Haryanto Ingin Hubungannya dengan Arifin Tidak Seperti Budiyono

Bupati Pati Haryanto saat memberikan keterangan kepada awak media. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Haryanto kembali terpilih menjadi Bupati Pati periode 2017-2022. Pengalaman kurang harmonisnya saat memimpin Pati bersama wakilnya, Budiyono tidak ia harapkan pada kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.

“Kita harus bersama-sama membangun Pati menjadi lebih baik. Semoga kejadian yang lalu tidak terulang kembali. Sebab, kejadian masa lalu berakhir dengan suasana pemerintahan yang tidak diinginkan,” ucap Haryanto, Sabtu (8/4/2017).

Menurutnya, hubungannya dengan Budiyono dulu terganggu karena ada orang-orang yang ingin membuat suasana kisruh dan memecah belah. Hal yang dianggap tidak baik tersebut diharapkan tidak kembali terulang kembali.

“Bupati dan wakilnya itu mestinya bersatu padu, karena fungsinya memimpin dan menyejahterakan rakyat. Tidak perlu saling mencari kesalahan orang lain, tidak boleh cari menangnya sendiri. Bagaimana daerahnya bisa maju kalau kita terprovokasi dengan politik yang tidak benar,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hubungan Haryanto dan Budiyono memang kurang harmonis. Haryanto sempat mengungkapkan kekesalannya pada wakilnya, Budiyono saat mengikuti kampanye terbuka di Stadion Joyokusumo. Dalam orasinya, dia menyebut Budiyono menjadi biang keributan.

Pengalaman tersebut yang membuat Haryanto sejak awal meminta Saiful Arifin untuk tidak seperti Budiyono. Hubungan Bupati dan wakilnya diharapkan bisa saling melengkapi kekurangan demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pati.

Menanggapi hal itu, Saiful Arifin malah tersenyum. “Jangan sampai lah seperti itu. Saya tidak berharap kejadian yang lalu terulang lagi. Niat saya terjun di politik karena ingin pulang kampung kelahiran, bangun Pati biar seperti kota-kota maju lainnya,” tutur Arifin singkat.

Editor : Kholistiono

Jubir Haryanto-Arifin Yakin Hakim MK Objektif Tangani Gugatan Pilkada Pati

Juru bicara tim pemenangan Haryanto-Arifin, Muhammadun. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Juru bicara tim pemenangan Haryanto-Saiful Arifin dari PKB, Muhammadun yakin Mahkamah Konstitusi (MK) dapat berlaku objektif dalam menangani gugatan Pilkada Pati yang diajukan Gerakan Masyarakat (Geram) Pati. Hal itu disampaikan Muhammadun, Jumat (17/3/2017).

“Kami yakin, hakim MK dapat objektif dalam menangani perkara perselisihan  hasil Pilkada Pati. Sebab, dari sisi perolehan suara, paslon mendapatkan suara jauh lebih besar dengan selisih 50 persen,” ujar Muhammadun.

Secara hukum, perkara perselisihan hasil pemilu yang diajukan ke MK harusnya memenuhi ambang batas tertentu. Khusus daerah dengan penduduk yang sangat padat lebih dari satu juta seperti Kabupaten Pati, persentase selisih suara semestinya 0,5 persen.

Ambang batas tersebut diatur dalam Pasal 8 ayat 2 Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan MK Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Beracara dalam Perkara Perselihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota dengan satu pasangan calon.

“Sidang yang berlangsung hari ini kan baru pemeriksaan pendahuluan, belum masuk pokok perkara. Bisa jadi, setelah diteliti hakim konstitusi, perkara tersebut tidak dapat dilanjutkan dalam sidang yang membahas pokok perkara,” tuturnya.

Muhammadun yakin, ketentuan dalam regulasi tersebut dijadikan acuan bagi hakim MK, sebelum memutuskan untuk melanjutkan sidang perkara tersebut. Terlebih, pokok permohonan yang disampaikan Geram Pati sebagai pemohon di MK, data perolehan suara yang menunjukkan kotak kosong menang 700.000 suara diragukan kevalidannya.

Menurut pemohon, penghitungan suara Pilkada Pati, kotak kosong meraih 700.000 suara dan paslon Haryanto-Arifin 300.000 suara. Data tersebut berbeda dengan hasil yang  dilakukan KPU Pati menggunakan metode manual, paslon Haryanto-Arifin meraih 519.675 suara dan kotak kosong 177.762 suara.

Editor : Kholistiono

Perolehan Suara Harfin dan Kotak Kosong di TPS 02 Desa Winong Pati Seri

Ketua KPPS 02 Desa Winong, Kecamatan Pati Nyaman (berbaju merah) menunjukkan catatan rekapitulasi suara Pilkada Pati, Rabu (15/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Perolehan suara Haryanto dan Saiful Arifin di TPS 02 Desa Winong RT 7 RW 2, Kecamatan Pati, sama dengan perolehan suara kotak kosong. Paslon tunggal Haryanto-Arifin dan kotak kosong sama-sama mendapatkan 194 suara dari total partisipasi suara sebanyak 402 orang.

Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 02 Desa Winong, Nyaman mengatakan, dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 611 orang yang terdaftar, hanya 402 orang yang menggunakan hak pilihnya di TPS 02 Desa Winong.

“Haryanto-Arifin dan kotak kosong sama-sama mendapatkan 194 suara dari 402 warga yang hadir. Sebanyak 14 suara dinyatakan tidak sah. Artinya, perolehan suara di TPS 02 Desa Winong sama-sama meraih 50 persen,” ujar Nyaman, Rabu (15/2/2017).

Dia mengatakan, perolehan suara di tempatnya cukup unik. Pasalnya, suara Haryanto-Arifin dan kotak kosong sama-sama memperoleh suara yang sama. Hal itu diakui menjadi momentum yang langka.

“Ini kan tepat betul, sama-sama mendapatkan 194 suara sah. Tingkat golongan putih (golput) di TPS 02 Desa Winong juga cukup tinggi, yakni 209 suara dari 611 DPT. Bila diprosentase, ada 34 persen warga yang golput,” tandasnya.

Editor : Kholistion0

Kantor Panwas Pati Digeruduk Massa, Nyaris Terjadi Bentrok

Petugas kepolisian berupaya menenangkan massa yang berada di Kantor Panwas Pati, Selasa (14/2/2017) malam. (Humas Bawaslu Jateng)

MuriaNewsCom,Pati – Panwas Kabupaten Pati sejak akhir masa kampanye sampai dengan Selasa (14/2/2017) malam telah menerima 13 laporan dugaan politik uang. Dugaan tersebut terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Pati.  Politik uang diduga dilakukan oleh pihak pasangan Haryanto-Arifin yang merupakan pasangan calon tunggal pada Pilkada Pati.

Pimpinan Bawaslu Jateng Teguh Purnomo yang tiba di Kantor Panwas Kabupaten Pati sejak kemarin sore, menyaksikan langsung proses proses penanganan yang dilakukan oleh Panwas Kabupaten Pati. Berdasarkan pengamatan, 3 Anggota Panwas Kabupaten Pati nampak sibuk melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi-saksi peristiwa.

Sementara di areal Gedung Panwas, terlihat massa berjumlah puluhan orang  yang juga mengawasi penanganan yang dilakukan oleh panwas. Menurut info di jajaran Panwas, massa tersebut secara bergantian hadir di Kantor Panwas setiap harinya sejak beberapa hari lalu. Massa tersebut nampak emosional dan sesekali menekan anggota Panwas. 

“Melihat situasi itu, saya menemui dan mendengarkan segala keluhan dan harapan dari massa tersebut. Upaya ini dilakukan untuk meredakan situasi agar tidak berujung pada tindakan-tindakan kekerasan,” ujar Teguh Purnomo.

Malam harinya, massa semakin bertambah.Sementara Anggota Panwas melalui forum Sentra Gakkumdu sedang melakukan pembahasan atas laporan bersama pihak kepolisian dan kejaksaan.

Sekitar pukul 22.30 WIB, tiba-tiba puluhan orang berdatangan memasuki areal Gedung Panwas dan bersitegang dengan massa yang sudah datang sebelumnya. Terdengar teriakan-teriakan dari massa yang baru berdatangan.

Dilihat dari kendaraan yang dibawa oleh massa yang beridentitas salah satu partai politik serta dari teriakan-teriakan, massa yang terakhir ini merupakan pendukung pasangan calon tunggal.

Keributan tersebut berlangsung hampir 1 jam dan berakhir setelah Kapolres Pati Ari Wibowo bersama pasukan tiba di Kantor Panwas dan meminta massa dari kedua belah pihak membubarkan diri dan meninggalkan areal gedung panwas.

Editor : Kholistiono

 

Kotak Kosong Menang di Sejumlah TPS di Pati

(Foto/Facebook)

MuriaNewsCom,Pati – Penghitungan suara hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Pati, di beberapa tempat pemungutan suara sudah selesai, pada pukul 14.00 WIB.

Dari beberapa TPS, tampak kotak kosong berhasil mengungguli Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin.  Berdasarkan pantauan MuriaNewsCom di media sosial (medsos) tampak beberapa netizen mengupload hasil penghitungan suara di beberapa TPS.

Seperti halnya akun Facebook Awant New Pholoss yang mengunggah hasil penghitungan suara di TPS 14 Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil.

Dari foto yang diupload, di grup Facebook Kumpulan Anak Asli Pati, terlihat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin memperoleh suara 141. Sedangkan kotak kosong mendapatkan suara 193. Kemudian suara tidak sah sebanyak 8 suara.

(Foto/Facebook)

Ada pula pemilik akun Facebook Wong Deso, yang menginformasikan hasil penghitungan suara di TPS 04 Dukuh Ngantru, Desa Gajahmati RT 04 RW 1. Di tempat ini, kotak kosong memperoleh suara 80 dan Paslon Haryanto-Saiful Arifin sebanyak 60 suara.

