Tujuh Atlet Gulat Jepara Lolos ke Porprov Surakarta 2018

Tim Gulat dari Jepara, meloloskan tujuh atlet ke Porprov Surakarta 2018. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak tujuh atlet gulat asal Jepara lolos ke ajang Porprov Surakarta 2018. Hal ini cukup menggembirakan, lantaran saat berangkat ke ajang Pra Porprov di Karanganyar, Persatuan Gulat Seluruh Indonesia Jepara tak mematok banyak target dan ditengah keterbatasan sarana latihan. 

Purwanto, Asisten pelatih Gulat Jepara mengungkapkan, tujuh atlet yang terpilih merupakan yang terbaik dari total 13 atlet yang diboyong ke Karanganyar.  Mereka nantinya akan bermain di beberapa kelas diantaranya gaya bebas putri, gaya bebas putra dan gaya greco. 

Adapun atlet yang berhasil lolos ke Porprov Surakarta 2018 adalah, Dwi Andriani  yang akan bermain di kelas 63 kg gaya bebas putri, Muanam kelas 54 kg gaya greco, Riski Fani Afandi kelas 66 kg gaya greco, Andri Bagus kelas 69 kg gaya bebas putra, Ahlan pambudi kelas 63 kg gaya bebas putra, Ali Sodikin kelas 50kg gaya bebas putra dan Suhartono kelas 54 kg gaya bebas putra.

“Kami sadar kemampuan kami, saat berangkat ke pra porprov kami tidak banyak memasang target, namun kami bersyukur dengan kondisi sarana prasarana latihan yang terbatas, kami masih bisa meloloskan tujuh atlet ke ajang Porprov,” ujarnya, Selasa (5/12/2017).

Dirinya menambahkan, dengan terpilihnya tujuh atlet ini ia berharap bisa memaksimalkan latihan untuk merengkuh juara. Selain itu, dirinya berharap agar lebih banyak kader olahraga gulat dari Jepara di masa depan. 

Editor: Supriyadi

Kontingen Jawa Timur Juara Umum Popnas Gulat di Grobogan

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengalungkan medali peraih juara pada final terakhir Popnas kelas 69 kg putra, gaya grego. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyelenggaran even Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat di GOR Simpanglima Purwodadi resmi berakhir, Selasa (19/9/2017) sore. Sama seperti saat pembukaan, dalam penutupan Popnas gulat juga dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Tampak pula dalam acara penutupan, Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Andreas Budi Wiraharja, Kabid Organisasi PP PGSI Wilbertus Sihotang, perwakilan FKPD Grobogan serta Sekda Grobogan Moh Sumarsono.

Dalam Popnas ke-XIV yang dimulai sejak Jumat lalu, kontingen gulat dari Jawa Timur keluar sebagai juara umum dengan mendulang 5 emas, 1 perak dan 5 perunggu. Urutan kedua ditempati kontingen Jawa Tengah dengan 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Kontingen Sumatera Barat diluar dugaan berhasil meraih posisi ketiga dengan torehan 2 emas, 1 perak, dan 6 perunggu.

Dari 21 Provinsi yang ambil bagian, ada enam kontingen yang tidak berhasil meraih medali selama penyelenggaraan Popnas. Yakni, Bangka Belitung, DIY, Kalimatan Barat, Kepulauan Riau, dan Papua.

“Bagi yang belum dapat medali jangan kecil hati apalagi putus asa. Masih ada banyak even berikutnya yang barangkali jadi kesempatan Anda untuk dapat medali,” kata Wilbertus Sihotang.

Bagi para juara, Sihotang berpesan agar menjaga performa dan tetap semangat berlatih. Soalnya, dalam waktu dekat sudah ada banyak agenda yang akan diikuti. Termasuk pekan olahraga pelajar tingkat Asean.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni juga menyatakan rasa bangga karena untuk pertama kalinya, Jawa Tengah bisa meraih posisi kedua dalam even Popnas. Ia juga tambah bangga karena salah satu pegulat Grobogan ikut andil menyumbangkan satu medali emas buat Jawa Tengah. Yakni, Dwi Ayu Puspitasari, siswi SMKN 1 Purwodadi yang jadi juara gaya bebas kelas 49 kg.

“Terima kasih pada semua pihak yang telah memilih Kabupaten Grobogan jadi tuan rumah Popnas gulat. Saya merasa bangga karena penyelenggaraan Popnas di Grobogan bisa sukses dan lancar,” katanya.

Editor: Supriyadi

Begini Kisah Perjalanan Pelajar Cantik Dwi Ayu Puspitasari Sampai Kecantol Olahraga Gulat

Dwi Ayu Puspitasari didampingi dua pelatihnya usai meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke XIV di GOR Simpanglima Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keberhasilan siswi SMKN 1 Purwodadi Dwi Ayu Puspitasari meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke XIV masih jadi buah bibir banyak pihak.

Kebanyakan, mereka ini sempat bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang dara cantik ini lebih memilih menekuni gulat dibandingkan cabang olahraga lainnya.

“Selama ini, masih jarang perempuan di Grobogan yang menggeluti olahraga gulat. Kalau pegulat pria sudah banyak. Oleh sebab itu, prestasi yang diraih Dwi Ayu Puspitasari saya nilai cukup istimewa,” kata beberapa penonton, usai menyaksikan perjuangan Ayu meraih medali emas pada babak final kelas 49 kg di GOR Simpanglima Purwodadi, Jumat (15/9/2017) malam.

Perkenalan Ayu dengan olahraga gulat terjadi pada tahun pertama bersekolah di SMKN 1 Purwodadi. Hal ini bermula dari ajakan Bu Rika, guru olahraganya di SMKN 1 Purwodadi untuk ikut latihan gulat.

Setelah beberapa kali ikut latihan di bawah bimbingan gurunya tersebut, Ayu merasa tertarik dan ingin serius berlatih.

“Setelah latihan pertama, saya berkeinginan untuk serius menekuni gulat. Hampir setiap hari, saya melakukan latihan bersama teman-teman. Ada delapan teman sekolah yang ikut gulat. Tempat latihannya di rumah pelatih di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi,” kata Ayu.

Siswa kelas XII jurusan Tata Busana ini mengaku sempat dilarang orangtuanya menggeluti olahraga keras tersebut. Namun, larangan tersebut tidak diindahkan.

Setelah berhasil menggapai prestasi, kedua orang tuanya kemudian berbalik memberikan dukungan.

Baca : Lewat Perjuangan Dramatis, Pelajar Cantik dari Grobogan ini Raih Medali Emas Popnas

Berkat ketekunannya berlatih, sudah banyak prestasi hebat yang diraih pelajar yang tinggal di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Grobogan tersebut. Antara lain, meraih medali emas dalam Popda Jateng tingkat SMA dan medali perak dalam kejuaraan gulat di Tegal tahun 2016.

Kemudian, dalam Kejurda Gulat di Magelang bulan Maret 2017, Ayu juga berhasil meraih medali emas. Bahkan, dalam even itu, Ayu juga dinobatkan sebagai pemain terbaik putri.

Prestasi yang didapat Ayu tidak hanya bikin bangga orangtua dan pelatihnya saja. Pihak sekolah tempatnya belajar juga mengapresiasi prestasi yang diraihnya.

“Setiap siswa yang dapat prestasi pasti kita kasih reward. Namun, besar kecilnya reward ini kita sesuaikan dengan level juara yang didapatkan,” ungkap Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Ia menyatakan, selama ini, pihak sekolah selalu mendukung setiap kegiatan positif yang ingin dilakukan para siswa. Baik kegiatan dalam bidang akademisi maupun ekstrakurikuler, termasuk olah raga.

