Warga Nglobar Grobogan yang Hanyut di Sungai Lusi Ditemukan Tak Bernyawa

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian terhadap Cipto, warga Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.00 atau menjelang Asar, mayat pria berusia 38 tahun itu berhasil ditemukan.

Jarak penemuan dengan tiik korban hanyut sekitar 4 km. Mayat yang terapung dipinggiran sungai ditemukan oleh warga yang ikut mendukung proses pencarian.

Warga kemudian mengabarkan penemuan mayat itu pada tim SAR gabungan yang berkonsentrasi melakukan penyisiran disekitar titik hanyut. Selanjutnya, mayat yang mengenakan celana pendek dan kaos panjang warna biru langsung dievakuasi tim SAR gabungan. Setelah dimasukkan dalam kantong, jenazah korban kemudian diserahkan pada pihak keluarganya.

“Alhamdulillah, korban yang dilaporkan hanyut sudah berhasil ditemukan. Rencananya, hari ini juga akan dilakukan proses pemakaman,” kata Kades Nglobar Mugiyono, Sabtu (24/3/2018).

Seperti diberitakan, sehari sebelumnya, korban sempat pamit cari rumput dipinggiran sungai Lusi. Namun, hingga malam hari, korban belum kunjung pulang.

Diduga, korban terpeleset ke sungai saat mencari rumput. Warga setempat sempat melakukan pencarian disekitar aliran sungai tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, warga meminta bantuan tim SAR untuk melakukan pencarian.

Setelah mendapat laporan, tim SAR BPBD Grobogan langsung melakukan pencarian di lokasi ditemukannya sabit dan keranjang yang digunakan korban mencari pakan ternak. Upaya pencarian juga mendapat bantuan dari tim Basarnas Pos Jepara yang datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Editor: Supriyadi

Diduga Terpeleset saat Cari Rumput, Warga Nglobar Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganTim SAR BPBD Grobogan didukung relawan dan masyarakat saat ini sedang melakukan pencarian orang hanyut di aliran Sungai Lusi di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (24/3/2018). Pencarian dilakukan menyusul adanya warga setempat yang dilaporkan hanyut di sungai.

”Laporan baru siang tadi kita terima. Selanjutnya, kami langsung terjunkan tim untuk melakukan pencarian,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Orang yang dilaporkan hanyut disebutkan bernama Cipto (38). Pria ini diduga hanyut pada Jumat (23/3/2018) sore sekitar pukul 17.00.

Sebelumnya, korban sempat pamit cari rumput di pinggiran sungai Lusi. Namun, hingga malam hari, korban belum kunjung pulang.

Diduga, korban terpeleset ke sungai saat mencari rumput. Warga setempat, sempat melakukan pencarian disekitar aliran sungai tetapi hasilnya nihil.

”Ini tim masih melakukan pencarian. Semoga bisa segera ditemukan,” sambung Masrichan.

Editor: Supriyadi

2 Orang Hanyut di Grobogan Ditemukan dalam Waktu Bersamaan

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pencarian dua orang yang hanyut ke sungai akhirnya membuahkan hasil, Selasa (13/3/2018). Kedua korban ditemukan dalam waktu hampir berbarengan, sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban pertama yang ditemukan adalah Yahmin alias Yatin (40), warga Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati yang dilaporkan hanyut di sungai Tuntang sejak empat hari lalu. Korban ditemukan dipinggiran sungai dalam kondisi tertutup lumpur dan hanya terlihat beberapa bagian tubuhnya.

Jasad korban ditemukan oleh warga yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju sawah. Lokasi penemuan korban masuk Desa Deras, Kecamatan Kedungjati yang berjarak sekitar 2 km dari titik hanyut.

Tidak lama berselang, operasi yang dilakukan Tim SAR gabungan di wilayah Kecamatan Geyer juga membuahkan hasil. Yakni, pencarian Mbah Manem, warga Desa Monggot yang dilaporkan terpental ke sungai setelah sebelumnya tertabrak kereta api, Senin (12/3/2018).

