Begini Langkah Pemkab Jepara Tekan Penyebaran Kasus HIV-AIDS

Sekda Jepara Sholih sedang membacakan amanat bupati dalam peringatan Hari AIDS sedunia tahun 2017. (Pemkab Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi nyatakan Bumi Kartini dalam kondisi Darurat HIV/AIDS. Lalu apa yang akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten?

Dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom, bupati menyampaikan pihaknya akan mengerahkan segala upaya untuk menanggulangi penyakit ini. Satu diantaranya mengajak seluruh komponen masyarakat (tokoh agama, pendidik, tokoh agama dan pemerintah) untuk menentukan langkah sinergis menekan peredaran perluasan kasus HIV-AIDS. 

Disamping itu, pemkab ingin lebih menggiatkan kegiatan tes terhadap populitas rentan. Dengan tes tersebut, diharapkan dapat menekan angka penyebaran dan memberikan kemungkinan hidup sehat kepada pengidap.

“Pemkab mengajak untuk meningkatkan kesadaran dan berani melakukan tes HIV-AIDS. Jika ternyata positif maka, pemerintah bisa memfasilitasi agar mendapatkan pengobatan ARV (antiretroviral) sedini mungkin. Hal itu agar penderita bisa hidup sehat dan lebih produktif,” ujar Sekretaris Daerah Jepara Sholih, membacakan amanat tertulis Bupati Jepara, dalam peringatan hari AIDS sedunia 2017, akhir pekan ini. 

Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara, kasus HIV-AIDS di Jepara telah mencapai 834 (temuan kasus sejak 1997-September 2017). Dari jumlah tersebut, 204 orang diantaranya meninggal dunia.

Di tahun ini hingga bulan September sudah ditemukan 231 kasus HIV. Angka itu lebih besar dibanding tahun 2016 yang hanya mencapai 118 temuan kasus. 

Kasus penularan tertinggi kasus HIV dan AIDS di Jepara adalah melalui hubungan seks laki-laki dan perempuan yang suka berganti-ganti (heteroseksual), sebanyak 721 kasus atau 86,45 persen. Sedangkan menurut usia adalah kelompok usia produktif, yaitu usia 26-40 tahun sebanyak 448 kasus atau 56,63 persen. Dari jenis kelamin, 475 atau 56,9 persennya adalah kaum perempuan, dan ibu rumah tangga menempati urutan pertama dengan jumlah 282 atau 43,37 persen. 

Berdasarkan angkat tersebut, Dinkes Provinsi Jateng memeringkatkan Jepara sebagai,  kabupaten dengan jumlah temuan kasus HIV-AIDS baru tertinggi kedua di Jateng, setelah Kota Semarang.

“Saya ingin mengajak, mengingatkan dan membangkitkan kesadaran seluruh warga Jepara, bahwa HIV/AIDS ada disekitar kita, dan kita harus terus waspada agar tidak terinfeksi virus mematikan ini,” kata bupati. 

Editor: Supriyadi

Ya Allah, Kasihan Ibu Ini Derita HIV/AIDS

ilustrasi

ilustrasi

 

JEPARA – Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Jepara cenderung bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan, yang membuat mencengangkan, penderita HIV/AIDS di Jepara didominasi oleh ibu rumah tangga, kemudian disusul wiraswasta.

Hal itu seperti yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Sholih. Menurut dia, Ibu rumah tangga yang menempati urutan pertama itu, disinyalir banyak tertular oleh suaminya. Sedangkan suami tidak menyadari tengah membawa virus itu di dalam tubuhnya.

“Sedangkan suami mengidap penyakit tersebut lantaran terlalu sering “jajan” dengan wanita lain. Apalagi warga Jepara banyak beraktivitas dan hilir mudik ke luar kota,” ujar Sholih.

Sementara itu, Pengawas Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Jepara, Muktiati menerangkan, potensi penyebaran HIV/AIDS di sektor ketenagakerjaan sebenarnya juga cukup rawan. Terlebih di Jepara terdapat banyak industri besar yang menyerap banyak tenaga kerja dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di kalangan tenaga kerja, ada imbauan agar adanya tes saat penerimaan tenaga kerja baru. Serta adanya tes rutin bagi karyawan yang dimiliki. Selain itu, perusahaan memang dilarang untuk melakukan tindakan diskriminatif terhadap karyawannya yang positif mengidap HIV/AIDS.

“Hak-hak karyawan pengidap HIV/AIDS tetap harus diberikan secara setara sebagaimana karyawan lainnya. mereka dilarang dipecat dengan alasan penyakitnya itu,” katanya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

76 Pengidap HIV/AIDS Baru Terdeteksi di Jepara, Semoga Itu Bukan Kamu atau Keluargamu

ilustrasi

ilustrasi

 

JEPARA – Kabupaten Jepara menjadi salah satu kota yang masuk dalam enam besar angka HIV/AIDS tertinggi di Jawa Tengah, dengan total pengidap mencapai 576 jiwa. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari jumlah pengidap HIV/AIDS setiap tahunnya. Untuk tahun 2015 ini saja, ada tambahan mencapai 76 jiwa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih mengatakan, jumlah pengidap HIV/AIDS di Jepara terus bertambah. Hingga 1 Desember 2015 ini, ditemukan 76 kasus pengidap HIV/AIDS baru. Menurut dia, jumlah itu dimungkinkan jauh lebih banyak lantaran masih banyak yang tidak terdeteksi atau terdata.

“Yang terdata hanya ratusan. Tapi kami meyakini jika jumlah warga yang positif mengidap penyakit itu jauh lebih banyak. Kasus HIV/AIDS memang seperti gunung es,” kata Sholih, Selasa (1/12/2015).

Lebih lanjut dia membeberkan, dari 76 pengidap baru itu, 27 sudah positif AIDS, dan sisanya masih dalam status terjangkit HIV. Mengingat tidak ada data yang pasti dan riil mengenai jumlah penderita HIV/AIDS, pihaknya menekankan agar ada penanggulangan secara serius. Tidak hanya sebatas memperingati hari AIDS pada 1 Desember saja, tapi harus ada gerakan bersama. Ditekankan pula agar dinas terkait menjadi pelopor penggerak dalam menanggulangi masalah ini. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)