Sampai Segitunya…! Untuk Dapatkan Air Zam-zam, Jemaah Haji Sampai Rela Mengikatnya di Paha

haji_W

Tasyakuran jemaah haji yang dilakukan di Pendapo Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Salah satu oleh-oleh yang jadi idaman jemaah haji adalah air zam-zam. Meski demikian, untuk mendapatkan tambahan air zam-zam diluar jatah yang sudah diberikan sangat sulit dilakukan. Sebab, pemeriksaan yang dilakukan terhadap para jemaah sangat ketat.

”Untuk itu kami berharap agar pihak Kemenag mengupayakan agar ada kemudahan dalam membawa tambahan air zam-zam bagi jemaah haji. Tidak perlu banyak, satu atau dua liter saja sudah cukup,” kata perwakilan jemaah haji Grobogan KH Rukhani LC dalam acara tasyakuran jemaah haji di pendopo kabupaten, siang tadi.

Pimpinan Ponpes Pelita Danyang itu menyatakan, semua jemaah memang mendapatkan jatah air zam-zam sebanyak 5 liter. Namun, air zam-zam yang jatah itu kesannya biasa saja.

Hal itu dirasa berbeda dengan air zam-zam yang diambil langsung para jemaah dari Masjidil Haram. Makanya, banyak jemaah berusaha dengan berbagai cara untuk bisa membawa pulang air zam-zam yang diambil dari sana.

”Dari cerita para jemaah, air zam-zam itu ada yang ditaruh dalam botol kemasan plastik dan diikatkan dipaha. Dengan trik ini, sebagian bisa lolos membawa pulang sampai tanah air dan banyak pula yang tidak bisa karena diketahui petugas pemeriksa. Untuk itu, agar tidak terjadi seperti ini, sebaiknya ada kelonggaran dalam membawa pulang air zam-zam,” katanya.

Acara tasyakuran jemaah haji ini, dihadiri Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. Hadir pula Kakemenag Arifin dan Wakapolres Grobogan Kompol Didik Priyo Sambodo serta beberapa unsur FKPD setempat.

Dalam kesempatan itu, Bambang Pudjiono menyatakan, secara keseluruhan, rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun ini dinilai sudah cukup baik. Yakni, mulai kegiatan pembekalan, pemberangkatan hingga pemulangan. Meski demikian, hendaknya pihak Kemenag tetap melakukan evaluasi terhadap kemungkinan adanya kekurangan atau keluhan yang disampaikan jemaah.

“Proses kepulangan jemaah kloter 56 maupun 57 juga cukup lancar berkat kesigapan panitia dan petugas keamanan yang melakukan langkah antisipasi dengan baik,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Hilang Beberapa Hari, Jamaah Asal Grobogan Meninggal di Makkah

Cipto Suyono jamaah haji asal Grobogan yang meninggal di Makkah akibat serangan jantung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Cipto Suyono jamaah haji asal Grobogan yang meninggal di Makkah akibat serangan jantung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kabar duka datang lagi dari Tanah Suci Makkah. Satu lagi jamaah haji Grobogan dari Desa Godong, Kecamatan Godong, Grobogan, Cipto Suyono bin Supodo dilaporkan meninggal dunia.

”Dari laporan yang kita terima, Bapak Cipto Suyono meninggal Senin, (11/10). Jamaah ini sebelumnya tergabung dalam kloter 56,” ungkap Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi.

Menurutnya, dari kabar yang didapat dari ketua kloter, beberapa hari sebelum meninggal, jamaah berusia 56 tahun itu sempat menunaikan ibadah umrah sunnah bersama beberapa orang lainnya. Usai umrah, Cipto pamit mau buang air kecil di toilet yang ada di Masjidil Haram.

Namun, hingga cukup lama Cipto tidak kunjung bergabung bersama rekannya yang menunggu. Akhirnya, rombongan ini mencoba menyusul ke toilet untuk mencari keberadaannya. Hingga beberapa jam, rombongan ini tidak berhasil menemukan Cipto dan memutuskan kembali ke maktab.

”Sesampai di maktab, ternyata juga tidak ada. Saat jemaah bergeser menuju Madinah keesokan harinya, kabar jamaah yang hilang ini tidak berhasil didapat. Setelah jamaah berada di Madinah, baru ada kabar kalau Pak Cipto meninggal di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah karena terkena serangan jantung,” jelas Fahrur.

Dengan meninggalnya Cipto Suyono tersebut, berarti total ada tiga jemaah haji Grobogan yang berpulang. Sebelumnya, Jumat (18/9/2015) jamaah asal Kradenan, Siti Khotimah dilaporkan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah. Kemudian, satu jamaah lagi yang wafat adalah Siti Khamdanah binti Kasbun Kasmiri. Warga Desa Bugel, Kecamatan Godong, yang tergabung dalam kloter 56 ini meninggal Senin, (28/9/2015) saat berada di Makkah. (DANI AGUS/TITIS W)

Baru Tiba di Kudus, Jemaah Haji Sudah Pingin Balik ke Makkah

Jemaah haji yang tiba di Kudus disambut keluarga (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jemaah haji yang tiba di Kudus disambut keluarga (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS –Rombongan jemaah haji asal Kudus sudah sampai di tanah air secara bergantian, berdasarkan kloter. Rasa rindu terhadap keluarga langsung ditumpahkan, ketika anggota keluarga menyambut rombongan jemaah haji.

