Hebat!! Ibu di Krangganharjo Grobogan Ini Bisa Menunaikan Umrah Meski Hanya Jualan Cilok

MuriaNewsCom, GroboganSosok Sulastri, warga Dusun Kranggan, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh ini barangkali bisa jadi panutan. Terutama, bagi mereka yang berniat menunaikan ibadah umrah. Meski hanya berjualan pentol atau cilok kelilingan, perempuan berusia 50 tahun itu akhirnya berhasil mewujudkan niatnya beribadah ke tanah suci.

”Alhamdulillah, saya akhirnya bisa beribadah umrah ke Tanah Suci. Saya berangkat umrah tanggal 1 dan kembalinya tanggal 9 Februari kemarin,” kata Sulastri saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/2/2018).

Selama menunaikan umrah, Sulastri mengaku diberi kelancaran mulai dari berangkat hingga pulang. Kemudian, selama pelaksanaan ibadah juga berjalan lancar tanpa hambatan. Bahkan, ia selalu mendapat kemudahan selama berada di tanah suci. Misalnya, kemudahan saat bisa mencium hajar aswad.

Selama di Tanah Suci, Sulastri juga mendapat fasilitas yang dinilai sangat istimewa. Mulai dari tempat menginapnya di hotel bintang 5 yang dekat dengan Masjid Nabawi di Madinah maupun Masjidil Haram di Makkah. Kemudian, soal menu makanan juga dinilai sangat memuaskan karena selalu tersedia aneka masakan serta beragam buah-buahan segar.

Tak hanya itu, Sulastri juga dapat kesempatan untuk melaksanakan badal umroh buat suami dan anaknya yang sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

”Yang pasti, saya bersyukur sekali mendapat kemudahan saat menunaikan umrah. Bahkan, banyak jamaah satu rombongan yang ngasih saya uang saku untuk beli oleh-oleh,” ungkapnya.

Sulastri, warga Dusun Kranggan, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh saat menunaikan ibadah umroh di Tanah Suci. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Meski begitu, ibadah umroh yang dijalankan memang butuh perjuangan. Biaya untuk menunaikan ibadah umrah didapat dari menyisihkan penghasilan dari berjualan pentol sejak enam tahun lalu.

Selain ditabung di bank, sebagian penghasilan juga disisihkan dalam bentuk perhiasan dan kambing.

Sebelum umrah, Sulastri ternyata sudah mendaftar haji dan mendapat porsi keberangkatan tahun 2028. Dalam masa daftar tunggu inilah, ia punya niat untuk bisa menunaikan ibadah umrah terlebih dulu.

Namun, ia mengaku tidak tahu bagaimana cara mengurus keberangkatan umrah. Hingga akhirnya, Sulastri bertemu dengan Agus Triyono alias Gustri, salah seorang petugas dari Biro Penyelenggara Haji dan Umroh PT Arminareka Perdana Kantor Perwakilan Grobogan.

”Saya ketemu Pak Agus sekitar 1,5 tahun lalu di depan rumahnya, waktu keliling jualan pentol. Pak Agus rumahnya di Dusun Glonggong yang masih satu desa dengan saya. Saat bertemu itulah, saya disarankan untuk ikut program solusi umrah,” katanya.

Caranya, mengunci niat dengan bayar uang muka atau DP sebesar Rp 3,5 juta. Namun, saat itu, Sulastri hanya punya uang Rp 500 ribu. Akhirnya, Sulasti diminta melunasi biaya DP dengan model cicilan hingga akhirnya bisa dilunasi beberapa minggu kemudian.

Setelah itu, tinggal memikirkan mencari biaya buat pelunasan biaya umrah. Untuk pelunasan, setoran selanjutnya nominalnya minimal Rp 500 ribu dan jangka waktunya tidak terbatas hingga mencapai biaya yang ditentukan.

”Hingga akhirnya pelunasan biaya umroh bisa dilakukan dalam waktu sekitar 1,5 tahun kemudian,” kata Gustri yang ikut menemani Murianews.com saat berkunjung ke rumah Sulastri itu.

Menurut Gustri, sejauh ini, sudah ada ribuan warga Grobogan yang berangkat umrah lewat Arminareka Perdana. Namun, baru Sulastri inilah jamaah umrahnya yang latar belakang profesinya adalah penjual pentol.

Gustri menyatakan, kepercayaan dari masyarakat itu dinilai cukup wajar. Soalnya, lembaganya merupakan salah satu Biro Haji dan Umroh yang telah menerima sertifikat IATA. Yakni, sertifikat yang memberikan kemudahan kepada biro untuk mengurus visa langsung ke pemerintah Arab Saudi.

”Insya Allah kami akan melayani jamaah dengan sebaik mungkin. Jamaah tak perlu takut tidak dapat jatah visa karena kami telah mendapat sertifikat IATA,” sambung Gustri.

Menurut Gustri, selain itu, Arminareka Perdana memiliki sejumlah keunggulan dengan pengalamannya lebih dari 28 tahun melayani jasa perjalanan umroh dan haji. Gustri bahkan berani mengklaim kalau Arminareka merupakan biro perjalanan haji dan umrah terbesar di Indonesia.

”Arminareka Perdana adalah biro terbesar di Indonesia dan terbanyak  jamaahnya. Setiap hari, kami melayani keberangkatan jamaah umroh,” tegasnya.

Gustri menambahkan, dalam melayani jamaah, pihaknya juga mengutamakan fasilitas pelayanan terbaik. Antara lain, menyediakan hotel bintang 4 dan 5. Kemudian ada pelayanan penerbangan tanpa transit Solo-Jeddah yang memudahkan jamaah dari Grobogan dan sekitarnya. (NAO)

Editor: Supriyadi

Terkikis Air Sungai, Talud Rel Kereta Api di Ledokdawan Grobogan Longsor

MuriaNewsCom, GroboganPerjalanan kereta api dari Solo menuju Semarang melalui Stasiun Gundih, Kecamatan Geyer dan Stasiun Karangsono, Kecamatan Karangrayung terpaksa mengalami gangguan. Hal ini terjadi akibat adanya talud jalur rel kereta api yang longsor di titik KM 61+7/8 di Dusun Bayo, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Sabtu (17/2/2018).

Informasi yang dihimpun dari lokasi menyebutkan, longsornya talud itu diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Akibat talud yang longsor tersebut, tanah di bawah bantalan rel tergerus sehingga tidak mungkin dilalui kereta. Dilihat dari samping, rel kereta tampak seperti jembatan karena tanah dibawahnya ambrol.

Talud yang longsor tersebut berada dipinggir tikungan sungai. Panjang longsoran mencapai 30 meter, kedalaman 2 meter dan lebar hingga pinggir sungai mencapai 10 meter.

Para pekerja memeriksar rel kereta api yang terkena dampak longsor di titik KM 61+7/8 di Dusun Bayo, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Sabtu (17/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Longsornya diketahui sehabis Subuh. Sejak beberapa hari terakhir memang hujan deras dan kondisi sungai penuh air,” ujar Kades Ledokdawan Budiyono di lokasi longsor.

Menurutnya, longsornya talud diketahui salah seorang warga yang lewat jalan setapak disisi selatan rel. Sesampai di lokasi, warga tersebut melihat talud rel longsor.

Kejadian itu kemudian segera dilaporkan pada warga setempat yang bekerja jadi pegawai PT KAI. Selanjutnya, informasi itu secepatnya diteruskan ke Stasiun Gundih dan pihak terkait lainnya.

“Saya bersyukur sekali, peristiwa talud longsor cepat diketahui warga. Soalnya, sekitar pukul 06.15 WIB biasanya ada kereta penumpang yang lewat jalur itu,” katanya.

Tidak lama setelah laporan diterima, puluhan petugas dari PT KAI sudah datang ke lokasi untuk melakukan penanganan longsor. Tampak pula di lokasi, Kapolsek Geyer AKP Sunaryo dan sejumlah anggotanya. Melihat parahnya longsoran, proses penanganan diperkirakan memakan waktu 2-3 hari.

Editor: Supriyadi

Longsor Gerus Jalan Desa Ngrandah Grobogan, Akses Warga Terhambat

MuriaNewsCom, GroboganMusibah tanah longsor terjadi di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, Rabu (14/2/2018). Tanah longsor di pinggiran sungai menggerus jalan utama antar dusun. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi warga di Dusun Sasak tersendat.

Informasi yang didapat menyatakan, tanah longsor sudah terjadi sejak sehari sebelumnya, Selasa sekitar pukul 19.00 WIB. Pada tahap awal, longsoran mengikis talud sungai.

Namun akibat hujan deras, longsoran makin meluas hingga memakan ruas jalan. Selain itu, longsoran juga menjangkau pekarangan warga bernama Sidik (57) yang ada diseberang jalan.

Hingga saat ini, panjang longsoran mencapai 20 meter dengan kedalaman sekitar 7 meter. Panjang longsoran dimungkinkan masih bisa bertambah karena hari ini turun hujan deras.

Akibat jalan longsor, aktivitas warga terganggu. Warga berharap agar musibah longsor segera mendapat penanganan.

“Musibah longsor sudah kita laporkan pada dinas terkait. Rencananya, akan kita upayakan penanganan darurat agar akses warga tidak terhambat,” kata Kades Ngrandah Sistono Budi Saputro.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan bencana longsor di Desa Ngrandah tersebut. Nantinya, penanganan akan melibatkan instansi terkait lainnya, seperti DPUPR.

“Laporannya sudah kita tindak lanjuti. Segera kita koordinasikan penanganan longsor di Desa Ngrandah,” katanya.

Editor: Supriyadi

Nenek 79 Tahun di Grobogan Ditemukan Tewas dalam Kamar Mandi

MuriaNewsCom, GroboganSuasana heboh terjadi di jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Selasa (13/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya seorang warga yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB.

Warga yang ditemukan meninggal diketahui bernama Atmariyah, warga setempat. Nenek berusia 79 tahun ditemukan meninggal dalam posisi terlentang di dalam kamar mandi.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian daster. Diperkirakan, korban sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Selama ini, korban memang tinggal sendirian di rumahnya.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum diketahui meninggal, warga sekitar sempat mencium bau menyengat yang diperkirakan berasal dari rumah korban. Karena curiga, warga mencoba memanggil penghuni rumah tetapi tidak ada jawaban.

Petugas membuka paksa rumah nenek Atmariyahdi jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Selasa (13/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa warga sempat ada yang mencoba membuka pintu rumah tetapi tidak berhasil karena dikunci dari dalam. Selanjutnya, warga menghubungi ketua RT setempat supaya melaporkan ke Polsek Purwodadi.

”Setelah dapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan berupaya membuka pintu rumah. Akhirnya kita ketahui kalau korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar mandi. Selanjutnya, jenazah kita bawa ke RSUD untuk diperiksa lebih lanjut,” jelas Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis dan dokter RSUD Purwodadi, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sakit. Jenazah korban selanjutnya diserahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan.

Editor: Supriyadi

Jauh-jauh dari Jayapura, Ini Tujuan SD Inpres Komba Berkunjung ke SDN 4 Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganBelasan guru SD Inpres Komba, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua Kabupaten Jayapura, Papua berkunjung ke SDN 04 Purwodadi Grobogan, Selasa (13/2/2018).

Kedatangan rombongan dari Papua ke SDN 04 Purwodadi itu dipimpin Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Jayapura Suprojo. Selain itu, ikut pula Kepala Sekolah SD Inpres Komba Agustina Sokoy juga ikut serta dalam kunjungan tersebut.

Kepada MuriaNewsCom, rombongan istimewa dari Jayapura itu rela jauh-jauh ke SDN 04 Purwodadi untuk menimba ilmu. Hal itu dilakukan tak lepas dari prestasi yang baru saja diraih SD favorit di Grobogan tersebut. Yakni, keberhasilan meraih prestasi juara I tingkat nasional dalam Lomba Budaya Mutu untuk kategori komponen pembelajaran.

Dari pantauan di lapangan, sebelum mendapat penjelasan dari pihak sekolah, belasan guru sudah menyebar ke beberapa ruang kelas dan sekitar halaman. Mereka mengamati proses belajar mengajar dari dalam dan luar kelas. Selain itu, para guru dari Papua juga tampak serius melihat siswa yang sedang mengerjakan kegiatan di halaman sekolahan.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Jayapura Suprojo menerangkan, kedatangannya ke Grobogan dalam rangka menimba ilmu masalah komponen pembelajaran. Sengaja para guru memilih datang ke Grobogan karena SDN 04 Purwodadi adalah peraih juara I nasilnal dalam lomba budaya mutu kategori komponen pembelajaran pada tahun 2017 lalu.

Keinginan untuk menimba ilmu ke Grobogan juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan Jayapura. Rencananya, kunjungan kerja di Grobogan akan dilangsungkan hingga Rabu besok.

”Kami datang jauh-jauh dari Papua kesini untuk menimba ilmu dari SDN 04 Purwodadi. Apa yang sudah dilakukan disini akan coba kita aplikasikan di tempat kami. Jadi, kami kesini bukan dalam rangka rekreasi tetapi melangsungkan studi banding. Semoga banyak manfaat yang bisa kita dapat dari kegiatan ini dan berimbas pada kemajuan pendidikan di Papua, khususnya di Jayapura,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 04 Purwodadi Widarti mengaku bangga dengan kunjungan yang dilakukan koleganya dari Papua tersebut. Menurutnya, keberhasilan jadi juara menjadi berkah bagi sekolahnya karena bisa berbagi ilmu pada rekan guru dari berbagai daerah.

”Sebelumnya, jarang ada studi banding di sekolah kami. Setelah jadi juara, banyak yang ingin kesini. Beberapa waktu lalu kita ada kunjungan guru dari Jepara, Blora dan daerah lainnya. Hari ini, malah rekan guru dari Papua yang datang kesini,” katanya.

Dijelaskan, selain pembelajaran di sekolah, rombongan dari Papua akan diperlihatkan serangkaian kegiatan ekstra kulikuler para siswa. Kebetulan pada tiap Selasa ada jadwal beberapa kegiatan ekstra kulikuler.

”Tiap Selasa ada kegiatan karate, musik, drumband di sekolahan. Kemudian, ada ekstra karawitan dan ketoprak di pendopo. Nanti akan kita ajak rekan dari Papua untuk melihat kegiatan ekstra kurikuler,” imbuhnya. (NAO)

Editor: Supriyadi

Bahu Jalan Longsor, Pengendara di Jalan Kuwu – Sragen Diminta Hati-hati

MuriaNewsCom,Grobogan – Bagi pengendara yang melintasi jalan raya Kuwu-Sragen diimbau untuk berhati-hati. Hal ini terkait adanya bahu jalan longsor yang terjadi di ruas jalan tersebut. Tepatnya, ditanjakan kawasan hutan yang masuk wilayah Desa Bago, Kecamatan Kradenan, Grobogan.

Informasi adanya bahu jalan milik provinsi yang letaknya pada posisi tikungan itu terjadi sejak beberapa hari lalu. Awalnya, longsoran itu masih agak jauh dari jalan raya. Namun, akibat guyuran hujan deras, longsoran makin melebar hingga memakan hampir separuh jalan berlapis aspal tersebut.

Sejumlah warga, bahkan sempat mengunggah kondisi bahu jalan yang longsor agar menjadi perhatian para pengguna jalan. Warga juga berharap agar longsornya bahu jalan segera ditangani instansi terkait karena kondisinya cukup membahayakan pengguna jalan raya.

Kepala BPT Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono membenarkan adanya bahu jalan longsor di ruas jalan menuju wilayah Sragen tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan penanganan bahu jalan longsor tersebut mulai hari ini.

”Hari ini, petugas kami sudah mulai melakukan penanganan bahu jalan longsor. Penanganan butuh waktu beberapa hari,” kata Barkah saat ditemui dikantornya, Senin (12/2/2018).

Menurutnya, longsor di ruas jalan tersebut disebabkan adanya talud sungai yang terkikis air. Untuk penanganan longsor akan diuruk dengan material dan dipasang bronjong penahan.

Barkah menambahkan, pada tahun anggaran 2018 ini, pihaknya akan melakukan perbaikan pada ruas jalan tersebut. Rencananya, jalan yang diperbaiki panjangnya sekitar 1 km dengan alokasi anggaran berkisar Rp 6-8 miliar.

Editor: Supriyadi

Alamak!! Puluhan Rumah di Desa Lemahputih Grobogan Terendam Banjir dalam Hitungan Jam

MuriaNewsCom, GroboganBencana banjir terjadi lagi di wilayah Grobogan, Sabtu (10/2/2018). Kali ini, bencana banjir melanda Desa Lemahputih, Kecamatan Brati. Sebelumnya, bencana banjir bandang sempat menerjang beberapa desa di Kecamatan Grobogan pada Jumat malam hingga Sabtu dinihari.

”Banjir di wilayah Kecamatan Grobogan sudah surut. Sekarang bencana banjir ada di Desa Lemahputih,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Banjir di Desa Lemahputih mulai terpantau sejak pukul 08.00 WIB. Saat itu, kondisi air sebagian besar masih menggenangi areal sawah.

Baca: Banjir Bandang, Ribuan Rumah di Wilayah Kecamatan Grobogan Terendam Air

Dalam beberapa jam, debit air terus bertambah hingga menggenangi jalan antardusun maupun antardesa. Bahkan, hingga lewat tengah hari, luapan air mulai memasuki sejumlah rumah penduduk di Dusun Mlakas.

”Jumlah rumah yang tergenang masih dalam pendataan. Sementara ada puluhan rumah yang sudah tergenang air dengan ketinggian masih sekitar 10-20 sentimeter,” jelasnya.

Masrichan menyatakan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan menyiagakan sejumlah personel di lokasi. Tindakan itu dilakukan karena dari pengamatan dilapangan, debit air diprediksi masih bisa naik lagi.

”Kita juga sudah koordinasi dengan pihak desa dan instansi terkait lainnya. Kami minta masyarakat agar tetap waspada,” sambungnya.

Editor: Supriyadi

Sambut Hari Jadi, Puluhan Koleksi Pusaka Kabupaten Grobogan Dijamas

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan benda yang menjadi koleksi Museum Purbakala Grobogan mulai dibersihan atau dijamas, Jumat (9/2/2018). Termasuk juga puluhan koleksi benda pusaka yang juga disimpan di museum yang berada di seberang kantor Dinas Pendidikan Grobogan itu.

Sekitar 10 orang bertugas membersihkan benda-benda bersejarah yang ditemukan di berbagai wilayah kecamatan tersebut.

“Khusus untuk benda-benda pusaka, seperti keris, tombak, gamelan dibersihkan oleh tenaga yang sudah ahli dibidangnya. Kegiatan ini rutin kita lakukan dalam rangkaian peringatan hari jadi Grobogan tanggal 4 Maret nanti,” ungkap Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Marwoto.

Dijelaskan, acara bersih-bersih tersebut biasanya dilakukan minimal setahun sekali. Hal itu diperlukan agar benda-benda bersejarah itu tidak rusak, bisa tahan lama dan lebih bersih sehingga cukup nyaman dilihat orang.

Sejumlah petugas sedang membersihkan koleksi pusaka yang tersimpan dalam museum purbakala,  Jumat (9/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dari data yang dimiliki, di dalam museum tersebut terdapat 83 macam benda peninggalan masa lalu dan terdiri dari beberapa jenis. Antara lain, seperangkat gamelan, keris dan tombak, arca, yoni, piring, lesung, lingga, meriam, luku, garu, mangkok dan piring kuno. Kebanyakan, benda tersebut sudah berusia ratusan sampai ribuan tahun.

Selain membersihkan koleksi museum, pihaknya juga menata kebersihan di lingkungan museum. Hal itu dilakukan agar kondisi museum terlihat lebih menarik sehingga akan mengundang minat orang untuk berkunjung.

“Selama ini, memang museum ini sering tutup karena terbatasnya petugas jaga. Nantinya, museum ini akan lebih sering kita buka meski belum bisa tiap hari,” jelasnya.

Ritual penjamasan pusaka mengundang ketertarikan sejumlah siswa SDN 8 Purwodadi yang letaknya persis berhadapan. Beberapa siswa yang saat itu sudah pulang atau pas jam istirahat langsung berhamburan ke museum untuk menonton aktivitas yang sedang dilakukan di tempat itu.

Editor: Supriyadi

Belasan Rumah di Pulokulon Grobogan Terancam Ambles ke Sungai Lusi, 1 Rumah Sudah Roboh

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga yang tinggal di Dusun Pelem, Desa/Kecamatan Pulokulon, Grobogan, berharap agar segera ada penanganan tanggul Sungai Lusi yang longsor. Hal itu dikarenakan longsornya tanggul sudah mengancam belasan rumah yang ada di bantaran sungai.

Dari keterangan warga, total ada 14 rumah yang terancam longsor. Masing-masing, 5 rumah di RT 02 dan 9 rumah lainnya di RT 05.

Dari pantauan di lokasi, tanggul yang longsor sudah dekat dengan beberapa bangunan rumah warga di bagian belakang. Bahkan, tanggul longsor sudah sempat merobohkan beberapa rumah warga. Beruntung, rumah yang roboh hanya pada bagian belakang yang digunakan sebagai dapur atau kandang.

“Rumah saya dibagian belakang roboh sekitar bulan Maret tahun 2017 lalu saat sungai penuh air. Kejadiannya pas tengah malam. Waktu itu, saya sudah tidak di rumah karena ketakutan,” kata Suwarti, warga setempat, Kamis (8/2/2018).

Tanggul yang longsor itu posisinya berada pada tikungan sungai. Dengan kondisi ini, tanggul memang rawan longsor ketika arus sungai mengalir deras.

Warga berharap, tanggul yang longsor akibat bencana itu segera mendapatkan penanganan. Sebelum ditangani, warga yang rumahnya dekat dengan bantaran sungai selalu dihantui ketakutan. Terutama, saat ada hujan deras.

Untuk pencegahan, warga menimbun tanggul yang longsor dengan tebon atau batang tanaman jagung. Selain itu, warga juga menancapkan puluhan batangan bambu di lokasi longsor.

“Penanganan ini sifatnya darurat saja. Harusnya memang pakai alat berat dan dikasih pondasi batu yang ditutup kawat atau bronjong. Bencana ini sudah dilaporkan pada instansi terkait. Katanya, akan segera ditangani tetapi sejauh ini belum ada realiasi,” kata beberapa warga lain.

Sekretaris Desa Pulokulon Moch Munasir menyatakan, kondisi longsoran memang sudah sangat membahayakan pemukiman warga. Pihak desa hanya bisa memberikan solusi kepada warganya untuk pindah dan menempati tanah desa yang masih ada dengan sistem sewa.

Alternatif lain, bagi yang tidak mau menempati tanah desa, diimbau untuk tinggal di tempat saudara atau kerabatnya.

“Tanah longsor di pinggir sungai ini sudah terjadi sudah cukup lama dan sudah kita laporkan pada dinas terkait. Kami berharap bisa segera ditangani,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Berharap Ada Perbaikan, Pria di Grobogan Ini  Panjatkan Doa di Atas Jembatan Berlubang

MuriaNewsCom, GroboganBeragam cara dilakukan warga agar kerusakan insfrastruktur jalan dan jembatan di wilayahnya bisa segera dapat perhatian pemerintah setempat. Misalnya, dengan menami pisang pada lokasi kerusakan infrastruktur.

Selain itu, ada juga cara terbaru yang dilakukan warga agar kerusakan infrastruktur segera ditangani. Upayanya, dilakukan dengan memanjatkan doa pada titik kerusakan.

Hal inilah yang dilakukan seorang pria yang mengharapkan agar segera dilakukan perbaikan jembatan berlubang di Desa Sambongbangi, Kecamatan Kradenan, Selasa (6/2/2018). Aksi yang dilakukan pria bernama Tri Arianto itu bahkan sempat diunggah dalam akun media sosial dan mendapat banyak respon dari warganet.

Jembatan sepanjang 25 meter yang mengalami kerusakan itu berada di Dusun Kedungmacan. Kerusakan jembatan dengan lebar 3,5 meter itu berada pada bagian landasan.

Pada bagian tengah landasan jembatan terdapat lubang cukup besar. Ukurannya hampir mencapai 1 meter persegi. Dalam lubang itu masih terlihat besi penahan landasan yang dibuat dengan konstruksi beton.

Jembatan tersebut merupakan akses vital karena jadi penghubung antar desa. Selain itu, jembatan tersebut juga jadi akses utama menuju desa-desa di wilayah Kecamatan Gabus bagian utara. Seperti, Desa Banjarejo dan Karangrejo.

”Lubang pada jembatan sudah muncul sekitar tiga tahunan. Sempat ditutup tetapi tidak bisa tahan lama. Landasannya perlu dibongkar dan dibangun ulang. Sengaja saya berdoa disini supaya jembatan segera diperbaiki,” kata Tri Arianto.

Permintaan perbaikan jembatan sudah dilaporkan pada dinas terkait. Namun, sejauh ini perbaikan landasan secara permanen belum terealisasi.

”Lubang pada jembatan itu sudah berulangkali bikin pengendara terperosok. Soalnya, dari kejauhan lubangnya tidak kelihatan. Bagi pengendara yang tidak pernah lewat sini, tidak tahu kalau ada lubang dibagian tengah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Salut! Tiap Tiga Bulan, Puluhan Warga Desa Tahunan Grobogan Rutin Donorkan Darah

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Tahunan, Kecamatan Gabus, Grobogan ternyata punya satu kegiatan positif yang sudah dilakukan sejak lama. Yakni, mengikuti acara donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali.

Setiap pelaksanaan donor darah ini selalu diikuti puluhan orang. Mereka yang sukarela menyumbangkan darah untuk kemanusiaan itu berasal dari berbagai kalangan.

”Setiap kegiatan donor, sedikitnya ada 50 warga yang diambil darahnya. Kalau jadwalnya pas bertepatan hari libur, peserta donor bisa mencapai 100 orang. Pelaksanaan donor ditempatkan di balaidesa,” kata Kades Tahunan Yuslan, Sabtu (3/2/2018).

Menurutnya, pelaksanaan donor bekerja sama dengan PMI Grobogan itu sudah dilangsungkan lebih 10 tahun. Saat itu, Yuslan yang belum menjabat jadi Kades, termasuk salah satu pencetus ide donor darah tersebut.

”Awal mulai donor disini, saya agak lupa tahunnya. Yang pasti lebih dari 10 tahun. Itu mulai sebelum saya jadi Kades. Sampai saat ini, warga yang tercatat sebagai pendonor tetap ada ratusan orang,” katanya.

Warga Desa Tahunan, Kecamatan Gabus saat mengikuti acara donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali di balaidesa setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ide menyelenggarakan donor darah itu muncul saat ada sosialisasi di desanya tentang pentingnya donor darah. Yakni, tidak hanya membantu orang lain saja yang membutuhkan tambahan darah tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor.

”Dari situ, saya dan berbagai komponen masyarakat kemudian mencoba memunculkan program donor darah. Responnya ternyata sangat positif. Kemudian, kita adakan kerjasama resmi dengan PMI agar diadakan donor rutin disini sampai sekarang. Saya saja sudah lebih 30 kali ikut donor,” cetusnya.

Sementara itu, Staf Penanggulangan Bencana, Yansoskemas dan Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristyawan menyatakan, sejauh ini, pihaknya sudah mengadakan kerjasama donor darah di 15 desa. Yakni, di Desa Tahunan dan Keyongan, Kecamatan Gabus.

Kemudian di Kecamatan Purwodadi dilangsungkan di Desa Candisari, Cingkrong, Genuksuran, Putat, Ngembak, dan Pulorejo. Selanjutnya, di Desa Kalimaro dan

Ngombak (Kedungjati), Desa Menawan (Klambu), Desa Tarub (Tawangharjo), Desa Bandungharjo (Toroh), Desa Jambon dan Pojok (Pulokulon).

”Sudah ada 15 desa yang bekerja sama dengan PMI dalam program donor darah. Untuk Desa Tahunan di Kecamatan Gabus memang paling duluan melakukan program ini,” katanya.

Menurut Gesit, selain dengan desa, selama ini pihaknya juga pro aktif untuk menjaring para penodor. Antara lain, dengan menggandeng sekolah, instansi pemerintahan dan swasta serta ormas. Kemudian, setiap hari Minggu, pihaknya menyediakan layanan donor darah keliling di ajang car free day (CFD) di Jl R Suprapto Purwodadi.

Ditambahkan, berbagai upaya itu dilakukan mengingat kebutuhan darah setiap bulan memang cukup banyak. Yakni, berkisar 1.000 hingga 1.200 kantong. (NAO)

Editor: Supriyadi

Sowan ke Kediaman KH Ahmad Fathoni Grobogan, Ini yang Diminta Ida Fauziah

MuriaNewsCom, GroboganBakal calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah melangsungkan kunjungan ke Grobogan, Jumat (2/2/2018) malam. Ada dua agenda yang dilangsungkan Ida dalam kunjungannya kali ini.

Agenda pertama yang dilakukan Ida adalah bertamu di kediaman KH Ahmad Fatoni di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan. Pasangan Sudirman Said itu tiba di rumah pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Ullum sekitar pukul 20.30 WIB.

Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo serta sejumlah pengurus lainnya ikut mendampingi Ida dalam kesempatan itu. Tampak pula, Ketua DPC Partai Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo dan Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni. Hampir satu jam lamanya, Ida berada di tempat ini.

Menurut Ida, sebelum ke Grobogan, sudah mengunjungi tokoh ulama di Kudus, Jepara dan Rembang. Ida mengaku, silaturahmi yang dilakukan adalah dalam rangka meminta doa restu dari para ulama.

”Tujuan utama adalah silaturahmi dan minta doa restu. Saya juga meminta masukan dari para kiai, bagaimana langkah terbaik yang harus dilakukan,” kata Ida.

Setelah bersilaturahmi dengan banyak ulama, Ida merasa langkahnya semakin mantap dan ringan. Ia optimistis akan bisa memenangkan pertarungan politik dalam Pilkada Jateng bulan Juni nanti. Untuk meraih kemenangan, targetnya tidak hanya meraih simpati dari kalangan NU, namun juga dari masyarakat luas.

”Saya dan Pak Sudirman Said sudah bagi-bagi tugas berkeliling Jateng. Targetnya menang,” imbuhnya.

Dari kediaman KH Ahmad Fatoni, Ida melanjutkan agenda keduanya. Yakni, berkunjung ke kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita dan memberikan santunan pada istri Huda.

Huda merupakan korban kecelakaan yang menimpa rombongan Banser Grobogan di jalan tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Editor: Supriyadi

Hasil Verifikasi, KPU Grobogan Nyatakan PKPI Tak Memenuhi Syarat 

MuriaNewsCom, GroboganKPU Grobogan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan verifikasi faktual (Verfak) yang sudah dilakukan beberapa hari lalu, Jumat (2/2/2018). Dalam laporan itu disebutkan, ada satu parpol di Grobogan, yakni Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) yang dinyatakan Tak Memenuhi Syarat (TMS).

Saat acara penyampaikan laporan verfak tadi bahkan tidak ada pengurus PKPI yang hadir. Termasuk sang ketua ataupun jajaran pengurus harian.

Sementara 14 parpol lainnya dinyatakan memenuhi syarat. Yakni, Partai Perindo, Nasdem, Hanura, PKS, Gerindra, PPP, Golkar, Partai Berkarya, Garuda, Partai Demokrat, PDIP, PAN, PKB dan PBB.

Meski demikian, khusus untuk PBB masih ada catatan yang diberikan KPU Grobogan. Yakni, jumlah pengurus perempuan belum memenuhi kuota 30 persen, seperti ketentuan.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif menyatakan, hasil verfak PKPI dinyatakan belum memenuhi syarat. Kemudian, untuk PBB sudah memenuhi syarat tetapi ada catatan. Yakni, menambah jumlah pengurus perempuan biar sesuai kuota 30 persen.

”Untuk PKPI dan PBB masih diberi toleransi melengkapi kekurangan mulai tanggal 3 hingga 5 Februari,” jelasnya.

Editor: Supriyadi 

Pria Asal Kaltim Tewas Tengkurap di Kamar Kos Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganSuasana heboh terjadi di sebuah tempat kos-kosan di jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Kamis (1/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya seorang penghuni kos yang diketahui sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar kosnya sekitar pukul 11.30 WIB.

Penghuni kos yang meninggal adalah seorang pria berusia 62 tahun. Warga sekitar maupun penghuni lainnya belum begitu akrab karena pria tersebut baru sekitar beberapa bulan tinggal di tempat kos itu.

Korban diketahui meninggal dalam posisi tengkurap diatas kasur. Saat itu, kondisi kamar kos dalam keadaan terkunci. Meninggalnya korban diketahui saat pemilik kos bernama Suwarti (57) mengintip kamar lewat ventilasi jendela.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto menyatakan, korban diketahui bernama Harry sugeng kusbintoro yang bekerja sebagai wiraswasta. Korban tercatat beralamat di Gang Famili 3B, Kelurahan/Kecamatan Sangata Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis dan dokter RSUD Purwodadi, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sakit.

Polisi sedang melakukan pemeriksaan pria yang meninggal di dalam kamar kosnya di jalan Cempaka Purwodadi, Kamis (1/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dugaan ini diperkuat dengan adanya kartu berobat yang ditemukan di kamar kos. Dari kartu itu, pihaknya meminta keterangan pada dokter di tempat korban berobat sebelumnya.

”Kita sudah datangi tempatnya berobat. Korban sebelumnya sempat periksa karena mengalami sakit maag,” jelasnya.

Ia menambahkan, meninggalnya korban kali pertama diketahui oleh pemilik kos. Biasanya, korban pada jam itu sudah keluar dari kamarnya. Tetapi, hari ini, pemilik kos belum melihatnya keluar kamar sejak pagi.

Selanjutnya, pemilik kos mencoba mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada sahutan. Saat diintip dari ventilasi jendela, korban terlihat dalam posisi tengkurap tanpa ada tanda gerakan.

”Selanjutnya, pemilik kos tadi menghubungi ketua RT setempat supaya melaporkan ke Polsek Purwodadi. Setelah dapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan berupaya membuka pintu kamar. Sesudah pintu terbuka, korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia,” sambung Sugiyanto.

Jenazah korban selanjutnya akan diserahkan pada pihak keluarganya yang kebetulan tinggal di dalam kota Purwodadi. Yakni, kakak kandung dan kakak ipar korban. Baik kakak kandung maupun kakak iparnya menyatakan kalau sebelumnya korban memang sedang sakit.

”Pihak keluarga sudah berhasil kita hubungi agar mengambil jenazah korban yang ada di RSUD Purwodadi untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Sekda Grobogan Imbau PNS Salurkan Zakat Lewat Baznas

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekda Grobogan Moh Sumarsono mengimbau para PNS supaya menyalurkan zakatnya melalui lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal itu disampaikan Sumarsono saat menghadiri acara pelantikan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai SKPD yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Rabu (31/1/2018).

”Jumlah PNS yang menyalurkan zakat lewat Baznas memang mulai meningkat. Saya mengimbau kalau bisa zakat PNS bisa disalurkan lewat Baznas. Sejauh ini, saya juga menyalurkan zakat lewat Baznas. Setiap bulan, gaji saya otomatis langsung dipotong zakatnya,” cetusnya.

Ia menilai, kinerja Baznas selama ini sudah cukup bagus. Meski baru ada pada tahun 2015 lalu namun jumlah zakat dan infak uang yang dikelola sudah mencapai Rp 2 miliar per tahun.

Ia juga mengapresiasi banyaknya program pendistribusian zakat yang sudah dilakukan Baznas sejauh ini. Seperti, rehab rumah tidak layak huni, bantuan panti asuhan, dan layanan ambulans gratis.

Sekda menegaskan, Pemkab Grobogan akan terus mendorong supaya kinerja Baznas bisa terus meningkat. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah mengalokasikan bantuan hibah Baznas senilai Rp 100 juta pada tahun lalu. Sedangkan pada tahun anggaran 2018 dinaikkan sebesar Rp 200 juta.

Editor: Supriyadi

Leyeh-leyeh di Bawah Pohon Jati, Warga Banjarejo Grobogan Temukan 11 Fosil Gigi Hiu Berusia Ratusan Tahun

MuriaNewsCom, GroboganJumlah koleksi fosil purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan bertambah lagi. Hal ini menyusul adanya penemuan potongan fosil hewan purba terbaru pada Selasa (30/1/2018) kemarin. Benda purbakala terbaru ini berupa fosil gigi hiu purba yang diperkirakan berusia ratusan ribu tahun.

”Jumlahnya ada 11 fosil gigi ikan hiu purba. Lokasi penemuan ada di kebun jati di sebelah utara Dusun Barak. Selasa siang kemarin ditemukan dan baru diserahkan menjelang magrib,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Rabu (31/1/2018).

Fosil gigi hiu purba ditemukan warga Banjarejo bernama Tarno (50). Ceritanya, pada Selasa siang, Tarno sedang ngaso atau istirahat di bawah pohon jati tidak jauh dari ladangnya.

Saat itulah, ia melihat ada benda mirip fosil di dekat akar jati yang posisinya menyembul dipermukaan tanah. Setelah diambil dan diperhatikan, benda tersebut ternyata fosil gigi hiu purba. Selanjutnya, Tarno mencari lagi disekitar lokasi itu dan akhirnya mendapatkan 11 potongan fosil yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda.

”Fosil gigi hiu ini kecil sekali ukurannya. Paling besar ukurannya sekitar 3 x 3 centimeter. Kebanyakan bentuk fosil gigi hiu ini kayak logo mobil mercy,” sambung Taufik.

Menurut Taufik, sebelumnya sudah ada penemuan fosil gigi hiu purba. Yakni, pada tahun 2016 dan 2017, masing-masing ada penemuan lima fosil gigi hiu purba. Ditambah penemuan terbaru, jumlahnya ada 21 fosil gigi hiu purba.

Dari 21 fosil ini, sebanyak 20 fosil merupakan gigi hiu banteng yang punya nama latin Carcharhinus Leucas. Sedangkan satu fosil gigi lagi yang ditemukan di Dusun Nganggil berasal dari jenis hiu putih.

”Untuk 20 fosil gigi hiu banteng purba, semuanya ditemukan Pak Tarno. Lokasi penemuan pada kawasan yang sama, yakni di sekitar kebun jati dekat sawahnya. Jadi, boleh dibilang, Pak Tarno ini spesialis penemu fosil khusus gigi hiu purba,” imbuh Taufik.

Editor: Supriyadi

Salurkan Bansos Beras, Bupati Grobogan: Jangan Ada Beras Berkutu!

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan mulai menyalurkan bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) kepada warga yang berhak menerima. Peluncuran bantuan perdana dilakukan langsung oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang rapat wakil bupati, Selasa (30/1/2018).

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat terkait. Antara lain, Sekda Grobogan Moh Sumarsono, Kepala Bappeda Anang Armunanto, Kepala Dinsos Andung Sutiyoso, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muhammad Hidayat, perwakilan dari Polres Grobogan dan Perum Bulog Sub Divre Semarang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar bantuan bansos rastra benar-benar disalurkan tepat sasaran. Artinya, penerima bantuan adalah kepala keluarga yang memang berhak menerima, alias keluarga kurang mampu. Ia juga menekankan agar bantuan beras yang diberikan diperhatikan kualitasnya.

”Saya minta beras yang disalurkan diperhatikan kualitasnya. Jangan sampai ada beras berkutu yang diberikan dalam program Bansos Rastra ini,” tegasnya.

Sekeretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, jumlah penerima Bansos rastra se-kabupaten ada 124.178 keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini akan disalurkan pada kurun waktu Januari dan Februari.

”Bansos Rastra hanya disalurkan dalam dua bulan ini. Mulai Maret bentuknya jadi bantuan pangan non tunai,” jelasnya.

Porgram bansos rastra merupakan peralihan dari bantuan Raskin. Selain perubahan nama, jumlah beras yang diterima KPM juga berubah. Yakni, dari semula 15 Kg beras dengan harga penebusan Rp 1.600 per kilo, menjadi 10 kg per KPM secara gratis.

Editor: Supriyadi

Terapung di Sungai Lusi, Mayat Balita 1,5 Tahun Gegerkan Warga Tanjungrejo Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganWarga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan digegerkan dengan penemuan sosok mayat di pinggiran sungai Lusi, Jumat (26/1/2/018). Mayat seorang bocah perempuan tersebut ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat  itu kali pertama ditemukan oleh warga bernama Solikin (24) yang saat itu hendak mencari biawak dipinggiran sungai Lusi. Saat mencari sarang biawak, ia sempat mencium bau menyengat.

Setelah ditelusuri akhirnya terdapat sosok mayat  terapung di pinggiran sungai yang tersangkut tumpukan sampah. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Saat ditemukan, mayat balita itu mengenakan kaos oblong warna hijau dan celana pendek ungu. Mayat balita juga terlihat masih mengenakan perhiasan kalung, anting dan gelang di tangan kiri. Kondisi mayat cukup susah dikenali karena diperkirakan sudah terendam air selama beberapa hari.

Tidak lama kemudian, petugas dari Polsek Wirosari dan Polres Grobogan sudah tiba di lokasi pememuan mayat. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama tim medis Puskesmas Wirosari, tidak ditemukan tanda kekerasan pada mayat tersebut.

Beruntung, setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, identitas mayat itu akhirnya terungkap. Mayat itu diketahui bernama Nur Hidayah, warga Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon yang masih berusia 1,5 tahun. Beberapa hari sebelumnya, bocah tersebut sudah dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya ke Polsek Pulokulon.

”Pada tubuh korban tidak ada tanda kekerasan. Setelah selesai dilakukan pemeriksaan jenazahnya sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kapolsek Wirosari AKP Toni Basuki.

Editor: Supriyadi

Diintai Semalaman, Blandong Kayu Jati di Grobogan Diringkus Perhutani Gundih

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas Perhutani KPH Gundih, Grobogan berhasil mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa kayu jati illegal, Kamis (25/1/2018). Pria bernama Gudel (40), warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer itu dibekuk petugas saat mengangkut kayu menggunakan truk pada dinihari sekitar pukul 03.00 WIB.

Sebelum menangkap pelaku, sejumlah petugas sudah melakukan pengintaian semalaman. Tindakan itu dilakukan menyusul informasi bakal adanya kendaraan truk bermuatan kayu yang akan melintas di jalan Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer.

Hingga lewat tengah malam, truk yang disebutkan dalam informasi tersebut tidak kunjung muncul. Akhirnya, pada sekitar pukul 03.00 WIB, salah satu petugas yang bersiaga di Dusun Ngablak, Desa Karanganyar mengabarkan ada truk yang melintas.

Selanjutnya, belasan petugas lainnya langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan penghadangan.

Saat diperiksa, dalam bak kendaraan bernomor polisi AD 1316 ME itu terdapat 15 batang potongan kayu jati tanpa dokumen sah. Ukuran kayu jati mulai 2-2,5 meter. Selain itu, ada pula alat untuk memikul kayu.

Administratur KPH Gundih Sudaryana saat dikonformasi membenarkan adanya penangkapan seorang warga yang membawa kayu jati illegal menggunakan truk tersebut. Menurutnya, kayu yang diangkut itu diduga berasal dari kawasan hutan Perhutani  KPH Gundih. Tepatnya, di wilayah RPH Ngablak, BKPH Madoh.

”Pelaku memang sudah jadi target kami dan baru sekarang berhasil ketangkap. Setelah kita tangkap, pelaku dan barang bukti kita serahkan ke Polsek Geyer guna penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Sudaryana menambahkan, pihaknya bersama petugas lapangan setiap kali berkunjung ke daerah sekitar hutan selalu mengingatkan warga untuk tidak merusak hutan. Pihaknya juga sudah punya mitra kerja pengelolaan hutan bersama masyarakat melalui wadah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

”Dalam program pengelolaan hutan bersama masyarakat, LMDH juga dapat bagi hasil produksi yang sudah diatur sesuai ketentuan. Oleh sebab itu, kami berharap pada masyarakat supaya jangan mencuri kayu di hutan. Kami akan mengambil tindakan tegas dalam masalah ini,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Gus Tutut Jamin Pendidikan Anak Anggota Banser Grobogan Korban Kecelakaan di Tol Banyumanik

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah berlalu beberapa hari, peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan Banser Grobogan masih mendapat perhatian banyak pihak. Indikasinya, masih banyak orang yang mengunjungi kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita.

Bahkan, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Tutut juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi kediaman Huda, Selasa (23/1/2018) malam.

Sejumlah pengurus PP, dan PW GP AnsorJawa Tengah ikut mendampingi kunjungan Gus Yaqut. Tampak pula, Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni dan Dansat korcab Banser M Sirajuddin bersama ratusan personelnya.

”Secara pribadi saya tak mengenal langsung almarhum Miftakhul Huda. Namun dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya, Almarhum merupakan kader yang luar biasa. Khidmahnya ke NU juga total, tapi karena Allah berkehendak lain, maka kita harus menerima,” jelas Gus Tutut.

Dalam kesempatan itu, Gus Tutut juga menyatakan bakal menjamin pendidikan anak Huda yang saat ini masih berusia 1,5 tahun. Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.

”Insya Allah nanti Ansor akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa. Nanti, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan menghandle,” katanya.

Menurutnya, PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.

Kecelakaan yang menimpa rombongan Banser terjadi di tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Gus Tutut mengungkapkan, ada hikmah di balik peristiwa ini. Yakni, sesuai janji pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, bahwa siapapun yang ‘ngurusi NU’ maka dianggap sebagai santrinya dan didoakan ketika meninggal masuk surga.

Bagi kader Ansor dan Banser di berbagai daerah di Indonesia yang kini masih mengabdi, dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. “Kita lihat kan gelombang rasa ikut berduka nggak berhenti, mengalir terus, tentu melihat totalitas almarhum,” katanya.

Sebelum pulang, Gus Tutut juga sempat memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Desa Jambon Grobogan Meninggal di Korea Selatan

MuriaNewsCom, GroboganSeorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Korea Selatan. TKI yang meninggal tercatat atas nama Yosi Ashari, warga Dusun Mangsulan, Desa Jambon, Kecamatan Pulokulon.

TKI berusia 28 tahun itu dikabarkan meninggal Minggu (21/1/2018). Yosi meninggal di Rumah Sakit Fatimah Kota Dong Daegu, Korea Selatan. Kabar meninggalnya Yosi saat ini juga sudah banyak diunggah lewat media sosial.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto ketika dimintai komentarnya membenarkan kabar adanya seorang TKI yang meninggal tersebut. Informasi yang didapat, Yosi meninggal karena sakit.

Menurutnya, pihaknya sudah mendatangi keluarga korban di Desa Jambon untuk menyampaikan kabar duka. Namun, pihak keluarganya ternyata sudah tahu karena mendapat telepon dari rekan korban yang masih bekerja di Korea.

Nurwanto menjelaskan, dari data yang didapat, Yosi merupakan TKI legal atau resmi. Identitasnya sudah tercatat dalam data base BNP2TKI. Yosi tercatat berangkat kerja ke Korea tahun 2014.

Pihaknya sedang berkoordinasi dengan BNP2TKI dan BP3TKI Jateng untuk mengurus kepulangan jenazahnya. “Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar jenazahnya bisa segera dipulangkan dan mengurus hak-hak korban. Tapi, ini mesti butuh proses dan kita sedang siapkan dukungan administrasi yang diperlukan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Sepele, Ternyata Ini yang Membuat Oknum TNI Keroyok Warga Menduran Hingga Tewas

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus penganiayaan yang menewaskan Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Bratidi sekitar jalan MT Haryono, Purwodadi, Minggu (21/1/2018) dinihari kemarin ternyata berawal dari hal sepele.

Baik korban ataupun empat tersangka yang satu di antaranya oknum anggota TNI bahkan tidak saling kenal. Hanya, sebelum kejadian, korban dan para tersangka sempat berpapasan di sebuah tempat karaoke di jalan Gajah Mada Purwodadi.

Saat itu, para tersangka yang mengendarai mobil X-Trail warna putih hendak mengajak seorang pemandu karaoke untuk makan malam di sekitar perempatan bekas bioskop Kencana.

Menjelang tengah malam, korban dan para tersangka kembali berpapasan di jalan R Suprapto, di sekitar RS Yakkum. Saat berpapasan, korban yang mengendarai motor berboncengan dengan temannya Hervi sempat mengacungkan jari tengah pada para tersangka.

Tindakan itulah yang menyulut emosi para tersangka. Akhirnya, mereka balik arah dan mengejar korban yang mengendarai motor Yamaha X-Ride ke arah jalan MT Haryono.

Baca: Pelaku Pengeroyokan Warga Menduran Hingga Tewas Ternyata Oknum TNI

Mobil yang ditumpangi para pelaku berhasil mengejar motor dan menghadangnya di sebelah utara pertigaan kampung Kauman. Di lokasi inilah sempat terjadi adu mulut dan akhirnya berujung penganiayaan yang menewaskan Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati.

”Para tersangka tersulut emosinya saat itu. Terlebih, mereka (tersangka) saat itu juga dalam pengaruh minuman keras,” kata Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano saat jumpa pers, Senin (22/1/2018).

Setelah kejadian, para pelaku sempat melarikan diri. Namun, sekitar tiga jam kemudian mereka berhasil ditangkap.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano(tiga dari kiri) menunjukkan barang bukti saat jumpa pers, Senin (22/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bersama tersangka, ikut diamankan pula sejumlah barang bukti. Antara lain, sepeda motor, celana pendek, sandal, dan kaos milik korban serta kaos milik saksi Hervi. Selain itu, diamankan pula satu mobil X-Trail nopol B 1828 TZG, dan beberapa sandal milik tersangka.

Log on to tellhco.com and win $10

”Para tersangka akan kita jerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Ancamannya hukuman minimalnya 5 tahun,” sambung Satria.

Dari hasil pemeriksaan, total ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka ini berasal dari wilayah Kecamatan Toroh.

Dari empat tersangka, tiga di antaranya merupakan warga sipil. Masing-masing, berinisial DY (23), warga Desa Tambirejo; UP (23), warga Desa Tunggak, dan DA (25), warga Desa Pilangpayung.

Satu tersangka lagi diketahui merupakan anggota TNI yang berdinas di wilayah Pati, berinisial SM (36). Oknum aparat ini tercatat sebagai warga Desa Tambirejo.

”Sampai saat ini, ada empat orang yang kita tetapkan sebagai tersangka tindak penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Salah satunya memang oknum TNI dan penanganannya sudah kita koordinasikan dengan Kodim 0717 Purwodadi,” jelas Satria.

Hadir pula dalam jumpa pers di Mapolres Grobogan tersebut, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arm Teguh Cahyadi. Tampak pula, Dansubdenpom IV/3-1 Blora Kapten Suwarno, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo dan Kasat Reskrim AKP Maryoto.

Letkol Arm Teguh Cahyadi menegaskan, untuk penanganan oknum TNI sudah diserahkan sepenuhnya pada Sub Denpom Blora. ”Kita tunggu hasilnya bagaimana, sudah ditangani Subdenpom. Untuk oknum tersebut memang rumahnya di Grobogan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Baca: : Warga Menduran Grobogan Dikeroyok Penumpang X-Trail Hingga Tewas di Pinggir Jalan

Pelaku Pengeroyokan Warga Menduran Hingga Tewas Ternyata Oknum TNI

MuriaNewsCom, GroboganPelaku penganiayaan yang menewaskan Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati di jalan MT Haryono, Purwodadi, Minggu (21/1/2018) dinihari kemarin berhasil ditangkap.

Total ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka ini berasal dari wilayah Kecamatan Toroh.

Dari empat tersangka, tiga di antaranya merupakan warga sipil. Masing-masing, berinisial DY (23), warga Desa Tambirejo; UP (23), warga Desa Tunggak, dan DA (25), warga Desa Pilangpayung.

Sedangkan, satu tersangka lagi diketahui merupakan anggota TNI yang berdinas di wilayah Pati, berinisial SM (36). Oknum aparat ini tercatat sebagai warga Desa Tambirejo.

”Sampai saat ini, ada empat orang yang kita tetapkan sebagai tersangka tindak penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Salah satunya memang oknum TNI dan penanganannya sudah kita koordinasikan dengan Kodim 0717 Purwodadi,” jelas Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano saat jumpa pers, Senin (22/1/2018).

Baca: Warga Menduran Grobogan Dikeroyok Penumpang X-Trail Hingga Tewas di Pinggir Jalan

Hadir pula dalam jumpa pers di Mapolres Grobogan tersebut, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arm Teguh Cahyadi. Tampak pula, Dansubdenpom IV/3-1 Blora Kapten Suwarno, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo dan Kasat Reskrim AKP Maryoto.

Letkol Arm Teguh Cahyadi menegaskan, untuk penanganan oknum TNI sudah diserahkan sepenuhnya pada Sub Denpom Blora. ”Kita tunggu hasilnya bagaimana, sudah ditangani Subdenpom. Untuk oknum tersebut memang rumahnya di Grobogan,” katanya.

Para pelaku penganiayaan yang menewaskan warga Desa Menduran, Kecamatan Brati di jalan MT Haryono, Purwodadi dimintai keterangan saat gelar perkara di Mapolres Grobogan, Senin (22/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Seperti diberitakan, kasus penganiayaan itu terjadi di sekitar jalan MT Haryono, Purwodadi, sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam peristiwa itu ada satu koban jiwa yang diketahui bernama Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati. Lokasi kejadian berada di pertigaan yang mempertemukan jalan MT Haryono dengan jalan Kauman.

Sebelum kejadian, korban yang mengendarai motor berboncengan dengan temannya Hervi Ari (22) melaju dari arah selatan. Dalam waktu bersamaan, ada mobil yang terlihat membuntuti dan memepet sepeda motor tersebut.

Kedua kendaraan itu akhirnya berhenti di pertigaan jalan Kauman. Setelah itu, beberapa orang terlihat keluar dari mobil X-trail warna putih dan menghampiri pengendara motor.

Sempat terjadi pertikaian atau adu mulut diantara mereka. Hingga akhirnya, pertikaian itu berujung pada penganiayaan terhadap pengendara motor.

Peristiwa penganiayaan akhirnya berhenti setelah Hervi berhasil lolos dan lari ke arah selatan sambil berteriak minta tolong. Tindakan Hervi ini menyebabkan para penumpang mobil bergegas masuk ke dalam kendaraan dan kemudian pergi ke arah utara.

Melihat mobil sudah pergi, Hervi kemudian kembali lagi ke lokasi kejadian untuk menolong temannya bersama beberapa warga yang sudah berdatangan. Saat itu, kondisi Anang sudah terkulai di pinggir jalan dan banyak bercah darah ditubuhnya.

Tidak lama kemudian, ada mobil ambulans yang sudah tiba dilokasi untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit. Namun, sebelum sempat mendapat penanganan medis lebih lanjut, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Editor: Supriyadi

Warga Menduran Grobogan Dikeroyok Penumpang X-Trail Hingga Tewas di Pinggir Jalan

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang terjadi di sekitar Jalan MT Haryono, Purwodadi, terjadi Minggu (21/1/2018) dinihari. Korban diketahui bernama Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati, Grobogan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB. Lokasi kejadian berada di pertigaan yang mempertemukan Jalan MT Haryono dengan Jalan Kauman.

Sebelum kejadian, korban yang mengendarai motor berboncengan dengan temannya Hervi Ari (22) melaju dari arah selatan. Dalam waktu bersamaan, ada mobil yang terlihat membuntuti dan memepet sepeda motor tersebut.

Kedua kendaraan itu akhirnya berhenti di pertigaan jalan Kauman. Setelah itu, beberapa orang terlihat keluar dari mobil X-Trail warna putih dan menghampiri pengendara motor.

Sempat terjadi pertikaian atau adu mulut diantara mereka. Hingga akhirnya, pertikaian itu berujung pada penganiayaan terhadap pengendara motor.

Baca: Pelaku Pengeroyokan Warga Menduran Hingga Tewas Ternyata Oknum TNI

Peristiwa penganiayaan akhirnya berhenti setelah Hervi berhasil lolos dan lari ke arah selatan sambil berteriak minta tolong. Tindakan Hervi ini menyebabkan para penumpang mobil bergegas masuk ke dalam kendaraan dan kemudian pergi ke arah utara.

Melihat mobil sudah pergi, Hervi kemudian kembali lagi ke lokasi kejadian untuk menolong temannya bersama beberapa warga yang sudah berdatangan. Saat itu, kondisi Anang sudah terkulai di pinggir jalan dan banyak bercah darah di tubuhnya.

Tidak lama kemudian, ada mobil ambulans yang sudah tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit. Namun, sebelum sempat mendapat penanganan medis lebih lanjut, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Beberapa warga sekitar mengaku sempat mendengar suara seperti orang bertengkar dan teriakan minta tolong pada dinihari tadi. Namun, mereka tidak menyangka jika sesudahnya ada peristiwa penganiayaan. Warga mengira jika dinihari tadi ada peristiwa kecelakaan lalu lintas.

“Saya sempat dengar ada suara orang minta tolong. Kemudian, saya keluar di depan rumah. Tidak lama kemudian, saya lihat ada mobil ambulans datang. Setelah itu, saya masuk lagi ke rumah,” kata Maryanto, warga Kauman.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto saat dimintai keterangan membenarkan adanya peristiwa dugaan terjadinya tindak pidana penganiayaan tersebut. Setelah mendapat informasi, pihaknya langsung menggelar olah TKP dan melakukan pengejaran mobil warna putih tersebut. Sekitar tiga jam setelah kejadian, anggotanya berhasil menemukan keberadaan mobil dan mengamankan empat orang pria yang ada di dalamnya.

“Keempat penumpang mobil ini sudah kita amankan. Mohon maaf, saat ini belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Soalnya, kami masih meminta keterangan dari berbagai pihak untuk mengungkap latar belakang terjadinya peristiwa itu. Nanti kalau sudah lengkap akan kita rilis,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ini Sosok Suswati, Sopir Truk Emak-emak Asal Tunggulrejo Grobogan yang Jadi Viral

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita tentang sopir truk emak-emak yang sempat dihentikan polisi ketika menggelar razia, masih saja menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Bahkan, di dunia maya, pemberitaan maupun foto yang diunggah berbagai akun medsos langsung jadi viral.

Sosok emak-emak yang mengemudikan sopir truk ini juga mendapat banyak pujian dari warganet. Terlebih, dalam razia itu, sopir truk bernama Suswati tersebut ternyata punya surat lengkap. Termasuk punya SIM B1 yang sesuai peruntukkannya.

Sopir truk yang bikin simpati ini tinggalnya di Dusun Ngamban, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. Selama ini, perempuan berusia 48 tahun itu sudah sering kali mengemudikan truk.

Sebagai seorang perempuan, daya jelajahnya mengemudikan truk boleh dibilang cukup mencengangkan. Soalnya, ia sudah biasa kirim barang ke berbagai kota seorang diri. Antara lain, Demak, Semarang, Kudus, Blora, Rembang, hingga Bojonegoro.

“Barang yang saya kirim adalah hasil pertanian. Sejak lama, saya memang usahanya dibidang jual beli hasil pertanian. Seperti, jagung, gabah, beras, kacang atau kedelai,” kata Suswati saat ditemui di rumahnya, Sabtu (20/1/2018).

Saat ada razia di jalan raya Wirosari-Kradenan dua hari lalu, Suswati yang mengemudikan truk warna kuning dengan nomor polisi K 1306 MP sedang mengangkut muatan jagung untuk dikirim ke Wirosari. Setelah itu, ia langsung kembali pulang ke rumahnya dan truknya langsung diisi muatan beras untuk dikirimkan ke Demak.

“Saat panen seperti ini, memang saya cukup sibuk. Hampir tiap hari saya bepergian ke luar kota untuk kirim barang,” jelas ibu dua anak itu.

Rumah Suswati terlihat cukup sederhana. Modelnya berbentuk limasan memanjang ke belakang. Bagian depan yang berlantai tanah, sebagian dipakai untuk ruang tamu dan garasi. Kemudian bangunan tengah untuk rumah utama dan paling belakang difungsikan untuk gudang.

Di dalam garasi ada satu truk. Sedangkan di depan rumah ada dua truk lagi. Satu truk yang sebelumnya dipakai Suswati saat ada razia kemarin, sedang diisi muatan beras. Sedangkan satu kendaraan lagi jenis truk engkel baru kondisinya kosong.

Sebelumnya, pengiriman barang dagangan dilakukan suaminya Suwanto (52). Terkadang juga ditangani anak pertamanya Muhammad Fauzi. Selain itu, anak keduanya Muhammad Makhrus juga mulai membantu, selepas taman SMK dua tahun lalu.

Suswati bersama suaminya Suwanto dan anak bungsunya Muhammad Makhrus saat ditemui di rumahnya di Dusun Ngamban, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Sabtu (20/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Awal mula Suswati berani mengemudikan truk sendiri karena terpaksa. Kebetulan, suami dan anaknya sedang mengantarkan barang ke luar kota. Sedangkan, saat bersamaan ada order pengiriman barang dari koleganya di luar kota. Setelah dapat izin suami, Suswati akhirnya nekat mengirimkan barang sendiri.

“Jadi, satu rumah ini kebetulan bisa nyopir semua. Kebetulan, waktu itu lagi sibuk semua dan cari sopir pocokan gak dapat. Akhirnya, saya kirimkan sendiri dan sejak itu jadi terbiasa sampai sekarang. Waktu itu, belum pakai truk tapi masih colt pikap tua,” cetus perempuan yang sudah punya seorang cucu itu.

Suswati mengaku sudah bisa mengemudikan kendaraan roda empat sejak lama. Yakni, beberapa tahun setelah menikah. Kepandaiannya mengemudi diajari suaminya sendiri.  Awal belajar masih pakai colt pikap dan kemudian berlanjut mengemudikan truk. Pada tahap belajar, Suswati hanya mengemudikan kendaraan dijalan desanya dan biasanya dilakukan malam hari.

Baca : Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Emak-emak jadi Sopir Truk

Meski biasa bepergian ke luar kota, namun suami dan anak-anaknya tidak merasa khawatir. Soalnya, mereka percaya dengan kemampuan Suswati dalam mengemudikan kendaraan berat yang membawa muatan. Tak lupa, doa untuk kelancaran dan keselamatan saat bekerja juga selalu dipanjatkan.

“Sebelumnya, kan sudah saya ajari lama. Jadi, saya berani berikan izin ketika mau antar barang ke luar kota. Kalau tidak ada acara bersamaan, biasanya saya atau anak-anak yang mendampingi mengirim barang. Anak saya yang bungsu sudah biasa antar barang sampai Lampung. Sedangkan anak pertama sudah menikah dan tinggalnya di Desa Banjardowo, Kecamatan Kradenan dan biasanya juga ikut mengantar barang kalau pas tidak ada kesibukan,” imbuh Suwanto.

Aktivitas pengiriman barang ke luar kota biasanya terjadi saat mendekati panen raya. Jika musim kemarau, pengiriman barang ke luar kota hanya dilakukan sesekali.

Meski demikian, bukan berarti mereka beritirahat usaha. Saat kemarau datang, kesibukan keluarga ini berganti. Yakni, jualan air bersih yang ditempatkan dalam tangki penampungan dan dipasang dibak truk.

“Kalau kemarau, kita ganti sibuk jualan air. Didaerah sini, kalau kemarau sulit mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha