Dokter RSI Pati Kampanyekan Kesehatan dan Gizi Anak pada Guru PAUD

Salah satu dokter di RSI Pati memberikan materi kesehatan dan gizi anak kepada peserta diklat berjenjang tingkat dasar di IPMAFA Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kesehatan dan gizi anak perlu diperhatikan, terutama saat anak masuk dalam masa pertumbuhan. Sementara pertumbuhan yang baik dapat dilihat dari kesehatan dan ketersediaan gizinya.

Kesehatan dan gizi yang diberikan dengan baik akan berdampak pada masa depan anak. Mengingat pentingnya hal tersebut, Panitia Diklat PAUD Berjenjang Tingkat Dasar Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IPMAFA Pati merasa perlu untuk mamasukkan materi kesehatan dan gizi anak kepada peserta diklat yang diikuti 268 mahasiwa dan guru PAUD.

Dalam kesempatan tersebut, dokter-dokter dari Rumah Sakit Islam (RSI) Pati dan pakar gizi anak didatangkan untuk menjadi narasumber yang dibagi ke dalam empat kelas yang berbeda. Mereka memberikan materi tentang kesehatan dan gizi kepada guru, sebelum diajarkan kepada para murid.

Salah satu narasumber, dr Nur Iffah menuturkan, gizi anak akan berdampak bukan hanya  dalam jangka pendek, tetapi membekas sampai masa depan. Gizi yang kurang maupun buruk akan memengaruhi pertumbuhan fisik jangka panjang seorang anak dalam aspek perkembangan kognitif, kapasitas belajar, prestasi sekolah dan prestasi kerja di masa depan.

“Gizi dan anak perlu diperhatikan sejak dini. Sebab, kebutuhan gizi pada anak dalam masa pertumbuhan sangat menentukan masa depannya dari berbagai aspek. Pengetahuan semacam ini penting diberikan kepada guru PAUD, karena mereka yang mendidik anak,” kata dr Nur Iffah.

Karena itu, kesehatan dan gizi anak sangat penting diperhatikan oleh para orangtua, termasuk guru yang mengajarnya selama di bangku sekolah. Dengan dasar itu pula, memasukkan materi gizi kepada peserta diklat dasar yang diikuti para guru PAUD menjadi sebuah keharusan.

Para peserta pun terlihat antusias mendengarkan penjelasan narasumber. Mereka juga aktif menanyakan berbagai hal tentang kesehatan dan gizi anak. Harapannya, informasi yang didapatkan peserta memiliki dampak nyata untuk keberlangsungan masa depan anak.

Editor: Supriyadi

Ratusan Mahasiswa dan Guru PAUD Digembleng Peningkatan Kompetensi di IPMAFA Pati

Kaprodi PIAUD IPMAFA Pati Sumiati memberikan materi kepada peserta diklat berjenjang tingkat dasar, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 268 mahasiswa dan guru mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) berjenjang tingkat dasar yang diadakan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, Sabtu (19/8/2017).

Peserta dilatih berbagai materi PAUD, seperti konsep dasar PAUD, perencanaan pembelajaran PAUD, kesehatan dan gizi, peer teaching, dan berbagai materi yang menunjang proses kompetensi guru PAUD.

Kepala Prodi PIAUD IPMAFA Pati Sumiati mengatakan, diklat berjenjang tingkat dasar sangat dibutuhkan bagi pendidik PAUD. Setelah mengikuti diklat, peserta diharapkan memiliki sertifikat kompetensi yang akan menguatkan mereka di lapangan.

“Kebetulan prodi PIAUD di IPMAFA, lulusannya menjadi guru PAUD. Sebagian besar mahasiswa kita yang akan lulus dan wisuda tahun ini sudah mengajar, sehingga prodi perlu memberikan pembekalan berupa diklat,” ujar Sumiati.

Awalnya, diklat berjenjang tingkat dasar hanya diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni IPMAFA. Namun, pihaknya mengakomodasi guru dari umum mengingat permintaan dari luar cukup tinggi.

Hanya saja, kuota dari guru umum tetap dibatasi. Karena itu, kuota yang semestinya hanya 200 orang ditingkatkan menjadi 268 orang.

Setiap peserta wajib mengikuti 48 jam pelajaran yang dibagi selama enam hari, setiap Sabtu dan Minggu. Peserta juga mengikuti pre-test yang kemudian dilakukan penilaian pada post-test, sesudah mendapatkan materi diklat dasar.

“Jadi, nanti ada peringkat nilainya. Kami berharap, para peserta bisa mengerjakan post-test dengan baik, sehingga bisa lulus dan menjadi bekal untuk mengajar di lembaga pendidikan tingkat PAUD,” imbuhnya.

Guru RA AN Nur Tempur, Keling, Jepara, Endang Muati yang mengikuti diklat dasar mengaku senang mendapatkan kesempatan menjadi peserta. Pasalnya, diklat dasar sangat dibutuhkan bagi guru PAUD.

Terlebih, diklat tersebut menyesuaikan kurikulum 2013 yang nantinya menjadi bekal penting bagi para guru agar lebih kompeten. Bagi dia, diksar merupakan inovasi baru untuk membangun kreativitas dan kemampuan guru untuk diajarkan kepada peserta didik.

Editor : Ali Muntoha