Meski baru saja tiba di tanah air, namun, beberapa jemaah haji ada yang pingin balik lagi ke Makkah. Seperti halnya Muhnadi, warga Kaliwungu ini kepingin dirinya bisa kembali beribadah tanah suci. “Saya ingin kembali lagi ke sana, mudah-mudahan diberikan kesempatan ke tanah suci,” katanya.

Meski masim haji pada tahun ini ada beberapa tragedi, namun, dirinya bersyukur masih diberikan keselamatan. ”Mudah-mudahan mereka yang meninggal di sana, amal ibadahnya diterima, dan yang sakit segera sembuh,” imbuhnya.

Sementara itu, Anas Lirianto, jemaah haji asal Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, mengaku ketika kembali menginjakkan kakinya di Kudus, selain rindu keluarga, juga rindu dengan berbagai hal khas Kudus.  “Kudus sudah mendarah daging bagi saya, jadi semuanya pasti saya rindukan. Mulai makanan hingga kebiasaan,” katanya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ratusan Anak di Kudus Doakan Korban Tragedi Mina

Anak-anak sedang mengikuti praktik manasik haji (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anak-anak sedang mengikuti praktik manasik haji (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengikuti praktik manasik haji di Alun- alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (3/10/2015) pagi, melakukan doa bersama untuk korban tragedi Mina.

Arie Widiana Listiani, panitia penyelenggara mengatakan, para muridnya diajari mendoakan sesama, khususnya untuk kaum muslim yang mendapatkan cobaan saat menjalankan ibadah haji

“Kita sampaikan kepada mereka bahwa segalanya itu kehendak Allah, jadi tragedi waktu itu di Mina juga atas kekuasaan Allah, dan mereka mengerti hal itu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sebagai anak yang usianya masih di bawah lima tahun, tentunya tidak begitu tahu soal tragedi tersebut.Untuk itu, pihak sekolah memberi tahu mengenai bencana yang menimpa jemaah haji disana dan menjelaskannya.

Dia menambahkan, doa bersama juga baru ada untuk tahun ini, sebab pada tahun sebelumnya tidak pernah ada acara doa bersama. ” Bagi korban yang meninggal, semoga di terima amal ibadahnya semua, sedangkan yang sakit dapat diberikan kesembuhan,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ratusan Murid TK di Kudus Ikuti Manasik Haji

Anak-anak sedang mengikuti praktik manasik haji (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anak-anak sedang mengikuti praktik manasik haji (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ratusan murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TKIT) yang berasal dari sembilan lembaga pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kudus, mengikuti praktik haji di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (3/10/2015).

Koordinator Pelatihan Manasik Haji, Santi Suwardi mengatakan, jumlah anak yang ikut praktik manasik haji tersebut sebanyak 751 siswa. Kegiatan pelatihan manasik haji ini bertujuan untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak didik sejak dini.

Ia katakan, sepuluh lembaga pendidikan yang dalam praktik manasik haji, di antaranya KB IT Umar Bin Khathab, PAUD IT Utsman Bin Affan, PAUD IT Mutiara Bunda, TPA Hanifa, KB Syamsa Auladina dan beberapa sekolah yang berada di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT).

“Apalagi, bagi umat Islam ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang membutuhkan persiapan secara mental dan fisik yang cukup, sehingga sejak usia dini perlu diperkenalkan serta dipersiapkan,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, anak-anak dikenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji, termasuk para orangtua yang ikut mendampingi anaknya.

Dirinya juga menyampaikan, jika kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menumbuhkan semangat para anak untuk melakukan ibadah haji sedini mungkin, melainkan juga ikut menumbuhkan semangat masyarakat. “Khususnya umat Muslim, bagi yang mampu untuk menjalankan rukun Islam kelima tersebut,” ugnkapnya.

Dalam pelatihan manasik haji tersebut, ratusan anak terlihat antusias mempelajari tata cara
menjalankan ibadah haji, meskipun berlangsung di tengah lapangan dengan cuaca agak panas. Keceriaan anak terlihat ketika praktik berlari-lari kecil antara bukit safa dan marwah serta mencukur rambut layaknya haji sebenarnya.

Dalam praktik ibadah haji tersebut, para peserta mengenakan pakaian ihram dengan mendapatkan bimbingan dari guru sekolah masing-masing, guna memudahkan anak mengikuti seluruh kegiatan yang ada dalam rukun haji. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Bupati Grobogan Sudah Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Grobogan Dijadwalkan 20 Hari lagi Baru Pulang

bupati grobogan  (e)

 

GROBOGAN – Bupati Grobogan Bambang Pudjiono siang tadi sudah tiba di tanah air, usai melaksanakan ibadah haji. Menjelang dzuhur, Bambang mengabarkan kalau pesawatnya sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta.

“Ini, saya barusan mendarat di Jakarta. Alhamdulillah, penerbangannya tadi lancar tidak ada kendala,” kata Bambang melalui pesan singkat.

