2 Orang Hanyut di Grobogan Ditemukan dalam Waktu Bersamaan

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pencarian dua orang yang hanyut ke sungai akhirnya membuahkan hasil, Selasa (13/3/2018). Kedua korban ditemukan dalam waktu hampir berbarengan, sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban pertama yang ditemukan adalah Yahmin alias Yatin (40), warga Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati yang dilaporkan hanyut di sungai Tuntang sejak empat hari lalu. Korban ditemukan dipinggiran sungai dalam kondisi tertutup lumpur dan hanya terlihat beberapa bagian tubuhnya.

Jasad korban ditemukan oleh warga yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju sawah. Lokasi penemuan korban masuk Desa Deras, Kecamatan Kedungjati yang berjarak sekitar 2 km dari titik hanyut.

Tidak lama berselang, operasi yang dilakukan Tim SAR gabungan di wilayah Kecamatan Geyer juga membuahkan hasil. Yakni, pencarian Mbah Manem, warga Desa Monggot yang dilaporkan terpental ke sungai setelah sebelumnya tertabrak kereta api, Senin (12/3/2018).

Jasad nenek berusia 78 tahun itu ditemukan warga dalam posisi tersangkut sampah di pinggiran sungai. Lokasi penemuan korban masuk wilayah Dusun Batur, Desa Ledokdawan yang jaraknya sekitar 10 km dari titik hanyut.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, meski sudah ditemukan, namun upaya evakuasi kedua korban menuju ke jalan raya butuh waktu cukup lama, Yakni, hampir 1,5 jam karena medannya cukup berat.

”Alhamdulillah, proses pencarian kedua korban akhirnya berhasil. Setelah dievakuasi, jenazah korban kita serahkan pada pihak keluarganya. Dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi pencarian kita tutup,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencarian orang hanyut pada dua lokasi itu mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Selain jajaran TNI dan Polri, pihaknya juga didukung personil dari Basarnas Pos Jepara, Pramuka, relawan dan masyarakat setempat.

Editor: Supriyadi

Hendak ke Pasar, Nenek di Monggot Grobogan Tersambar Kereta Api Hingga Terpental ke Sungai

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa orang tertabrak kereta api terjadi di Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Grobogan, Senin (12/3/2018). Korbannya diketahui bernama Mbah Manem, warga Dusun Secang, Desa Monggot.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa yang menimpa nenek berusia 78 tahun itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban hendak menuju pasar desa dengan berjalan kaki untuk belanja sayuran seperti biasanya.

Saat sampai di jembatan rel yang membentang di atas sungai, ada kereta api Kalijaga jurusan Solo-Semarang yang melintas dari arah selatan. Melihat ada kereta, korban sempat berhenti menunggu kereta lewat.

Sayangnya, posisi korban berhenti masih dekat dengan jalur kereta. Akibatnya, tubuh korban masih sempat tersambar bodi kereta api dan terpental hingga kecebur sungai. Beberapa barang bawaan korban, termasuk KTP dan kartu BPJS sempat ditemukan di dekat lokasi kejadian.

Kanit Reskrim Polsek Geyer Iptu Sunarto saat dikorfimasi membenarkan adanya kejadian orang tertabrak kereta hingga kecebur sungai tersebut. ”Iya, kejadian tadi sekitar jam 06.00 WIB. Ini, kita lagi fokus pencarian korban,” katanya.

Sementara itu, tim SAR dari BPBD juga sudah meluncur ke lokasi setelah mendapat laporan kejadian tersebut. Saat ini, tim SAR masih melakukan persiapan untuk menyisir sungai guna mencari korban yang dikabarkan tertabrak kereta tersebut.

”Kita lagi menyiapkan peralatan SAR untuk mencari korban. Ini, saya sudah ada di lokasi,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Editor: Supriyadi

Belasan Warga Terdampak Longsor di Kalirejo Grobogan Terima Bantuan Dinsos

MuriaNewsCom, GroboganBelasan warga Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari yang terkena dampak longsor akhirnya mendapat perhatian. Hal ini menyusul adanya penyaluran bantuan beras, lauk-pauk dan tikar yang dilakukan oleh Dinas Sosial Grobogan.

Jumlah penerima bantuan sebanyak 18 orang yang tempat tinggalnya terkena dampak langsung terjadinya longsoran talud sungai Lusi. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung pada warga di Balaidesa Kalirejo.

”Musibah longsor di Desa Kalirejo sudah kita tindaklanjuti dengan menyerahkan bantuan. Semoga bantuan yang kita berikan bisa sedikit meringankan beban warga,” kata Kepala Dinsos Grobogan Andung Sutiyoso, Sabtu (10/3/2018).

Seperti diberitakan, belasan warga di Desa Kalirejo terancam kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini terjadi menyusul adanya musibah longsor yang menggerus talud sungai Lusi di belakang pemukiman warga.

Musibah longsor itu sebenarnya sudah terjadi sekitar delapan bulan lalu. Namun, hingga saat ini, belum ada upaya penanganan dari instansi terkait.

Lambannya penanganan menyebabkan longsornya talud makin bertambah parah. Akibatnya, sudah ada sembilan rumah warga rusak parah. Bahkan, diantaranya ada yang sudah roboh separuh bangunan rumahnya.

Beberapa warga ada yang menggeser maju bangunan rumahnya karena khawatir roboh kena longsor. Kemudian, ada warga yang sudah membangun rumah lagi di lokasi lainnya.

Kepala Dusun Kalirejo Darno menyatakan, selain bantuan untuk warga, pihaknya juga mengharapkan penanganan longsoran karena kondisinya sangat mengkhawatirkan. Talud yang longsor itu panjangnya mencapai 70 meter dengan lebar dari pinggir sungai berkisar 50 meter. Tanah yang longsor punya kedalaman hampir 3 meter.

”Kondisi longsoran yang ada di Dusun Kalirejo ini sudah sangat parah. Kami berharap, ada upaya penanganan longsoran karena sudah mengancam bangunan rumah warga. Sebelumnya, longsoran sempat ditinjau dari beberapa instansi tetapi belum kunjung ada penanganan,” kata Darno yang lebih dikenal dengan nama Mbah Who itu.

Terkait kondisi tersebut, pihaknya telah mengimbau warga terdampak longsor agar selalu waspada. Terutama, mewaspadai pergerakan tanah ketika turun hujan deras.

Editor: Supriyadi

Dampak Hujan Deras Semalaman, 3 Desa di Kecamatan Godong Grobogan Siaga Banjir

MuriaNewsCom, GroboganMusibah banjir saat ini mengancam sebagian wilayah Kecamatan Godong. Kondisi ini terjadi akibat dampak hujan deras hampir semalaman yang merata di seluruh wilayah Grobogan pada Jumat (9/3/2018) malam.

