6 Jam Dicari Tim SAR, Mayat Ibu Asal Gembong Pati yang Terseret Arus Sungai Akhirnya Ditemukan

Suasana di rumah duka saat jenazah korban dibawa dipulang dan dimandikan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana di rumah duka saat jenazah korban dibawa dipulang dan dimandikan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jenazah Parni (45), buruh tani asal Domo RT 1 RW 1, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Pati, yang terseret arus sungai akhirnya ditemukan, Kamis (18/2/2016) sekitar pukul 15.15 WIB.

Jenazah itu ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi terjatuhnya korban, setelah 70 personel Tim SAR gabungan dikerahkan selama lebih dari enam jam.

“Setelah lebih dari enam jam kami melakukan penyisiran dari lokasi jatuhnya korban, kami menemukan jenazah korban yang terbawa derasnya air hingga kurang lebih tiga kilometer, tepatnya di Dukuh Ngablak, Desa Pohgading,” ujar Ketua Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Pati, Gunawan kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, relawan Tim SAR dari Bakorwil I Pati Anang Afiyana Firdaus mengatakan, penyisiran jenazah korban terkendala dengan arus deras yang tak kunjung surut.

Selain itu, sungai itu terbilang sangat panjang hingga sampai Pati Kota dan bermuara di Sungai Silugangga. “Sungainya memang cukup panjang. Beruntung, jenazah sudah bisa ditemukan setelah kita sisir hingga tiga kilometer,” tambahnya.

Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka sekitar pukul 16.00 WIB untuk dimandikan dan dimakamkam. Warga setempat tampak berdatangan untuk mengetahui kondisi jenazah korban, sekaligus mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Seorang Ibu Terseret Arus di Sungai Gembong Pati 

Begini Kronologi Ibu Asal Gembong Pati yang Terpeleset dan Terbawa Arus Sungai 

Begini Kronologi Ibu Asal Gembong Pati yang Terpeleset dan Terbawa Arus Sungai

Sejumlah relawan terus melakukan penyisiran untuk menemukan Parni. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah relawan terus melakukan penyisiran untuk menemukan Parni. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang buruh tani bernama Parni (45), warga Dukuh Domo, RT 1 RW 1, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Pati hilang terseret arus sungai usai terpeleset, Rabu (17/2/2016) sore.

Suyatmini (49), teman korban saat itu pergi untuk menyiangi rumput di sawah. Setelah petang tiba, keduanya kemudian pulang ke rumah dengan menyeberangi sungai Ngembongan melalui sebuah bendungan irigasi.

Baca juga : Seorang Ibu Terseret Arus di Sungai Gembong Pati

”Saat itu, air memang cukup deras. Kami berdua terpeleset dan terjatuh dalam sungai. Teman saya terbawa arus, sedangkan saya sendiri terbawa arus pada bagian pinggir sungai,” aku Suyatmi kepada MuriaNewsCom.

Sontak, Suyatmi yang sempat selamat meminta tolong kepada tetangga untuk mencari Parni. Malam itu juga, tim SAR gabungan bergegas melakukan pencarian, tapi nihil.

Sampai Kamis (18/2/2016), sedikitnya 10 tim relawan dengan jumlah 70 personil dikerahkan untuk menyisir wilayah sungai. Lima jam penyisiran dilakukan, tapi korban belum ditemukan.

Sampai berita ini turun, sejumlah relawan menemukan sejumlah bekal yang digunakan korban untuk menyiangi rumput di sawah berupa satu botol kemasan minuman dan plastik hitam berisi makanan di sungai.

”Ini kami baru temukan bekal yang digunakan korban. Ini kita terus melakukan penyisiran dari ground zero korban jatuh,” kata Ketua Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Gunawan yang ikut melakukan penyisiran bersama puluhan relawan lainnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Seorang Ibu Terseret Arus di Sungai Gembong Pati

Sejumlah tim melakukan penyisiran di sepanjang sungai untuk mencari korban terseret arus sungai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah tim melakukan penyisiran di sepanjang sungai untuk mencari korban terseret arus sungai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang ibu berusia 45 tahun bernama Parni, warga Dukuh Domo RT 3 RW 1, Desa Glagahkasihan, Kecamatan Gembong terseret arus di sungai setempat, Rabu (17/2/2016) sore.

Sejumlah Tim SAR dikerahkan sore itu juga untuk mencari korban, tetapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya Kapolsek Gembong AKP Sugino menginstruksikan untuk berhenti melakukan pencarian pada malam hari, tetapi dilanjutkan pada Kamis (18/2/2016).

Hari ini, sedikitnya ada 10 tim dengan 70 personel Tim SAR yang ikut melakukan pencarian korban dengan melakukan susur sungai. Mereka tergabung dalam Tim Polsek Gembong, Tim Shabara Polres Pati, Tim Kodim 0718/Pati, Tim Palupi dan Bakorwil, RAPI, Basarnas, Tim Bintek Pati Angkatan 2015, Tim Muhammadiyah, dan relawan warga desa.

“Semalam kita sudah mencoba untuk melakukan pencarian, hasilnya nihil. Siang ini kami bersama puluhan relawan bergabung untuk melakukan pencarian di sepanjang sungai, di mana korban terpeleset dan terbawa arus,” ujar Anang Afiyana Firdaus, relawan dari Bakorwil I Pati kepada MuriaNewsCom.

Sampai berita ini turun, jenazah korban masih belum ditemukan dan puluhan relawan masih melakukan penyusuran di sepanjang sungai hingga Desa Pohgading.

Editor : Kholistiono