Kemudian ada pula pemilik akun Facebook Sutrisno Top. Terlihat di TPS 13 Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso. Di TPS ini kotak kosong juga unggul dengan perolehan suara 142 dan Paslon Haryanto-Arifin mendapat 90 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 5 suara.

Editor : Kholistiono

Saiful Arifin: Matur Nuwun Masyarakat Pati Semuanya

Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menyapa masyarakat dalam kampanye terbuka di Kawasan Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (11/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pati yang sudah memberikan dukungannya kepada Paslon Haryanto-Saiful Arifin pada kampanye terbuka di Kawasan Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (11/2/2017).

“Matur nuwun saudara-saudara, masyarakat Pati semuanya yang sudah mendukung kami. Mari kita bersatu padu, gotong-royong membangun Pati bersama-sama. Bersama kita pasti bisa,” kata Arifin.

Arifin melihat, Kabupaten Pati punya potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, hingga industri dan UMKM. Semua potensi tersebut bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.

“Saya beberapa kali sudah keliling di Pati. Potensinya luar biasa. Produk-produk unggulan juga banyak, sehingga sangat layak dikembangkan untuk menopang perekonomian di Pati yang lebih mandiri,” kata Arifin.

Hal itu terwujud bila ide, gagasan dan upayanya untuk mengembangkan potensi unggulan Pati mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Sebagai Calon Wakil Bupati Pati, dia akan mendukung penuh kinerja Calon Bupati Pati Haryanto untuk memimpin Pati lima tahun ke depan.

“Kami butuh dukungan dari masyarakat. Kami butuh kerja bareng, gotong royong untuk membangkitkan Pati sebagai daerah yang maju dan mandiri dari berbagai aspek. Matur nuwun masyarakat Pati semuanya atas dukungannya selama ini,” ucap Arifin.

Editor : Kholistiono

Ribuan Warga Pati Hadiri Kampanye Terbuka Haryanto-Saiful Arifin

Calon Bupati Pati Haryanto didampingi kedua puterinya (kiri) berorasi pada kampanye terbuka di Kawasan Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (11/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya 15.000 warga memadati kawasan Stadion Joyokusumo Pati untuk menghadiri kampanye terbuka Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin, Sabtu (11/2/2017).

Mereka terdiri dari tim sukses, delapan partai politik, dan simpatisan paslon. Selama kampanye terbuka, kawasan Stadion Joyokusumo dalam radius 200 meter sempat macet, menyusul banyaknya pendukung Haryanto-Arifin yang datang dan memadati kawasan tersebut.

“Peserta yang datang melebihi target. Ada sekitar 15.000 orang yang datang. Semua berjalan dengan tertib, sesuai aturan, dan tidak ngawur,” ujar Juru Bicara Timses Haryanto-Arifin, Joni Kurnianto dari Partai Demokrat.

Selain pengamanan dikawal ketat pihak kepolisian, masing-masing parpol mengerahkan sepuluh satgas, sehingga ada 80 satgas parpol yang hadir untuk melakukan pengamanan. Kampanye terbuka diawali dengan orasi paslon dan perwakilan delapan parpol pendukung, dilanjutkan dengan hiburan dangdut.

“Kami hanya berorasi menyampaikan visi-misi, gagasan-gagasan ke depan untuk membangun Pati lima tahun ke depan. Kami berharap, masyarakat Pati bisa menggunakan hak pilihnya, karena kiprah Pak Haryanto dalam membangun Pati pada periode lalu sudah jelas,” kata Joni.

Sementara itu, hiburan dangdut dipilih untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Dimulai orasi sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB, kampanye terbuka berakhir dengan hiburan dangdut sekitar pukul 14.00 WIB.

Editor : Kholistiono

Industri Kuningan dan UMKM di Pati Jadi Sasaran Program Haryanto-Arifin

Paslon tunggal Pilkada Pati Haryanto-Saiful Arifin dalam debat publik, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Industri kuningan di Kabupaten Pati terus mengalami kelesuan dari waktu ke waktu. Dari pengrajin yang awalnya berjumlah 600 orang, kini hanya berjumlah sekitar seratus orang.

Kondisi itu menjadi perhatian khusus pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin. Melalui misi meningkatkan daya saing daerah dan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pertanian, perdagangan dan industri, keduanya akan mendongkrak dan mengembalikan kejayaan industri kuningan yang mengalami kelesuan bisnis.

“Industri kuningan sebetulnya sampai sekarang masih eksis. Kepemimpinan saya sebelumnya, saya sudah berusaha mempromosikan melalui Pasar Unggulan Pragolo. Kita upayakan untuk terus melakukan pembinaan supaya para pengrajin dan pengusaha di Pati terus tumbuh dan berkembang,” ujar Haryanto, Sabtu (11/2/2017).

Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kata dia, industri kuningan masih tetap bertahan dan diminati. Terbukti, produk kuningan di Juwana saat ini banyak yang diekspor ke luar negeri meski harus melalui perantara perusahaan ekspor. Hal itu menunjukkan produk kuningan asal Juwana punya kualitas yang baik.

Bersama dengan Saiful Arifin, Haryanto juga akan mengembangkan kluster-kluster produk unggulan Kabupaten Pati lainnya. Salah satunya, bandeng presto, batik Bakaran, jeruk pamelo, kasur dari Karaban, dan beragam produk unggulan asli Pati lainnya.

“Semuanya nanti pasti mendapatkan pembinaan dari pemerintah daerah dalam rangka menumbuhkembangkan para pengrajin dan pengusaha di Pati, sehingga bisa menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Nantinya, kami juga akan mengalokasikan anggaran dan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendongrak UMKM di Pati,” tukas Arifin.

Editor : Kholistiono

Haryanto-Arifin Akan Terapkan Sistem “Reward and Punishment” kepada PNS

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin memberikan keterangan pers, usai debat publik beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin memberikan keterangan pers, usai debat publik beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto dan Saiful Arifin akan menerapkan sistem “reward and punishment” kepada pegawai negeri sipil (PNS) bila mereka terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022. Hal itu untuk menciptakan pengelolaan birokrasi yang bersih dan baik.

“Untuk mengelola birokrasi yang bersih di Pemkab Pati, kami menerapkan beberapa regulasi yang ada, disiplin pegawai negeri sipil (PNS) maupun reward and punishment,” ujar Haryanto.

PNS yang bermasalah akan dikenakan sanksi yang ketat dan tegas, sedangkan PNS yang berprestasi akan diberikan penghargaan. Reward yang dimaksud Haryanto, bisa berupa kenaikan pangkat, jabatan yang lebih tinggi, atau jabatannya yang dipertahankan.

Ditanya soal tata kelola pemerintahan yang baik, Haryanto mengaku sudah menerapkannya dengan baik. Dari 2012 hingga 2015, selama lima tahun kepemimpinannya, Pemda Pati mendapatkan rangking kedua tingkat Jawa Tengah dan masuk sepuluh besar tingkat nasional di bidang penyelenggaraan pemerintahan yang baik.

Sebelumnya, pada masa pemerintahan Tasiman, laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah Pati dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mendapatkan peringkat paling akhir, yakni urutan ke-35. Dari peringkat akhir menjadi peringkat kedua terbaik, Haryanto mengaku itu buah kepemimpinannya dalam menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang baik dan mengutamakan pelayanan publik.

Karena itu, kinerja yang baik selama ia memimpin akan dilanjutkan pada kepemimpinannya periode 2017-2022 ke dalam slogan “Noto Projo Mbangun Deso.” Slogan itu dinilai masih sangat relevan untuk memajukan masyarakat Pati dari berbagai bidang.

Editor : Kholistiono

Debat Terbuka, Haryanto-Arifin Janji Angkat Potensi Mina, Tani dan Industri Ramah Lingkungan

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin memaparkan visi-misi pada debat publik di DPRD Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin memaparkan visi-misi pada debat publik di DPRD Pati, Sabtu (4/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan calon tunggal Pilkada Pati Haryanto dan Saiful Arifin mengikuti debat terbuka atau talkshow penajaman visi misi bertajuk “Pati Sejahtera dengan Bumi Mina Tani” di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, Sabtu (4/2/2017). Ada banyak pertanyaan yang dilayangkan panelis kepada paslon tunggal.

Salah satunya, pertanyaan tentang visi dan misi paslon tunggal untuk membangun Kabupaten Pati lima tahun ke depan. Haryanto menjawab, visi-misi masih melanjutkan lima tahun kepemimpinannya dalam tagline “Noto Projo Mbangun Deso.”

“Saya yakin, tagline Noto Projo Mbangun Deso masih sangat relevan untuk Pati. Kehidupan masyarakat Pati hampir di pedesaan, sehingga butuh uluran tangan pemerintah daerah. Dalam tagline Noto Projo Mbangun Deso, kami akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik,” ujar Haryanto.

Ada banyak potensi di Pati yang akan diangkat Haryanto dan Saiful Arifin. Salah satunya, potensi perikanan dan pertanian yang terkover dalam slogan Pati Bumi Mina Tani. Keduanya sadar, Mina Tani bukan sekadar slogan, tetapi refleksi kekayaan Kabupaten Pati.

“Programnya banyak sekali, semua akan kita angkat. Pati basisnya perikanan dan pertanian, sehingga harus kita angkat dan maksimalkan. Kami juga tidak meninggalkan industri ramah lingkungan yang bisa menampung tenaga kerja sehingga diterima masyarakat,” tutur Haryanto.

