Beri Bantuan Pejuang Hingga Kesal Soal Arus Lalu Lintas, Itulah yang Dilakukan Bupati Kudus

pahlawan-1

Bupati Kudus Musthofa berfoto bersama sejumlah purnawirawan pejuang di Alun-alun Kudus, Kamis (10/11/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa memberikan bantuan kepada sekitar 40 orang purnawirawan pejuang usai upacara Hari Pahlawan di alun-alun setempat, Kamis (10/11/2016). Sebelumnya, upacara digelar guna mengenang jasa para pahlawan bangsa.

“Jangan melihat isinya, namun lihatlah niatan kami. Kami tulus dan ikhlas memberikan ini sebagai bentuk ketulusan,” kata Musthofa.

Usai memberikan sumbangan satu per satu, Bupati menyempatkan diri untuk berbincang bincang dengan mereka. Bupati mengundang mereka untuk datang menemui saat ada waktu ke pendapa, khususnya setiap Selasa. “Kalau ada waktu hari Selasa silakan datang. Kita bisa ngobrol lagi di Pendapa Kudus,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, upacara diwarnai dengan beberapa peserta yang pingsan. Sebagian besar dari kalangan pelajar. Waktu upacara juga molor dari yang dijadwalkan. Yang seharusnya pukul 07.30 WIB, upacara baru dimulai pukul 09.00 WIB.

Sementara saat upacara, arus lalu lintas di seputaran alun-alun tak steril. Masih ditemukan lalu lalang kendaraan. Musthofa menganggap hal itu mengganggu proses kekhusukan upacara. “Ini itu upacara, keadaan alun-alun harus steril. Tidak boleh ada kendaraan. Jadi saat upacara, alun-alun harus ditutup. Tidak boleh lagi ke depan terulang kembali,” ujarnya kesal.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Dishubkominfo dan pihak lantas untuk mengaturnya. Yang pasti, keberadaan lalu lintas yang berlalu lalang di alun-alun saat ada upacara dapat mengganggu jalannya acara.

Editor : Akrom Hazami

Cara Polisi Kudus Kenang Jasa Para Pahlawan

Anggota Polres Kudus melakukan upacara Hari Pahlawan di mapolres setempat, Kamis (10/11/2016). (Tribratanewskudus)

Anggota Polres Kudus melakukan upacara Hari Pahlawan di mapolres setempat, Kamis (10/11/2016). (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepolisian Resor Kudus melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2016, di halaman mapolres setempat, Kamis (10/11/2016) pukul 07.00 WIB.

Dikutip Tribratanewskudus.com, selaku Inspektur Upacara (Irup) Kabag Ops Kompol Tugiyanto. Kegiatan diikuti seluruh anggota Polsek dan Polres Kudus.

Tugiyanto membacakan amanat Menteri Sosial RI bahwa setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan,sebagai momen feflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para Pahlawan Kusuma Bangsa.

“Dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan,” katanya.

Peringatan Hari Pahlawan harus mampu menggali semangat kepahlawanan, semangat rela berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

Setelah Indonesia merebut kemerdekaannya,semangat kepahlawanan tidak cukup hanya dengan mempertahankan patriotisme defensive. “Kita butuh patriotisme yang lebih positif dan progresif,” tambahnya.

Dalam rangka mencapai perikehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu,berdaulat, adil dan makmur, patriotisme progresif harus mengembangkan ketahanan bangsa untuk bisa mandiri dalam ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf kala hadir dengan menawarkan visi Transformatif : “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat,mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”.

Gerakan Revolusi Mental juga diharapkan bisa mendorong gerakan hidup baru dalam bentuk, perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan. Selain itu pula, peningkatan dan pembangunan cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik.

Gerakan hidup baru adalah Gerakan Revolusi Mental untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemampuan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.

Dengan suatu tekad dan ketulusan untuk bersama-sama, lanjutnya, serta saling bahu-membahu dan dilandasi oleh makna gotong royong, maka pemerintah yakin Bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda,dan dapat menjadi pemenang.

Sehingga mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain. Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2016 yaitu : “Satukan Langkah Untuk Negeri”.
Editor : Akrom Hazami