Akibat hujan deras, debit air sungai Jajar yang berhulu di kawasan Pegunungan Kendeng Selatan langsung naik siginifikan. Kondisi sungai yang mulai mendangkal akibat sedimentasi mengakibatkan daya tampungnya tidak bisa maksimal.

Hal ini menyebabkan sebagian air meluap ke kawasan yang letaknya rendah, terutama di areal persawahan. Dampak luapan sungai Jajar mulai terlihat sejak Subuh.

Camat Godong Bambang Haryono menyatakan, jika kawasan atas turun hujan deras cukup lama, maka wilayahnya memang akan terkena dampak luapan air sungai Jajar.

Dari laporan sementara, sedikitnya ada tiga desa yang mulai terancam banjir. Yakni, Desa Werdoyo, Guyangan, dan Guci.

Menurutnya, luapan sungai Jajar, sebagian besar masih berdampak pada areal persawahan. Saat ini, kondisi sawah terdapat tanaman padi yang baru berumur sekitar 10 hari.

“Sawah yang tergenang mencapai puluhan hektar. Sebagian sudah ada tanaman padi dan lainnya baru persiapan tanam,” katanya, Sabtu (10/3/2018).

Bambang menambahkan, beberapa rumah warga dilaporkan sudah kemasukan air. Namun, jumlah rumah terendam belum bisa dipastikan karena pendataan masih dilakukan.

“Kondisi ini sudah kita laporkan pada bupati serta dinas terkait. Kita harapkan tidak turun hujan hari ini, sehingga air bisa surut,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Satu Rumah Warga Pengkol Grobogan Rata dengan Tanah Diterjang Angin Lisus

MuriaNewsCom, Grobogan – Bencana angin puting beliung melanda Desa Pengkol, Kecamatan Penawangan, Jumat (9/3/2018) malam. Dalam peristiwa ini, ada satu rumah warga roboh akibat terjangan angin yang berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB.

Rumah yang roboh milik Nakirah (62) warga yang tinggal di wilayah RT 03, RW 05. Meski rumahnya rata dengan tanah, namun penghuninya berhasil selamat dalam musibah tersebut.

Selain rumah roboh, ada satu rumah warga rusak cukup parah akibat tertimpa pohon tumbang. Rumah yang rusak ini milik Mbah Fatimah (70). Dampak angin kencang juga mengakibatkan puluhan rumah lainnya rusak ringan.

Camat Penawangan Ahmad Haryono menyatakan, musibah terjadi bersamaan dengan turunnya hujan lebat di wilayahnya sejak pukul 19.30 WIB. Pada beberapa desa, turunnya hujan ada yang diselingi dengan hembusan angin kencang.

Namun, dari laporan yang diterima, dampak angin kencang paling parah hanya ada di Desa Pengkol saja.

”Di desa ini ada dua rumah yang kena angin. Dari dua rumah ini, satu roboh dan satu lagi rusak tertimpa pohon tumbang. Saat ini, warga sudah kerja bakti memperbaiki rumah yang roboh dan rusak,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jualan Tembakau Gorila Via Online, Seorang Pelayan Kafe di Grobogan Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil mengungkap peredaran tembakau gorila yang dikategorikan narkotika golongan I. Dalam kasus ini, polisi berhasil meringkus satu orang pelaku atau tersangka yang diindikasikan sebagai penjual.

Tersangka yang diamankan adalah Yosia Purwo Ady (29), warga Kelurahan/Kecamatan Purwodadi. Pria yang bekerja jadi pelayan kafe ini sebelumnya sudah beberapa kali menjual tembakau gorila pada pembelinya via online.

‘’Pelaku mengaku mendapatkan dan menjual barangnya secara online. Namun, dengan orang tertentu yang sudah dikenalnya, transaksinya bisa dilakukan secara langsung,” kata Kasat Resnarkoba Polres Grobogan AKP Abdul Fatah, saat jumpa pers, Jumat (9/3/2018).

Ia mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya aktivitas jual beli tembakau gorila atau ganja secara online diwilayah Grobogan. Menindaklanjuti informasi ini, anggotanya langsung diminta melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap kasus dan menangkap satu orang pelakunya.

Penangkapan pelaku sudah dilakukan pada Senin (19/2/2018) lalu. Pelaku ditangkap saat melintas di Jalan Purwodadi-Pati, tepatnya di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Saat itu, dia baru saja pulang, usai mengantar pesanan dari pembelinya.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti sebanyak 13 paket yang dibungkus plastik kecil. Barang bukti tembakau gorila itu beratnya sekitar 2,002 gram.

Selain itu, polisi juga menemukan sekaleng tembakau murni yang digunakan untuk bahan campuran. Kemudian, barang bukti lainnya adalah satu sepeda motor, handphone dan uang tunai Rp 160 ribu yang merupakan hasil penjualan.

“Dari hasil pemeriksaan, aktifitas jual beli tembakau gorila sudah dilakukan pelaku selama enam bulan. Pelaku menjual ganja itu dengan harga Rp 50 ribu per paketnya,” jelas Fatah.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 114 Sub Pasal 112 UU RI No 35 tahun 2009 tetang Narkotika. Sesuai pasal itu, pelaku mendapatkan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 1 miliyar hingga Rp 10 miliar.

Editor: Supriyadi

Dinsos Grobogan Bakal Bantu Kaki dan Tangan Palsu buat Siti Muayanah

MuriaNewsCom, Grobogan – Berita mengenai Siti Muayanah, penyandang difabel di Desa Bugel, Kecamatan Godong yang memerlukan bantuan langsung mendapat respon dari Pemkab Grobogan. Rencananya, pemkab melalui Dinas Sosial Grobogan akan menyalurkan bantuan pada perempuan berusia 18 tahun yang punya fisik kurang sempurna tersebut.

Kepala Dinas Sosial Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, pada tahap awal, pihaknya sudah menyalurkan sembako pada Muayanah yang saat ini tinggal berdua dengan ayahnya Mualim. “Bantuan sembako sudah kita serahkan ke rumahnya Rabu kemarin. Kami diminta ibu Bupati Grobogan untuk memberikan bantuan ini. Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban yang diberikan,” ujarnya, Kamis (8/3/2018).

Untuk bantuan tahap kedua juga sedang dipersiapkan. Yakni, membuatkan kaki dan tangan palsu buat Muayanah supaya bisa mudah beraktivitas.

“Muayanah memang butuh bantuan kaki dan tangan palsu biar bisa memudahkan untuk aktivitas sehari-hari. Kita akan upayakan untuk bisa kasih bantuan ini,” sambung Andung.