Menurutnya, kepemimpinannya selama lima tahun sudah terbukti menyejahterakan masyarakat. Banyak industri yang sudah menampung tenaga kerja dan berhasil menurunkan angka pengangguran secara drastis, dari 13,6 persen pada 2011 menjadi 4,6 persen. Pertumbuhan ekonomi di Pati juga diklaim lebih tinggi ketimbang provinsi maupun nasional.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengaku akan membantu kinerja Haryanto menjadi lebih baik lagi, konsen pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta kewirausahaan. Arifin bersama Haryanto optimistis bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk Kabupaten Pati.

Editor : Kholistiono

Timses Haryanto-Arifin Serahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Rp 167,5 Juta

 Ketua KPU Pati Much Nasich (kiri) menerima LPSDK dari tim kampanye Haryanto-Arifin, Selasa (20/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua KPU Pati Much Nasich (kiri) menerima LPSDK dari tim kampanye Haryanto-Arifin, Selasa (20/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bendahara Tim Kampanye Haryanto-Arifin, Sutrisno menyerahkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati, Selasa (20/12/2016). Jumlah LPSDK yang diserahkan adalah Rp 167,5 juta.

Sebelumnya, Tim Kampanye Haryanto-Arifin menyerahkan laporan dana awal kampanye (LDAK) sebesar Rp 150 juta. Sumber dana awal diakui berupa uang dan barang, yakni Rp 100 juta dari pasangan calon. Selebihnya, Rp 50 juta untuk posko pemenangan di Jalan Diponegoro Pati dan Juwana.

“Rinciannya, penerimaan sumbangan dana kampanye berupa uang dan barang. Uang berasal dari paslon sebesar Rp 100 juta. Sumbangan barang dari perorangan senilai Rp 50 juta berupa posko pemenangan di Juwana, satu lagi di Jalan Diponegoro Pati. Hingga kemarin, ada tambahan sebesar Rp 167,5 juta,” ucap Sutrisno.

Sejak penerimaan kemarin, dana digunakan untuk kampanye tertutup di sejumlah lokasi pada masing-masing kecamatan di Pati. Menurutnya, tim kampanye akan menggunakan dana lebih besar pada kampanye terbuka pada 11 Februari 2017. “Kampanye akbar memang butuh dana besar. Harapannya, dana kampanye bisa tercukupi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Pati Much Nasich menjelaskan, LPSDK memang harus diserahkan pada Selasa (20/12/2016). Setelah diperiksa, LPSDK yang diserahkan tim kampanye kepada KPU sudah memenuhi syarat.

LPSDK senilai Rp 167,5 juta tersebut untuk melengkapi LDAK yang sudah diserahkan beberapa waktu lalu. Selanjutnya, tim kampanye diwajibkan untuk menyusun laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye yang harus diserahkan satu hari setelah masa kampanye, yakni 12 Februari 2017.

Editor : Kholistiono

Ribuan PKL di Pati Sepakat Dukung Haryanto-Arifin pada Pilkada 2017

Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan anggota PKL di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan anggota PKL di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan pedagang kaki lima (PKL) di Pati menyatakan sepakat untuk mendukung pasangan Haryanto-Saiful Arifin pada pilkada yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017. Hal itu ditegaskan Koordinator PKL Kota Pati, Arwani di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (01/12/2016).

Ada sejumlah alasan yang membuat PKL di Pati mendukung Haryanto-Arifin. Salah satunya, petahana Haryanto selama ini mendukung kepentingan PKL dan bisa bersinergi dengan baik. Karena itu, mereka berharap Haryanto bisa kembali memimpin Pati hingga 2022 ke depan.

“Pak Haryanto selama ini bisa bersinergi dengan baik. Dukungan ini mengalir secara murni dari suara rakyat yang berjualan di Pati, tidak ada manipulasi. Kami tulus, ikhlas dan jujur untuk menyatakan dukungan kepada Haryanto-Arifin. Kemenangan Haryanto-Arifin untuk memimpin Pati adalah cita-cita kami,” ucap Arwani.

Karena itu, dia berharap agar Haryanto bisa amanah dalam memimpin Pati lima tahun ke depan. Kesepakatan para PKL di Pati untuk mendukung Haryanto-Arifin diakui bukan tanpa alasan, tetapi mendasarkan pada fakta kepemimpinan Haryanto selama menjabat sebagai bupati. “Kami yakin Haryanto-Arifin bisa memberikan yang terbaik kepada warga Pati,” imbuhnya.

Menanggapi dukungan itu, Haryanto mengaku akan berupaya mengemban amanah dari rakyat. Ke depan, dia berjanji akan melakukan terobosan yang lebih baik untuk para PKL dan rakyat Pati. “Lebih-lebih, calon wakil saya ini dari pengusaha yang merintis dari nol. Kita siap dampingi PKL dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Pati,” ujar Haryanto.

Selama ini, Haryanto menilai ada pihak-pihak yang menghembuskan isu PKL akan digusur usai pilkada. Padahal, isu tersebut diakui tidak benar. Selama ini, dia melindungi PKL dan pelaku UMKM di Pati.

