Budiyono dan Sri Wulan Bantu Pengobatan Balita Penderita Hidrosefalus Asal Tegalharjo Pati

Plt Bupati Pati Budiyono dan Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan mengecek kondisi Isna, balita penderita hidrosefalus saat dibawa ke UGD RSUD Soewondo Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Plt Bupati Pati Budiyono dan Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan (dua dari kanan) mengecek kondisi Isna, balita penderita hidrosefalus saat dibawa ke UGD RSUD Soewondo Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono bersama anggota DPR RI Sri Wulan mengunjungi rumah Isna Zulfa Rahmadani, balita berusia tujuh bulan asal Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Pati yang menderita hidrosefalus. Isna kemudian dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Soewondo Pati, Sabtu (4/2/2017).

Budiyono mengatakan, orang tua Isna termasuk masyarakat kurang mampu sehingga tidak bisa membiayai operasi yang disarankan dokter. Karena itu, dia bersama anggota DPR RI berkunjung ke rumahnya untuk memastikan kondisi keluarga Isna.

“Kami cek di rumahnya, hari ini kita urus BPJS. Persyaratan sudah cukup, perawatan selanjutnya, sudah dibawa ke RSUD Soewondo. Pihak BPJS dan rumah sakit merujuknya ke RS Kariadi Semarang. Sebagai pemangku jabatan atas nama pemerintah, upaya ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Budiyono.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan yang konsen di bidang tenaga kerja, transmigrasi, kependudukan dan kesehatan mengaku prihatin dengan kondisi balita yang terkena hidrosefalus tersebut. Awalnya, Sahabat Wulan, komunitas yang konsen di bidang lingkungan memberikan informasi adanya bayi hidrosefalus di Pati.

“Saya tahu informasi dari Sahabat Wulan yang baru kami bentuk. Dari informasi itu, kami langsung turun di lapangan untuk mengecek kondisi Isna. Kami upayakan agar Isna bisa mendapatkan penanganan medis secara baik dan gratis. Sebab, keluarga Isna tidak mampu sehingga tidak mampu membiayai operasi yang disarankan dokter,” kata Wulan.

Siswanto (29), ayah Isna mengucapkan terima kasih atas bantuan Budiyono dan Sri Wulan yang mengawal pengobatan gratis untuk Isna. Dia berharap, anak kesayangannya itu bisa segera sembuh dari hidrosefalus yang membuat kepalanya membesar.

Editor : Kholistiono

Balita Penderita Hidrosefalus di Tegalharjo Pati Butuh Bantuan

Wiwik tengah menggendong Isna, putri kesayangannya yang terkena penyakit hidrosefalus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wiwik tengah menggendong Isna, putri kesayangannya yang terkena penyakit hidrosefalus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang balita bernama Isna Zulfa Rahmadani yang berusia tujuh bulan menderita hidrosefalus. Putri Wiwik Kusmiati, warga Desa Tegalharjo RT 3 RW 4, Kecamatan Trangkil, Pati tersebut diketahui menderita hidrosefalus sejak berusia sebulan.

Wiwik mengatakan, pengobatan penyakit Isna belum dilakukan karena tidak memiliki biaya. Menurut saran dokter, Isna mesti dilakukan pengobatan di Semarang dengan biaya Rp 50 juta untuk anggota BPJS dan Rp 100 juta untuk nonanggota BPJS.

Sayangnya, Wiwik tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Karena itu, dia harus mengeluarkan biaya sendiri bila ingin anak kesayangannya itu sembuh. Sementara suaminya belum sanggup mengeluarkan biaya pengobatan Isna, lantaran penghasilannya sebagai buruh tani tidak mencukupi.

“Saran dari dokter, anak saya harus diobati di Semarang dengan biaya yang tidak sedikit. Saya berharap ada uluran tangan dari masyarakat untuk membantu biaya pengobatan Isna supaya segera sembuh,” tutur Wiwik, Senin (16/1/2017).

Sebelumnya, Isna sudah dibawa ke rumah sakit hingga dokter spesialis anak. Dari diagnosa selama pemeriksaan, Isna disebut menderita meningitis, infeksi otak atau terkena virus. Namun, Isna baru diketahui terkena hidrosefalus beberapa waktu lalu.

Saat masih berusia sebulan, Isna mengalami demam tinggi, badan panas, dan sering muntah dalam waktu beberapa hari. Tak lama setelah itu, kepalanya membesar tidak seperti bayi pada umumnya.

“Kami sudah mencoba mengobati kesana-kemari. Tapi, anak saya tidak kunjung sembuh. Kami sudah tidak punya biaya lagi untuk mengobatinya. Kami benar-benar berharap ada uluran tangan dari dermawan supaya Isna bisa sembuh, tumbuh berkembang seperti anak-anak lainnya,” harapnya.

Editor : Kholistiono