saya tidak mau. Pokoknya semangat kami luar biasa,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha