Ini Dia Acara yang Akan Meriahkan HUT Jepara ke-469 dan Hari Kartini ke-139

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 30 acara akan diadakan merayakan HUT Jepara ke-469 dan Hari Kartini ke-139, pada bulan April nanti. Lalu apa saja event-event tersebut?

Event pertama adalah Gala Pesta 90an, ajang ini akan dihelat pada Sabtu (7/4/2018), dengan mendatangkan Kla Project. Acara kedua adalah Karnaval Keprajuritan dan Kirab Buka Luwur Senin (9/4/2018). Berikutnya ada Pengajian Akbar Habib Luthfi di hari Selasa (10/4/2018).

Pada akhir pekan, akan ada pentas wayang dengan bintang tamu Kirun, Yati Pesek dan Marwoto pada Jumat (13/4/2018). Seminggu berselang, akan diadakan Khoul Kartini diisi dengan pengajian Al Hikmah pada Jumat (20/4/2018).

Keesokan harinya (Sabtu, 21/4/2018) akan ada pagelaran seni budaya sekaligus memeriahkan kontestasi Pilkada serentak. Pada hari Jumat (27/4/2018) akan diadakan Gebyar Kartini dilanjutkan dengan ajang Java Fashion Batik and Tenun Carnival di hari Sabtu (28/4/2018).

Pada hari yang sama, akan diselenggarakan Bumi Kartini Expo. Sedangkan pada hari Minggu (29/4/2018) ada event pentas seni Pakudjembara (Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang dan Blora).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Basuki Wijayanto mengatakan, peringatan tersebut berlandaskan semagat kebanggaan terhadap pahlawan wanita Jepara, RA Kartini.  Adapun puncak perayaan HUT Jepara adalah tanggal 10 April dan Hari Kartini 21 April.

Editor: Supriyadi

30 Acara Akan Dihelat Peringati HUT Jepara dan Hari Kartini

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara akan menggelar 30 acara untuk memeriahkan hari jadinya ke 469 dan Hari Kartini ke 139. Selain promosi wisata, ajang tersebut digelar untuk mengingatkan generasi muda tentang cita-cita pahlawan wanita asal Jepara. 

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Basuki Wijayanto, Jumat (16/3/2018). Menurutnya, perlu menumbuhkan kebanggaan warga Jepara terhadap daerah dan sosok Kartini, yang membawa harum daerah.

“Untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pendiri kabupaten, serta menumbuhkan kebanggaan bagi masyarakat dan semua anak bangsa yang menjadi anak ideologis Kartini,” tuturnya. 

Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata RI. Selain itu, pemprov Jateng juga mendukung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 

Ia menyebut, pelaksanaan berbagai event tersebut akan dilakukan mulai awal April. Adapun puncak perayaan HUT Jepara adalah tanggal 10 April dan Hari Kartini 21 April. 

Sementara itu, Ahmad Marzuqi menyebut acara tahun ini dianggap dapat melestarikan pikiran-pikiran Kartini. “Melalui Peringatan hari jadi Jepara hendaknya tetap menjadi point penting agar kita selalu mengingat akar sejarah kita, untuk mengevaluasi berbagai hal yang telah, sedang dan akan kita hadapi,” ujarnya. 

Editor: Supriyadi

Harapan Warga di Ulang Tahun Jepara ke-468

Mas dan Mbak Jepara 2016 Jodi Satria Affan dan Angel Lourence Putri Djadmiko, mengungkapkan harapannya terkait HUT Jepara ke-468. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara berulang tahun pada hari ini Senin (10/4/2017). Pada usianya yang ke-468, warga Bumi Kartini mengucapkan selamat serta harapannya tentang kemajuan kabupaten di pesisir utara laut Jawa tersebut. 

Mewakili generasi muda, ada sosok Mbak dan Mas Jepara 2016 Jodi Satria Affan dan Angel Lourence Putri Djadmiko, yang mengungkapkan perasaannya. Selain mengucapkan selamat, mereka juga menyoroti seputar masalah kepariwisataan. 

“Kemasannya, perlu lebih diperbaiki. Karena sejatinya, kabupaten ini memiliki begitu banyak potensi wisata yang tak kalah dengan daerah lain,” ujar Mbak Jepara Angel. 

Di samping itu, mereka juga menyoroti keadaan infrastruktur di Jepara. Dikatakannya, pembangunan di kabupeten tersebut yang masih perlu ditingkatkan. Seperti pembangunan jalan ke tempat-tempat pariwisata.  

Pemuda lain, Karina Purnama Safitri (18) mengungkapkan agar pemerintah memperhatikan generasi penerus. Menurutnya, saat ini banyak di antara muda-mudi yang cenderung menyia-nyiakan waktu. 

“Selamat ulang tahun Jepara, Semoga Jepara tambah maju. Generasi muda lebih berkembang. Jangan melakukan kegiatan negatif, seperti nongkrong, naik motor tak pakai helm. Lebih baik melakukan kegiatan positif atau berorganisasi,” tuturnya. 

Sementara dari generasi sepuh, menginginkan perubahan yang lebih nyata pada aspek fasilitas umum. Hal itu diungkapkan, Suristyanti (64) dan Suristyaningsih (67). 

“Jalannya rusak semua, harap diperhatikan. Tapi ya itu kan ada pembagian jalan provinsi dan kabupaten ya. Namun itu tolong diperhatikan,” ucap kakak beradik itu. 

Selain itu, mereka berharap agar adanya perhatian terhadap orang lanjut usia (lansia). “Pembangunan juga ditingkatkan, wong kemarin saja kurang terlihat,” harap keduanya. 

Menanggapi masalah itu, Calon Bupati Jepara Terpilih Ahmad Marzuqi mengaku telah melakukan berbagai upaya, khususnya perbaikan. Namun demikian, dirinya meminta warga bersabar. 

“Panjang jalan kabupaten kita 800 kilometer lebih, maka tidak mungkin kalau diajukan hanya dalam satu mata anggaran saja,” jawabnya. 

Selain itu,pihaknya juga mengaku telah menyampaikan permasalahan jalan ke Presiden. Hal itu terkait SK Jalan Nasional yang telah diterima pada 2015 lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. “Setelah kita menyampaikan hal itu, kemudian ada perbaikan di Mulyoharjo,” pungkas Marzuqi.

Editor : Kholistiono

Kirab Budaya Buka Luwur HUT Jepara ke-468 Digelar

Luwur atau penutup makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat, diarak dari Pendapa Pemkab Jepara menuju Kompleks Makam Mantingan, Minggu (9/4/2017). Acara tersebut bertujuan untuk mengganti penutup makam yang rutin dilakukan sebelum puncak perayaan HUT Jepara ke 468, Senin (10/4/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kirab Budaya Buka Luwur dalam rangka HUT Jepara ke-468 dimulai, Minggu (9/6/2017) siang. Acara tersebut menempuh rute dari pendapa Kabupaten Jepara hingga kompleks Makam Mantingan yang berjarak lebih kurang 3,6 kilometer. 

Sebelum dimulai, Bupati Jepara beserta seluruh unsur Forkopinda dan warga dijamu tarian kolosal bertajuk “Laskar Jepara” di halaman Pendapa Jepara. Tarian tersebut mengisahkan perjuangan Ratu Kalinyamat, ikut membantu mengusir penjajah Portugis. 

“Tarian kolosal tersebut mengisahkan perjuangan Ratu Kalinyamat dalam usahanya ikut menumpas penjajah Portugis. Nah intinya, disitu kan beliau meninggal, disitulah tradisi buka luwur (penggantian tutup makam) dilestarikan hingga kini. Kirab tersebut sebagai penanda dalam mengawali prosesi buka luwur” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Deni Hendarko. 

Ia menjelaskan kirab itu diikuti perwakilan dari 16 Kecamatan yang ada di Jepara. Ia menambahkan, jumlah pasukan yang mengikuti kirab disesuaikan dengan umur kabupaten tersebut. 

Setelah lebih kurang 60 menit perjalanan menuju Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan Jepara, rombongan kirab sampai ditempat Jepara. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyerahkan luwur Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadirin ke pemerintah desa setempat. 

