Berkunjung ke Ponpes Alhamdulillah Rembang, Gus Yasin Tak Minta, Tapi Minta Ini

MuriaNewsCom, Rembang – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin melakukan kunjungan ke komplek makam Mbah Syahid di Pondok Pesantren Alhamdulillah, Kemadu, Sulang, Kabupaten Rembang, Minggu (25/3/2018).

Di sana pria yang akrab disapa Gus Yasin bertemu dengan seratusan orang yang sedang melaksanakan suluk iktikaf selama 10 hari. Mereka terdiri atas perempuan dan pria paruh baya yang melaksanakan suluk iktikaf selama 10 hari. Selama itu, para peziarah beribadah dengan khusyuk mulai dari puasa hingga membaca Alquran.

“Pertemuan menika sonten (sore ini) kita syukuri, semoga dapat rahmat dan barokah,” kata Yasin.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengenalkan dirinya sebagai calon wakil Gubernur Jawa Tengah yang mendampingi Ganjar Pranowo. Tapi, ia tidak meminta para jemaah memilihnya, melainkan para jemaah harus mendekatkan diri pada ulama.

“Saya minta jenengan (kalian), ngajak tetangganya disuruh dekat dengan kiai dan ulama,” kata politisi PPP itu.

Ia menjelaskan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda akan datang kaum yang lari dari ulama. Kaum itu akan mendapat tiga musibah yaitu, pertama berusaha seperti apapun, rezeki tidak akan barokah. Nomor dua akan dipimpin orang yang dzalim. Dan, terakhir, matinya tidak akan dianggap sebagai orang islam.

Almarhum KH Syahid adalah ulama kharismatik pada masanya dan murid dari kakek Gus Yasin.  Selain ziarah, Gus Yasin juga bersilaturrahim ke kediaman  KH Najib Leran di  Sluke, KH Ahmad Najib (Rois JATMAn Syu’biyyah), Kh Mundzir bin Khoiri Gegersimo, KH Hazhim Mabrur Asawahan R dan  sejumlah ulama lain di Kabupaten Rembang.

Editor: Supriyadi

Disowani 2 Kader NU yang Maju di Pilgub Jateng, Begini Kata PCNU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Taj Yasin Calon Wagub Jateng melakukan safari sowan ke ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama di Kudus, Jumat (16/2/2018). Hal serupa juga pernah dilakukan rivalnya Ida Fauziyah Cawagub dari Sudirman Said. Keduanya, merupakan Kader NU, lalu bagaimana tanggapan dari PCNU Kudus?

Abdul Hadi, Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus membenarkan, keduanya (Yasin dan Ida) pernah sowan ke tempatnya. Ia juga mengakui, dua-duanya adalah merupakan Nahdliyin.

Meskipun demikian, ia mengaku menyerahkan pilihan politik warga nahdliyin, kepada pribadi masing-masing. “NU Kudus adalah organisasi kemasyarakatan Islamiyah, oleh karena itu kita harus ikut aktif sosialisasikan Pilbup dan Pilgub. Terkait pilihan, hal itu kita kembalikan kepada warga NU sendiri, yang sesuai harapan mereka,” ujarnya.

Dengan adanya dua kader NU yang menjadi calon Jateng 2, ia mengimbau agar warga Nahdliyin cerdas memilih. Hal itu didasarkan pada hati nurani dan kecermatan pada sosok cawagub (Ida ataupun Yasin).

“Mereka sama-sama kader NU, yang satu (Ida) dari IPPNU dan Fatayat yang satu (Yasin) dari Sarang. Mau milih kader yang mana (antara Yasin dan Ida) ya pilih kader lah, namun kita harus cerdas, cermat. Itu bergantung pada pilihan (Nahdliyin) sendiri,” ungkap Hadi.

Perlu diketahui, Ida Fauziyah juga sempat menyambangi Kantor PCNU dan ulama NU di Kudus pada awal Februari, Kamis (1/2/2018). Kedatangannya juga sama untuk memohon doa restu, guna menghadapi Pilgub Jateng.