Jasad nenek berusia 78 tahun itu ditemukan warga dalam posisi tersangkut sampah di pinggiran sungai. Lokasi penemuan korban masuk wilayah Dusun Batur, Desa Ledokdawan yang jaraknya sekitar 10 km dari titik hanyut.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, meski sudah ditemukan, namun upaya evakuasi kedua korban menuju ke jalan raya butuh waktu cukup lama, Yakni, hampir 1,5 jam karena medannya cukup berat.

”Alhamdulillah, proses pencarian kedua korban akhirnya berhasil. Setelah dievakuasi, jenazah korban kita serahkan pada pihak keluarganya. Dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi pencarian kita tutup,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencarian orang hanyut pada dua lokasi itu mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Selain jajaran TNI dan Polri, pihaknya juga didukung personil dari Basarnas Pos Jepara, Pramuka, relawan dan masyarakat setempat.

Editor: Supriyadi

Personel Basarnas Pos Jepara Bantu Pencarian Korban Kereta Api yang Terpental ke Sungai

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian orang tertabrak kereta api di Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Grobogan, mendapat tambahan personil dari Basarnas Pos Jepara. Dua anggota Basarnas yang datang dengan mobil operasional dilengkapi perahu karet tiba di kantor BPBD Grobogan, Senin (12/3/2018) siang. Setelah itu, mereka berangkat ke lokasi kejadian bersama personil dari BPBD Grobogan.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, pihaknya memang meminta bantuan Basarnas Pos Jepara untuk membantu mencari keberadaan Mbah Manem,  warga Monggot yang dilaporkan tertabrak kereta api hingga terpental di sungai. Sebelumnya, upaya pencarian juga sudah dilakukan bersama anggota Polsek dan Koramil Toroh dibantu masyarakat serta relawan.

Menurut Masrichan, sebelumnya sudah ada tim dari Basarnas Pos Jepara yang datang ke Grobogan. Tujuannya, untuk mendukung pencarian warga Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati yang dua hari lalu dilaporkan hanyut di sungai Tuntang.

“Sejak pagi tadi, tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian orang hanyut di Sungai Tuntang. Kemudian, ada lagi laporan orang hanyut disungai akibat tertabrak kereta di Desa Monggot. Jadi, hari ini kita lakukan operasi pada dua lokasi berbeda,” jelasnya.

Seperti diberitakan, peristiwa yang menimpa nenek berusia 78 tahun itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban hendak menuju pasar desa dengan berjalan kaki untuk belanja sayuran seperti biasanya.

Saat sampai di jembatan rel yang membentang diatas sungai, ada kereta api Kalijaga jurusan Solo-Semarang yang melintas dari arah selatan. Melihat ada kereta, korban sempat berhenti menunggu kereta lewat.

Sayangnya, posisi korban berhenti masih dekat dengan jalur kereta. Akibatnya, tubuh korban masih sempat tersambar bodi kereta api dan terpental hingga kecebur sungai. Beberapa barang bawaan korban, termasuk KTP dan kartu BPJS sempat ditemukan di dekat lokasi kejadian.

Editor: Supriyadi

Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Warga Klitikan Grobogan yang Dilaporkan Hanyut

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian seorang warga Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati yang dilaporkan hanyut kembali dilanjutkan, Senin (12/3/2018). Sejak pukul 07.00, tim SAR gabungan sudah bersiap melakukan penyisiran sungai Tuntang guna mencari keberadaan Yahmin alias Yatin (40), warga Dusun Meteseh, Desa Klitikan yang dua hari lalu dilaporkan hanyut.

”Kita mulai melakukan penyisiran lagi. Dalam pencarian korban, kita juga didukung Tim Basarnas Pos Jepara, Relawan, instansi terkait lainnya serta masyarakat. Semoga bisa kita temukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Menurut Masrichan, pada dua hari sebelumnya, upaya pencarian sudah dilakukan. Selain disekitar lokasi yang diperkirakan jadi titik hanyut, pencarian juga dilakukan dengan penyisiran aliran sungai hingga radius 10 km. Namun, hasilnya masih nihil.

Upaya pencarian memang mengalami kendala dengan beratnya medan. Selain itu, kondisi korban yang diperkirakan masih memakai ransel berisi aki besar untuk nyetrum ikan dinilai juga jadi hambatan tersendiri. Hal ini bisa menjadikan tubuh korban sulit mengambang atau terapung karena ada beban seberat sekitar 10 kg.

Seperti diberitakan, penyisiran sungai Tuntang ini dilakukan menyusul adanya laporan orang hilang ke Mapolsek Kedungjati, Sabtu (10/2/2017). Sehari sebelumnya, Yatin sempat pamit pada istrinya Tri Puji (38) untuk mencari ikan di sungai menggunakan strum aki.

Namun, hingga keesokan hari, Yatin tidak kunjung pulang. Keberadaannya sudah dicari dirumah teman dan kerabatnya tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, mereka laporan ke Polsek Kedungjati karena Yatin diperkirakan hanyut disungai.

Editor: Supriyadi

Pamit Cari Ikan, Warga Klitikan Grobogan Dilaporkan Hanyut di Sungai

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran sungai Tuntang di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, Sabtu (10/2/2017). Tindakan ini dilakukan menyusul adanya laporan orang hanyut yang dilayangkan ke Mapolsek Kedungjati. Orang yang dilaporkan hanyut bernama Yatin (40), warga Dusun Meteseh, Desa Klitikan.

Kapolsek Kedungjati AKP Sapto menyatakan, laporan adanya orang hilang yang diperkirakan hanyut di sungai diterima pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB. Sehari sebelumnya, Yatin sempat pamit pada istrinya Tri Puji (38) untuk mencari ikan di sungai menggunakan strum aki.

Namun, hingga pagi tadi, Yatin tidak kunjung pulang. Keberadaannya sudah dicari di rumah teman dan kerabatnya tetapi hasilnya nihil.

“Pihak keluarga sudah mencari tetapi tidak ketemu. Akhirnya, mereka laporan ke Polsek Kedungjati,” katanya.

Setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Grobogan untuk melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah itu, upaya penyisiran sungai Tuntang hingga radius 10 km sudah dilakukan tetapi hasilnya masih nihil.

“Hari ini tadi, upaya penyisiran sungai sudah dilakukan sampai ke pintu air Bendung Glapan di Kecamatan Gubug. Namun, hasilnya masih nihil,” katanya.

Editor: Supriyadi

Hanyut 12 Hari, Warga Randurejo Grobogan Ditemukan Membusuk di Tumpukan Sampah Sungai Klampisan

MuriaNewsCom, Grobogan – Sosok mayat ditemukan warga dipinggir sungai Klampisan di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Sabtu (20/1/2018). Mayat ditemukan mengambang diatas tumpuhan sampah ditikungan sungai, sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat ditemukan, kondisi mayat sudah rusak dan mengeluarkan bau busuk. Mayat tersebut sepintas juga sulit dikenali karena kondisinya sudah mengenaskan. Diperkirakan, mayat itu sudah berhari-hari berada di sungai. Tidak lama kemudian, mayat berhasil dievakuasi tim SAR dari pinggir sungai.

Baca: Sudah 7 Hari Tak Ketemu, SAR Hentikan Pencarian Warga Randurejo Grobogan yang Hanyut

Setelah periksa didaratan, ada indikasi kalau mayat itu berjenis kelamin laki-laki. Hal itu berdasarkan beberapa ciri yang masih bisa dikenali meski kondisinya sudah tidak utuh.

Sejumlah anggota SAR BPBD Grobogan memperikakan jika mayat itu adalah warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon yang sebelumnya sempat dicari selama sepekan. Namun, hasilnya nihil sehingga operasi pencarian akhirnya dihentikan.

Baca: 2 Hari Tak Pulang, Warga Randurejo Grobogan Dilaporkan Hanyut di Sungai

“Kita perkirakan, mayat itu adalah warga yang kita cari sejak 12 hari lalu. Namun, untuk pastinya masih dilakukan pemeriksaan di RSUD Purwodadi,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pulokulon AKP Juhari menyatakan, mayat yang ditemukan memang diindikasikan adalah pemuda dari Desa Randurejo bernama Khoirul Anwar alias Aan (18) yang dilaporkan hanyut pada Minggu (8/1/2018) sore. Pihak keluarganya juga sudah melihat kondisi mayat yang ditemukan di Pulokulon itu.

“Pihak keluarga mengenali dari ciri korban dari bentuk giginya. Namun, untuk lebih memudahkan pengenalan, jenazah kita bawa ke RSUD supaya dibersihkan. Ini, saya dan pihak keluarga ada di kamar jenazah RSUD,” katanya.