Selain untuk menyalurkan bakat, dukungan itu diberikan supaya siswa punya kesibukan lain yang bermanfaat diluar pelajaran sekolah. Dengan cara ini secara tidak langsung bisa dijadikan upaya untuk mencegah siswa melakukan kegiatan yang negatif. 

“Selama ini, Ayu sudah sering meraih prestasi dan membanggakan nama sekolah. Semoga keberhasilannya jadi juara Popnas mampu melecut semangat siswa lainnya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Lewat Perjuangan Dramatis, Pelajar Cantik dari Grobogan ini Raih Medali Emas Popnas

Pegulat dari Grobogan Dwi Ayu Puspitasari berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen Jawa Tengah dalam even Popnas Gulat 2017 di GOR Simpanglima Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNesCom, Grobogan – Pegulat dari Grobogan Dwi Ayu Puspitasari berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen Jawa Tengah dalam even Popnas Gulat 2017 di GOR Simpanglima Purwodadi.

Dalam laga final, siswi SMKN 1 Purwodadi ini berhasil menundukkan lawannya dari kontingen Jawa Barat.

Partai final gaya bebas di kelas 49 kg itu dilangsungkan Jumat (15/9/2017) malam. Dalam laga puncak, Ayu yang tampil di sudut biru diperkirakan bakal menelan kekalahan. Hingga menit akhir, siswi kelas XII jurusan Tata Busana itu sudah tertinggal skor sampai 8-0.

Namun, pada detik-detik akhir, Ayu menunjukkan kualitasnya. Memanfaatkan kelengahan lawan, Ayu berhasil melakukan kuncian dan memaksa duta dari Jawa Barat takluk.

Dewan juri akhirnya memutuskan Ayu keluar sebagai pemenang. Keputusan ini, sempat diprotes offisial Jabar.

Menghadapi protes ini, dewan juri kemudian menayangkan ulang rekaman pertandingan. Setelah melihat rekaman, kubu Jabar akhirnya bisa menerima keputusan dewan juri.

“Ini merupakan pertandingan yang berat sekaligus istimewa. Terima kasih atas doa dan dukungannya, sehingga saya bisa menyumbang medali emas buat Jateng,” kata Ayu yang ditemui usai melakoni pertandingan dramatis itu.

Dalam even Popnas itu, ada satu pegulat putri Grobogan yang ikut memperkuat Jateng. Yakni, Eva Nurkhasanah yang juga tercatat sebagai siswa SMKN 1 Purwodadi. Namun, Eva gagal meraih medali, setelah kalah dalam perebutan juara III melawan pegulat Jatim.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Pegulat Muda dari 21 Provinsi Berebut Juara dalam Ajang Popnas di Grobogan

Para pegulat menunjukkan kemampuannya dalam Popnas di GOR Simpanglima Purwodadi, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah peserta yang ambil bagian dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat ke XIV ternyata cukup banyak. Sedikitnya, pegulat yang berebut juara ada 250 orang.

Kontingen gulat berasal dari 21 provinsi. Yakni, Jateng, Jatim, Jabar, DIY, Banten, DKI, Sumsel, Riau, Sumut, Sumbar, Kepulauan Riau, Babel, Lampung, Jambi dan Bengkulu. Kemudian, Popnas juga diramaikan peserta dari kawasan Indonesia Timur. Yakni, Kaltim, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, dan Papua.

Popnas Gulat terbagi dalam beberapa kelas putra maupun putri. Seluruh pertandingan Popnas digelar di GOR Simpanglima Purwodadi hingga 21 September mendatang.

Pembukaan Popnas Gulat ke XIV secara resmi ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Jumat (15/9/2017). Ikut mendampingi bupati, Kajari Edi Handojo, Kapolres AKPB Satria Rizkiano, Dandim Letkol Jan Piter Gurning, dan Sekda Moh Sumarsono. Tampak pula, Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Andreas Budi Wiraharja, Kabid Organisasi PP PGSI Wilbertur Sihotang dan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman.