Sementara Yasin, datang ke Kudus 15 hari berselang setelah Ida. Selain ke Kantor PCNU Kudus, putera dari KH Maimoen Zubair juga bersafari ke kediaman ulama kharismatik, seperti Kyai Haji Sya’roni dan Kyai Haji Ulin Yanbu’.

Editor: Supriyadi

Taj Yasin Sambangi Ulama dan Tokoh-tokoh NU di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Taj Yasin Calon Wakil Gubernur Jateng menyambangi sejumlah ulama dan tokoh yang ada di Kudus, Jumat (16/2/2018).

Kunjungan putra dari kyai Kharismatik NU Maimoen Zubair itu, berawal di Masjid Agung Kudus. Ia menunaikan salat Jumat di masjid yang ada di Simpang Tujuh itu. Setelahnya, Yasin sempat berbincang-bincang dengan warga.

Setelahnya, ia melanjutkan perjalanannya ke STIKES Cendekia dan menuju ke Kantor PCNU Kudus, Jl Pramuka no 20. Di sana ia bertemu dengan pengurus cabang dan organisasi otonom Nahdlatul Ulama.

Kepada Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi, ia mengatakan, tujuannya sowan adalah untuk silaturahmi dan memohon doa restu terkait Pilkada di Jawa Tengah.

“Kami memohon doa restu agar Pilkada di Jawa Tengah bisa damai dan barokah. Kalau memang nantinya terpilih harapannya bisa amanah, itu yang terpenting,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kunjungannya pada PCNU Kudus bukan lantas ingin mengajak, Nahdlatul Ulama berpolitik. Menurutnya, NU merupakan organisasi massa yang kedudukannya diatas partai politik. Meskipun memang, ada beberapa kader NU yang ikut dalam kepengurusan partai.

Yasin menyebut, akan bersilaturahmi ke semua PCNU yang ada di Jawa Tengah. “Silaturahmi ke tokoh NU karena beliau-beliau itu bapak kami, orang tua kami. Maka nanti akan kita sowani dan mintai doa restu,” tambahnya.

Taj Yasin Maimoen Zubair (tengah) saat berkunjung ke PCNU Kudus Jl Pramuka 20, Jumat (16/2/2018). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Disinggung mengenai Ida Fauziyah (Calon Wagub dari Sudirman Said) yang juga sempat menyambangi tokoh NU di Kudus, Yasin mengaku tak menjadi masalah. Ia tak melihat hal itu adalah sebagai upaya memecah suara Nahdliyin.

“Bukan (perpecahan NU), NU (Nahdliyin) itu kuat, pintar-pintar, tidak boleh NU itu dipecah. NU itu organisasi besar, NU itu orang tua kami. Warga NU juga ada disetiap partai,” tegasnya.

Meskipun demikian, dalam pertemuan singkat Yasin dengan pengurus PCNU Kudus dirinya sempat memaparkan prioritasnya ketika terpilih sebagai Paslon Gubernur-Wakil Gubernur. Dirinya mengaku akan konsentrasi dengan pendidikan keagamaan dan masalah perempuan.

“Kami sudah berbagi tugas dengan Mas Ganjar, saya kebagian untuk pendidikan keagamaan,” tuturnya.

Setelah sowan ke kantor PCNU, Yasin dijadwalkan mengunjungi DPC PPP Kudus, mengunjungi Kyai Haji Sya’roni, Kyai Haji Ulin Yanbu’. Selain itu ia juga berencana salat Maghrib di Masjid Menara Kudus, kemudian bertolak ke Jepara.

Editor: Supriyadi

Bertandang ke Rumah Gus Dur, Gus Yasin Dapat Restu Sinta Nuriyah

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Wakil Gubernur Taj Yasin Maimun bersilaturahmi ke rumah keluarga almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018) siang. Secara khusus, Gus Yasin meminta doa restu untuk maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Gus Yasin bertandang ke rumah di Jalan Warung Silah nomor 10 itu dengan didampingi ayahandanya, KH Maimun Zubair. Isteri Gus Yasin, Nawal Nur Arafah juga ikut menyertai.

Rombongan dari Sarang, Rembang, itu disambut isteri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah beserta dua puterinya, Yenni Wahid dan Alissa Wahid. Perbincangan dalam suasana penuh kekeluargaan pun tercipta selama sekitar dua jam.

Gus Yasin mengatakan, keluarga besar Mbah Maimun dan Gus Dur bisa dibilang bersaudara. Oleh karena sejarah persahabatan dua tokoh Nahdlatul Ulama itu terentang jauh sejak keduanya masih muda.

”Apalagi saya yang ketika menikah dengan isteri dulu saksinya Gus Dur, yang mendoakan juga beliau, maka menjadi wajib bagi saya untuk meminta doa restu sebagai bekal pencalonan nanti,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sinta Nuriyah memberikan restunya pada Gus Yasin untuk mendampingi calon gubernur Ganjar Pranowo. Pesan khusus disampaikan Yenni Wahid, agar Gus Yasin berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan Pilgub jateng 2018 bersama Ganjar.

”Yang lebih penting setelah jadi nanti harus bisa mewarnai Jawa Tengah. Harus menunjukkan bahwa santri pun bisa, begitu kata mbak Yenni,” ujarnya.

Mbah Maimun menambahkan, bagi dirinya kunjungan ke Ciganjur bagai mengenang masa-masa dahulu bersama mantan Presiden RI itu. Ia masih ingat ketika waktu muda Gus Dur akan berangkat belajar ke Mesir, menyempatkan mengunjungi pondoknya di Sarang.

”Beliau beberapa hari di rumah saya, saya diminta ngaji kitab, Gus Dur menyimak,” katanya.

Dalam perjalanannya kemudian, antara Gus Dur dan dirinya saling mendukung dalam berbagai hal. Maka sekarang ini, dukungan dari keluarga Gus Dur sangat berarti banyak bagi perjalanan Ganjar dan Yasin. Bahkan awalnya SInta Nuriyah sendiri yang akan bersilaturahmi ke Sarang, namun ditolak Mbah Maimun.

”Saya merasa ndak enak, saya bilang biar saya saja yang ke sana,” katanya.

Editor: Supriyadi

Wakilnya Sama-sama NU, 2 Cagub Jateng Rebutan Dukungan Muhammadiyah

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng baik pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziah, sama-sama mempunyai dukungan secara tidak langsung dari ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Di kubu Ganjar, ada Taj Yasin (Gus Yasin) yang merupakan seorang santri NU, putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair dan kader PPP. Sementara kubu Sudirman Said ada Ida Fauziah, yang punya latarbelakang Fatayat NU. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU periode 2010-2015, dan ketua Fraksi PKB DPR RI.

Kini kedua pasang cagub ini seperti memperebutkan dukungan dari Muhammadiyah, sebagai salah satu ormas Islam terbesar selain NU. Secara bergantian, dua pasang kandidat sowan ke PW Muhammadiyah Jateng.

Pasangan Ganjar-Gus Yasin berkunjung ke Kantor PW Muhammadiyah Jateng, di Jalan Singosari Raya, Pleburan, Kota Semarang, Sabtu (13/1/2018) sore. Sementara pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah dijadwalkan bertemu pengurus PW Muhammadiyah Jateng, Senin (15/1/2018) sore ini.

“Hari ini agenda Pak Dirman pukul 13.00 WIB, menghadiri silaturahmi korwil dan korcab PPIR Jateng dan Yogya, di Hotel Santika Semarang. Sorenya pukul 15.30 bersama bacawagub silaturahmi dengan pimpinan PW Muhammadiyah Jateng,” kata Hartono, koordinator tim media Sudirman Said.

Sementara dalam kunjungan Ganjar-Yasin, akhir pekan kemarin, keduanya disambut Ketua PW Muhammadiyah Jateng, Tafsir. Dialog dengan pimpinan PW Muhammadiyah juga berlangsung penuh canda.

