Guru Honorer dan Swasta di Jateng Harus Diberi Gaji Pokok dan Tunjangan

Sejumlah guru honorer di Kabupaten Grobogan menggelar aksi menuntut kenaikan tingkat kesejahteraan mereka, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Semarang – Tiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Setiap tahun tiap kali peringatan Hari Guru, isu yang tak pernah habis dibahas masih sama, tentang kesejahteraan guru.

Terutama guru swasta dan guru honorer yang tingkat kesejahteraannya sangat minim. Bahkan sangat timpang jika disandingkan dengan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono juga menyoroti masalah ini. Ia mengaku sering mendapat keluhan dari para guru honorer dan guru swasta mengenai gaji mereka.

Ia mendesak, Pemprov Jateng memberikan perhatian yang nyata terhadap nasib para guru ini. ”Insentif gaji guru swasta dan honorer sangat minim. Pemprov harus memberikan perhatian,” katanya, Sabtu (25/11/2017).

Menurut dia, guru adalah ujung tombak dari pendidikan dan berlangsungnya roda pembelajaran. Jika tingkat kesejahteraan guru rendah, menurutnya akan berimbaas pada tak maskimalnya kualitas pendidikan.

Karsono menyebut, semua guru di Jateng harus mendapatkan penghasilan pantas dan memadai. Antara lain meliput gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji. Termasuk juga tunjangan profesi dan tunjangan khusus, serta penghasilan lain yang berkaitan dengan tugasnya.

“Baiknya tidak ada kesenjangan antara guru swasta dan negeri. Mereka sama-sama pengajar. Kami berharap pemerintah juga memberikan kesejahteraan guru swasta hingga mencapai gaji dengan taraf ideal,” ujarnya.

Selain menyoroti gaji guru swasta, ia juga menyoroti  pelimpahan kewenangan sekolah menengah dan kejuruan dari kabupaten dan kota ke tingkat provinsi.

“Pelimpahan tersebut diharapkan bisa berjalan secara optimal sebagaimana sementara ini dikelola oleh kabupaten dan kota. Fraksi kami (F-PKS) saaat ini melihat keberadaan BP2MK sebagai perwakilan Dinas Pendidikan provinsi yang keberadaaanya di tingkat eks karesidenan masih belum maksimal,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Puncak Peringatan Hari Guru dan KORPRI Bakal Ada Apresiasi bagi Guru dan PNS Beprestasi

Siswa dan guru melakukan gladi bersih peringatan HUT GURU, PGRI dan KORPRI di Lapangan Rendeng (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa dan guru melakukan gladi bersih peringatan HUT GURU, PGRI dan KORPRI di Lapangan Rendeng (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain diadakan upacara dan penampilan tari kolosal, peringatan Hari Guru Nasioal, HUT KORPRI dan PGRI, nantinya juga akan dimeriahkan dengan berbagai penampilan dan kegiatan sosial.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah pad Dinas Pendidikan,Pemuda dan OlahragaKabupaten Kudus Agus Nuratman mengatakan, selain seni kreasi darisiswa yang menggelar tari kolosal,nantinya juga ada marching band,donor darah, pemberian penghargaan kepada siswa prestasi, guru berprestsidan pegawai negeri sipil berprestasi.

Selain itu, lanjut Agus, kegiatan yang akan digelar padaSenin(7/12/2015) di lapangan Desa Rendeng, Kecamatan Kota ini nantinya akandihadiri Bupati Kudus Mustofa, kepala sekolah, perwakilanPGRI tiap kecamatan, serta para perwakilan dari SKPD Kudus serta siswadari sekolah yang sudah ditunjuk.

Dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat memberikansemangat tersendiri bagi siswa, guru maupun pegawai negeri sipil untuk selalumencapai prestasi terbaiknya.

“Untuk kedepannya supaya para siswa, guru dan yang lainnya tanpa terkecuali, dapat selalu bersinergi serta mencapai prestasi yang baik,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Tari Kolosal Ki Hajar Dewantara Bakal MeriahkanPuncak Peringatan Hari Guru

Siswa sedang mengikuti gladi bersih tari kolosal Ki Hajar Dewantara (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa sedang mengikuti gladi bersih tari kolosal Ki Hajar Dewantara (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sedikitnya 250 siswa tingkat SD hingga SMA siap menggebrakkegiatan puncak Peringatan Hari Guru. Nantinya ratusan siswa tersebut akanmembawakan kreasi seni tari kolosal yang bertemakan Ki Hajar Dewantara.

Pelatih Tari Kolosal Ki Hajar Dewantara Etik Dwi Aprili Yantimengatakan, saat ini pihaknya telah menggelar gladi bersih tarikolosal tersebut sebelum dipentaskan di perayaan hari guru.Kegiatan yang akan dilaksanakan di Lapangan Desa Rendeng, KecamatanKota ini juga sekaligus untuk memperingati HUT KORPRI dan PGRI.

“Dalam kegiatan ini nantinya akan sekaligus memperingati Hari Guru Nasional, PGRI dan KORPRI. Sehinga kami akan menampilkan kreasi seniyang berkaitan dengan dunia pendidikan. Yakni tari kolosal Ki HajarDewantara,” paparnya.

Dia menambahkan, dimana tari kolosal ini merupakan cerita Ki HajarDewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Seingga tari tersebutmempunyi arti perjuangan seorang guru dalam mendidik siswanya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Guru Diminta Jadi Teladan Bagi Peserta Didik

Penampilan tari oleh siswa pada peringatan Hari Guru Nasional (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penampilan tari oleh siswa pada peringatan Hari Guru Nasional (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Dalam peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-70, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, saat ini banyak anak dan remaja yang mengalami perubahan ke arah yang kurang positif. Untuk itu, guru sebagai pendidik terdepan di sekolah harus dapat memberikan teladan dan nasehat yang baik.

”Karena pada dasarnya anak akan meniru perilaku serta mendengar nasihat guru di sekolah dan orang tua di rumah. Mulailah kebaikan dari diri sendiri, keluarga dan anak-anak peserta didik kita. Jangan hanya pandai memerintah saja, tetapi tidak dapat melaksanakan,” terang Marzuqi, ketika memperingati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2015 tingkat Kabupaten Jepara di lapangan Kenari, Kalinyamatan, Rabu (25/11/2015).

Menurutnya, hal itu penting diimplementasikan bagi para guru, apalagi para guru sekarang sudah terangkat kesejahterananya dengan adanya tunjangan sertifikasi dan lainnya. Lewat momentum Hari Guru Nasional tahun 2015, dia juga meminta kepada para guru agar tidak hanya pandai mengajar, mendidik saja, tetapi juga pengawasan.

”Dengan demikian, anak anak-anak juga akan nyaman dan aman dalam belajar, sehingga tercipta masyarakat yang pintar dalam segala bidang. Selamat hari Guru Nasional dan PGRI ke- 70 Tahun 2015,” katanya.

Dia menambahkan, guru juga diharapkan dapat menunaikan tugas dan kewajibannya dengan kemurnian niat. “Artinya, seluruh pendidik generasi bangsa ini Jangan Rumongso Biso (Merasa Bisa) tetapi harus Biso Rumongso (Bisa Merasakan),” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Guru di Rembang Diminta Tingkatkan Kinerja

Ratusan siswa dan guru antusias mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka Hari Guru Nasional 2015 dan HUT PGRi ke-70 (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ratusan siswa dan guru antusias mengikuti kegiatan jalan santai dalam rangka Hari Guru Nasional 2015 dan HUT PGRi ke-70 (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Berbagai cara dilakukan para guru dalam merayakan Hari Guru Nasional 2015 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70, salah satunya dengan mengadakan kegiatan jalan sehat.

Hal inilah yang dilakukan PGRI Kecamatan Kaliori, Rembang, Rabu ( 25/11/2015).Selain mengadakan upacara, PGRI Kecamatan Kaliori mengadakan jalan sehat, yang diikuti siswa SD dan SMP. Tak ketinggalan, ratusan guru juga mengikuti acara tersebut.

Ketua PGRI Cabang Kaliori Suci Rahayu mengatakan, kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk untuk meningkatkan silaturahmi antarguru maupun siswa.Dirinya juga berharap, dengan moment peringatan hari guru, kinerja para guru bisa semakin meningkat, terutama para guru di wilayah Kecamatan Kaliori. Apalagi bagi guru-guru yang sudah mengikuti sertifikasi.

“Dengan adanya sertifikasi, kesejahteraan guru sudah baik. Sehingga sudah sepatutnya sertifikasi digunakan oleh para guru sebagai motivasi dalam mengajar,” kata Suci kepada MuriaNewsCom, Rabu (25/11/2015). (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)

HARI GURU NASIONAL : Upacara Unik Ini Menarik

hari guru 2 FOTO (e)

Kegiatan upacara Hari Guru Nasional di SMAN 1 Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Hari Guru Nasional yang jatuh Rabu (25/11/2015) dilakukan secara unik di beberapa sekolah ini. Seperti halnya di SMA 2 Bae dan SMA 1 Bae.

Sekolah ini mengadakan upacara dengan cara yang berbeda, yakni dengan petugas yang semuanya dari kalangan guru.

Hendro Wisolo, ketua ranting PGRI SMA 1 Bae mengatakan, kegiatan semacam itu terbilang baru di sekolah tersebut. Sebab sebelumnya saat upacara biasa, siswalah yang menjadi petugas.

“Kali ini semuanya dilaksanakan oleh guru, jadi mulai petugas hingga pengibar bendera dilaksankan oleh para guru,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan lomba antarguru di sekolah tersebut. Hal itu untuk menyemangati para siswa untuk lebih semangat dalam belajar. Sebab guru merupakan contoh bagi siswa.

“Ramai, siswa juga melajukan atraksi usai upacara. Jadi semakin meriah,” imbuhnya.

Sementara, di SMA 2 Bae juga menggelar hal yang sama. Upacara dengan petugas guru juga dilaksanakan. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)