Bambang yang berhaji dengan istri, berangkat ke tanah suci akhir Agustus lalu. Keduanya, tidak lewat jalur haji regular tetapi menggunakan layanan ONH Plus.Diperkirakan, malam ini, Bambang sudah tiba di Grobogan.

Sementara itu, kepulangan rombongan jemaah haji Grobogan ternyata masih cukup lama. Diperkirakan, jemaah haji Grobogan kembali ke tanah air pada 20 Oktober mendatang.

Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi menyatakan, jemaah Grobogan yang terbagi dua kloter dijadwalkan tiba di Pendopo Kabupaten dalam hari yang sama, tetapi waktunya berbeda. Untuk kloter 56 dijadwalkan tiba pukul 12.25 WIB. Sedangkan kloter 57 tiba pukul 18.30 WIB.

“Untuk sementara, jadwal kepulangannya seperti itu. Mudah-mudahan, tidak ada perubahan,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Jemaah Haji Asal Godong Grobogan Meninggal di Makkah

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Kabar duka datang dari Tanah Suci Makkah. Satu jemaah haji Grobogan dari Desa Bugel, Kecamatan Godong, bernama Siti Khamdanah binti Kasbun Kasmiri dilaporkan meninggal dunia.

“Dari laporan yang kita terima, Ibu Siti Khamdanah meninggal pada Senin, (28/9/2015) sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Jemaah haji ini sebelumnya tergabung dalam kloter 56 dan berangkat haji dengan Suaminya Mukibin,” ungkap Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi.

Menurutnya, sebelum meninggal, jemaah berusia 45 tahun itu sempat sakit dan dirawat di maktab. Beberapa saat sebelum dibawa ke rumah sakit, yang bersangkutan sudah meninggal dunia.

Fahrur memastikan, jika meninggalnya jemaah itu tidak berkaitan dengan tragedi Mina. Pasalnya, saat peristiwa itu terjadi, jemaah Grobogan belum melakukan lempar jumrah.

Dengan meninggalnya Siti Khamdanah tersebut, berarti total ada dua jemaah haji Grobogan yang berpulang. Sebelumnya, Jumat (18/9) jemaah asal Kradenan, Siti Khotimah dilaporkan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Keluarga Jemaah Haji Diminta Tenang

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora Muhaimin (MuriaNewsCom/Priyo)

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora Muhaimin (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Tragedi Mina, yakni terinjak-injaknya jemaah haji pada saat melempar jumroh dan mengakibatkan ratusan jemaah haji meninggal, membuat kekhawatiran dari keluarga jemaah haji. Apalagi, pada musim haji tahun ini sudah terjadi dua kali tragedi yang mengakibatkan banyak jemaah meninggal,

Terkait hal ini, pihak Kemenag Blora meminta agar para keluarga jemaah haji untuk tetap tenang dan banyak berdoa, agar nantinya keluarga yang sedang berangkat haji bisa selamat dan kembali ke rumah.

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora Muhaimin menegaskan, jika jemaah haji asal Blora semua selamat dari tragedi tersebut.

”Alhamdulillah semua selamat, jemaah haji yang berangkat dari kloter 15 dan 16 selamat dari kejadian itu dan semua baik-baik saja sertadalam kondisi yang sehat,” ujarnya.

Dalam hal ini, dirinya juga menyampaikan, agar jemaah haji tetap fokus menjalankan ibadahnya. Begitupun dengan pihak keluarga juga diharapkan memberikan support berupa doa, agar ibadah haji berjalan lancar. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Ini Kabar Terbaru Terkait Kondisi Jemaah Haji Asal Grobogan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Kabar melegakan datang dari tanah suci. Semua jemaah asal Grobogan akhirnya dapat kepastian kalau dalam keadaan aman. Hal itu disampaikan Plt Kasi Penyelenggaraan Haji Kemenag Grobogan Fahrurrozi saat dihubungi melalui ponselnya.

Menurutnya, saat peristiwa terjadi, jemaah haji Grobogan belum melaksanakan lempar jumroh. Seluruh jemaah baru melakukan lempar jumroh sore hari waktu setempat.

“Saat ini, jemaah haji Grobogan sedang bersiap-siap untuk melaksanakan lempar jumroh. Semoga pelaksanaannya lancar hingga selesai,” katanya.

Ditambahkan, jemaah Grobogan ternyata tidak tahu kalau ada insiden yang terjadi dalam lempar jumroh pagi hari tadi. Beberapa jemaah justru menanyakan ada kabar terbaru apa yang menyebabkan banyak pertanyaan mengenai kodisi jemaah haji saat ini.

Sementara itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat dihubungi menyatakan dalam kondisi sehat. Saat ini, Bambang tengah bersiap untuk melaksanakan lempar jumroh bersama rombongan.

“Alhamdulillah, saya baik-baik saja. Sebentar lagi, kami akan melaksanakan lempar jumroh dan mohon didoakan dari rumah,” kata Bambang saat dihubungi sekitar pukul 18.00 WIB tadi. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Jemaah Haji Kloter 57 Asal Grobogan Belum Diketahui Nasibnya Terkait Tragedi Mina

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Adanya insiden jemaah haji yang terinjak-injak saat prosesi lempar jumroh di Mina, membuat banyak pihak khawatir. Khususnya, dari para keluarga jemaah haji. Mereka berharap agar segera dapat kepastian mengenai kondisi jemaah haji di sana.

“Begitu mendengar ada tragedi jemaah haji di Mina, saya langsung menyimak berita lewat televisi maupun internet. Saya berharap semua jemaah haji Grobogan tidak ada yang jadi korban dalam peristiwa itu,” kata Romi, warga Kecamatan Toroh yang kedua orangtuanya berangkat haji tahun ini.

Plt Kasi Penyelenggaraan Haji Kemenag Grobogan Fahrurrozi saat dikonfirmasi menyatakan, kondisi jemaah haji yang tergabung dalam kloter 56 dalam keadaan selamat. Hal itu berdasarkan laporan dari ketua kloter yang disampaikan padanya sekitar pukul 17.15 WIB.

”Beberapa menit sebelum Anda telepon, saya barusan terima kabar dari ketua kloter 56. Kondisi 185 jamaah kloter 56 semuanya aman,” jelasnya.

Untuk kondisi jemaah kloter 57 sebanyak 342 orang, pihaknya belum dapat kabar. Saat ini, Fahrur masih mencoba menjalin komunikasi dengan ketua kloter dan petugas haji lainnya untuk menanyakan kondisi jamaah.“Untuk kloter 57 masih kita pastikan kondisinya. Nanti begitu dapat kabar langsung kita sampaikan,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Innalillahi, Jemaah Haji Grobogan Meninggal di Makkah

haji_01

 

GROBOGAN – Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun. Kabar duka datang dari Tanah Suci Makkah. Satu jemaah Grobogan, Khotimah dilaporkan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah.

Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi mengatakan, jemaah yang meninggal tersebut sebelumnya tergabung dalam rombongan delapan, regu dua, kloter 57. Almarhumah berangkat haji bersama suaminya Husnin.

“Ibu Khotimah meninggal Jumat (18/9) pukul 14.30 waktu setempat atau jam 18.30 WIB. Jemaah ini asalnya dari Kecamatan Kradenan,” terangnya.

Dijelaskan, dari informasi yang diterima dari tanah suci, jenazah Khotimah disalatkan di Masjidil Haram selepas sholat Subuh, Sabtu (19/9) tadi. Sementara penguburan jenazah ditempatkan di pemakaman Ma’la Makkah.

Menurutnya, meninggalnya jemaah itu tidak terkait dengan adanya musibah jatuhnya crane di kawasan Masjidil Haram, beberapa hari lalu. Fahrur memastikan jika tidak ada satu jemaah dari Grobogan yang jadi korban.

Sebab, saat musibah terjadi, semua jemaah posisinya masih dalam penerbangan dari Solo menuju tanah suci. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Calhaj Asal Blora Dipastikan Selamat dari Musibah Robohnya Crane di Makkah

 

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora, Muhaimin (MuriaNewsCom/Priyo)

Kasi Haji dan Umroh Kementeriaa Agama (Kemenag) Blora, Muhaimin (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora memastikan, calon haji asal Blora tak ada yang menjadi korban dalam musibah robohnya crane di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Kasi Haji dan Umroh pada Kantor Kementeriaa Agama Blora, Muhaimin menyatakan, jika calon haji asal Blora yang tergabung dalam kloter 15 dan 16, dengan jumlah 457 orang, semuanya dipastikan selamat dari kejadian tersebut.

”Alhamdulillah untuk calon haji dari Blora semua selamat dari musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram pada Jumat  lalu. Semoga, mereka tetap diberikan keselamatan dan kesehatan,”ungkapnya, Senin (14/9/2015).

Atas peristiwa itu pihaknya berpesan kepada calon haji Blora yang berangkat pada kloter 15 dan 16, untuk tetap bisa fokus menjalankan ibadah hajinnya. Selain itu, pihaknya juga berpesan agar jemaah bisa menjaga kondisi kesehatannya.

”Kami berharap mereka tetap bisa fokus dan menjaga kesehatannya serta kembali dari tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” harapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Kemenag Pastikan Jemaah Haji Rembang Selamat dari Tragedi Robohnya Crane

Ilustrasi/YUSUF

Ilustrasi/YUSUF

 

REMBANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang menegaskan sekaligus memastikan tidak ada jemaah calon haji asal daerah setempat yang menjadi korban crane di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Kantor Kemenag mengungkapkan seluruh jamaah calon haji asal Kota Garam selamat dari musibah tersebut.

Saat dikonfirmasi, Shalehudin, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kemenag Rembang menyatakan, telah mendapat informasi tentang kondisi seluruh jemaah haji. Dia mengaku mendapat kiriman pesan singkat tentang kabar terkini tentang keselamatan seluruh jemaah dari Kloter 16, 17, dan 18 dari SOC Solo. Menurutnya, memang ada yang sakit ringan seperti batuk, namun dia menegaskan tidak terkait dengan insiden tersebut.

Alhamdulillah, jemaah haji kita, semuanya selamat. Saya sudah mendapatkan SMS dari TPHD kita yang di Makkah. Kalau yang sakit memang ada beberapa seperti batuk, tetapi tidak sampai dirawat ke rumah sakit, cukup di maktab. Melalui TPHD kami telah berpesan agar seluruh jamaah lebih waspada dengan kesehatan,” ujar Shalehudin, Sabtu (12/9/2015).

Shalehudin menerima kabar bahwa badai pasir atau debu masih sering terjadi di Makkah, selain itu hujan juga tercatat sudah tiga kali. Dia menitip pesan agar 723 jemaah haji untuk tetap mengenakan masker dan berharap agar jemaah memanfaatkan waktu dan menjaga kesehatan secara bijak. (AHMAD FERI/TITIS W)

Pelajar di Jepara Doa Bersama untuk Tragedi Jatuhnya Crane di Makkah

Sejumlah siswa di Jepara menggelar doa bersama untuk jamaah haji. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah siswa di Jepara menggelar doa bersama untuk jamaah haji. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Peristiwa jatuhnya Crane di Masjidil Haram Makkah yang memakan banyak korban baik meninggal maupun luka-luka, membuat simpatik para pelajar di Jepara. Sehingga mereka menggelar doa bersama untuk keselamatan para jamaah haji disana.

”Peristiwa runtuhnya sebagian bangunan Masjidil Haram di Mekah yang tertimpa crane, serta cuaca buruk badai pasir yang melanda Timur Tengah, mengundang keprihatinan dan simpati. Sehingga kami melakukan doa bersama,” ujar  Kepala SMA Negeri 1 Tahunan, Bambang Supriyanto kepada MuriaNewsCom, Sabtu (12/9/2015).

Menurutnya, tak hanya siswa yang melakukan doa bersama, tapi juga bersama guru dan karyawan sekolah. Dia juga menyampaikan, tahun ini satu guru dan satu karyawan tata usaha menunaikan ibadah haji. Setelah melihat tayang berita berkait musibah yang menimpa jamaah haji Indonesia, pihak sekolah menggerlar doa bersama.

”Sampai hari ini kami belum tahu kabar guru dan karyawan TU kami yang menunaikan haji, semoga semua diberi keselamatan dan diberikn kekuatan untuk menjalankan rukun haji,” ujar Bambang.

Doa bersama tak hanya dilakukan di SMA Negeri 1 Tahunan saja. Kegiatan serupa juga dilakukan ratusan siswa MA dan MTs Safinatul Huda Sowan Kidul, Kedung, Jepara. Bertempat di masjid sekolah, ratusan siswa khusyuk berdoa, mendoakan jamaah haji Indonesia yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji.

”Ini wujud kepedulian dan kesatuan umat Islam. Sebenarnya, kegiatan mendoakan masyarakat yang terkena musibah sudah biasa dilakukan, lebih-lebih musibah kali ini menimpa umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji,” ujar Kepala Sekolah MTs Safinatul Huda, Fathul Huda. (WAHYU KZ/TITIS W)

Kondisi Jamaah Haji Pati di Makkah Dipastikan Aman

Bupati Pati Haryanto foto bersama usai menyantuni keluarga jamaah haji asal Desa Talun, Kecamatan Kayen yang meninggal di Makkah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto foto bersama usai menyantuni keluarga jamaah haji asal Desa Talun, Kecamatan Kayen yang meninggal di Makkah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kondisi jamaah haji asal Pati di Makkah dipastikan aman. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Pati Ahmad Mundzakir.

”Kondisinya baik-baik saja, kok. Kalau kemarin ada musibah crane jatuh, jamaah asal Pati dipastikan aman dan tidak ada yang terkena musibah itu,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (12/9/2015).

Terkait dengan penularan penyakit menular yang saat ini marak di Timur Tengah, pihaknya memastikan semua jamaah sudah diimbau untuk memakai masker. ”Tenang saja, soal penyakit menular di sana, jamaah haji sudah dibekali dan dibimbing untuk menghindarinya,” imbuhnya.

Karena itu, ia meminta kepada keluarga jamaah haji di Pati agar tetap tenang dan berdoa untuk keselamatan jamaah haji. ”Doakan saja. Semoga jadi haji yang mabrur,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Kemenag Pastikan Jamaah Haji Kudus Masih Aman

Ilustrasi/YUSUF

Ilustrasi/YUSUF

 

KUDUS – Selamatnya ratusan jamaah asal Kudus, dipastikan oleh Kemenag Kudus. Hal itu diyakini, dengan dasar hingga sore ini belum ada laporan tentang jamaah haji Kudus, baik dari Provinsi maupun Makkah terkait bencana tersebut.

Kepala Kemenag Kudus Hambali mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu laporan. Namun belum juga ada laporan ter-update, sehingga jamaah Kudus masih aman.

”Kalau tidak ada kabar dari daerah baik Provinsi dan Makkan, berarti tidak ada yang jadi korban dari warga Kudus. Sehingga keluarga yang ditinggal haji jangan sampai berfikir negatif dan khawatir,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (12/9/2015).

Menurutnya, jika ada kabar dari daerah, pastinya Kemenag langsung memberikan kabar kepada keluarga yang ditinggalkan. Sebab itu menjadi tugas dari Kemenag untuk memberikan kabar. ”Kalau tidak ada berarti masih selamat semuanya,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Jamaah Haji Asal Pati Meninggal Bersamaan Robohnya Crane di Makkah

Bupati Pati Haryanto berkunjung ke rumah keluarga Misbah yang meninggal di Mekah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto berkunjung ke rumah keluarga Misbah yang meninggal di Mekah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Robohnya derek (crane) yang menimpa sejumlah jamaah haji asal Indonesia menimbulkan duka yang mendalam. Bertepatan dengan insiden tersebut, seorang jamaah haji asal Desa Talun, Kecamatan Kayen, bernama Misbah bin Karmidi (69) meninggal dunia di tanah suci, lantaran sakit keras.

Misbah tutup usia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit An Nur Makkah. ”Misbah meninggal bertepatan dengan robohnya crane yang menimpa jamaah haji di Makkah. Misbah memang terbilang sudah berusia lanjut,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pati Ahmad Mundzakir, Sabtu (12/9/2015).

Ia mengatakan, Misbah memang acapkali sakit-sakitan saat berangkat dari Solo menuju Arab Saudi. Kendati begitu, keinginan Misbah untuk mengikuti haji tidak dapat dibendung.

”Misbah meninggal pada Jumat sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Jenazah beliau langsung dimakamkan di sana,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Berikut Pernyataan Jamaah Haji Kudus Soal Tragedi Masjidil Haram

Ilustrasi/YUSUF

Ilustrasi/YUSUF

 

KUDUS – Tragedi berdarah runtuhnya tiang crane bangunan di masjidil Haram Makkah, berdampak pada korban jiwa pada jamaah haji. Pada saat tiang ambruk, banyak jamaah yang meninggal dan mengalami luka ringan hingga luka berat. Beruntung dalam insiden tersebut tidak menimpa jamaah asal Kudus.

Jamaah haji asal Kudus Mukhasiron mengatakan, jamaah haji masih aman dari reruntuhan tiang tersebut. ”Sampai pagi ini ada 87 jemaah dilaporkan meninggal dunia dan 184 orang lainnya menderita luka-luka. Sebanyak 2 dari 87 korban meninggal berasal dari Indonesia,” katanya yang juga ketua Komisi D DPRD Kudus kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, keduanya berasal dari embarkasi Sumatera Utara dan Jawa Barat. Sehingga untuk wilayah Kudus masih aman dari musibah tersebut.

Diceritakan, pada Jumat (11/09/2015) pukul 17.30 waktu Mekkah, alat berat (crane) terjatuh di tempat thowaf Masjidil Haram akibat badai angin disertai hujan deras dan petir yang melanda wilayah itu. (FAISOL HADI/TITIS W)

Saat Musibah Jatuhnya Crane, Jamaah Haji Grobogan Masih dalam Perjalanan ke Makkah

Jamaah calon haji Grobogan berkumpul saat pemberangkatan.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jamaah calon haji Grobogan berkumpul saat pemberangkatan.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Rombongan jamaah haji Grobogan sekitar pukul 05.45 waktu setempat atau 09.45 WIB sudah berhasil masuk ke maktab atau tempat pemondokan di Makkah. Kabar ini disampaikan Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Fahrurrozi saat dihubungi MuriaNewsCom melalui ponselnya.

”Alhamdulillah, jamaah kita sudah tiba di tempat pemondokan di kota Makkah. Semua jamaah dalam kondisi sehat dan tidak ada gangguan selama dalam penerbangan,” jelas pengganti sementara Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Rif’an yang tengah menunaikan ibadah haji itu.

Menurutnya, seluruh jamaah haji asal Grobogan yang berjumlah 528 orang semuanya berhasil terbang menuju tanah suci, Jumat (11/9/2015) sore dari Solo. Beberapa jamaah yang saat pemberangkatan terpaksa harus menggunakan bantuan kursi roda, kondisinya dinyatakan sehat. Sehingga bisa berangkat bersama rombongan.

Terkait adanya musibah jatuhnya crane di kawasan Masjidil Haram, Fahrur memastikan jika tidak ada satu jamaah dari Grobogan yang jadi korban. Sebab, saat musibah terjadi, semua jamaah posisinya masih dalam penerbangan menuju tanah suci.

Sementara itu, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono menyatakan, dia sudah bertemu dengan jamaah haji Grobogan di Makkah. Menurutnya, para jamaah Grobogan sedang bersiap melakukan tawaf di Masjidil Haram.

”Sekarang ini, jamaah kita baru masuk Masjidil Haram. Mohon doanya agar kami bisa melaksanakan ibadah dengan lancar,” kata Bambang melalui SMS.

Terkait musibah jatuhnya crane, Bambang menyatakan, saat itu memang ada badai di kawasan masjid. Kebetulan, waktu itu Bambang juga berada di sekitar Masjid menunggu waktu salat Magrib. Hanya saja, dia berada agak jauh dari lokasi jatuhnya crane.

Saat musibah jatuhnya crane terjadi, orang banyak yang menanyakan kondisi Bambang Pudjiono. Sebab, Bambang berangkat lebih dulu ke tanah suci, yakni awal September lalu melalui layanan ONH plus.