Ganjar juga mengakui ia bersama Gus Yasin datang ke PW Muhammadiyah untuk meminta doa restu maju dalam pencalonan Pilgub Jateng.

“Sowan saya ke sini minta doa minta restu saya sebagai gubernur yang diminta maju lagi. Mudah-mudahan apa yang sudah saya kerjakan dan saya sadar betul banyak kekurangan mungkin bisa memberi gambaran pada masyarakat untuk menentukan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Tafsir bahkan sempat berkelakar jika seharusnya Ganjar langsung dilantik tanpa perlu prosedur Pilgub. “Kalau di Muhammadiyah jabatan kedua tinggal dilantik langsung. Di rektor juga dua kali, yang kedua tidak pilihan ulang tapi langsung di SK kan,” katanya.

Tafsir menceritakan hubungan organisasi yang dipimpinnya sangat erat dengan Pemprov Jateng. PW Muhammadiyah Jateng saat ini memiliki amal usaha berupa 32 rumah sakit, ratusan klinik, 25 perguruan tinggi, dan ribuan sekolah.

Baca : PKB Merapat, Sudirman Said Diduetkan dengan Ida Fauziah

Dalam pendirian dan pengelolaan amal usaha tersebut, pembiayaan utama berasal dari Bank Jateng. “Dalam setahun kredit kami ada Rp 300 miliar dan 75 persennya dari Bank Jateng,” ujarnya.

Tafsir juga mengungkapkan bagaimana selama dipimpin Ganjar Pranowo telah banyak bantuan yang diberikan kepada Muhammadiyah.

“Terimakasih pada Pak Gubernur sudah memberi banyak bantuan kepada kami termasuk CSR Bank Jateng yang keputusannya di Pak Gubernur, salah satunya untuk SD Muhammadiyah Salatiga dan prasarana lain,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Gus Kamil Pastikan Keluarga Mbah Maimoen Tak Ada yang Nyeberang ke Sudirman

MuriaNewsCom, Rembang – PPP kubu Djan Farid mengklaim salah satu putra KH Maimoen Zubaer yakni  Muhammmad Wafi’ (Gus Wafi’) memberikan dukungan kepada pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah pada Pilgub Jateng 2018.

Rabu (10/1/2018) kemarin Gus Wafi’ juga diklaim ikut dalam rombongan relawan dan parpol pengusung Sudirman Said-Ida Fauziah saat mendaftar di KPU Jateng.

Meski demikian, pihak keluarga Mbah Maimoen memastikan jika seluruh putra-putri ulama kharismatik itu sepakat mendukung Ganjar-Gus Yasin. Hal ini ditegaskan KH Majid Kamil (Gus Kamil), salah satu putra Mbah Maimoen yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang.

“Berita bahwa adik saya Wafi’ mendukung Sudirman Said itu seratus persen salah. Karena Wafi’ bahkan tidak datang pada pendaftaran Sudirman Said ke KPU Jateng,” katanya, Kamis (11/1/2017).

Menurut dia, klaim Sekretaris DPW PPP Jateng kubu Djan, Muchlis, yang menyebut Gus Wafi’ mendukung Dirman-Ida telah memperkeruh suasana. Karena secara tidak langsung memunculkan opini di masyarakat bahwa besar KH Maemoen Zubair berselisih karena beda pilihan dalam Pilgub Jateng.

Gus Kamil mengatakan, Gus Wafi’ memang pernah menyatakan mendukung Sudirman Said. Namun hal itu terjadi sebelum ada kepastian Taj Yasin menjadi calon wakil gubernur mendampingi Ganjar Pranowo.

Namun setelah Mbah Maimoen merestui pasangan Ganjar-Yasin, maka otomatis seluruh keluarga juga kompak mendukung.

“Dan dibuktikan dengan ketidakhadiran Wafi di pendaftaran SS, karena sore kemarin Wafi’ di Sarang sama saya, dia ngimami di musholanya,” ujarnya.

Kamil meminta seluruh pihak untuk menghormati keputusan keluarga besar KH Maemoen Zubair. Seluruh keluarga, santri, dan alumni Pondok Pesantren Al Anwar sudah mengambil keputusan mendukung Ganjar-Yasin.

“Kami anak-anak KH Maemoen Zubair sudah biasa berbeda pendapat, tapi khusus kali ini karena yang maju adik kami sendiri maka semua bersatu mendukung. Maka jika ada yang mengatakan berbeda, itu oknum yang tidak bisa dipercaya,” tegas Ketua DPRD Kabupaten Rembang itu.

Editor : Ali Muntoha

Begini Pesan Mbah Maimoen Pada Putranya yang Jadi Cawagub Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri mengumumkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Ganjar mengaku baru Senin (8/1/2018) malam tadi bertemu dengan putra KH Maimoen Zubair itu.

Ia menyebut, baru malam ini bertemu di Puri Gedeh (rumah dinas gubernur Jateng) sebelum ke Kantor PPP Jateng, untuk menerima surat rekomendasi dari DPP PPP.

“Baru malam ini ketemu dengan Gus Yasin tadi, kalau dulu ya baru surat suratan sms dan baru ketemu tadi sebelum ke sini,” katanya.

Ganjar menegaskan, dalam Pilkada nanti akan menerapkan gaya berpolitik santun dan saling menghormati. “Kita mau mencari gaya pemilu yang saling menghormati dan menghargai untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Sedangkan Yasin mengaku sudah meminta izin dari ayahandanya, KH Maemoen Zubair. Satu pesan khusus ia dapat dari  Mbah Maimoen.

“Untuk menyukseskan pilkada dengan damai dan tenteram, dan menjadi pemimpin yang amanah dan menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” tuturnya.

Ia juga mengaku siap menjalankan perintah DPP PPP bakal cawagub mendampingi Ganjar. Gus Yasin juga mengaku tidak mengetahui secara pasti pertimbangan DPP PPP menugaskan dirinya maju sebagai bakal cawagub pada Pilkada Jateng 2018.

“Kalau untuk masalah mengizinkan itu urusan partai, silakan menanyakan langsung ke DPP karena itu internal partai,” ujarnya lagi.

Pasangan bakal cagub Ganjar Pranowo-Gus Yasin mendapat dukungan dari PDI Perjuangan, PPP, Partai NasDem, dan Partai Demokrat dan Golkar. Pasangan ini hari ini mendaftar ke KPU dengan konvoi dari gedung Panti Marhaen ke Kantor KPU Jateng di Jalan Veteran Semarang.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Diberi Restu Megawati, Seknas Jokowi Syukuran Keliling Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Minggu (7/1/2018) mengumumkan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin (Gus Yasin) sebagai calon gubernur-wakil gubernur di Pilgub Jateng 2018.

Kembali diusungnya Ganjar ini disambut sukacita dari Seknas Jokowi Jawa Tengah dan Kota Semarang. Setelah pengumuman rekomendasi selesai dibacakan Megawati di Jakarta, mereka menggelar syukuran dengan konvoi keliling Kota Semarang.

Memakai topeng Ganjar, bendera Seknas Jokowi dan bendera merah putih, para relawan berkonvoi di jalan-jalan utama Kota Semarang.

Ketua Seknas Jokowi Semarang Ninik Jumoenita mengatakan Seknas Jokowi sedari awal adalah garda utama pemenangan Presiden Jokowi. Penerapan nilai Pancasila oleh Jokowi yang juga diterapkan Ganjar menurutnya tidak boleh terputus.

Baca : Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

Terlebih lagi saat ini berpasangan dengan Taj Yasin yang akan menjadi pasangan serasi untuk menjaga keberagaman dan toleransi di Jateng.

“Setelah ini kami akan mengabarkan di masyarakat atas rekomendasi Ganjar-Yasin. Karena mungkin banyak yang belum tahu atas keputusan ini,” ujarnya

Ketua Umum Seknas Jokowi Jateng Bambang Mugiarto mengatakan Seknas Jokowi Jateng mendukung penuh majunya Ganjar-Yasin.