Sekda Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, pelaksanaan Popnas lebih dititik beratkan untuk melakukan evaluasi sejauh mana perkembangan cabor gulat di berbagai daerah. Selain itu, melalui Popnas akan terlihat bibit-bibit potensial yang nantinya akan diproyeksikan sebagai atlit andalan dimasa mendatang.

”Ajang Popnas juga dijadikan seleksi untuk even gulat pelajar tingkat internasional. Melalui ajang Popnas juga bisa jadi salah satu sarana untuk memupuk persatuan dengan peserta atau kontingen yang datang dari berbagai daerah,” kata Sumarsono yang juga menjabat sebagai Ketua PGSI Grobogan itu.

Usai acara pembukaan, langsung dilanjutkan dengan pertandingan di sejumlah kelas. Bupati Sri Sumarni dan para pejabat lainnya, terlihat masih menyempatkan waktu untuk menonton beberapa partai pertandingan.

”Pertandingan gulat ternyata cukup seru dan menegangkan. Saya berharap, para peserta dan dewan juri selalu menjunjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan Popnas,” pesannya.

Editor: Supriyadi

Tari Jaranan Meriahkan Pembukaan Popnas Gulat di GOR Simpanglima Purwodadi

Pentas kesenian tradisional Tari Jaranan menjadi pembuka Popnas Gulat di GOR Simpanglima Purwodadi, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pentas kesenian tradisional Tari Jaranan jadi acara pertama yang ditampilkan dalam rangkaian pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat di GOR Simpanglima Purwodadi, Jumat (15/9/2017).

Penampilan 10 penari wanita yang menunggang jaran atau kuda dari anyaman bambu (kepang) cukup menyita perhatian peserta Popnas. Sejumlah peserta terlihat mengabadikan momen itu lewat kamera ponselnya.

”Wah, tarian naik kuda bambu ini bagus banget. Kayaknya, ini tarian asli dari Kabupaten Grobogan,” celetuk salah seorang kontingen Popnas dari Kalimantan Selatan yang duduk di tribun timur.

Pembukaan Popnas Gulat ke XIV secara resmi ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni. Ikut mendampingi bupati, Kajari Edi Handojo, Kapolres AKPB Satria Rizkiano, Dandim Letkol Jan Piter Gurning, dan Sekda Moh Sumarsono.

Tampak pula, Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Andreas Budi Wiraharja dan Kabid Organisasi PP PGSI Wilbertur Sihotang.

Dalam kesempatan itu Sri Sumarni menyatakan, pihaknya merasa bangga karena dipercaya jadi tuan rumah Popnas gulat. Menurutnya, dengan adanya even ini secara tidak langsung akan bisa menarik animo masyarakat untuk menekuni olahraga gulat.

”Hadirnya banyak orang dari berbagai daerah secara tidak langsung menjadi sarana promosi potensi daerah. Untuk itu, semua pihak yang terlihat saya minta bertindak professional supaya pelaksanaan Popnas bisa sukes. Bila memang diperlukan, ajak kontingen gulat dari berbagai daerah untuk jalan-jalan melihat potensi di sini,” pesannya.

Editor: Supriyadi

DPRD Jateng Pantau Kesiapan Penyelenggaraan Popnas Gulat di Grobogan

Anggota Komisi E DPRD Jateng melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan dalam rangka monitoring kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) gulat, Selasa (11/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Komisi E DPRD Jateng melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Selasa (11/7/2017). Kunjungan yang dipimpin Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asy’ari itu dilakukan dalam rangka pantauan kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) gulat yang akan dilangsungkan di Grobogan pertengahan September mendatang.

“Beberapa waktu lalu sudah diputuskan kalau Grobogan akan jadi tuan rumah Popnas untuk cabor gulat. Kami kesini untuk memantau sejauh mana kesiapannya dan kendala yang dihadapi. Kalau ada kendala nanti dari Pemprov juga akan ikut mencarikan solusi,” kata Hasan.