Buktinya, Haryanto mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi dan UMKM selama dua tahun berturut-turut atas kiprah dan kepeduliannya pada koperasi dan UMKM di Pati. “Alhamdulillah, sudah banyak masyarakat Pati dari berbagai kalangan yang menyatakan dukungannya, mulai dari petani, PKL, pengusaha, pedagang, dan semua elemen rakyat. Kami akan emban amanah itu dengan baik,” tuturnya.

Senada dengan itu, Saiful Arifin akan mendukung eksistensi PKL di Pati. Bahkan, saat ini dia menyediakan dokar di Safin Hotel kepada tamu yang ingin berburu kuliner khas Pati di berbagai warung PKL. Hal itu menjadi upaya untuk memutar perekonomian berbasis rakyat yang mandiri di Kabupaten Pati.

Editor : Kholistiono

Koalisi Pelangi “Haryanto-Arifin” Bentuk Koordinator Kecamatan

Koalisi Pelangi berkumpul di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, membentuk koordinator kecamatan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Koalisi Pelangi berkumpul di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, membentuk koordinator kecamatan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tim pendukung pasangan Calon Bupati Pati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin membentuk barisan tim pemenangan yang menyebut diri sebagai Koalisi Pelangi. Tim pemenangan tersebut terdiri dari delapan partai politik dan satu relawan Laskar Pelangi.

Laskar Pelangi berasal dari berbagai kalangan yang membentuk relawan pendukung Haryanto-Arifin, sedangkan delapan parpol dari Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PDI Perjuangan, PKB, PPP, Hanura, dan PKS. Mereka membentuk koalisi pelangi yang siap memenangkan calon tunggal pada 15 Februari 2017 mendatang.

Juru bicara Koalisi Pelangi, Joni Kurnianto mengatakan, mereka sudah melakukan konsolidasi pada setiap daerah pilihan (dapil), termasuk membentuk koordinator kecamatan. Mereka diinstruksikan untuk menyatu, saling membantu, dan melakukan back up satu sama lain.

“Kita sudah membentuk koalisi pelangi. Kami berharap semua elemen, baik relawan maupun partai bisa bersatu, saling bahu membahu dan back up. Jangan sampai ada kepentingan masing-masing partai, karena kita sudah menyatu dalam wadah koalisi pelangi,” ujar Joni.

Terkait soal keberadaan relawan kotak kosong, Joni mengaku akan fokus pada pilkada tanpa harus terlalu memikir kotak kosong. Pasalnya, keberadaan kotak kosong dinilai sebagai pelajaran politik berdemokrasi yang baik kepada masyarakat.

“Kita fokus pada Pilkada saja. Kita berusaha berikan pelajaran politik berdemokrasi yang baik dan bermartabat kepada masyarakat. Yang kami utamakan, selain kemenangan Haryanto-Arifin, juga menciptakan iklim kondusif, apalagi Pilkada Pati cuma satu pasangan calon,” tutur Joni.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan Haryanto-Saiful Arifin ditetapkan sebagai calon tunggal, karena delapan dari sembilan parpol yang duduk di kursi DPRD Pati mengusung Haryanto-Arifin. KPU Pati sendiri sudah memberikan peluang kepada parpol untuk mencabut rekomendasi agar tidak terjadi calon tunggal, tapi hingga batas waktu habis, delapan parpol tetap mengusung Haryanto-Arifin.

Akibatnya, Pilkada Pati hanya diikuti calon tunggal berhadapan dengan kotak kosong. Masyarakat Pati yang dihadapkan pada pilihan Haryanto-Arifin dan kotak kosong akan menentukan pilihannya pada 15 Februari 2017.

Editor : Kholistiono

Parpol Pengusung Haryanto-Arifin yang Membelot Bakal Dikenakan Sanksi Politik

Calon Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan sejumlah relawan di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Selasa (22/11/2016). (MurianewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati Haryanto berjabat tangan dengan sejumlah relawan di Kantor Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Selasa (22/11/2016). (MurianewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Parpol pengusung pasangan Cabup dan Cawabup Pati Haryanto dan Saiful Arifin yang menyimpang dari ketentuan tim sukses bakal dikenakan sanksi politik. Hal itu disampaikan politisi Partai Golkar, Adjie Sudarmaji yang juga Ketua Tim Sukses Haryanto-Arifin, Selasa (22/11/2016).

“Kami parpol pengusung sudah berkomitmen untuk saling bersinergi, saling membantu dan mengingatkan agar tidak ada elemen parpol yang kendor. Kalau ada parpol yang menyimpang dari ketentuan, tentu akan ada sanksi politik tersendiri,” ujar Adjie.

Sanksi politik dianggap sebagai sesuatu yang wajar, mengingat komitmen parpol untuk pasangan calon sudah diinstruksikan dari pusat. Karena itu, setiap parpol pengusung diharapkan dapat mengamankan suara paslon secara penuh sesuai dengan target.

