Guru di Pati Diminta Aktif Menulis Karya Ilmiah

Subawi menjelaskan kepada peserta bimbingan teknis karya ilmiah di SKB Disdikbud Pati, Rabu (5/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Guru di Pati diminta tak hanya bisa mencerdaskan dan mendidik siswa, tetapi juga dituntut untuk bisa menulis karya tulis ilmiah. Sebab, sesuai dengan Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomor 03/V/PB/2010, publikasi karya ilmiah menjadi salah satu syarat kenaikan pangkat.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disdikbud) Kabupaten Pati, Ahmadi, seusai membuka acara Bimbingan Teknis Karya Tulis Ilmiah bagi Guru Penjasorkes SD di Aula SKB Pati, Rabu (5/4/2017).

“Salah satu syarat kenaikan pangkat bagi guru, antara lain publikasi karya ilmiah. Karenanya, kami meminta kepada guru untuk mengasah kemampuan menulis dan berpikir untuk selanjutnya dituangkan dalam bentuk karya ilmiah agar bisa dipublikasikan,” kata Ahmadi.

Ada sejumlah alasan seorang guru mesti memiliki publikasi karya ilmiah. Pertama, seorang guru akan sulit berkembang, stagnan dan susah naik pangkat bila tidak memiliki publikasi ilmiah.

Kedua, publikasi karya ilmiah menjadi salah satu parameter kompetensi guru. “Lepas masalah pangkat, publikasi karya ilmiah menjadi salah satu indikasi produktivitas guru dalam bidang menulis. Ketentuan guru bisa menulis karya ilmiah diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan kompetensi guru,” imbuhnya.

Karenanya, Disdikbud Pati mengadakan bimbingan teknis karya tulis ilmiah dalam rangka membekali guru agar mahir menulis karya ilmiah. Dengan bimbingan tersebut, para guru di Pati diharapkan bisa meningkatkan kualitas menulis karya ilmiah.

Subawi, Kepala SMP Gembong yang menjadi narasumber dalam bimbingan teknis tersebut mengatakan, menulis karya ilmiah berbeda dengan menulis artikel umum. Karya ilmiah mesti mendasarkan pada fakta-fakta ilmiah, termasuk tulisan harus sesuai bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengacu pada ejaan yang disempurnakan (EYD).

Editor : Kholistiono

Guru di Pati Diminta Profesional dan Berkemajuan

Sejumlah guru tampak khidmat mengikuti upacara Hari Guru Nasional di Alun-alun Pati, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah guru tampak khidmat mengikuti upacara Hari Guru Nasional di Alun-alun Pati, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Plt Bupati Pati Budiyono meminta guru di Pati untuk mengedepankan profesionalitas dengan prinsip berkemajuan. Hal itu disampaikan Budiyono dalam upacara memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-71 di Alun-alun Pati, Jumat (25/11/2016).

Menurutnya, guru memiliki peran penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa. Tak sekadar mencerdaskan, guru dinilai punya tanggung jawab untuk membentuk karakter dan moralitas yang baik.

“Peran guru sangat mulia dan sentral. Betapa tidak, kualitas manusia-manusia Indonesia ditentukan dari pendidikannya. Guru yang sukses adalah guru yang berhasil mendidik muridnya dalam berbagai bidang, baik ilmu pengetahuan, karakter, dan moral yang baik,” ujar Budiyono.

Karena itu, profesionalitas dengan prinsip kemajuan mesti dimiliki seorang guru. Terlebih, pemerintah selama ini sudah meningkatkan kesejahteraan guru melalui tunjangan kinerja. Hal itu diharapkan agar guru punya semangat untuk mendidik muridnya agar menjadi generasi bangsa yang berkualitas.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik supaya murid punya bekal yang baik untuk menatap masa depan. Di Pati, saya cukup memberikan apresiasi kepada guru. Pelajar di Pati sudah lama dikenal dengan kualitasnya yang baik. Bahkan, banyak pelajar di Pati yang menjuarai berbagai macam kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Sebaliknya, murid mesti menghormati guru yang selama ini telah berupaya tidak hanya melakukan transfer ilmu, tetapi juga transfer karakter dan moral. “Guru sangat menentukan masa depan kehidupan bangsa. Kita bisa hadir di sini, menjadi tentara, polisi, dokter, pengusaha, dan semuanya, tidak lepas dari peran guru. Maka, hormatilah guru,” tukas Kepala Dinas Pendidikan Pati, Sarpan.

Upacara Hari Guru Nasional di Alun-alun Pati juga diikuti oleh Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Wakapolres Pati Kompol Nyamin, Kajari Pati Kusnin, Ketua Pengadilan Negeri Pati Sugiyanto, Ketua PGRI Pati Waridjan, dan pengurus PGRI Pati. Tak hanya itu, sedikitnya 400 guru dan murid SD, SMP, serta SMA se-Kabupaten Pati ikut dalam upacara tersebut.

Editor : Kholistiono