Editor: Supriyadi

Hari ke-6, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Hanyut di Sungai Klampis Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian seorang warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon yang dilaporkan hanyut di sungai Klampis kembali dilanjutkan, Sabtu (13/1/2017). Sejak pagi, tim SAR gabungan melakukan penyisiran guna mencari keberadaan Khoirul Anwar alias Aan (18), warga setempat yang hanyut sejak lima hari lalu.

”Kita mulai melakukan penyisiran lagi. Dalam pencarian korban, kita juga didukung Tim Basarnas Pos Jepara, Relawan, instansi terkait lainnya serta masyarakat,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Upaya pencarian tidak mengandalkan perahu karet seperti biasanya. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran sungai dengan berjalan kaki karena airnya cukup dangkal. Selama lima hari sebelumnya, penyisiran sudah dilakukan hingga radius 20 km. Namun, hasilnya masih nihil.

”Pencarian hari keenam ini kita perpanjang radiusnya. Semoga bisa kita temukan,” jelasnya.

Kepala Desa Randurejo Daniel Martiknyo menyatakan, Aan diketahui sudah tidak pulang ke rumah sejak enam hari lalu. Terakhir meninggalkan rumah pada Minggu (7/1/2018) sore kemarin.

”Saat pergi ia hanya jalan kaki dan HP nya juga ditinggal di rumah. Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Aan ke rumah teman dan famili tetapi tidak ketemu,” jelasnya.

Menurut Daniel, dari informasi yang didapat, sempat ada warga yang melihat Aan pergi ke arah sungai pada Minggu sore. Diperkirakan, Aan saat itu hendak buang air besar.

”Pada hari Minggu kemarin, kondisi sungai memang penuh air akibat hujan deras. Diperkirakan, Aan terpeleset dan hanyut ke sungai sehingga kami laporkan pada BPBD untuk melakukan upaya pencarian,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Sudah 3 Hari Hanyut, Tubuh Warga Randurejo Grobogan Belum Ketemu

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian seorang warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan yang dilaporkan hanyut kembali dilanjutkan, Rabu (10/1/2017). Sejak pagi, tim SAR gabungan melakukan penyisiran Sungai Klampis guna mencari keberadaan Khoirul Anwar alias Aan (18), warga setempat yang tiga hari lalu dilaporkan hanyut.

“Kita mulai melakukan penyisiran lagi. Dalam pencarian korban, kita juga didukung Tim Basarnas Pos Jepara, Relawan, instansi terkait lainnya serta masyarakat. Semoga bisa kita temukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Upaya pencarian tidak mengandalkan perahu karet seperti biasanya. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran sungai dengan berjalan kaki karena airnya cukup dangkal.

Kepala Desa Randurejo Daniel Martiknyo menyatakan, Aan diketahui sudah tidak pulang ke rumah sejak tiga hari lalu. Terakhir meninggalkan rumah pada Minggu (7/1/2018) sore kemarin.

“Saat pergi ia hanya jalan kaki dan HP nya juga ditinggal di rumah. Pihak keluarga sudah berupaya mencari keberadaan Aan ke rumah teman dan famili tetapi tidak ketemu,” jelasnya.

Menurut Daniel, dari informasi yang didapat, sempat ada warga yang melihat Aan pergi ke arah sungai pada Minggu sore. Diperkirakan, Aan saat itu hendak buang air besar.

“Pada hari Minggu kemarin, kondisi sungai memang penuh air akibat hujan deras. Diperkirakan, Aan terpeleset dan hanyut ke sungai sehingga kami laporkan pada BPBD untuk melakukan upaya pencarian,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : 2 Hari Tak Pulang, Warga Randurejo Grobogan Dilaporkan Hanyut di Sungai

Pencarian Penjaga Pintu Bendung Klambu yang Hanyut di Sungai Lusi Dilanjutkan

Tim SAR gabungan sedang bersiap melakukan pencarian korban hanyut di kawasan Bendung Klambu, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan Proses pencarian penjaga Bendung Klambu bernama Samirin yang dilaporkan hanyut di Sungai Lusi kembali dilanjutkan, Jumat (15/12/2017). Sehari sebelumnya, upaya pencarian sudah dilakukan dari pagi sampai menjelang petang, tetapi hasilnya masih nihil.