Rombongan wakil rakyat Jateng diterima Sekda Grobogan Moh Sumarsono di ruang rapat bupati. Hadir pula Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono, Sekretaris KONI Grobogan Edi Susanto, perwakilan dari Disporapar Jateng, KONI Jateng dan Pengurus PGSI Jateng maupun Grobogan.

Dalam kesempatan itu, Hasan menyatakan, mengingat even tersebut skala nasional maka persiapannya harus dilakukan lebih awal. Sebab, jumlah personel yang terlihat dalam Popnas itu cukup banyak karena hampir seluruh provinsi ambil bagian. Selain atlit dan ofisial juga akan terlibat instruktur pertandingan.

“Pelaksanaan Popnas akan ditempatkan di GOR Purwodadi. Meski waktunya masih sekitar dua bulan lagi namun mulai sekarang harus dipersiapkan dengan baik supaya pelaksanaan Popnas bisa sukses,” jelasnya.

Sumarsono yang kebetulan juga menjabat jadi Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan itu menyatakan, pihaknya merasa bangga karena dipercaya jadi tuan rumah Popnas gulat. Sebab, dengan adanya even ini secara tidak langsung akan bisa menarik animo masyarakat untuk menekuni olahraga gulat.

Di sisi lain, dengan ditunjuk jadi tuan rumah maka ada beberapa konsekuensi yang harus dilakukan. Antara lain, mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di lokasi pertandingan.

“Peralatan pertandingan seperti matras dan lainnya tentu harus tersedia. Kemudian, untuk toilet di dalam GOR juga harus kita benahi. Nantinya, untuk kesiapan penyelenggaraan Popnas gulat akan kita bahas lebih lanjut dengan semua instansi terkait. Yang pasti, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar even Popnas gulat terselenggara dengan baik,” imbuhnya. 

 

Editor : Akrom Hazami

Sabet 12 Medali, Kontingen Grobogan Juara Umum Kejurda Gulat

Kontingen gulat Grobogan meluapkan kegembiraan usai meraih prestasi mengesankan di ajang Kejurda Gulat Kadet dan Remaja di Magelang (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi mengesankan berhasil diraih pegulat Grobogan dalam even Kejurda Gulat Kadet dan Remaja yang berakhir Minggu (26/3/2017). Dalam kejurda yang dilangsungkan di GOR Gemilang, Kabupaten Magelang tersebut kontingen Grobogan mampu meraih juara umum kategori remaja.

“Untuk kategori remaja kita mampu tampil jadi juara umum. Sedangkan di kategori kadet, kita kalah dari Surakarta,” kata pelatih tim gulat Grobogan Ukky Juli Setyawan, di Grobogan, Senin (27/3/2017).

Secara keseluruhan, kontingen Grobogan berhasil meraih 12 medali dalam ajang tersebut. Terdiri 4 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.

Pada kategori remaja, pegulat Dwi Ayu di kelas 52 kg pada gaya bebas putri dan Yudina Andika di kelas 76 kg pada gaya bebas putra. Kedua pegulat ini akhirnya dinobatkan sebagai atlet terbaik.

Kemudian, dua pegulat gaya bebas, Irfan yang tampil di kelas 69 kg dan Aufa Nonik di kelas 60 kg, berhasil menyumbang medali perak. Sementara Fadel Adimas yang turun di kelas 54 kg pada gaya grego, dan Sarah di kelas 56 kg gaya bebas putri menggondol satu perunggu.

