Hari Valentine, Polres Kudus Bagi-bagi Bunga, Cokelat dan Helm

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i memberikan bunga ke pengendara di Alun-alun Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Momen 14 Februari merupakan perayaan hari Valentine bagi sejumlah kalangan. Begitu pula dengan Polres Kudus, yang juga merayakan hari Valentine. Sama halnya dengan kebanyakan orang, Valentine dilakuan dangan membagi sejumlah bingkisan, meliputi bunga, cokelat dan ada tambahan helm.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i mengatakan, hari Valentine juga dirayakan dengan berbagi kasih sayang. Dan bagi polres khususnya Satlantas, keselamatan pengendara di jalan adalah hal yang penting. Untuk itu, dalam perayaan hari Valentine juga dilakukan dengan membagikan helm.

“Kami ada puluhan helm yang dibagikan dengan berbagai ukuran. Yaitu helm untuk anak-anak dan helm untuk orang dewasa,” katanya di kawasan Simpang Tujuh Kudus, Selasa (14/2/2017).

Menurutnya, untuk helm anak-anak dibagikan kepada sejumlah anak yang diajak mengendarai  motor. Helm dibagikan kepada anak-anak untuk mengajarkan sejak dini arti keselamatan berlalu lintas dengan cara mengenakan helm.

Sementara helm dewasa, juga jumlahnya puluhan. Berbeda dengan helm anak-anak yang dibagikan secara cuma-cuma. Untuk helm dewasa dibagikan kepada pengendara yang helmnya sudah rusak atau kusut. Helm lama diganti dengan helm baru dari pihak kepolisian.

Sedangkan untuk makanan cokelat dan bunga, diberikan kepada semua kalangan pengguna jalan mulai anak anak hingga dewasa. 

“Ini merupakan wujud kasih sayang kami kepada masyarakat. Jadi kami juga menyayangi masyarakat Kudus, dengan cara membagi helm secara cuma-cuma,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami 

Jangan Coba-Coba Rayakan Hari Valentine di Blora, Khususnya Para Siswa

ILUSTRASI

MuriaNewsCom,  Blora – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora, Achmad Wardoyo mengatakan Disdik melarang siswa di wilayah setempat berkegiatan merayakan hari Valentine 14 Februari, baik di dalam maupun di luar sekolah. 

Larangan tersebut tak main-main karena tertulis pada surat nomor 420/531 tertanggal 10 Februari 2017 yang ditandatanganinya. Pada surat tersebut, Disdik juga menginstruksikan membuat surat edaran kepada Kepala SD bagi Kepala UPT TK/SD. Bagi Kepala UPT SMP Negeri maupun swasta membuat surat edaran kepada orang tua atau wali murid untuk mengawasi putera-puterinya.

“Tujuan untuk memfilter masuknya budaya-budaya asing, terutama bagi siswa SD dan SMP,” kata Sekretaris Disdik Blora, Sugiyanto. 

Editor : Akrom Hazami 

Rayakan Hari Valentine, Ini Sikap Muhammadiyah Kudus

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus  –  Perayaan Hari Valentine yang diadakan setiap 14 Februari di sejumlah tempat kerap menimbulkan pro dan kontra. Di Kudus, Pengurus Daerah Muhammadiyah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus secara terang-terangan kontra dengan adanya perayaan itu.

Muhammadiyah melarang perayaan hari Valentine atau hari kasih sayang. Demikian disampaikan Sekretaris PDM Kabupaten Kudus Zulfa Kurniawan, di Kudus, Senin (13/2/2017). Larangan tertuang di surat yang dikirim oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Kudus. Semua anggota Muhammadiyah, mulai dari pelajar, guru, dan pendidik wajib menaati itu.

 “Ada larangan secara resmi yang dikirim ke semua sekolah di lingkungan Muhammadiyah Kabupaten Kudus. Larangan ini lebih kepada upaya kami menjaga generasi muda dari dampak buruk pergaulan bebas,” ujar Zulfa.

Ada sekitar sembilan sekolah mulai dari SMP dan SMA sederajat telah menerimanya. Surat juga dilayangkan ke seluruh sekolah dasar (SD). Terlebih perayaan Valentine, kata dia, juga bukan budaya Islami. Selain itu, asal usulnya juga tidak jelas.  Bila nantinya larangan itu dilanggar, akan ada sanksi dari masing-masing sekolah.

Sekretaris Komisi D DPRD Kudus Mawahib menuturkan agar pemuda tak ikut merayakan hari Valentine.

Editor : Akrom Hazami