“Ini kita sedang bersiap melakukan pencarian korban tenggelam. Mudah-mudahan, segera ditemukan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro.

Menurutnya, upaya pencarian akan dibagi dalam dua tim yang masing-masing menggunakan perahu karet. Satu tim akan menyisir sekitar titik tenggelam dan satu lagi menelusuri aliran sungai ke arah barat hingga radius beberapa kilometer.

Pencarian hari kedua dibantu beberapa pihak. Ada TNI, Polri, relawan dan juga dukungan dari Basarnas Pos Jepara dan Tim SAR Kudus serta Demak.

“Rencana hari ini kita akan melakukan penyisiran sampai Bendung Undaan, Kudus,” jelasnya.

Seperti diberitakan, peristiwa keceburnya penjaga pintu bendung terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, pegawai berusia 50 tahun tersebut sedang berada di atas pintu bendung untuk membersihkan sampah menggunakan tongkat bambu. Diduga, saat membersihkan sampah itulah warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sukolilo, Pati tersebut terpeleset sehingga jatuh ke aliran sungai disebelah barat bendung.

Editor: Supriyadi

Belum Ditemukan, Pencarian Penjaga Pintu Bendung Klambu di Sungai Lusi Grobogan Dilanjutkan Besok

Tim SAR gabungan sedang melakukan pencarian orang hanyut di aliran Sungai Lusi disebelah barat Bendung Klambu, Grobogan, Kamis (14/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencarian penjaga pintu Bendung Klambu bernama Samirin yang dilaporkan hanyut di Sungai Lusi belum membuahkan hasil. Meski sudah mengerahkan banyak personil namun hingga petang tadi, keberadaan korban belum bisa ditemukan.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Klambu membuat upaya pencarian mengalami kendala. Selain itu, kendala lainnya adalah masih cukup derasnya arus sungai Lusi pada saat pencarian tadi.

“Proses pencarian untuk sementara kita hentikan. Rencana kita lanjutkan besok pagi. Meski demikian, tim SAR akan tetap bersiaga di dekat lokasi kejadian sepanjang malam ini,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan, Kamis (14/12/2017).

Menurutnya, dalam pencarian hari ini, pihaknya dibantu banyak pihak. Selain personil TNI dan Polri, juga ada dukungan dari tim SAR Kudus dan Demak serta relawan.

Seperti diberitakan, Peristiwa keceburnya penjaga pintu bendung terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, pegawai berusia 50 tahun tersebut sedang berada di atas pintu bendung untuk membersihkan sampah menggunakan tongkat bambu.

Diduga, saat membersihkan sampah itulah warga Desa Plosokerep, Kecamatan Sukolilo, Pati tersebut terpeleset sehingga jatuh ke aliran sungai disebelah barat bendung.

Editor: Supriyadi

Bermodal Bambu, Warga Menduran Grobogan Berhasil Selamatkan Orang Hanyut di Sungai Lusi

Korban hanyut di sungai Lusi mendapatkan perawatan di Puskesmas Brati setelah berhasil diselamatan warga, Selasa (12/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa orang hanyut di aliran Sungai Lusi kembali terjadi, Selasa (12/12/2017). Namun, korban hanyut yang diketahui bernama Purmini (41), berhasil diselamatkan setelah terseret arus selama beberapa jam.

Orang yang pertama menolong korban hanyut diketahui bernama Harsono (54), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati. Ceritanya, sekitar pukul 09.30 WIB, Harsono sedang berada dipinggiran sungai.

Saat itulah, ia melihat ada orang hanyut yang hanya terlihat bagian kepalanya saja. Harsono sempat memanggil orang tersebut tetapi tidak ada respon.

Melihat orang hanyut it uterus terseret air, Harsono kemudian berlari mengikuti aliran sungai. Sepanjang jalur yang dilalui untuk mengikuti korban hanyut, Harsono sempat juga berteriak minta pertolongan warga.

Baca: Takut Dirazia, Pemuda Robayan Jepara Ugal-ugalan Hingga Tabrak Polisi

Sesampai di dekat tikungan sungai di Dusun Lembono, Desa Karangsari, Kecamatan Brati, tubuh korban yang terseret arus terlihat menepi. Kemudian, Harsono mencari sebilah bambu cukup panjang dan disodorkan pada korban hanyut.

Beruntung, kondisi korban saat itu masih sadar. Secepatnya, korban langsung meraih bambu tersebut dan akhirnya bisa ditarik ke tepian. Pada saat ini, upaya penyelamatan korban hanyut mendapat bantuan dari Bhabinkamtibmas Desa Karangsari Sigit Gendroyono (41) yang kebetulan saat itu menyambangi Dusun Lembono dan beberapa warga sekitar.

”Saya tadi lihat ada orang tenggelam terus saya ikuti. Setelah agak menepi saya sodorkan bambu. Untungnya, korban dalam keadaan sadar sehingga bisa meraih bambu tadi,” kata Harsono.

Setelah dievakuasi, korban yang masih mengenakan pakaian lengkap itu langsung dibawa ke Puskesmas Brati untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski kondisinya sadar, namun korban belum bisa dimintai keterangan karena masih shok dengan peristiwa yang dialami.

”Korban masih dalam keadaan sadar, namun belum bisa diajak komunikasi. Pihak keluarganya sudah kita hubungi,” kata Kapolsek Brati AKP Sugiyanto.

Dijelaskan, dari keterangan yang didapat dari pihak keluarga, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 04.30 WIB menuju Sungai Glugu. Korban kemudian jatuh ke dalam sungai dari akhirnya masuk ke Sungai Lusi yang merupakan muara akhir dari Sungai Glugu.

Editor: Supriyadi

Sudah 3 Hari, Tim SAR Gabungan Belum Berhasil Temukan Pemuda Hanyut Sungai Serang

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban tenggelam di Sungai Serang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pencarian Ribut Aula, pemuda yang dilaporkan tenggelam di Sungai Serang di Desa Sobo, Kecamatan Geyer pada hari ketiga masih belum juga membuahkan hasil. Meski sudah melibatkan banyak personel namun keberadaan pemuda 25 tahun belum terlihat.

Upaya pencarian salah satu pentolan suporter Persipur pada hari kedua ini dilakukan pada dua titik dari pagi hingga menjelang petang. Selain titik di sekitar lokasi tenggelam, upaya pencarian juga diperluas dengan menyisir penyisiran aliran sungai sepanjang 15 km hingga sampai Bendung Sedadi di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan.

Untuk memudahkan pencarian korban, pintu bendung juga sempat dibuka agar elevasi air sungai Serang turun. Ratusan warga di sepanjang jalur sungai dari Desa Sobo hingga Desa Sedadi juga ikut membantu pencarian korban hanyut.

“Selama tiga hari ini, kita sudah berupaya keras untuk menemukan korban. Namun, sampai hari ketiga masih belum ketemu. Besok kita lanjutkan lagi pencarian korban,” kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Grobogan Budi Prihantoro, Rabu (15/11/2017)

Seperti diberitakan, seorang warga Desa Sobo, Kecamatan Geyer dilaporkan tenggelam di Sungai Serang, Senin (13/11/2017). Korban tenggelam disebutkan adalah seorang pemuda bernama Ribut Aula. Pemuda berusia sekitar 25 tahun itu dilaporkan tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi warga setempat menyebutkan, sebelum kejadian, korban diketahui sedang berenang di sungai Serang bersama beberapa teman sebayanya. Saat itu, kondisi sungai cukup dalam.

Tidak lama kemudian, korban dan temannya sempat balapan renang menyeberangi sungai, bolak-balik. Ditengah perjalanan korban akhirnya tenggelam. Diduga saat itu, korban kelelahan.

Melihat kejadian itu, beberapa rekan korban sempat berupaya melakukan pertolongan. Namun, tindakan itu tidak membawa hasil karena arus sungai mengalir cukup deras yang. Akhirnya, teman korban meminta pertolongan pada warga sekitar untuk ikut melakukan pencarian.

Setelah dapat kabar itu, beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Upaya pencarian juga didukung anggota tim SAR gabungan. Namun, hasilnya masih nihil. 

 

Editor : Akrom Hazami