Warga Dokoro Grobogan Ditemukan Gantung Diri di Pinggir Hutan

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa orang gantung diri kembali terjadi di Grobogan, Kamis (18/1/2018). Seorang warga Dokoro, Kecamatan Wirosari, ditemukan gantung diri di sebuah pohon nangka, sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku gantung diri diketahui bernama Karno (50), warga yang tinggal di Dusun Pagergunung.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa gantung diri kali pertama diketahui oleh Rudi Hartono (31), warga setempat. Ceritanya, ia waktu itu dalam perjalanan menuju ke ladang. Ketika sampai di pinggiran kawasan hutan, ia melihat ada sosok orang tergantung pada pohon nangka yang membuatnya sempat merasa kaget dan ketakutan.

Tidak lama kemudian, ada warga lainnya bernama Jadi (47) yang kebetulan sudah sampai ditempat itu. Saat itu, Jadi juga bermaksud hendak pergi ke ladang.

Setelah itu, keduanya segera mendekati sosok orang yang tergantung dibawah pohon nangka tersebut. Sosok orang yang tergantung diketahui adalah tetangga mereka sendiri. Akhirnya peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Wirosari AKP Toni Basuki ketika dikonfirmasi membenarkan adanya orang gantung diri di Desa Dokoro tersebut. Menurutnya, perbuatan gantung diri dilakukan menggunakan potongan kain sarung yang dibuat jadi tali dan dikaitkan dahan pohon nangka.

Setelah dapat laporan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa kondisi korban. Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Wirosari dan inafis Polres Grobogan, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban.

”Korban murni bunuh diri dan tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan. Pihak keluarga sudah menerima dan jenazahnya sudah kita serahkan untuk dimakamkan. Diduga korban melakukan tindakan itu karena mengalami sakit menahun tidak kunjung sembuh,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Kiat Perhutani KPH Purwodadi Cegah Kebakaran Hutan

Sejumlah personel Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan KPH Purwodadi berupaya memadamkan api yang membakar kawasan hutan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Musibah kebakaran di wilayah hutan terutama saat musim kemarau ternyata sudah menjadi perhatian serius dari Perhutani KPH Purwodadi Grobogan.

Untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran, beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan. Salah satunya meningkatkan kesiagaan personel yang tergabung dalam Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan.

“Ada beberapa posko Satdalkar di wilayah KPH Purwodadi. Tugas utama Satdalkar ini adalah melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran hutan. Anggota Satdalkar selalu apel siaga rutin,” jelas Administratur KPH Purwodadi Dewanto, Selasa (29/8/2017).

Dijelaskan, selain petugas Perhutani, anggota Satdalkar ini juga diisi pihak luar. Antara lain, dari anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Anggota Satdalkar ini sebelumnya sudah mendapat serangkaian pelatihan dasar pemadaman kebakaran berikut penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Untuk mendukung tugas pemadaman, lanjut Dewanto, di setiap posko Satdalkar juga dilengkapi peralatan. Yakni, APAR dan alat pemadaman api tradisional. Dengan adanya peralatan maka akan memudahkan petugas untuk menangani jika terjadi kebakaran hutan sewaktu-waktu.

Selain mengatasi kebakaran, fungsi Satdalkar juga memberikan serangkaian sosialisasi pada masyarakat. Yakni, meminta masyarakat agar tidak menyulut api sembarangan di kawasan hutan, karena bisa menyulut kebakaran yang lebih besar.

Masyarakat sekitar hutan juga diminta agar tidak membakar sisa hasil panen tanpa pengawasan.

Menurut Dewanto, pada musim kemarau seperti ini, tingkat kerawanan terjadinya  kebakaran hutan memang sangat tinggi. Sebab, banyak daun dan semak yang mengering sehingga mudah sekali terbakar.

“Selama ini memang sempat terjadi peristiwa kebakaran hutan di wilayah KPH Purwodadi. Tetapi skalanya tidak begitu besar karena cepat ditangani,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha