Ini 3 Objek Wisata yang Bakal Disulap Jadi Wisata Unggulan di Pati

Gua Wareh di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo yang rencananya akan dikembangkan Pemkab Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto berjanji akan mengembangkan sejumlah objek wisata di Kabupaten Pati yang menjadi milik pemerintah daerah (pemda). Upaya pengembangan tersebut akan dimulai pada 2018.

Ada tiga objek wisata yang akan ditangani secara serius, yakni Waduk Gunung Rowo, Agrowisata Jolong, dan Gua Wareh. Ketiga objek wisata tersebut dianggap punya nilai yang layak dikembangkan dan disuguhkan kepada publik.

“Tahun ini, kawasan wisata Jolong dikunjungi lebih dari 9.400 orang dengan penghasilan sekitar Rp 1,2 miliar. Kondisi itu sangat bagus dan akan terus dikembangkan,” ujar Haryanto, Sabtu (7/10/2017).

Menurutnya, kondisi geografis Pati diakui tidak seperti Bali maupun Banyuwangi yang berpeluang menjadi kota wisata bertaraf internasional. Namun, Haryanto optimistis akan bisa mengembangkan Pati sebagai kota wisata.

Karena itu, dia berharap agar semua pihak bisa berpartisipasi dan mendukung agar Pati bisa melebarkan sayapnya menjadi kota wisata. Sejauh ini, Pati dinilai sudah bisa meninggalkan kesan sebagai kota seribu paranormal dan mulai dikenal sebagai kota pertanian, perikanan, serta industri.

“Potensi di Pati sangat banyak sekali. Semuanya akan memberikan manfaat dan dampak yang positif jika dikelola dengan baik, termasuk potensi wisata,” jelasnya.

Sebelumnya, Haryanto sudah mengonsultasikan pengembangan objek wisata di Pati kepada arsitek dari Singapura dan Australia. Upaya itu dilakukan untuk merencanakan pembangunan wisata yang matang dan berkelanjutan di Pati.

Editor: Supriyadi

Pengembangan Wisata Gua Wareh Pati Terkendala Infrastruktur

Kondisi objek wisata Gua Wareh yang dijadikan tempat untuk mandi oleh penduduk setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pengembangan wisata Gua Wareh di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati terkendala Infrastruktur, terutama akses jalan. Hal itu diakui Kepala Desa setempat, Handono, Sabtu (16/9/2017).

“Pengunjungnya sudah cukup banyak. Sebagian besar pelajar yang sedang berkemah, tour dari anak-anak sekolah, dan pengunjung lokal. Sayangnya, akses jalannya kurang mendukung,” kata Handono.

Saat ini, pemuda Karang Taruna setempat yang mengelola kawasan wisata tersebut sedang melakukan pengembangan dengan penambahan fasilitas spot untuk selfie. Spot baru tersebut berada di atas gua yang mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Hanya saja, pihaknya mengaku belum bisa mengembangkannya secara optimal, karena masih terkendala akses jalan yang kurang mendukung. Karena itu, dia berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi untuk meningkatkan dunia pariwisata di kawasan Pati selatan.

Secara terpisah, Bupati Pati Haryanto mengaku sudah merencanakan untuk pengembangan sejumlah objek wisata di Pati, termasuk Gua Wareh. Sementara tempat wisata lainnya, salah satunya Waduk Gunung Rowo, Jolong dan Jrahi.

Baca : Musim Kemarau, Warga Sukolilo Pati Manfaatkan Sumber Mata Air Gua Wareh

Bahkan, Bupati sudah menemui arsitektur dari Singapura dan Australia untuk melakukan perencanaan matang terkait pengembangan tempat wisata di Pati. Tujuannya untuk menarik investor sekaligus menyejahterakan masyarakat lewat potensi wisata.

“Itu sudah saya pikirkan dan rencanakan matang-matang. Tapi harus menunggu terlebih dahulu, karena harus dibahas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujarnya.

Dia menegaskan, kepemimpinannya lima tahun ke depan juga akan fokus pada program pengembangan wisata bersamaan program utamanya dalam memberantas kemiskinan dan pengangguran. Karenanya, dia berharap agar masyarakat bisa ikut mendukung program tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Musim Kemarau, Warga Sukolilo Pati Manfaatkan Sumber Mata Air Gua Wareh

Penduduk setempat memanfaatkan sumber mata air Gua Wareh untuk mandi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga di kawasan Sukolilo memanfaatkan sumber mata air di Gua Wareh yang terletak di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di tengah musim kemarau yang mulai melanda Pati selatan.

Kepala Desa Kedumulyo Arif Setyo Handono menuturkan, sumber mata air Gua Wareh tidak hanya dimanfaatkan penduduk setempat, tetapi juga masyarakat desa lain. Bahkan, beberapa warga Cengkalsewu dan Kasian yang jaraknya cukup jauh juga datang ke sana untuk mencuci pakaian.