“Dengan seluruh potensi jaringan relawan Seknas Jokowi di 35 Kabupaten/Kota, kami akan melakukan pendidikan politik bagi warga Jateng. Sehingga dengan kesadaran politik yang cerdas dan kejernihan hati nurani memilih Ganjar-Yasin untuk terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Gus Yasin ‘Dicuri’ PDIP Untuk Ganjar, Begini Sikap Gerindra

Gus Yasin ‘Dicuri’ PDIP untuk Ganjar, Begini Sikap Gerindra

MuriaNewsCom, Jepara – Satu dari dua putra ulama kharismatik NU KH Maimoen Zubair, (Majid Kamil dan Taj Yasin) sempat diwacanakan Gerindra mendampingi Sudirman Said dalam Pilgub Jateng.

Namun tanpa diduga, Nama Taj Yasin (Gus Yasin) muncul dalam rekomendasi cawagub dari PDIP mendampingi petahana Ganjar Pranowo, Minggu (7/1/2018). Lalu bagaimana sikap dari Gerindra?

Kepada Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputra, MuriaNewsCom bertanya akan hal ini. Menurutnya, hal itu merupakan dinamika politik.

“Itu kan (Majid Kamil dan Taj Yasin) opsi-opsi (pilihan, untuk pendamping SS), ternyata diambil pihak lain, dalam politik itu sah-sah saja,” katanya, lewat sambungan telepon.

Ditanya siapakah sosok yang akan mendampingi mantan menteri ESDM itu, ia belum mau buka suara. Menurutnya, penentuan calon gubernur dan wakilnya, merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

Meski demikian, ia memastikan sudah memiliki calon lain sebagai pendamping Sudirman. Hal itu nantinya akan dipertimbangkan dengan DPP Gerindra, dengan melihat berbagai pertimbangan.

“Kalau kami inginnya secepatnya (penunjukan cawagub), kan paling lambat tanggal 10 (batas akhir pendaftaran peserta pilkada 2018 ke KPU),” ujar anggota Komisi A DPRD Jateng itu.

Disinggung mengenai kans kader PKB menjadi pendamping Pak Dirman, Sriyanto mengaku hal itu bisa saja terjadi. Hal tersebut karena, opsi untuk memilih kader Partai Kebangkitan Bangsa, merupakan pilihan diawal.

“Dengan PKB bisa saja, itu kan opsi (kader PKB) pertama. Karena partai pengusung Gerindra, PAN dan PKS tidak meminta (kursi) wakil. (calon) wakilnya dari PKB bisa saja,” terangnya.

Baca : Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

Terakhir, Sriyanto memastikan, meskipun belum ada nama cawagub pendamping Sudirman Said, akan tetapi mesin partai tetap bergerak. Bersama partai koalisi PAN dan PKS, mereka siap merebut kursi gubernur dan wakil gubernur Jateng.

“Mesin partai sudah mulai bergerak, sejak nama gubernur (Sudirman Said) ditetapkan pada 13 Desember 2017,” tutup Sriyanto.

Editor : Ali Muntoha 

Dirman Kalah Cepat, Gus Yasin Jadi Cawagub Ganjar Pranowo

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akhirnya mengumumkan cagub dan cawagub yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018. Seperti diperkirakan banyak pihak, Ganjar Pranowo kembali diusung sebagai calon gubernur.

Yang cukup mengejutkan adalah posisi cawagub yang akan mendampingi Ganjar. Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair, yakni Taj Yasin (Gus Yasin) diumumkan Megawati sebagai pendamping Ganjar Pranowo.

Ini mengejutkan, pasalnya sebelumnya yang lebih dulu membidik putra pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang itu adalah koalisi pendukung Sudirman Said. Baik Gerindra dan PAN sudah memastikan antara Gus Malik atau Gus Yasin yang akan menjadi wakil Sudirman.

Namun ternyata Gus Yasin yang tercatat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah lebih dulu diambil PDI Perjuangan.

Ganjar Pranowo saat diumumkan Megawati sebagai cawagub yang diusung PDIP.
(Foto : detik.com)

Pengumuman cagub dancawagub dari PDIP ini dilakukan Megawati di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1/2018).

“Untuk Jateng, yang pertamanya tetap Pak Ganjar Pranowo. Anaknya Mbah Maimun, Mas Taj Yasin Maimun. Jadi Pak Ganjar sudah pasti ada wakilnya,” kata Megawati.

Baca : Gerindra Pastikan Cawagub Sudirman Said Putra Mbah Maimoen

Sebelumnya ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid memastikan jika putra Mbah Maimoen yang akan mendampingi Sudirman Said.

Ia menyebut, pilihan untuk cawagub Sudirman Said mengerucut pada dua putra Mbah Maimoen, yakni Majid Kamil (Gus Kamil) dan Taj Yasin (Gus Yasin).

‎Menurutnya, satu dari dua nama tersebut akan mendampingi Sudirman, sebagai calon wakil gubernur Jateng.

Keputusan ini menurut Wahid sudah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi (PAN dan PKS) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Kini tinggal pilihan Sudirman, apakah memilih Gus Yasin atau Gus Malik.

“Pembicaraan kami dengan partai pengusung yakni PKS dan PAN,  ada kesepakatan untuk mengusung satu dari dua putra Mbah Maimoen,” kata Wahid.

Terkait siapa yang akan maju, pilihan diserahkan kepada Sudirman. Apakah ingin berpasangan dengan Majid Kamil yang kini menjabat ketua DPRD Rembang atau dengan Taj Yasin angota DPRD Provinsi Jateng.

Editor : Ali Muntoha

Gerindra Pastikan Cawagub Sudirman Said Putra Mbah Maimoen

MuriaNewsCom, Jepara – Koalisi parpol pendukung Sudirman Said disebut telah sepakat untuk mengusung putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi mantan Menteri ESDM tersebut.

Namun hingga kini belum ada kepastian siapa dari sejumlah putra pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang itu yang akan diusung.

Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid mengatakan, pilihan untuk cawagub Sudirman Said mengerucur pada dua putra Mbah Maimoen, yakni Majid Kamil (Gus Kamil) dan Taj Yasin (Gus Yasin).

‎Menurutnya, satu dari dua nama tersebut akan mendampingi Sudirman, sebagai calon wakil gubernur Jateng.

Keputusan ini menurut Wahid sudah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi (PAN dan PKS) dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Kini tinggal pilihan Sudirman, apakah memilih Gus Yasin atau Gus Malik.

“Pembicaraan kami dengan partai pengusung yakni PKS dan PAN,  ada kesepakatan untuk mengusung satu dari dua putra Mbah Maimoen,” kata Wahid.

Terkait siapa yang akan maju, pilihan diserahkan kepada Sudirman. Apakah ingin berpasangan dengan Majid Kamil yang kini menjabat ketua DPRD Rembang atau dengan Taj Yasin angota DPRD Provinsi Jateng.

Terkait komunikasi dengan kedua calon wagub pendamping Pak Dirman, Wahid mengaku sudah terjalin baik. Keduanya menurutnya sudah siap.

Baca : Putra Mbah Maimoen Jadi Wakil Sudirman Said Di Pilgub Jateng?

Meski demikian, ‎ fungsionaris partai rencananya tetap akan menyambangi kediaman KH Maimun Zubair, pada esok hari (Sabtu, 6/1/2018) guna meminta restu.

Terkait alasan, pemilihan nama Wahid menyebut keduanya berpengalaman di dunia politik dan kini menjabat sebagai anggota legislatif.

Sehingga siapapun yang nantinya terpilih diyakini dapat bekerjasama dengan Sudirman untuk membangun Jateng lima tahun ke depan.

Sebelumnya Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan juga memberi bocoran bahwa putra Mbah Maimoen yang dipilih mendampingi Sudirman Said. Bahkan Zulkifli sudah menyebut nama Gus Kamil yang dipilih.

Editor : Ali Muntoha