Sejarawan Sebut Hari Jadi Pati Sebetulnya Baru ke-499

Taman Pendapa Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hari Jadi Kabupaten Pati yang diperingati setiap 7 Agustus dimulai dari 1323. Dengan begitu, usia Pati diperkirakan sudah 694 tahun.

Hal itu didasarkan pada kesepakatan bersama melalui sebuah forum yang melibatkan guru, dosen, hingga konsultan. Bukan tanpa alasan, penetapan itu mendasarkan pada prasasti Tuhanaru di Mojokerto yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Dalam prasasti tersebut tertulis kata “Arya Pati-Pati Pukapat” yang ditafsirkan sebagai pisowanan agung penguasa Kadipaten Pati ke Kerajaan Majapahit. Dari sana, Pati disebut-sebut sudah eksis dari 1323.

Namun, ada pendapat lain yang menyebut eksistensi Pati sebagai sebuah daerah baru dimulai pada 1518. Hal itu didasarkan pada catatan sejarawan Belanda de Graaf yang menyebut nama “Kayu Bralit” sebagai Bupati Pati pertama.

“Kalau sejarawan Belanda mencatat Bupati Pati pertama pada 1518, artinya usia Pati sekarang ini baru ke-499. Ini sezaman dengan Kerajaan Demak, peradabannya satu tingkat masih muda dari Majapahit, kendati wilayah Pati dulu mungkin sudah ada,” kata pegiat sejarah Pati, Sugiono, Senin (7/8/2017).

Terkait tafsir “Arya Pati-Pati Pukapat” pada prasasti Tuhanaru, dia menyebutnya bukan kunjungan penguasa dari Pati ke Keraton Majapahit. Arya Pati-Pati Pukapat, menurut dia, ditafsirkan sebagai nama patih di Majapahit.

Pasalnya, tidak ada korelasi antara “teks” dan “zaman” yang menunjukkan kata itu berarti pisowanan agung penguasa Pati ke Majapahit. Hanya saja, dia membenarkan bila penguasa Pati merupakan trah Majapahit dari Dinasti Giri Kedaton.

Baca juga : Kayu Bralit, Bupati Pati Pertama yang Jarang Terungkap Sejarah

Giri Kedaton sendiri lebih dikenal dengan nama Blambangan, karena saat itu Majapahit pecah menjadi dua. Salah satunya di Kedaton Wetan Majapahit. Kondisi tersebut terjadi pada sekitar abad ke-16, jauh sesudah 1323.

Editor : Ali Muntoha