Sebelum proses pergantian dilakukan, terlebih dahulu para unsur forkopinda melakukan doa bersama di Masjid Mantingan.

Editor: Supriyadi

Kirab Budaya Jepara Gunakan Sistem Estafet

Peserta karnaval budaya dalam rangka Hari Jadi Jepara ke 467 terlihat memeragakan aksinya dalam aksi teatrikal, sebelum arak-arakan dimulai, Sabtu (9/4/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

Peserta karnaval budaya dalam rangka Hari Jadi Jepara ke 467 terlihat memeragakan aksinya dalam aksi teatrikal, sebelum arak-arakan dimulai, Sabtu (9/4/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Selain tak menghadirkan dua tokoh perempuan, yakni Ratu Shima dan RA Kartini, kirab budaya Hari Jadi Jepara ke-467 tahun 2016 ini, juga menggunakan sistem estafet.

Sistem estafet itu, digunakan pada proses arak-arakan dari Pendapa Kabupaten Jepara, hingga ke makam Mantingan. Ada tiga pos yang digunakan dalam kirab budaya tersebut.

Pos pertama yakni dari Pendapa Kabupaten Jepara hingga perempatan kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Peserta di pos satu ini terdiri dari enam kecamatan, yakni Kecamatan Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri, Mlonggo, dan Jepara.

Untuk pos kedua dari perempatan Disdikpora sampai Perempatan Bregat, dengan peserta dari empat kecamatan. Yakni Kecamatan Tahunan, Mayong, Batealit, dan Kalinyamatan.

Sedangkan untuk pos tiga, dari Perempatan Bregat sampai ke tempat tujuan yakni makam Mantingan. Dengan peserta dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Nalumsari, Kedung, Pecangaan, dan Welahan.

Lantaran sistem arak-arakan menggunakan sistem estafet, sehingga setelah peserta pengarak dari pos satu sampai di pos dua, giliran pos dua yang mengarak sampai ke pos tiga. Selanjutnya juga demikian, pos tiga yang mengarak hingga ke tempat tujuan.

Ketua Panitia Hari Jadi Jepara Hadi Priyanto mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan sebagai penguatan kembali kearifan lokal Jepara, dan membangkitkan kembali potensi Jepara. Dalam kegiatan ini sejumlah instansi dilibatkan dan juga dalam penampilan tiap instansi dilombakan.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Batealit, Ihsan mengatakan, prosesi kirab budaya tahun ini tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari jumlah peserta maupun warga yang menonton di pinggir rute kirab.

”Kalau dulu kan, sampai penuh. Tapi tahun ini kok tidak penuh. Lebih ramai tahun kemarin,” katanya.

Editor: Merie

Ini Alasan Panitia Kirab Budaya Hanya Tampilkan Ratu Kalinyamat

Sosok Ratu Kalinyamat adalah satu-satunya sosok dari tiga perempuan hebat di Jepara, dalam kirab budaya yang berlangsung Sabtu (9/4/2016). Pasalnya, panitia memberikan tema Laskar Kalinyamat dalam kirab kali ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

Sosok Ratu Kalinyamat adalah satu-satunya sosok dari tiga perempuan hebat di Jepara, dalam kirab budaya yang berlangsung Sabtu (9/4/2016). Pasalnya, panitia memberikan tema Laskar Kalinyamat dalam kirab kali ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruzzaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kirab Budaya dalam rangka HUT ke-467 Kabupaten Jepara tahun 2016 yang dikemas dalam rangkaian Festival Kartini, memang sudah selesai digelar Sabtu (9/4/2016).

Namun tidak seperti tahun lalu yang menghadirkan sosok tiga tokoh perempuan Jepara, yakni Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini, kirab tahun ini hanya menghadirkan sosok Ratu Kalinyamat saja.

Panitia bidang prosesi kirab Udik Agus DW mengemukakan, kirab budaya tahun ini memang sengaja hanya menghadirkan sosok Ratu Kalinyamat. Hal itu dilakukan, karena menyesuaikan dengan tema kirab yang digelar mulai dari Pendapa Kabupaten Jepara hingga ke makam Mantingan Kecamatan Tahunan, Jepara, itu.