“Sanksi politik bagi parpol pengusung yang menyimpang akan dilakukan, karena rekomendasi dari masing-masing pimpinan partai di tingkat pusat sudah dipercayakan kepada kader parpol di tingkat pimpinan cabang. Kalau ada parpol pengusung yang menyimpang, sudah otomatis akan dikenakan sanksi politik,” ucap Adjie.

Seperti diketahui sebelumnya, delapan partai politik menyatakan dukungannya untuk paslon Haryanto-Saiful Arifin. Rekomendasi delapan parpol jatuh pada petahana, lantaran petahana memiliki elektabilitas yang tinggi dalam berbagai survei lembaga independen.

Kedelapan parpol tersebut, yaitu Partai Demokrat, Golkar, Gerindra, PDI Perjuangan, PPP, PKS, PKB, dan Hanura. Semuanya memiliki 46 kursi di DPRD Pati. Sedangkan Nasdem yang menjadi satu-satunya oposisi hanya memiliki empat kursi sehingga tidak bisa mengusung paslon. Akibatnya, rakyat Pati dihadapkan pada pilihan Haryanto-Arifin dan kotak kosong.

Editor : Kholistiono

 

Timses Optimis Haryanto-Arifin Bisa Raih Suara 80 Persen pada Pilkada Pati 2017

Jubir Tim Pemenangan Haryanto-Arifin memberikan keterangan kepada awak media, usai mengikuti penyerahan SK penetapan calon di Aula KPU Pati, Senin (24/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jubir Tim Pemenangan Haryanto-Arifin memberikan keterangan kepada awak media, usai mengikuti penyerahan SK penetapan calon di Aula KPU Pati, Senin (24/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto dan Saiful Arifin, Ali Badrudin mengaku optimistis bisa meraih suara 80 persen pada Pilkada Pati 2017. Hal itu disampaikan Ali, usai menerima SK penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Arifin di Aula KPU Pati, Senin (24/10/2016).

“Dalam fenomena calon tunggal ini, kami menargetkan tingkat kehadiran masyarakat untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya sebesar 70 persen. Sedangkan target suara untuk Haryanto-Arifin sebesar 80 persen,” kata Ali.

Ali yakin, masyarakat Pati cerdas dalam menentukan pilihannya dengan baik. Ibaratnya, lanjut Ali, dua opsi antara ada pemimpin dan tidak ada pemimpin, warga Pati pasti dengan cerdas memilih pasangan Haryanto-Arifin.

Belum lagi, Haryanto dinilai memiliki banyak prestasi dan berhasil membangun Pati selama lima tahun ini dengan baik. “Warga Pati sudah sangat cerdas. Kami yakin, warga Pati akan menggunakan hak pilihnya untuk Haryanto yang sudah terbukti memajukan Kabupaten Pati selama lima tahun ini,” tutur Ali.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Kampanye Haryanto-Arifin, Joni Kurnianto mengatakan, rapat timses akan segera dilakukan setelah penetapan. Sebelumnya, mereka sudah saling berkoordinasi antarparpol untuk meredam isu-isu yang beredar di masyarakat yang berupaya menggembosi suara Haryanto-Arifin.

“Semua parpol dan relawan sudah diinstruksikan untuk memberikan penguatan di masing-masing daerah sampai level bawah. Kalau ada yang ingin memilih kotak kosong itu hak mereka. Namun, kami yakin dan percaya warga Pati sudah cerdas memilih pemimpin yang baik untuk Pati lima tahun ke depan,” pungkas Joni.

Editor : Kholistiono

PDIP Resmi Usung Haryanto-Arifin

Pasangan Haryanto-Saiful Arifin ketika menerima surat resmi dari PDIP untuk diusung pada Pilkada Pati 2017. Surat tersebut diserahkan di acara konsolidasi pemenangan Pilkada 2017 DPD PDIP Jawa Tengah, di Hotel Santika Semarang, Selasa (20/09/2016) sore. (Istimewa)

Pasangan Haryanto-Saiful Arifin ketika menerima surat resmi dari PDIP untuk diusung pada Pilkada Pati 2017. Surat tersebut diserahkan di acara konsolidasi pemenangan Pilkada 2017 DPD PDIP Jawa Tengah, di Hotel Santika Semarang, Selasa (20/09/2016) sore. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Pati –  PDIP akhirnya resmi mengusung pasangan Haryanto- Saiful Arifin. Kepastian tersebut muncul pada  acara konsolidasi pemenangan Pilkada 2017 DPD PDIP Jawa Tengah, di Hotel Santika Semarang, Selasa (20/09/2016) sore.

Selain menurunkan rekomendasi untuk Pilkada Pati, dalam kesempatan itu, juga untuk beberapa kota atau kabupaten se-Jawa Tengah yang memiliki gawe Pilkada tahun 2017.

Dengan bertambahnya PDIP, berarti kini pasangan Haryanto-Saiful Arifin diusung sebanyak delapan partai. Sebelum PDIP, yang terbaru adalah PKB yang juga memberikan rekomendasi untuk mengusung Haryanto-Arifin. Dengan turunnya rekomendasi dari PDIP ini pula, Pilkada Pati dipastikan hanya ada calon tunggal.

