Bupati: Warga Blora Saya Minta Ojo Nyolong Kayu di Hutan

MuriaNewsCom, BloraBupati Blora Djoko Nugroho meminta warganya agar ikut andil dalam melestarikan kawasan hutan yang ada disekitarnya. Salah satunya tidak mencuri kayu di hutan. Hal itu dinilai akan merusak hutan dalam jangka panjang.

”Kalau hutannya bagus akan membawa manfaat bagi banyak orang. Untuk itu, saya minta kepada warga Blora, ojo nyolong (jangan mencuri) kayu di hutan. Kalau ambil yang kecil-kecil (dahan) untuk kayu bakar masih dibolehkan. Yang dilarang iku kalau negor (menebang) pohon yang besar,” kata Djoko, usai melakukan penyerahan bagi hasil produksi kayu dan non kayu dari Perhutani KPH Blora, Selasa (16/1/2018).

Menurut Djoko, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan tersebut. Selain melibatkan berbagai instansi terkait, pihak Perhutani selama ini juga mengandeng pemerintah daerah.

Baca: Perempuan di Blora Ini Dibui Gara-gara Curi Kayu Bakar, Ternyata Segini yang Diambil

Kemudian, upaya pelestarian yang dilakukan juga melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut menjaga dan melestarikan kawasan hutan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

”Untuk menjaga dan melestarikan kawasan hutan kita libatkan berbagai komponen, termasuk masyarakat sekitar. Sejauh ini, kerjasama dengan masyarakat atau LMDH ini hasilnya positif. Yakni, pihak LMDH sudah mulai mendapatkan bagi hasil dari produksi kayu maupun non kayu,” kata Djoko.

Ia mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan. Adanya hutan akan membawa banyak manfaat buat masyarakat luas. Terlebih jika hutannya bagus maka akan banyak manfaat yang bisa dirasakan banyak orang.

”Sekali lagi mari kita jaga hutan kita. Ojo nyolong kayu, opo meneh nebang pohon (jangan mencuri kayu, apalagi menebang pohon),” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Kenal di Facebook, Siswi SMA di Blora Dicabuli di Bawah Pohon Jati

MuriaNewsCom, BloraKasus pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi di Blora. Pelaku diketahui bernama Eko Yusuf Hidayat (28), warga Desa Giyanti, Kecamatan Sambong. Sedangkan korbannya adalah Bunga (bukan nama sebenarnya), yang masih pelajar kelas I SMA.

”Peristiwa pencabulan terjadi pertengahan Desember lalu di area hutan turut Dukuh Cangcangan, Desa Giyanti, Kecamatan Sambong. Pelaku sudah kita amankan dan masih ditangani unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA),” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Hery Dwi Utomo pada wartawan, Jumat (12/1/2018).

Korban sebelumnya berteman dengan tersangka lewat jejaring media sosial Facebook. Setelah berteman, tersangka mulai melancarkan aksinya dengan intens chating via massenger ke akun Facebook korban.

Tersangka juga merayu korban dengan menyatakan kalau masih berstatus bujangan dan mengaku bekerja di sebuah SPBE Pertamina dengan gaji Rp 3,4 juta per bulan. Tersangka kemudian merayu korban dan berjanji menikahi korban apabila korban masih perawan.

Kemudian, pada Sabtu (16/12/2017) lalu tersangka bertemu korban sekitar pukul 20.00 WIB. Selanjutnya, tersangka mengajak korban ke area hutan Dukuh Cangcangan, Desa Giyanti, Kecamatan Sambong.

”Di bawah pohon jati peristiwa pencabulan itu terjadi. Dengan bujuk rayunya, tersangka mulai melakukan aksinya,” sambung Kanit PPA Polres Blora Ipda Lilik Widyastuti.

Dijelaskan, kejadian tersebut dapat terungkap ketika korban menceritakan peristiwa yang telah dialaminya itu kepada kakak kandungnya. Setelah mendengar cerita itu, kakak korban kemudian memberitahu kedua orang tuanya. Selanjutnya, kedua orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke unit PPA Polres Blora.

Setelah menerima laporan, pihaknya berupaya memancing tersangka supaya bisa bertemu dengan korban. Ajakan pertemuan dilakukan via chating melalui akun facebook milik korban.

”Akhirnya, tersangka bersedia melakukan pertemuan. Setelah bertemu, tersangka langsung berhasil kita amankan,” jelasnya.

Selain pelaku, sejumlah barang bukti juga ikut diamankan. Antara lain, 1 buah SPM Vario, 1 stel pakaian milik korban, 1 stel pakaian milik tersangka, HP dan dan uang Rp 50 ribu.

Editor: Supriyadi

Perhutani Persilahkan Pemkab Blora Bangun Infrastruktur Kawasan Hutan

Joko Sunarto Adm KPH Perhutani Blora. (MuriaNewsCom)

Joko Sunarto Adm KPH Perhutani Blora. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Blora – Administratur (Adm) Perhutani Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Blora, Joko Sunarto mengaku, legowo atas upaya Pemkab yang mau mengambil alih pembangunan infrastruktur kawasan hutan.

”Silahkan, Perhutani mendukung pembangunan yang akan dilakukan Pemkab. Cuma mungkin dananya harus dipersiapkan,” ujarnya keopada MuriaNewsCom, (18/5/2016)

Meski begitu, Joko menegaskan dalam pembangunan infrstruktur kawasan hutan mharus berdasarkan aturan yang berlaku. ”Dalam hal ini diatur oleh Permenhut P 16 tahun 2014 dan Perdirjend Planologi P 6 tahun 2014 tentang pedoman pinjam pakai kawasan hutan” kata dia.

Dalam pembangunan infrastruktur kawasan hutan, tambah Joko, Pemkab pastinya akan terkendala atas penggunanaan dana yang bersumber dari APBD. Karena, dalam penggunaan dana APBD hanya bisa diperuntukkan bagi aset milik Pemkab itu sendiri. ”Makanya, harus ada kerjasama atau pinjam pakai,” jelas dia.

Sebelumnya, Djoko Nugroho, Bupati Blora menjanjikan akan membangun infrastruktur kawasan hutan. Menurutnya, sampai saat ini jalan di kawasan hutran masih belum bisa dikatakan layak. Ia juga akan mengupayakan proses perijinan ke pihak Pehutani.

Menurut Bupati, dengan dibangunnya infrastruktur kawasan hutan. Akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan hutan. Mengingat Blora yang sebagian besar wilayahnya masuk dalam kawasan hutan.

Editor: Supriyadi