“Mata air Gua Wareh tidak pernah kering meski musim kemarau dan kekeringan. Makanya menjadi andalan warga untuk kebutuhan hidup sehari-hari, seperti mandi, air minum, mencuci, hingga pengairan pertanian,” ujar Handono kepada MuriaNewsCom, Jumat (15/9/2017).

Sejauh ini, sedikitnya ada 500 kepala keluarga (KK) di Kedumulyo yang memanfaatkan sumber mata air Gua Wareh. Selebihnya, pemanfaatan air digunakan warga dari desa lain.

Sepanjang sejarah, Handono menyebut sumber mata air Gua Wareh tidak pernah habis. Bila terpaksa kekeringan dan habis, hanya berlangsung beberapa menit. Setelah itu, airnya muncul kembali.

Ngatminah, salah satu warga setempat mengaku sering mandi dan mencuci air di Gua Wareh. Selain airnya jernih dan alami, airnya selalu melimpah kendati musium kemarau melanda.

Hanya saja, aktivitas mandi dan cuci baju kerap dikeluhkan wisatawan dan pencinta alam karena dinilai mencemari lingkungan. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memanfaatkan sumber mata air Gua Wareh yang tak pernah habis.

Editor: Supriyadi

Akses Gua Wareh Pati Buruk

uplod jam 1430 akses gua wareh (e)

Gua Wareh yang dipenuhi tanaman rimbun, sejumlah pengunjung tampak berada di depan mulut gua. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pesona keindahan yang ditawarkan Gua Wareh di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati, ternyata tak diimbangi dengan fasilitas dan infrastruktur yang ada. Salah satunya, akses jalan menuju gua yang buruk.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas di sekitar Gua Wareh masih ala kadarnya. Padahal, lokasi itu berpotensi jadi destinasi wisata yang prospektif. Setiap akhir pekan, tempat itu selalu dibanjiri pengunjung, termasuk murid-murid sekolah yang datang menggunakan kereta mini.

“Gua ini cukup prospektif. Perpaduan gua, alam perbukitan di pegunungan Kendeng, dan hijaunya pepohonan bisa menjadi jujugan pengunjung. Sayangnya, fasilitas wisata masih sangat minim. Belum lagi, akses jalan menuju gua masih jauh dari kata mulus,” ujar Kushariyadi, pengunjung asal Pati Kota saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Sabtu (16/4/2016).

Karena itu, ia berharap agar pemerintah daerah, terutama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) bisa menggarap dengan serius Gua Wareh sebagai destinasi wisata di Pati selatan. Pemkab juga diminta untuk memprioritaskan akses jalan menuju Gua Wareh.

“Kalau Gua Wareh dikelola dengan serius, saya yakin pengunjung akan bertambah banyak yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Selama ini, wisata di Pati yang sebetulnya menyimpan potensi bagus belum tergarap dengan serius,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca : Gua Wareh, “Berlian” Gunung Kendeng yang Belum Terekspos

Gua Wareh, “Berlian” Gunung Kendeng yang Belum Terekspos

uplod jm 12 (e)

Anak-anak tengah bermain di mulut Gua Wareh. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pegunungan Kendeng yang berada di kawasan Pati selatan menyimpan sejuta pesona keindahan alam yang tak kalah dengan daerah-daerah lainnya. Sayangnya, “berlian” itu belum banyak diketahui orang.

Salah satu “berlian” Gunung Kendeng yang bisa menjadi agenda berkunjung, di antaranya Gua Wareh. Berlokasi di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, gua ini menghasilkan sumber mata air yang jernih dan begitu memesona.

Sejumlah pengunjung yang datang biasanya memanfaatkannya untuk mandi. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua. Gua ini berlokasi tepat di bawah lereng pegunungan Kendeng.

Adiyo Ponco, salah satu pengunjung dari Grobogan mengaku takjub dengan gua itu. Kejernihan air yang bersumber dari dalam gua diakui tak bisa ditemukan di tempat sembarangan, apalagi di kota.

“Suasananya begitu asri, teduh, dan sejuk. Apalagi kalau masuk dalam mulut gua, hawanya begitu sejuk. Saya baru pertama kali berkunjung ke sini. Sebelumnya malah tidak tahu,” ujar Ponco kepada MuriaNewsCom, Sabtu (16/4/2016).

Sejumlah anak-anak balita yang bermain di dalam aliran air Gua Wareh menggunakan pelampung. Orang tua pun tampak mengawasi anak yang kegirangan bermain air jernih di sekitar Gua Wareh. Tak ayal, gua yang belum banyak diketahui orang ini bisa jadi agenda berlibur keluarga.

Editor : Akrom Hazami