Hartopo Dilarang Gunakan Atribut PDIP di Pilkada Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – PDIP Kudus melarang Hartopo memakai atribut partai “Banteng Moncong Putih” untuk dipasang pada alat peraga kampanyenya sebagai Calon Wabup Kudus mendampingi Tamzil. Hal itu merupakan buntut pemberhentiannya sebagai kader PDIP, setelah dicalonkan partai lain.

“Dengan itu (pencalonan Hartopo sebagai Wabup mendampingi M.Tamzil) maka ia tak berhak cantumkan lambang PDIP di banner (alat peraga kampanye) miliknya,” ujar Achmad Yusuf Roni, Sekretaris DPC PDIP Kudus, Rabu (10/1/2018).

Ia mengatakan, telah berbicara dengan Hartopo untuk membredel seluruh alat peraga yang terdapat logo PDIP di dalamnya. Hal itu, menurut Yusuf telah mendapatkan persetujuan dari yang bersangkutan.

Baca: Dianggap Mbalelo, PDIP Pecat Hartopo Karena Maju Bersama Tamzil di Pilbup Kudus

Namun, ia tidak menampik di beberapa penggal jalan, masih terdapat banneryang memuat foto Hartopo dan logo PDIP.

“Yang bersangkutan (Hartopo) sudah setuju tadi malam (Selasa, 9/1/2018) melepas atribut PDIP. Namun memang ada beberapa yang tersisa. Nanti temen-temen dari struktur akan bantu (menurunkan banner),” tuturnya.

Sementara itu, saat pendaftaran Tamzil-Hartopo beberapa orang yang memakai jas berwarna merah dan memakai topi bertuliskan PDI Perjuangan masih terlihat. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kudus itu mengaku tak ada mobilisasi.

Baca: Penuhi Janji, Tamzil-Hartopo Daftar ke KPU Kudus di Hari Terakhir

“Saya sudah bendung keinginan itu (mendampingi saya sewaktu mendaftar), namun mereka (warga yang memakai jas merah dan simbol PDIP) datang atas inisiatif sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, mereka yang datang bukan berasal dari anggota struktur DPC PDIP Kudus. Satu di antaranya Heris Paryono, mantan Ketua DPRD Kudus 1999-2004 itu mengaku datang dengan inisiatif sendiri.

“Saya memang memakai jas warna merah dan saya adalah pendiri PDIdi Kudus. Namun tidak masuk dalam struktur (kepengurusan) PDIP sekarang, tapi saya tetap kader,” kata dia.

Mendukung Hartopo, ia mengaku atas pilihan hati nuraninya. Namun demikian, ia menyebut ada sembilan perwakilan PAC PDIP Kudus yang ikut serta.

Editor: Supriyadi

Penuhi Janji, Tamzil-Hartopo Daftar ke KPU Kudus di Hari Terakhir

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Pasangan (bapaslon) M. Tamzil-Hartopo memenuhi janjinya mendaftar ke KPU sebagai peserta Pilbup Kudus di hari terakhir, Rabu (10/1/2018). Datang sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan berjalan kaki dari kantor DPC PKB yang berada sepelemparan batu dari kantor Komisi Pemilihan Umum.

Diusung Hanura, PPP dan PKB, pasangan tersebut yakin dapat memenuhi persyaratan pencalonan. Kepada komisioner KPU Kudus Tamzil bercerita mendapatkan rekomendasi dari Hanura di hari terakhir.

”Kami mendapatkan tiga rekomendasi, yang terakhir dari Hanura. Untuk mendapatkan rekomendasi tersebut kami sampai tidak tidur, kemarin mengambilnya dari kantor DPP di Jakarta, lalu naik kereta api dan kembali ke Kudus. Jadi yang lembur tidak hanya komisioner KPU, calon juga,” seloroh Tamzil.

Baca: Dianggap Mbalelo, PDIP Pecat Hartopo Karena Maju Bersama Tamzil di Pilbup Kudus

Kepada pewarta ia mengaku optimistis dapat melengkapi syarat dan lolos ke tahap pemilihan bupati. Didukung tiga partai dengan 12 kursi, pihaknya akan segera membentuk tim relawan guna menyukseskan langkahnya.

“Saat ini untuk tim relawan sudah ada, tapi untuk yang tim dari partai politik belum. Maka dari itu kami akan segera membentuknya,” tuturnya.

Setelah itu, berkas syarat pencalonan dan calon dari bapaslon diperiksa oleh petugas KPU Kudus. Sedianya, jika lengkap pasangan tersebut akan mendapatkan surat pengantar untuk melakukan check up kesehatan di RSUP Karyadi Semarang.

Editor: Supriyadi