30 Acara Akan Dihelat Peringati HUT Jepara dan Hari Kartini

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara akan menggelar 30 acara untuk memeriahkan hari jadinya ke 469 dan Hari Kartini ke 139. Selain promosi wisata, ajang tersebut digelar untuk mengingatkan generasi muda tentang cita-cita pahlawan wanita asal Jepara. 

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Basuki Wijayanto, Jumat (16/3/2018). Menurutnya, perlu menumbuhkan kebanggaan warga Jepara terhadap daerah dan sosok Kartini, yang membawa harum daerah.

“Untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pendiri kabupaten, serta menumbuhkan kebanggaan bagi masyarakat dan semua anak bangsa yang menjadi anak ideologis Kartini,” tuturnya. 

Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata RI. Selain itu, pemprov Jateng juga mendukung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. 

Ia menyebut, pelaksanaan berbagai event tersebut akan dilakukan mulai awal April. Adapun puncak perayaan HUT Jepara adalah tanggal 10 April dan Hari Kartini 21 April. 

Sementara itu, Ahmad Marzuqi menyebut acara tahun ini dianggap dapat melestarikan pikiran-pikiran Kartini. “Melalui Peringatan hari jadi Jepara hendaknya tetap menjadi point penting agar kita selalu mengingat akar sejarah kita, untuk mengevaluasi berbagai hal yang telah, sedang dan akan kita hadapi,” ujarnya. 

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan dan Pejabat Hadiri Acara Khotmil Quran di Pendapa Kabupaten

MuriaNewsCom, GroboganSetelah jamas pusaka, rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-292 Kabupaten Grobogan terus berlanjut. Terbaru adalah kegiatan Khotmil Quran yang dirangkai doa bersama di pendapa kabupaten, Jumat (2/3/2018).

Bupati Grobogan Sri Sumarni ikut hadir dalam acara tersebut bersama perwakilan FKPD. Tampak pula, Sekda Moh Sumarsono dan sejumlah kepala OPD dan instansi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni meminta agar momentum istimewa bagi Kabupaten Grobogan ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya, dalam masalah memberikan pelayanan prima pada masyarakat.

“Dalam usianya yang hampir tiga abad ini, sudah banyak prestasi yang dicapai Kabupaten Grobogan. Baik di kancah Jawa Tengah maupun nasional. Hal itu tentunya dinilai cukup membanggakan,” kata perempuan yang sudah dua tahun menjabat jadi Bupati Grobogan itu.

Meski demikian, ia meminta agar semua prestasi yang sudah diraih itu tidak membuat semua pihak puas diri. Sebab, tantangan kedepan dirasa bakal semakin berat. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak agar prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan bisa meningkat lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Supriyadi

Mau Dipakai Hari Jadi Grobogan, Kawasan Alun-alun Purwodadi Dibersihkan

MuriaNewsCom, GroboganAksi bersih-bersih terlihat di sejumlah kawasan kota Purwodadi, termasuk disekitar alun-alun, Jumat (2/3/2018). Ada puluhan orang yang terlibat dalam kegiatan ini.

Selain pegawai disekitar lokasi, para PKL alun-alun juga ikut berpartisipasi. Kemudian, ada juga sejumlah anggota damkar yang ikut menyentorkan air untuk membersihkan lantai dan trotoar alun-alun.

Kegiatan kerja bakti tersebut dilangsungkan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-292  Kabupaten Grobogan yang jatuh pada tanggal 4 Maret. Pada rangkaian peringatan hari jadi tersebut, sebagian acara dilangsungkan dikawasan alun-alun. Diantaranya adalah kegiatan pasar rakyat dan upacara bendera.

”Dalam rangka ulang tahun Kabupaten Grobogan akan dilangsungkan banyak acara disini. Oleh sebab itu, kami dan rekan-rekan ikut mendukung kegiatan bersih-bersih biar kawasan alun-alun terlihat nyaman,” Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Nur Wahid.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih itu nantinya akan dilakukan secara rutin tiap bulannya. Hal itu dilakukan agar para pedagang juga memiliki rasa kepemilikan dengan tempat berjualan yang sudah disediakan pemerintah daerah.

”Kita jadwalkan, tiap tanggal 16, para pedagang akan kerja bakti bersih-bersih. Hari ini menjadi permulaannya,” jelas pedagang soto itu.

Editor: Supriyadi

Sambut Hari Jadi, Puluhan Koleksi Pusaka Kabupaten Grobogan Dijamas

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan benda yang menjadi koleksi Museum Purbakala Grobogan mulai dibersihan atau dijamas, Jumat (9/2/2018). Termasuk juga puluhan koleksi benda pusaka yang juga disimpan di museum yang berada di seberang kantor Dinas Pendidikan Grobogan itu.

Sekitar 10 orang bertugas membersihkan benda-benda bersejarah yang ditemukan di berbagai wilayah kecamatan tersebut.

“Khusus untuk benda-benda pusaka, seperti keris, tombak, gamelan dibersihkan oleh tenaga yang sudah ahli dibidangnya. Kegiatan ini rutin kita lakukan dalam rangkaian peringatan hari jadi Grobogan tanggal 4 Maret nanti,” ungkap Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Marwoto.

Dijelaskan, acara bersih-bersih tersebut biasanya dilakukan minimal setahun sekali. Hal itu diperlukan agar benda-benda bersejarah itu tidak rusak, bisa tahan lama dan lebih bersih sehingga cukup nyaman dilihat orang.

Sejumlah petugas sedang membersihkan koleksi pusaka yang tersimpan dalam museum purbakala,  Jumat (9/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dari data yang dimiliki, di dalam museum tersebut terdapat 83 macam benda peninggalan masa lalu dan terdiri dari beberapa jenis. Antara lain, seperangkat gamelan, keris dan tombak, arca, yoni, piring, lesung, lingga, meriam, luku, garu, mangkok dan piring kuno. Kebanyakan, benda tersebut sudah berusia ratusan sampai ribuan tahun.

Selain membersihkan koleksi museum, pihaknya juga menata kebersihan di lingkungan museum. Hal itu dilakukan agar kondisi museum terlihat lebih menarik sehingga akan mengundang minat orang untuk berkunjung.

“Selama ini, memang museum ini sering tutup karena terbatasnya petugas jaga. Nantinya, museum ini akan lebih sering kita buka meski belum bisa tiap hari,” jelasnya.

Ritual penjamasan pusaka mengundang ketertarikan sejumlah siswa SDN 8 Purwodadi yang letaknya persis berhadapan. Beberapa siswa yang saat itu sudah pulang atau pas jam istirahat langsung berhamburan ke museum untuk menonton aktivitas yang sedang dilakukan di tempat itu.

Editor: Supriyadi