Tak Mau Disalahkan, Disdikpora Kudus Minta Orang Tua Berperan Aktif Bangun Karakter Anak

Para siswa antusias mengikuti SMK Weekend yang digelar di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para siswa antusias mengikuti SMK Weekend yang digelar di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,  Kudus – Kekecewaaan Bupati Kudus Musthofa dengan siswa yang memegang menggunakan tangan kiri saat menerima microphone dan hadiah membuat Disdikpora Kudus angkat bicara.

Pengawas sekolah pada Disdikpora Kudus M Zainuri mengatakan, peran guru di sekolah sangat terbatas. Jutru, yang memiliki andil besar adalah kedua orang tua siswa. Ini lantaran para siswa lebih banyak menggunakan waktu dengan orang tua ketimbang dengan guru di sekolah.

”Jadi yang lebih berperan aktif seharusnya orang tua. Para siswa di sekolah itu sangat terbatas. Selain itu juga, satu guru menangani banyak siswa, jadi ada keterbatasan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jika sampai terjadi degradasi moral bukanlah semata-mata kesalahan guru. Melainkan orang tua juga ikut andil dalam hal membimbing dan mengajarkan anak sampai demikian.

Lebih lanjut dikatakan, para guru juga memiliki tugas mengajar pelajaran. Hal itu juga membuat semakin terbatas nya dalam memperhatikan anak.

“Meski demikian kami juga bertugas membenahi. Sehingga ke depan akan dilakukan pembenahan terkait hal itu melalui guru di tiap sekolah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Bupati Kudus Kecewa, Banyak Siswa Pegang Mic dan Terima Hadiah dengan Tangan Kiri  

Bupati Kudus Kecewa, Banyak Siswa Pegang Mic dan Terima Hadiah dengan Tangan Kiri

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan salah satu pemenang lomba saat penutupan SMK Weekend. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan salah satu pemenang lomba saat penutupan SMK Weekend. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penutupan SMK Weekend yang digelar di Alun-alun Kudus Selasa (3/5/2016) membuat Bupati Kudus, Musthofa kecewa. Ini lantaran, para pemenang lomba yang diundang Musthofa untuk berbincang di atas panggung menerima microphone (mic) dengan tangan kiri.

Tak hanya itu, hampir semua pemenang lomba yang menerima hadiah dari orang nomor satu di Kota Kreter juga menerimanya dengan tangan kiri. Sontak hal tersebut membuat Bupati kecewa.

”Sejak tadi saya perhatikan, kenapa semuanya memakai tangan kiri. Padahal seharusnya memakai tangan kanan. Ini kesalahan para guru, kenapa sampai ada degradasi moral seperti ini,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara penutupan SMK Weekend, Senin (2/5/2015).

Kejadian ini, lanjutnya, tidak membuatnya marah. Melainkan, merasa bersalah kenapa hal itu bisa terjadi. Apalagi, saat berbincang di atas panggung memakan waktu yang cukup lama.

Meski begitu, kekecewaan yang begitu mendalam tak bisa ditutupi. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Joko Susilo juga dituding sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas degradasi moral tersebut.

”Perubahan moral merupakan hal yang harus segera diselesaikan. Ini merupakan tugas semua pihak. Tapi yang paling bertanggung jawab adala dinas pendidikan. Kenapa hal seperti ini bisa terjadi,” tegasnya.

Atas kejadian ini, Musthofa pun meminta semua pihak harus segera berbenah. Salah satunya untuk menekankan pendidikan karakter kepada siswa.

Editor: Supriyadi