”Saya memang sempat menyaksikan datangnya badai di Makkah. Saya sudah mengabarkan pada keluarga dan beberapa pimpinan SKPD, kalau dalam kondisi sehat walafiat,” imbuhnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Crane Jatuh di Mekah, Jemaah Haji Pati Kalang Kabut

Susana usai kejadian crane jatuh di Masjdil Haram, Mekah. (PRAMUDYA)

Susana usai kejadian crane jatuh di Masjdil Haram, Mekah. (PRAMUDYA)

 

PATI – Peristiwa jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Mekah, Jumat (11/9/2015) sekitar pukul 17.30, masih membekas di ingatan jemaah haji.

Saat itu, jemaah tengah melakukan persiapan salat magrib di masjid terbesar di Arab Saudi tersebut. Namun musibah mematikan itu seketika membuat suasana mencekam.

Dari informasi yang diterima MuriaNewsCom, Sabtu (12/9/2015),s ebanyak 87 anggota jemaah dilaporkan meninggal dan 184 orang lainnya menderita luka-luka. Sebanyak dua dari 87 korban meninggal berasal dari Indonesia. Keduanya berasal dari embarkasi Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Bagaimana dengan jemaah haji asal Pati? Berikut ini informasi jemaah haji asal Pati, Ipong Soemardi dan Pramudya BL di Mekkah.

“Tidak ada korban jiwa atau korban luka di Kloter 19, 20, dan 21, aman. Semua jemaah aman,” katanya.

Pramudya mengatakan, saat kejadian dia berada sekitar 5 meter dari lokasi kejadian. Dia menyaksikan banyak jemaah yang jadi korban. “Banyak yang jadi korban,” tambahnya. (AKROM HAZAMI)

Belum Berangkat ke Tanah Suci, Jatah Air Zam-zam untuk Jemaah Haji Asal Grobogan Sudah Datang

 

Icek Baskoro saat melepas calhaj asal Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Icek Baskoro saat melepas calhaj asal Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2015 ini. Yakni terkait dengan jatah air zam-zam buat para jemaah haji. Dimana, jatah air zam-zam itu ternyata sudah tiba di Purwodadi. Padahal, jemaah calon haji Grobogan hari ini baru saja bertolak menuju Embarkasi Donohudan.

Kepala Kantor Kemenang Grobogan Moh Arifin saat dimintai komentarnya membenarkan jika jatah air zam-zam buat jemaah sudah datang Rabu (9/9/2015) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Totalnya ada 528 galon dengan ukuran lima liter.

”Jatah air zam-zam ini jumlahnya sesuai dengan banyaknya jemaah haji kita. Saat ini, jatah air zam-zam kita simpan di gudang Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi dan dibagikan pada jemaah saat pulang nanti,” kata Arifin sebelum melepas keberangkatan 343 orang jemaah calon haji kloter 57 siang tadi.

Menurutnya, baru pada tahun ini, jatah air zam-zam itu sudah didistribusikan ke daerah. Sebelumnya, jatah air zam-zam itu berada di embarkasi dan dibagikan pada jemaah disitu.

Dengan kebijakan baru ini dinilai lebih efektif, karena akan mempercepat proses kepulangan jemaah menuju daerah asal. Sebab, jemaah tidak perlu mengantri untuk mengambil jatah air zam-zam di embarkasi.

Sementara itu, proses keberangkatan jemaah calon haji kloter 57 yang dilangsungkan selepas zuhur berjalan lancar. Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro kembali memimpin pelepasan jemaah haji dari depan pendopo. Beberapa jam sebelumnya, Icek juga melepas keberangkatan 185 jemaah kloter 56. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Fasilitas Haji Buruk, Wabup Grobogan: Jemaah Haji Daerahnya Jangan Protes 

Wabup Grobogan Icek Baskoro (batik hitam) melambaikan tangan melepas keberangkatan calon jemaah haji. (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

Wabup Grobogan Icek Baskoro (batik hitam) melambaikan tangan melepas keberangkatan calon jemaah haji. (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

 

GROBOGAN – Rombongan jemaah calon haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 56, diberangkatkan menuju asrama haji Donohudan, Boyolali, Kamis (10/9) pukul 08.30 WIB.

Acara pelepasan 186 jemaah dari halaman pendapa kabupaten ini dipimpin Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro didampingi Kepala Kemenag Grobogan Muhammad Arifin.

Dalam kesempatan itu, Icek meminta jemaah untuk bersikap ikhlas selama berada di tanah suci nanti. Apapun fasilitas yang diterima hendaknya tetap disyukuri dan sebisa mungkin jangan melakukan protes.

Misalnya, dalam hal pemondokan atau menu makanan yang akan didapat selama melaksanakan ibadah haji nanti.

“Keberangakatan ke tanah suci ini adalah untuk melaksanakan ibadah. Jadi, sebaiknya konsentrasi penuh agar bisa melaksanakan ibadah semaksimal mungkin. Selama di tanah suci nanti harus lebih banyak ikhlas dan bersabar,” pesannya.

Sementara itu, Muh Arifin menambahkan, mengingat jemaah Grobogan nanti masuk dalam gelombang dua keberangkatannya, maka faktor fisik harus dipersiapkan secara serius.

Sebab, semua jemaah akan berada di Mekah terlebih dahulu sekitar 10 hari sebelum bergeser ke Mina. Kondisi itu menjadikan jemaah hanya punya waktu singkat untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tanah suci.

“Untuk jemaah kloter 57 akan diberangkatkan Kamis siang sekitar jam 12.00 WIB. Jumlah jemaah kloter 57 ada 343 orang,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Lho, Koper Jemaah Calon Haji Grobogan Diterpa Masalah

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Grobogan, Selasa (8/9/2015) sempat dibuat sibuk. Hal ini terkait adanya perubahan jadwal pengiriman koper para jemaah haji. Sedianya, koper para jemaah dikirimkan Rabu (9/9) besok jam 15.00 WIB tetapi akhirnya dimajukan jadi pukul 07.00 WIB.

“Perubahan jadwal pengiriman koper ini baru kita terima siang ini dari Embarkasi Donohudan. Yang berubah hanya jam pengirimannya saja, kalau harinya tetap sama seperti jadwal sebelumnya,” ungkap Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Grobogan, Rif’an.

Menurut Rif’an, mengingat pemberitahuannya sudah mepet waktunya, pihaknya langsung menghubungi para ketua regu dan rombongan agar menyampaikan perubahan jadwal pengiriman koper pada jemaah yang jadi anggotanya.

Selain itu, pemilik armada yang disewa untuk mengirimkan koper juga sudah dihubungi terkait perubahan jadwal tersebut.

“Kita juga sudah koordinasi dengan pengurus Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi terkait masalah ini. Soalnya, pengiriman koper jemaah ini kita lakukan dari masjid tersebut,” jelas mantan Kepala KUA Purwodadi itu.

Ditambahkan, perubahan jadwal pengiriman koper itu atas permintaan dari pihak embarkasi. Hal itu dilakukan agar petugas di embarkasi punya lebih banyak waktu untuk menata koper jemaah sebelum berangkat menuju tanah suci.

“Kalau kopernya masuk embarkasinya sore kemungkinan terlalu mepet dengan kedatangan jemaah. Soalnya, Kamis pagi (10/9) jemaah dari Grobogan kloter 56 sudah berangkat menuju embarkasi dan disusul siangnya untuk kloter 57,” imbuhnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Petugas Haji Grobogan Diminta Prioritaskan Pelayanan Jamaah

Asisten Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid sedang menanyakan kesiapan petugas haji. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Asisten Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid sedang menanyakan kesiapan petugas haji. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Para petugas yang mendampingi jamaah haji diminta untuk mengemban tugas dengan amanah. Yakni, memberikan pelayanan maksimal pada jamaah selama berada di tanah suci. Hal itu ditegaskan Asisten Pemkab Grobogan Mokh Nursyahid dalam acara pamitan jamaah haji di pendapa kabupaten pagi tadi, Selasa (2/9/2015).

Bahkan untuk memastikan, Nursyahid meminta sembilan petugas yang mendampingi jamaah haji Grobogan untuk maju ke depan. Satu persatu mereka ditanya kesiapannya melayani jamaah oleh Nursyahid. Dengan lantang, para petugas pendamping dan tim kesehatan itu menyatakan jika sudah siap mengemban tugas.

”Tugas pendamping ini sangat berat. Untuk itu, saya minta agar para petugas ini bisa bersikap sabar dan amanah selama menjalankan tugas,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Nursyahid mengimbau pada semua jamaah untuk selalu menjaga kesehatan. Sebab, pelaksanaan haji membutuhkan fisik yang prima agar semua rangkaian ibadah bisa dilakukan dengan sempurna.

Salah satu hal yang diingatkan adalah para jamaah sangan sampai mengalami dehidrasi. Untuk itu, selama berada di tanah suci, para jamaah diminta untuk banyak minum air putih meski tidak merasa haus pada saat itu. (DANI AGUS/TITIS W)

Visa Calhaj Asal Grobogan Disebut Tidak Ada Masalah Lagi

Ratusan jemaah calon haji Grobogan saat melakukan pamitan pagi tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan jemaah calon haji Grobogan saat melakukan pamitan pagi tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Masalah belum keluarnya visa jemaah calon haji di kabupaten lain tampaknya tidak akan terjadi di Grobogan. Soalnya, visa jemaah calon haji Grobogan dipastikan sudah beres seluruhnya.

“Visa jemaah sudah tidak ada masalah. Beberapa hari lalu, soal visa jemaah sudah kita cek seluruhnya,” ungkap Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Rif’an, Rabu (2/9/2015).

Meski visa sudah jadi, namun dokumen penting itu belum diserahkan pada jemaah. Sebab, penyerahan visa baru akan dilakukan ketika jemaah calon haji sudah berada di Embarkasi Donohudan.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Grobogan Moh Arifin menyatakan, jadwal keberangkatan jemaah calon haji nanti tidak ada perubahan. Yakni, jemaah yang tergabung dalam dua kloter akan berangkat tanggal 10 September mendatang. Untuk Kloter 56 akan berangkat pukul 10.00 WIB dan kloter 57 diberangkatkan dua jam kemudian.

”Total jemaah calon haji Grobogan sebanyak 528 orang. Untuk kloter 56 ada 186 orang dan kloter 57 sebanyak 343 orang,” terangnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)