Sebelumnya, Haryanto juga telah mengatakan jika surat rekomendasi dari PDIP sudah lama turun dengan nama yang diusung adalah Haryanto dan Saiful Arifin. Bahkan, keduanya juga sudah mengikuti sekolah partai PDIP yang diadakan di Bogor, tak lama ini.

Sekolah partai PDIP itu, disebut khusus untuk para bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan melaju pada Pilkada serentak 2017. Hal itu yang membuat Haryanto yakin bila rekomendasi dari PDIP sudah turun, lantaran keduanya diundang dan hadir dalam sekolah politik PDIP.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua partai yang sudah mendukung saya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Pati. Dukungan ini adalah amanah yang harus kami jaga dengan baik untuk membangun Pati agar lebih baik,” ungkap Haryanto.

Dengan dukungan partai yang hampir seratus persen tersebut, Haryanto meminta kepada masyarakat tidak terpecah belah dan memutuskan untuk memilih pemimpin terbaik untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Pati.

“Kami memberikan peluang selebar-lebarnya kepada setiap warga untuk mencalonkan diri sebagai bupati. Tapi, kalau semua partai mengusung saya, itu berarti mereka percaya sama saya dan menjadi amanah yang harus kami jaga dengan baik,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

DPW PPP Jateng Restui Haryanto Maju di Pilkada Pati 2017

ppp 2

Wakil Ketua Bidang Pemilu DPW PPP Jateng Abdul Azis (kanan) dan Ketua DPC PPP Pati Suwito (tengah) duduk bersama untuk konsolidasi terkait dengan Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Ketua Bidang Pemilu Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah, Abdul Azis menyatakan dukungannya pada incumbent, Haryanto untuk maju sebagai Calon Bupati pada Pilkada Pati 2017.

Dukungan itu dinyatakan, setelah DPW PPP Jateng menyerap aspirasi dan meminta masukan dari bawah, mulai dari struktur kepengurusan di tingkat ranting, pimpinan anak cabang (PAC), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Bahkan, masukan itu diakui juga berasal dari tokoh masyarakat hingga tokoh agama.

“Dari hasil serapan aspirasi, ada banyak konsideran politik yang diperoleh dari DPC. Kami mendukung penuh apa yang sudah menjadi ijtihad politik teman-teman di tingkat DPC,” ungkap Azis.

Rencananya, surat rekomendasi dari DPC akan dikirim ke DPW sebelum Lebaran. Sementara itu, surat rekomendasi dari DPW akan dikirim ke DPP usai Lebaran.

“Setelah Lebaran nanti, surat rekomendasi dipastikan akan turun. Kami sudah banyak berkomunikasi dengan teman-teman pengurus di tingkat DPC. Hasil ijtihad politik yang membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama, akhirnya muncul satu pasangan Haryanto-Arifin. Kami dukung sepenuhnya keputusan itu,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Haryanto-Arifin Diusung DPC PPP Pati

Ketua DPC PPP Pati Suwito menginstruksikan kepada kader partai di seluruh Pati untuk mengusung Haryanto-Arifin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua DPC PPP Pati Suwito menginstruksikan kepada kader partai di seluruh Pati untuk mengusung Haryanto-Arifin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pati diinstruksikan untuk merapatkan barisan dan mendukung sepenuhnya kepada bakal calon bupati dan wakil bupati Pati, Haryanto-Saiful Arifin pada pemenangan Pilkada 2017.

Instruksi itu disampaikan langsung Ketua DPC PPP Pati Suwito, usai melakukan konsolidasi dan buka bersama kader di Sekretariat DPC PPP Pati, Jalan Pati-Tayu Km 1, Kamis (30/6/2016) malam. “Bersama-sama untuk Pati yang lebih baik, maka lanjutkan,” ujar Suwito.

Dalam menentukan calon yang diusung, dia mengaku tidak sembarangan memilih. Ada sejumlah hal yang membuat DPC PPP Pati menyatakan untuk mengusung Haryanto-Arifin.

Pertama, hasil survei yang dilakukan internal partai menyatakan elektabilitas Haryanto paling tinggi ketimbang calon lainnya.

“Lebih dari itu, incumbent punya komitmen yang kuat untuk memajukan masyarakat Pati. Dengan sejumlah pertimbangan itu, kami memutuskan untuk mengusung Haryanto-Arifin,” imbuhnya.

Karena itu, ia menginstruksikan kepada seluruh kader PPP di berbagai daerah di Kabupaten Pati untuk ikut bersama-sama dalam satu suara mengusung incumbent.

Kita sudah koordinasi dengan incumbent, haryanto dan komunikasi. haryanto kelihatannya tak terbendung, karena itu partai mengusung incumbent semua. “Kita sudah bulatkan tekad untuk menentukan satu pilihan, yaitu Haryanto-Arifin,” tutupnya.

Editor : Akrom Hazami