Untuk kategori kadet, pegulat putri Eva Nurhasanah yang turun di kelas 49 kg dan Angga Pangestu di kelas 69 kg pada gaya Grego berhasil meraih medali emas.
Kemudian, Bagas Nur meraih perak di kelas 54 kg pada gaya grego. 
Selanjutnya, tiga pegulat lagi menyumbang medali perunggu. Yakni, Heppy Tridasari kelas 46 kg, dan Cindi Claudia di kelas 60 kg, yang tampil pada gaya bebas putri dan 
Izul di kelas 58 kg pada gaya Grego.

“Untuk kategori remaja, kita dapat 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Sedangkan di Kadet, meraih 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Prestasi yang diraih pegulat kita sunggung mengejutkan sekaligus membanggakan,” imbuh Ukky yang juga menjabat Sekretaris Pengkab PGSI Grobogan itu. 

Editor : Akrom Hazami

Dulang 9 Medali, Kontingen Gulat Grobogan Raih Peringkat 4 Besar

Kontingen gulat Grobogan foto bareng usai penutupan kejurda Gulat Yunior Jateng 2016, di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kontingen gulat Grobogan foto bareng usai penutupan kejurda Gulat Yunior Jateng 2016, di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kontingen gulat Grobogan berhasil meraih hasil menggembirakan dalam ajang Kejurda Gulat Yunior Jateng 2016 yang berakhir Selasa (20/12/2016). Dalam ajang kejuaraan yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi selama dua hari tersebut, kontingen tuan rumah berhasil menduduki peringkat empat.

Dalam kejurda tersebut, ada 9 medali yang didapat. Terdiri, 3 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.

Medali emas disumbangkan Erika pada gaya bebas kelas 96-120 kg. Dua emas lainnya diraih I Gusti Aderai di kelas 60 kg dan Angga Pangestu di kelas 74 kg. Keduanya bertanding di gaya grego.

Satu prestasi perseorangan juga didapat oleh I Gusti Aderai. Yakni, meraih predikat pemain terbaik putra gaya grego.

“Hasil yang didapat pegulat kita memang cukup mengejutkan. Bisa meraih posisi empat besar dalam Kejuda Yunior tingkat Jawa Tengah merupakan prestasi yang saya nilai istimewa. Terutama sekali keberhasilan meraih 3 emas juga diluar dugaan,” kata Ketua PGSI Grobogan Moh Sumarsono yang juga bertindak selaku ketua panitia kejurda tersebut.

Secara keseluruhan, dalam even tersebut, kontingen Kota Surakarta yang berhasil meraih 5 emas, 3 perak, dan 1 perunggu dinobatkan sebagai juara umum. Urutan kedua ditempati kontingen Kudus dengan perolehan 4 emas, 5 perak, dan 6 perunggu. Untuk juara ketiga diraih kontingen Brebes dengan 3 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.

Acara penyerahan hadiah utama dilakukan Kajari Grobogan Edi Handojo. Hadir pula, Ketua PGSI Jawa Tengah Andreas Budi Wiroharjo dan Ketua PGSI Grobogan Moh Sumasono serta Ketua KONI Grobogan Fatchur Rahman.

Even Kejurda gulat yunior yang baru pertama digelar di Grobogan ini diikuti 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Total ada 275 pegulat yang ambil bagian dalam kejuaraan memperebutkan piala Kajati Jawa Tengah ini. Adapun jumlah kelas yang dipertandingkan ada 26.

Editor : Akrom Hazami

Hari Pertama Kejurda, Pegulat Muda Grobogan Raih 3 Medali

Pertandingan babak final Kejurda Gulat Yunior Jateng 2016 di GOR Simpanglima Purwodadi yang dilangsungkan malam hari berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pertandingan babak final Kejurda Gulat Yunior Jateng 2016 di GOR Simpanglima Purwodadi yang dilangsungkan malam hari berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan -Hasil cukup baik diraih para pegulat muda Grobogan dalam Kejurda gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi sejak Senin (19/12/2016) kemarin. Pada hari pertama, sudah ada tiga medali yang berhasil diraih kontingen tuan rumah.

Pegulat yang sudah berhasil menyumbangkan medali adalah Dwi Ayu dikelas 59 kg dan Eva Nurkhasanah dikelas 51 kg. Kedua pegulat putri ini sama-sama meraih perunggu.

Satu lagi pegulat yang meraih medali adalah Ericka yang tampil di kelas 96-120 kg. Siswa kelas XII SMK Taruna Pulokulon itu berhasil meraih medali emas. Dalam laga final, Ericka berhasil mengalahkan lawannya Alex Hamongan dari Tegal.

“Hari pertama sudah kita pertandingkan 14 babak final. Sedangkan 12 babak final lainnya akan dilangsungkan pada hari kedua. Total kelasnya ada 26,” kata Ketua Panitia Kejurda Gulat Yunior Jateng 2016 Moh Sumarsono.

Pertandingan final pada hari perdana dilangsungkan malam hari. Mengingat banyaknya laga final yang digelar, pertandingan baru selesai pukul 22.30 WIB.

“Peserta kejurda kali ini di luar dugaan. Semua kelas yang dipertandingkan banyak pesertanya. Oleh sebab itu, pertandingannya terpaksa digelar sampai malam,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Kejuaraan daerah gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 resmi dibuka hari ini, Senin (19/12/2016). Pembukaan even gulat yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi ini dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Sugeng Pudjianto.

Even Kejurda gulat yunior yang baru pertama digelar di Grobogan ini diikuti 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Total ada 275 pegulat yang ambil bagian dalam kejuaraan ini. Dari jumlah ini, sebanyak 25 pegulat berasal dari Grobogan.

Editor : Akrom Hazami

275 Pegulat Se-Jawa Tengah Ambil Bagian dalam Kejurda Gulat Yunior di Grobogan

Pertandingan gulat dalam Kejuaaraan daerah gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pertandingan gulat dalam Kejuaaraan daerah gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kejuaraan daerah gulat yunior tingkat Jawa Tengah 2016 resmi dibuka hari ini, Senin (19/12/2016). Pembukaan even gulat yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi ini dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Sugeng Pudjianto.

Pembukaan even gulat juga dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Kajari Grobogan Edi Handojo. Hadir pula, Ketua PGSI Jawa Tengah Andreas Budi Wiroharjo dan Ketua PGSI Grobogan Moh Sumasono. Terlihat pula Ketua KONI Grobogan Fatchur Rahman dan para pengurus cabor se-kabupaten.

Even Kejurda gulat yunior yang baru pertama digelar di Grobogan ini diikuti 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Total ada 275 pegulat yang ambil bagian dalam kejuaraan ini. Dari jumlah ini, sebanyak 25 pegulat berasal dari Grobogan.

“Nomor yang dipertandingkan adalah gaya grego romawi dan gaya bebas. Adapun jumlah kelasnya ada 26,” kata Sekretaris PGSI Grobogan Ukky Juli Setyawan.

Kejurda nanti akan memperebutkan piala bergilir Kajati Jawa Tengah. Pelaksanaan kejuaraan direncanakan selama dua hari, sampai Selasa (20/12/2016) besok.

“Pertandingan akan kita gelar juga pada malam hari. Hal ini mengingat jumlah pesertanya diluar dugaan,” jelas pegulat yang pernah meraih medali emas Porprov 2013 di Banyumas itu.

Sementara itu, pelaksanaan kejurda ternyata mendapat sambutan hangat dari banyak pihak. Indikasinya, banyak penonton yang hadir menyaksikan kejuaraan yang termasuk jarang digelar di Grobogan itu.

“Ini merupakan kesempatan langka untuk bisa menyaksikan pertandingan gulat. Soalnya, jarang ada even gulat di Grobogan. Kalau evennya digelar tidak pas masa libur sekolah barangkali penontonnya lebih ramai,” ujar Irawan, salah satu penonton kejurda gulat yunior.

Editor : Akrom Hazami

Ssst… Ada Pelajar Cantik di Grobogan yang Jagoan Gulat, Ini Dia Sosoknya

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto mendampingi siswinya Dwi Ayu Puspitasari yang berhasil jadi juara gulat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto mendampingi siswinya Dwi Ayu Puspitasari yang berhasil jadi juara gulat (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski boleh dibilang cukup membanggakan, namun prestasi yang diraih Dwi Ayu Puspitasari, siswi SMKN 1 Purwodadi ini boleh dibilang unik. Sebab, Dwi meraih prestasi di bidang olahraga yang selama ini tidak lazim digeluti kaum perempuan. Yakni, cabang olahraga gulat.

Hebatnya, Dwi tidak sekedar ikut-ikutan menggeluti olahraga tersebut. Tetapi menekuni gulat dengan serius dan hal ini bisa dilihat dari prestasi yang sudah berhasil diraih.

Belum lama ini, Dwi berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Kejurnas Gulat Remaja di Bandung. Dalam event ini, siswi kelas XI-TB1 tersebut turun di kelas 52 kg, gaya bebas.

Beberapa waktu sebelumnya, pelajar yang tinggal di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi tersebut juga berhasil meraih prestasi yang mengesankan. Yakni, meraih medali emas dalam Popda Jateng tingkat SMA dan medali perak dalam kejuaraan gulat di Tegal.

“Selama ini, saya memang serius menekuni gulat. Hampir setiap hari, saya melakukan latihan bersama teman-teman. Di satu sekolahan sini, ada delapan siswi yang ikut gulat. Tempat latihannya di rumah pelatih di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi,” kata Dwi.

Pada awalnya, Dwi sama sekali buta dengan olahraga gulat. Ketertarikannya pada olah raga ini berawal dari ajakan Rika, guru olahraganya di SMKN 1 Purwodadi untuk ikut latihan gulat. Setelah beberapa kali ikut latihan di bawah bimbingan gurunya tersebut, Dwi merasa tertarik dan ingin serius berlatih.

Dwi mengaku sempat dilarang orang tuanya menggeluti olahraga keras tersebut. Namun, larangan tersebut tidak diindahkan. Setelah berhasil menggapai prestasi, kedua orang tuanya kemudian berbalik memberikan dukungan.

Prestasi yang didapat Dwi tidak hanya bikin bangga orang tua dan pelatihnya saja. Pihak sekolah tempatnya belajar juga mengapresiasi prestasi yang diraihnya.

“Setiap siswa yang dapat prestasi pasti kita kasih reward. Namun, besar kecilnya reward ini kita sesuaikan dengan level juara yang didapatkan. Hal ini kita terapkan sesuai dengan slogan kami bahwa SMKN 1 Purwodadi adalah ‘Sekolahnya para Juara’,” ungkap Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto.

Sukamto menyatakan, selama ini, pihak sekolah selalu mendukung setiap kegiatan positif yang ingin dilakukan para siswa. Baik kegiatan dalam bidang akademisi maupun ekstrakurikuler, termasuk olah raga.

Selain untuk menyalurkan bakat, dukungan itu diberikan supaya siswa punya kesibukan lain yang bermanfaat diluar pelajaran sekolah. Dengan cara ini secara tidak langsung bisa dijadikan upaya untuk mencegah siswa melakukan kegiatan yang negatif.

Editor : Kholistiono

Atlet Gulat Kudus Lakukan Persiapan Pra PON 2016

Atlet gulat Kudus melakukan latihan rutin mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan. (MURIANEWS/M IQBAL NAIMY)

KUDUS – Puluhan pegulat semangat berlatih jelang Kejurprov tingkat senior 29-30 Mei 2015 di Magelang yang sekaligus merupakan ajang seleksi tim Pra PON 2016. Di kediaman Pelatih Gulat Suhartono, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mereka mengikuti setiap sesi latihan dengan seksama.

Lanjutkan membaca