”Tema yang kami ambil adalah Laskar Kalinyamat. Karena temanya Laskar Kalinyamat, kami tampilkan tokoh Ratu Kalinyamat lengkap beserta prajuritnya,” ujar Udik, Sabtu (9/4/2016).
Menurut dia, meski tidak ditampilkan dalam prosesi kirab ini, bukan berarti mengesampingkan dua tokoh perempuan lainnya, yakni Ratu Shima dan RA Kartini.

Berdasarkan informasi yang diketahuinya, dua tokoh tersebut bakal dihadirkan dalam kegiatan lain yang masih dalam kemasan Festival Kartini 2016 ini.

”Secara umum sebenarnya sama dengan tahun lalu. Hanya ada sedikit perbedaan. Tahun ini juga dimeriahkan sejumlah penari yang pentas, lalu beberapa grup drum band. Kesemuanya untuk memberikan hiburan kepada masyarakat,” ungkap Udik.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam kirab ini beberapa sekolah, satuan kerja perangkat daerah, dan sejumlah instansi turut dilibatkan. Prosesi kirab mulai digelar sekitar pukul 14.30 dan sampai di makam Mantingan pada sore hari tadi.

Prosesi awal yang dimulai dari pendapa sedikitnya menampilkan sendratari Laskar Kalinyamat yang dipentaskan 14 penari. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan luwur dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi kepada tokoh pemeran Ratu Kalinyamat.

Selanjutnya tokoh Ratu Kalinyamat beserta belasan prajuritnya diarak menuju makam Mantingan. Di sana, kirab budaya tersebut berakhir. Kirab sendiri berlangsung meriah.

Editor: Merie

Karnaval HUT Jepara Berlangsung Meriah

 

karnaval hari jadi1 (e)

Peserta karnaval Hari Jadi Kabupaten Jepara yang berlangsung Sabtu (9/4/2016) siang, terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Masing-masing menampilkan performancenya semenarik mungkin. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu rangkaian kegiatan HUT ke 467 Kabupaten Jepara, dilangsungkan Sabtu (9/4/2016). Yakni karnaval Hari Jadi, yang berlangsung meriah.

Ribuan peserta memeriahkan acara ini. Termasuk warga yang sudah memadati sepanjang jalan-jalan utama di Kabupaten Jepara, untuk menyaksikan rangkaian karnaval tersebut.

Karnaval Hari Jadi dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Salah satu sosok yang menyita perhatian warga adalah representasi sosok Ratu Kalinyamat, yang diperankan seorang perempuan dengan menaiki seekor kuda.

Dengan bajunya yang merah menyala, kemudian rambut yang disanggul dan diberi untaian bunga melati, sosok Ratu Kalinyamat terlihat gagah menaiki kuda tunggangannya.

 

karnaval hari jadi2 (e)

Sosok Ratu Kalinyamat adalah sosok yang tidak akan pernah absen dalam perayaan Hari Jadi Jepara. Pasalnya, dasar 10 April sebagai tanggal lahir Kabupaten Jepara, berawal dari sejarah awal Ratu Kalinyamat memerintah wilayah di ujung utara Pulau Jawa itu.

”Saya tidak pernah tahu dengan pasti sosok Ratu Kalinyamat itu seperti apa. Tetapi, kayaknya si mbak yang memerankan sang ratu dalam karnaval, cukup mewakili. Seorang perempuan yang gagah pokoknya,” kata Ari, warga Kecamatan Jepara, yang melihat karnaval tersebut.

Di samping sosok Ratu Kalinyamat, karnaval juga diikuti perwakilan dari sekolah-sekolah yang ada di masing-masing kecamatan yang ada. Masing-masing menampilkan berbagai cerita yang ada di wilayahnya.

Tidak salah jika kemudian, jalanan di Jepara ditutup untuk kepentingan karnaval. Jalanan di wilayah itu memang macet karena diperuntukkan bagi suksesnya pelaksanaan karnaval.

Editor: Merie