Seperti diberitakan, Meski kondisinya terlihat sehat namun Siti Muayanah, warga Desa Bugel, Kecamatan Godong ini tidak bisa beraktivitas seperti rekan-rekannya. Hal ini terjadi karena perempuan berusia 18 tahun itu memiliki fisik yang kurang sempurna.

Yakni, tidak memiliki pergelangan dan jari pada kedua tangannya. Demikian pula, pada kedua kakinya juga tidak punya pergelangan dan jari. Kondisi fisik yang kurang sempurna itu sudah dimiliki Muayanah sejak dilahirkan.

Muayanah merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Kakaknya Atmini, sudah menikah dan sekarang berdomisili di Cepu, Blora. Sedangkan adiknya Rizkia, ikut familinya di Godong.

Muayanah merupakan anak pasangan Mualim (47) dan Siti Amiyatun. Ibunya sudah meninggal saat melahirkan Rizkia tahun 2006 lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Muayanah sempat dirawat oleh neneknya. Namun, sekarang ini, ia hanya tinggal berdua dengan ayahnya Mualim karena neneknya sudah meninggal dunia, sekitar tiga bulan lalu.

Dengan keterbatasan itu, Mualim berharap agar Siti Muayanah mendapatkan bantuan. Salah satu bantuan yang diharapkan adalah kaki dan tangan palsu yang bisa membantu mengembalikan aktivitas Siti Muayanah.

“Dulu pernah punya kaki palsu tetapi sudah lama tidak dipakai. Soalnya, sekarang ukuran kaki palsunya sudah tidak pas. Saya harap, ada bantuan kaki palsu untuk Siti Muayanah,’’ ujar Mualim, Senin (5/3/2018) kemarin.

Editor: Supriyadi

Fisik Kurang Sempurna, Warga Desa Bugel Grobogan Ini Butuh Bantuan

MuriaNewsCom, GroboganMeski kondisinya terlihat sehat namun Siti Muayanah, warga Desa Bugel, Kecamatan Godong ini tidak bisa beraktivitas seperti rekan-rekannya. Hal ini terjadi karena perempuan berusia 18 tahun itu memiliki fisik yang kurang sempurna.

Yakni, tidak memiliki pergelangan dan jari pada kedua tangannya. Demikian pula, pada kedua kakinya juga tidak punya pergelangan dan jari. Kondisi fisik yang kurang sempurna itu sudah dimiliki Muayanah sejak dilahirkan.

Muayanah merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Kakaknya Atmini, sudah menikah dan sekarang berdomisili di Cepu, Blora. Sedangkan adiknya Rizkia, ikut familinya di Godong.

Muayanah merupakan anak pasangan Mualim (47) dan Siti Amiyatun. Ibunya sudah meninggal saat melahirkan Rizkia tahun 2006 lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Muayanah sempat dirawat oleh neneknya. Namun, sekarang ini, ia hanya tinggal berdua dengan ayahnya karena neneknya sudah meninggal dunia, sekitar tiga bulan lalu.

Keduanya tinggal di sebuah rumah kecil berdinding kayu di piggiran saluran irigasi. Ironisnya, rumah peninggalan dari ayah Mualim itu didirikan bukan pada lahan pribadi tetapi merupakan tanah milik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Jateng.

Dengan keterbatasan itu, Mualim berharap agar Siti Muayanah mendapatkan bantuan. Salah satu bantuan yang diharapkan adalah kaki palsu yang bisa membantu mengembalikan aktivitas Siti Muayanah.

”Dulu pernah punya kaki palsu tetapi sudah lama tidak dipakai. Soalnya, sekarang ukuran kaki palsunya sudah tidak pas. Saya harap, ada bantuan kaki palsu untuk Siti Muayanah,’’ ujar Mualim.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Mualim masih bisa mencukupi meski pas-pasan. Kesehariannya, Mualim hanya bekerja jadi kuli panggul di Pasar Godong. Selain itu, ia juga mengais rezeki dari sebuah becak tua yang dimiliki.

”Terkarang saya dapat penghasilan jadi tukang gali kubur. Kebetulan, rumah ini dekat dengan pemakaman dan saya sering diminta untuk bantu gali kubur ketika ada orang meninggal. Namun, saya tidak pernah mematok harga dari jasa ini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Ribuan Warga Grobogan Saksikan Acara Kirab Boyong Grobo, Begini Suasananya

MuriaNewsCom, Grobogan – Rangkaian peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan yang jatuh 4 Maret besok dimulai, Sabtu (3/3/2018). Yakni, pelaksanaan acara kirab boyong grobog yang dimulai dari kantor Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan hingga ke pendapa kabupaten.

Prosesi boyong grobog ini merupakan gambaran ketika terjadi perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan. Yakni, dari Kecamatan Grobogan pindah ke Kecamatan Purwodadi sampai saat ini.

Acara rutin boyong grobog dipimpin langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni diikuti semua pimpinan FKPD, anggota DPRD, dan para pejabat. Proses boyong grobog dimulai sekitar pukul 09.15 WIB dan berakhir menjelang pukul 12.00 WIB.

Sri Sumarni dan para pejabat mengikuti boyong grobog menaiki kereta kuda. Sekitar 40 dokar yang disiapkan untuk para pejabat tersebut.

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menaiki kereta dalam prosesi kirab boyong gobo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Selain itu, ikut dikirab pula sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran sekitar 1 x 1 meter. Perabot grobog ini dulunya dipakai menyimpan dokumen pemerintahan saat boyongan ke Purwodadi. Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal beberapa orang berpakaian layaknya prajurit.

Selain itu, ada pula rombongan yang berjalan kaki dengan memikul gunungan sayur mayur dan hasil bumi. Jumlah gunungan ada 12 buah.

Prosesi boyong grobog menempuh jarak sekitar 6 km. Sepanjang perjalanan, ribuan warga dengan antusias menyaksikan momen setahun sekali tersebut. Selain itu, siswa sekolah yang berlokasi di sepanjang jalur kirab juga ikut dikerahkan untuk menyaksikan tontonan gratis tersebut.

Kirab boyong grobog berakhir di pendapa kabupaten. Di lokasi finish juga sudah menunggu ribuan warga yang ingin menyaksikan kemeriahan menyambut hari jadi tersebut.

Keris pusaka Pemkab Grobogan saat dikirab. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah acara seremonial, ritual boyong grobog diakhiri dengan rebutan gunungan yang dijajar di halaman pendapa. Begitu diberi aba-aba panitia, ribuan warga langsung berebut gunungan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni berharao agar momentum hari jadi ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya, dalam masalah memberikan pelayanan prima pada masyarakat.

“Dalam usianya yang hampir tiga abad ini, sudah banyak prestasi yang dicapai Kabupaten Grobogan. Baik di kancah Jawa Tengah maupun nasional. Hal itu tentunya dinilai cukup membanggakan,” katanya.

Meski demikian, Sri meminta agar semua prestasi yang sudah diraih itu tidak membuat semua pihak puas diri. Sebab, tantangan kedepan dirasa bakal semakin berat. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak agar prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan bisa meningkat lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan dan Pejabat Hadiri Acara Khotmil Quran di Pendapa Kabupaten

MuriaNewsCom, GroboganSetelah jamas pusaka, rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-292 Kabupaten Grobogan terus berlanjut. Terbaru adalah kegiatan Khotmil Quran yang dirangkai doa bersama di pendapa kabupaten, Jumat (2/3/2018).

Bupati Grobogan Sri Sumarni ikut hadir dalam acara tersebut bersama perwakilan FKPD. Tampak pula, Sekda Moh Sumarsono dan sejumlah kepala OPD dan instansi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni meminta agar momentum istimewa bagi Kabupaten Grobogan ini dijadikan sarana untuk berbenah. Yakni, membenahi semua kekurangan yang masih terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya, dalam masalah memberikan pelayanan prima pada masyarakat.

“Dalam usianya yang hampir tiga abad ini, sudah banyak prestasi yang dicapai Kabupaten Grobogan. Baik di kancah Jawa Tengah maupun nasional. Hal itu tentunya dinilai cukup membanggakan,” kata perempuan yang sudah dua tahun menjabat jadi Bupati Grobogan itu.

Meski demikian, ia meminta agar semua prestasi yang sudah diraih itu tidak membuat semua pihak puas diri. Sebab, tantangan kedepan dirasa bakal semakin berat. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak agar prestasi yang diraih Kabupaten Grobogan bisa meningkat lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Supriyadi

Mau Dipakai Hari Jadi Grobogan, Kawasan Alun-alun Purwodadi Dibersihkan

MuriaNewsCom, GroboganAksi bersih-bersih terlihat di sejumlah kawasan kota Purwodadi, termasuk disekitar alun-alun, Jumat (2/3/2018). Ada puluhan orang yang terlibat dalam kegiatan ini.

Selain pegawai disekitar lokasi, para PKL alun-alun juga ikut berpartisipasi. Kemudian, ada juga sejumlah anggota damkar yang ikut menyentorkan air untuk membersihkan lantai dan trotoar alun-alun.

Kegiatan kerja bakti tersebut dilangsungkan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-292  Kabupaten Grobogan yang jatuh pada tanggal 4 Maret. Pada rangkaian peringatan hari jadi tersebut, sebagian acara dilangsungkan dikawasan alun-alun. Diantaranya adalah kegiatan pasar rakyat dan upacara bendera.

”Dalam rangka ulang tahun Kabupaten Grobogan akan dilangsungkan banyak acara disini. Oleh sebab itu, kami dan rekan-rekan ikut mendukung kegiatan bersih-bersih biar kawasan alun-alun terlihat nyaman,” Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Nur Wahid.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih itu nantinya akan dilakukan secara rutin tiap bulannya. Hal itu dilakukan agar para pedagang juga memiliki rasa kepemilikan dengan tempat berjualan yang sudah disediakan pemerintah daerah.

”Kita jadwalkan, tiap tanggal 16, para pedagang akan kerja bakti bersih-bersih. Hari ini menjadi permulaannya,” jelas pedagang soto itu.

Editor: Supriyadi

Semburan di Lokasi Sumur Tua Bendoharjo Grobogan Akhirnya Mampet

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya penutupan semburan gas di lokasi pengeboran minyak di kawasan sumur tua di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Grobogan, akhirnya membuahkan hasil. Setelah berlangsung 22 hari, semburan yang mengeluarkan partikel minyak bercampur air akhirnya terhenti.

Sebelumnya, semburan gas mulai muncul hari Senin (5/2/2018) sekitar pukul 16.00 WIB. Semburan gas bercampur minyak itu keluar dari titik pengeboran yang dilakukan di sumur nomor 22.

Sumur minyak tua peninggalan Belanda itu dieksploitasi Perusda Purwa Aksara Grobogan bekerjasama PT Nureka Jakarta dengan sistim bagi hasil. Aktivitas eksploitasi perdana sumur minyak tua di kawasan hutan milik Perhutani KPH Randublatung itu resmi dimulai pada Senin (27/2/2017) lalu.

Jumlah sumur yang dapat izin eksploitasi totalnya ada 27 titik. Namun, pada tahun ini eksploitasi difokuskan pada lima sumur dulu. Selanjutnya, pada tahun berikutnya eksploitasi akan dilakukan bertahap pada semua sumur minyak tua.

Direktur Perusda Purwa Aksara Grobogan Myra Heltyani ketika dikonfirmasi membenarkan jika semburan di kawasan sumur tua sudah berhasil ditangani.

”Alhamdulillah, semburan berhasil ditutup hari Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat ini, semburan sudah tidak keluar lagi. Namun, dilokasi masih ada aktivitas untuk menangani dampak semburan kemarin,” kata Myra melalui sambungan telepon, Jumat (2/3/2018).

Kondisi semburan minyak bercampur air yang sempat keluar dilokasi sumur tua di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, akhirnya berhasil ditangani. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ia menjelaskan, sebelumnya sudah diupayakan untuk melakukan penutupan begitu muncul semburan di sumur nomor 22 tersebut. Namun, berbagai upaya belum membuahkan hasil karena ada berbagai kendala teknis dilapangan.

Proses penutupan menjadi lebih cepat setelah berhasil mendatangkan alat khusus crawler crane. Namun, untuk mendatangkan atau menyewa alat ini ternyata tidak mudah.

”Alat itu kita datangkan dari Cirebon. Proses mendatangkan alat sampai lokasi dan persiapan pengoperasiannya butuh waktu sampai empat hari. Setelah alat digunakan, semburan akhirnya bisa ditangani. Penanganan semburan juga mendapat dukungan tim penanggulangan bencana dari Pertamina EP,” katanya.

Menurut Myra, saat ini, pihaknya juga masih fokus pada penanganan limbah minyak bercampur material air yang keluar dari semburan tersebut. Hal itu perlu dilakukan karena limbah minyak yang keluar sebelumnya, sudah mulai berdampak pada lingkungan disekitarnya.

”Untuk penanganan limbah kita perkuat tanggul disekitar balongan atau kolam penampungan agar tidak jebol ketika ada hujan deras. Kita juga upayakan membuat jalur khusus untuk aliran air hujan agar tidak masuk ke balongan. Hal itu diperlukan agar balongan tidak cepat penuh ketika ada hujan deras,” sambungnya.

Editor: Supriyadi

Puluhan Rumah di Desa Sumberagung Grobogan Diterjang Banjir Bandang

MuriaNewsCom, GroboganMusibah banjir bandang melanda Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, Senin (26/2/2018). Banjir yang menerjang sekitar pukul 16.30 WIB itu menyebabkan puluhan rumah di beberapa dusun terendam air selama beberapa jam.

Dari rumah yang terkena banjir bandang, sedikitnya ada lima rumah yang rusak parah. Hal ini terjadi karena air yang masuk rumah tingginya mencapai 1 meter.

Rumah yang terendam cukup tinggi mengakibatkan barang didalamnya sebagian hanyut terbawa air. Antara lain, jagung hasil panen, pakaian hingga uang tunai Rp 10 juta.

”Ada tiga dusun yang terkena dampak banjir bandang. Jumlah rumah yang sempat kemasukan air ada puluhan. Ini, saya masih dilapangan untuk melakukan pendataan. Banjir disebabkan turunnya hujan deras sejak siang hingga sore,” kata Kades Sumberagung Rusno.

Selain rumah rusak, dampak banjir bandang juga menyebabkan akses jalan menuju Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari longsor. Jalan yang longsor ada tiga titik sehingga tidak bisa dilalui untuk akses kendaraan roda empat.

Editor: Supriyadi

Hujan Deras, 3 Desa di Kecamatan Grobogan Siaga Banjir

MuriaNewsCom, GroboganWarga yang ada di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Grobogan saat ini tengah bersiap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana banjir. Hal itu dilakukan seiring turunnya hujan deras di wilayah pegunungan Kendeng Utara, Senin (26/2/2018).

Hujan yang mengguyur sejak siang hingga sore menyebabkan sungai-sungai dikawasan itu mulai penuh air. Bahkan, sebagian sudah meluap, namun belum menjangkau ke pemukiman warga.

”Iya, ini kita minta warga untuk waspada banjir. Kondisi sungai sudah penuh akibat hujan deras,” kata Kades Lebak Kasman.

Selain Desa Lebak, ancaman banjir juga berpotensi terjadi di Desa Putatsari dan Tanggungharjo. Posisi kedua desa ini berada di bawah Desa Lebak.

Sebelumnya, bencana banjir bandang sempat melanda sejumlah desa di wilayah Kecamatan Grobogan, Jumat malam hingga Sabtu (10/2/2018) lalu. Dampak banjir paling parah terjadi di Desa Lebak, dan Putatsari karena ada ratusan rumah yang sempat kemasukan air hingga 50 centimeter.

Selain itu, ada banjir bandang juga sempat menjangkau wilayah Desa Teguhan, Karangrejo, dan Ngabenrejo. Banjir pada tiga desa ini terjadi akibat pergerakan air dari wilayah Desa Lebak dan Putatsari.

Banjir bandang terjadi akibat hujan deras di wilayah Desa Sumberjatipohon dan Lebengjumuk sejak sore hingga waktu isak. Hujan deras mengakibatkan sungai-sungai di kawasan itu tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke persawahan dan pemukiman penduduk.

Sementara itu, Camat Grobogan Nur Nawanta ketika dimintai komentarnya menyatakan, saat ini, kondisi sungai memang sudah penuh tetapi air masih bisa mengalir normal. Meski demikian, warga disejumlah desa langganan banjir diminta waspada karena debit sungai diprediksi masih bisa naik karena hujan belum berhenti.

”Saya ini sedang keliling ke lokasi. Beberapa ruas jalan sudah kena luapan air. Tapi, belum ada laporan banjir yang menggenangi rumah penduduk,” katanya.

Editor: Supriyadi

TKI Asal Taruman Grobogan Meninggal di Malaysia

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan dikabarkan meninggal dunia di Malaysia. TKI yang meninggal tercatat atas nama Ika Ratna Desi Oktavia (20), warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu.

Kepala Disnakertran Grobogan Nurwanto membenarkan adanya kabar TKI yang meninggal di Malaysia tersebut. Pemberitahuan meninggalnya TKI itu disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia melalui surat tertanggal Minggu (25/2/2018) kemarin.

Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC pada hari Sabtu (24/2/2018) pukul 15.05 waktu setempat. Saat ini, jenazahnya masih berada di RS Sultanah Aminah Johor Baru, Malaysia.

Kabar duka itu langsung disampaikan pada pihak keluarga di Desa Taruman. Namun, pihak keluarga ternyata juga sudah mendapat kabar duka dari rekan korban yang ada di Malaysia.

“Berdasarkan pemberitahuan tersebut, korban meninggal karena sakit TBC. Saat ini, jenazahnya masih berada di rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Nurwanto, jenazah TKI tersebut rencananya akan dipulangkan ke tanah air, Selasa (27/2/2018) besok. Pemulangan jenazah dilakukan dengan penerbangan dari Malaysia ke Jakarta dan berlanjut ke Jogjakarta. Dari Jogja, jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka dengan ambulans.

“Jenazah diterbangkan dari Malaysia, Selasa siang. Kemungkinan, sampai di rumah duka menjelang tengah malam,” katanya.

Editor: Supriyadi

Sakit Menahun, Kakek di Grobogan Gantung Diri di Kandang Sapi

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa orang gantung diri terjadi lagi di Grobogan. Peristiwa gantung diri terbaru terjadi di Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari. Adapun pelakunya diketahui bernama Bajang (80).

Korban diketahui gantung diri sekitar pukul 05.00 WIB. Perbuatan gantung diri menggunakan tambang plastik itu dilakukan di sebuah kandang sapi. Adapun alat yang dipakai gantung  diri berupa tali tambang plastik.

Korban tercatat sebagai warga Desa Sambirejo, Kecamatan Wirosari. Namun, sejak beberapa waktu lalu, ia seringkali tidur di rumah anaknya Karimin (57) yang tinggal di Desa Tanjungrejo.

Peristiwa gantung diri tersebut kali pertama diketahui oleh Karmin. Ceritanya, pagi itu, Karimin yang bangun tidur mendapati ayahnya tidak ada dikamar.

Setelah dicari, ia melihat pintu rumah belakang menuju kandang ternak dalam keadaan terbuka. Setelah dilihat di kandang, Karimin sontak kaget. Soalnya, ia mendapati sosok ayahnya sudah tergantung dengan leher terjerat tali yang dikaitkan belandar kandang.

Melihat kejadian ini, ia pun langsung berteriak minta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, warga langsung berhamburan menuju lokasi kejadian. Saat diperiksa, korban didapati sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut. Adapun latar belakangnya, korban diduga putus asa karena mengidap penyakit TBC yang tidak kunjung sembuh.

“Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda kekerasan. Korban murni bunuh diri. Dugaannya disebabkan sakit yang diderita selama ini. Jenazah korban sudah kita serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Pegawai DLH Grobogan Tiap Pekan Wajib Bawa Sampah ke Kantor, Ini Tujuannya

 

MuriaNewsCom, GroboganPemandangan cukup aneh terlihat di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Sabtu (24/2/2018). Hal ini terkait adanya pegawai yang semuanya membawa sampah dalam bungkusan dan dibawa ke pelataran kantor.

Setelah dipilah, sampah yang dibawa para pegawai ditimbang oleh penampung barang bekas. Pasca ditimbang dan dicatat, sampah milik pegawai itu kemudian dimasukkan dalam karung plastik dan diangkut menggunakan sepeda motor roda tiga.

Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo ketika dimintai komentarnya menyatakan, saat ini, dikantornya sudah memiliki Bank Sampah. Terkait adanya Bank Sampah itulah, semua pegawai diminta membawa sampah dari rumah ke kantor setiap hari Sabtu.

”Aktivitas bawa sampah dari rumah baru dimulai hari ini tadi. Selanjutnya, jadi agenda rutin tiap akhir pekan,” katanya.

Dijelaskan, sampah yang dibawa dari rumah adalah jenis an organik. Seperti plastik, logam, kertas, dan kaca.

Hal ini bertujuan agar sampah yang tertinggal dilingkungan rumah tangganya hanya sampah organik saja. Disisi lain, upaya itu adalah salah satu cara untuk memerangi sampah dari sumbernya dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Sampah yang dibawa dari rumah itu kemudian dibeli oleh pengepul yang selama ini sudah jadi mitra DLH dalam pengelolaan Bank Sampah. Harga sampah bervariasi tergantung jenisnya. Harga sampah juga bisa berubah mengikuti kondisi pasar.

Menurut Agus, ada tiga pilihan yang diberikan pada pegawai dengan sampah yang dibawanya. Yakni, sampah itu bisa dihibahkan dalam arti, pembawanya tidak dapat uang.

Bisa juga diikutkan dalam sedekah sampah, yakni hasil penjualannya disalurkan untuk kegiatan sosial. Pilihan satu lagi adalah hasil penjualan sampah dimasukkan sebagai tabungan.

Editor: Supriyadi

25 Sekolah SMA Saling Unjuk Kebolehan dalam Lomba TUB dan BB

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 25 sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Grobogan saling unjuk kebolehan dalam lomba tata upacara bendera (TUB) dan baris berbaris (BB) yang dilangsungkan 22-24 Februari. Pelaksanaan lomba TUB dan BB resmi berakhir, Sabtu (24/2/2018) sore tadi.

Jalannya lomba TUB  dilangsungkan di lapangan tenis indoor. Sedangkan untuk lomba BB dilakukan di dalam GOR Simpanglima Purwodadi.

Dari penilaian dewan juri, Tim SMAN 1 Purwodadi berhasil keluar jadi juara umum. Dalam lomba itu, tim SMAN 1 Purwodadi berhasil meraih 8 dari 10 unsur terbaik penilaian lomba.

Urutan berikutnya ditempati SMAN 1 Grobogan dan SMAN 1 Kradenan. Sedangkan juara harapan I hingga III diraih MAN Purwodadi, SMKN 1 Purwodadi dan SMKN 2 Purwodadi.

“Pada lomba tahun 2017 lalu, SMAN 1 Purwodadi juga berhasil meraih juara umum. Juara umum nanti akan mewakili Kabupaten Grobogan dalam lomba serupa tingkat eks Karesidenan Semarang di Kendal bulan Maret,” ungkap kata Kabid Kepemudaan Disporabudpar Grobogan Eko Priyono, usai menyerahkan piala pada para juara lomba.

Menurutnya, lomba TUB dan BB ini merupakan agenda rutin tiap tahun. Dijelaskan, untuk lomba TUB pesertanya 21 orang tiap sekolah. Adapun durasi lomba selama 45 menit. Sedangkan lomba BB ada 19 peserta tiap sekolah dan durasinya 30 menit. Selain piala, pemenang lomba juga disediakan uang pembinaan.

Eko menegaskan, ada beberapa tujuan digelarnya lomba tersebut. Antara lain, untuk meningkatkan kedisiplinan generasi muda, menumbuhkan semangat cinta tanah air, dan semangat kebangsaan. Kemudian, melalui lomba itu diharapkan bisa mengembangkan sikap kepemimpinan serta meningkatkan kualitas TUB dan BB di sekolah.

Editor : Supriyadi

Bantu Penanganan Banjir Brebes, 6 Personel BPBD Grobogan Dikirim ke Lokasi Bencana

MuriaNewsCom, Grobogan – Dukungan penanganan bencana alam yang melanda wilayah Brebes sejak beberapa hari lalu datang dari berbagai pihak. Termasuk diantaranya adalah dukungan personel Dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan.

Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, ada enam petugasnya yang dikirim ke Brebes untuk membantu menangani bencana dikabupaten tersebut. Tim pendukung diberangkatan Jumat (23/2/2018) malam.

“Enam petugas BPBD sudah berangkat ke Brebes, Jumat malam. Petugas yang mendukung penanganan bencana juga membawa peralatan cukup lengkap,” kata Agus, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (24/2/2018).

Menurutnya, pengiriman personel ke Brebes dilakukan menyusul instruksi dari BPBD Jateng. Yakni, daerah-daerah yang kondisinya relatif aman diminta mengirimkan tim untuk membantu penanganan bencana di Brebes dan sekitarnya.

“Dari instruksi ini, kita kirimkan enam petugas kesana. Kebetulan, saat ini, intensitas bencana di wilayah Grobogan tidak begitu tinggi sehingga sebagian petugas bisa kita perbantukan ke Brebes,” sambungnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrcihan menambahkan, tim pendukung sudah tiba di Brebes pagi tadi. Setelah itu, tim bergabung dengan personel lainnya untuk melakukan penanganan bencana.

“Ada dua jenis bencana yang terjadi di Brebes, yakni banjir dan longsor. Kita diminta mendukung penanganan bencana banjir. Khususnya, untuk membantu evakuasi warga,” kata Masrichan yang ikut bergabung ke Brebes itu.

Editor: Supriyadi

BPBD Janji Bakal Segera Tangani Bencana Longsor di Kalirejo Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganBencana talud sungai Lusi yang longsor di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari mendapat respon dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan. Rencananya, longsornya talud akan ditangani secara darurat. Hal itu disampaikan Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (24/2/2018).

Menurut Agus, penanganan darurat akan difokuskan untuk mencegah longsoran makin meluas. Terutama, longsoran yang langsung mengancam rumah warga. Untuk penanganan lebih lanjut, BPBD tidak memiliki kewenangan. Soalnya, kawasan longsor itu menjadi kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

”Penanganan longsor tetap kita lakukan meski sifatnya darurat. Kita upayakan agar rumah disekitar lokasi longsor itu bisa aman,” jelasnya.

Seperti diberitakan, belasan warga di Desa Kalirejo terancam kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini terjadi menyusul adanya musibah longsor yang menggerus talud sungai Lusi di belakang pemukiman warga.

Musibah longsor itu sebenarnya sudah terjadi sekitar delapan bulan lalu. Namun, hingga saat ini, belum ada upaya penanganan dari instansi terkait.

Lambannya penanganan menyebabkan longsornya talud makin bertambah parah. Akibatnya, sudah ada sembilan rumah warga rusak parah. Bahkan, diantaranya ada yang sudah roboh separuh bangunan rumahnya.

Beberapa warga ada yang menggeser maju bangunan rumahnya karena khawatir roboh kena longsor. Kemudian, ada warga yang sudah membangun rumah lagi di lokasi lainnya.

Editor: Supriyadi

Konsultan Literasi Kemendikbud Ini Beberkan Pentingnya Gerakan Literasi Sekolah, Begini Penjelasannya

MuriaNewsCom, Grobogan – Jika mau pandai dan banyak pengetahuan biasakanlah membaca beragam jenis buku. Sebab, melalui kebiasaan ini akan banyak manfaat yang bisa didapat.

“Banyak tokoh besar dunia menyatakan, membaca adalah jantungnya pendidikan. Hal ini membuktikan kalau membaca punya peran penting dalam bidang pendidikan,” kata Satria Dharma, konsultan literasi Kemendikbud saat menyampaikan meteri dalam Workshop Gerakan Literasi Sekolah 2018 di Purwodadi, Grobogan, Jumat (23/2/2018).

Menurutnya, budaya membaca dikalangan pelajar sejauh ini memang belum menggembirakan. Untuk itu perlu dorongan banyak pihak untuk meningkatkan minat baca. Selain itu perlu pula pemahaman yang lebih pada siswa tentang pentingnya membaca.

“Untuk mendorong minat baca, Kemendikbud sudah meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah. Melalui program ini, pihak sekolah diminta menyediakan waktu minimal 15 menit buat siswa untuk membaca buku diluar pelajaran sekolah,” cetusnya.

Satria mengatakan gerakan literasi di Indonesia memang harus digalakkan. Salah satu alasannya, dalam beberapa penelitian seperti pada Program for International Student (PISA), skor membaca siswa di Indonesia menduduki peringkat bawah dibandingkan negara-negara lainnya.

“Kondisi ini membuktikan kalau budaya literasi kita masih sangat lemah dan perlu digalakkan,” jelasnya dihadapan sekitar 500 peserta workshop.

Menurut Satria, budaya literasi dinilai sangat penting artinya. Bahkan, bisa jadi salah adalah kunci kemajuan sebuah bangsa.

Konsultan Literasi Kemendikbud Satria Dharma saat menyampaikan materi dalam Workshop Gerakan Literasi Sekolah 2018 di Purwodadi, Jumat (23/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh guru di Kabupaten Grobogan, agar tak hanya menjadi pelopor bangkitnya gerakan literasi sekolah saja. Namun, para guru juga diminta mampu menjaga dan terus menumbuhkan minat baca dan menulis dari generasi ke generasi.

“Ada banyak cara untuk melakukan ini. Hanya saja ini perlu dilakukan oleh gurunya dulu. Guru itu harus bisa memberikan teladan buat siswa. Kalau gurunya sudah gemar baca dan menulismaka siswanya pasti akan mengikuti,” imbuh pria asal Surabaya itu.

Satria percaya, gerakan literasi yang sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 itu bisa diwujudkan oleh pemerintah. Dengan catatan, jika semua guru termasuk di Grobogan mampu menjadi pelopor gerakan tersebut. Apabila semua guru menjadi pelopor literasi, otomatis mampu mengajak siswa-siswinya menjadi generasi pecinta literasi.

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menambahkan, workshop gerakan literasi sekolah dilangsungkan selama tiga hari, mulai hari ini hingga Minggu lusa. Menurut Amin, kegiatan yang dilakukan itu, tidak hanya sekadar program tapi merupakan sebuah gerakan yang harus bersinergi antara lembaga pendidikan dengan pihak kompeten lainnya.

Dijelaskan, puncak kegiatan literasi ini akan dilangsungkan pada bulan oktober mendatang. Yakni, acara festival literasi sekolah.

“Dalam kegiatan ini juga ada pengukuhan Relawan Literasi Grobogan. Tugas relawan ini nanti akan merintis kampung-kampung Literasi,” jelasnya, usai membuka workshop.

Ketua Panitia workshop gerakan literasi sekolah 2018 Achmad Bashori menyatakan, kegiatan ini mengambil tema “Implementasi gerakan literasi sekolah untuk mewujudkan Grobogan sebagai Kabupaten Literasi “. Kegiatan itu terlaksana atas kerjasama Dinas pendidikan Kabupaten Grobogan, Forum Silaturahim Sekolah Islam Grobogan  (FOSSIG ) dan Forum Persaudaraan Muslim Grobogan (FPMG).

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung  Grobogan sebagai Kabupaten Literasi yang telah dicanangkan Bupati sejak tahun 2016 lalu,” ungkapnya.

Menurut Bashori, dalam workshop ini menghadirkan beberapa narasumber nasional yang kompeten dalam bidang Literasi. Antara lain, Satria Dharma dari surabaya, Dewi Utama Faizah dari Satgas GLS Kemdikbud RI, Dharma Sastra dari Tarakan, Ameliasari T Kesuma dari Salatiga, BM Asti dan Kak Erwin NS Pambudi dari Grobogan. Satu lagi adalah Handoko Widagdo, warga Grobogan yang saat ini melakukan program inovasi dan literasi rendah di Kalimantan Utara.

Peserta workshop merupakan perwakilan sekolah dari 19 kecamatan, dari jenjang SD, SMP dan SMA. Peserta satu sekolah terdiri minimal 4 orang dengan maksud agar gerakan literasi ini mampu dilaksanakan oleh sekolah. (NAO)

Editor: Supriyadi

 

Pekerjaan Terbengkalai, Puluhan Warga Jetaksari Grobogan Minta Kejelasan APBDes 2017

MuriaNewsCom, GroboganPerwakilan warga Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon, Grobogan dihadirkan dalam acara audensi di kantor kecamatan setempat, Kamis (22/2/2018). Audensi dilakukan seiring adanya keinginan warga Jetaksari yang meminta kejelasan terkait penggunaan dana APBDes tahun anggaran 2017. Audensi dipimpin Camat Pulokulon Sudarmoyo dan dihadiri Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti.

Menurut warga, ada beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur yang belum diselesaikan pada tahun 2017. Warga meminta agar pekerjaan itu dihentikan dan dirinci lagi dalam APBDes 2018. Kepala desa diberi tenggat waktu selama 10 hari.

Kades Jetaksari Achmad Nur Solikin yang hadir dalam acara itu mewakilkan Tim Pengelola Kegiatan Desa setempat Siti Munawaroh untuk menyampaikan penjelasan. Menurut Siti, keterlambatan pengerjaan lantaran kegiatan pada tahap pertama molor. Akibatnya pada tahap kedua baru dapat mencairkan anggaran ke rekening desa pada 27 Desember.

”Sebenarnya sudah mau ditindaklanjuti, tapi waktunya sudah terlalu mepet. Padahal materialnya sudah ada. Akhirnya kami lakukan pengembalian ke pemasok barang. Namun ada dana Rp 95 juta yang sudah berwujud barang, tidak bisa kita kembalikan ke pemasok,’’ ungkapnya.

Kabag Pemdes Daru Wisakti mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi persoalan tersebut agar dapat diselesaikan dengan baik. Pihaknya meminta Kepala Desa supaya memasukan kegiatan 2017 yang belum terselesaikan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

Rincian silpa tersebut diminta untuk dimasukan dalam APBDes 2018. Daru juga meminta agar APBDes 2018 segera diselesaikan. Soalnya, jika tidak segera disusun, anggaran PAD, ADD APBD, maupun Dana Desa APBN tidak bisa dicairkan.

”Usai pertemuan ini, kami serahkan ke Badan Pemasyarakatan Desa (BPD) setempat. Jika tidak ada iktikad baik, maka BPD setempat punya kewenangan untuk memberikan teguran pertama dan kedua. Jika tidak ada respon, sampaikan itu ke Bupati untuk pemberian teguran ketiga,’’ ujarnya.

Bila teguran ketiga tidak diindahkan, lanjutnya, pihaknya akan memberikan skorsing pada Kepala Desa. Menurut Daru, pada 2014 lalu, Kades Jetaksari pernah mendapatkan skorsing atau pemberhentian sementara.

”Kades kami aktifkan kembali jabatannya, lantaran dapat memberikan iktikad baik dan berubah. Kami harap, Kades dapat koorperatif dan memiliki iktikad baik dalam menjalankan tugas-tugasnya,’’ cetus Daru.

Editor: Supriyadi

Besok, Dinas Pendidikan Grobogan Bakal Gelar Workshop Gerakan Literasi Sekolah 2018, Ini Tujuannya

MuriaNewsCom, Grobogan – Dinas Pendidikan Grobogan terus melakukan upaya untuk meningkatkan minat baca dikalangan pelajar. Salah satunya dengan menggelar workshop gerakan literasi sekolah 2018 yang akan dilangsungkan selama tiga hari, mulai 23-25 Februari.

Ketua Panitia workshop gerakan literasi sekolah 2018 Achmad Bashori menyatakan, kegiatan itu mengambil tema “Implementasi gerakan literasi sekolah untuk mewujudkan Grobogan sebagai Kabupaten Literasi “. Kegiatan itu terlaksana atas kerjasama Dinas pendidikan Kabupaten Grobogan, Forum Silaturahim Sekolah Islam Grobogan  (FOSSIG ) dan Forum Persaudaraan Muslim Grobogan (FPMG).

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung  Grobogan sebagai Kabupaten Literasi yang telah dicanangkan Bupati sejak tahun 2016 lalu,” ungkapnya.

Menurut Bashori, kegiatan workshop akan menghadirkan narasumber nasional yang kompeten dalam bidang Literasi. Antara lain, Satria Dharma dari surabaya, Dewi Utama Faizah dari Satgas GLS Kemdikbud RI, Dharma Sastra dari Tarakan, Ameliasari T Kesuma dari Salatiga, BM Asti dan Kak Erwin NS Pambudi dari Grobogan. Satu lagi adalah Handoko Widagdo, warga Grobogan yang saat ini melakukan program inovasi dan literasi rendah di Kalimantan Utara.

Peserta workshop merupakan perwakilan sekolah dari 19 kecamatan, dari jenjang SD, SMP dan SMA. Peserta satu sekolah terdiri minimal 4 orang dengan maksud agar gerakan literasi ini mampu dilaksanakan oleh sekolah.

Ketua Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menambahkan, kegiatan yang dilakukan mulai besok, tidak hanya sekadar program tapi ini sebuah gerakan yang harus bersinergi antara lembaga pendidikan dengan pihak kompeten lainnya. Dijelaskan, puncak kegiatan literasi ini akan dilangsungkan pada bulan oktober mendatang. Yakni, acara festival literasi sekolah.

“Saat acara pembukaan juga akan ada pengukuhan Relawan Literasi Grobogan. Tugas relawan ini nanti akan merintis kampung-kampung Literasi,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Cegah Longsor Lagi, Talud Penahan Rel di Ledokdawan Grobogan Diperkuat

MuriaNewsCom, GroboganJalur kereta api jurusan Solo-Semarang melalui Stasiun Gundih, Kecamatan Geyer memang sudah dinyatakan normal sejak Rabu (21/2/2018) malam. Meski demikian, hingga siang ini, masih ada puluhan pekerja yang melakukan aktivitas di lokasi talud longsor di Dusun Bayo, Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto menyatakan, meski jalur sudah normal, namun proses perbaikan talud longsor masih belum sempurna. Pihaknya masih perlu melakukan perbaikan lanjutan pada titik longsor di KM 61+7/8 tersebut.

“Hari ini masih ada perbaikan lanjutan dilokasi yang longsor. Perbaikan lanjutan melibatkan 80 petugas pemeliharaan jalan rel serta alat berat,” jelasnya, Kamis (22/2/2018).

Perbaikan longsoran sudah selesai pada Rabu malam dan pada pukul 20.45 WIB, jalur tersebut sudah dinyatakan normal dan bisa dilalui kereta. Meski bisa dilalui, namun kecepatan kereta masih dibatasi sekitar 5 km/jam ketika melintasi di lokasi longsor.

Ia menyatakan, untuk mencegah terjadinya longsor lagi di lokasi tersebut akan dilakukan beberapa langkah penanganan lebih lanjut. Yakni, melakukan penguatan lebih lanjut pada turap penahan tebing pada bagian pinggiran tubuh badan rel.

Langkah selanjutnya adalah melakukan pemasangan cross drainase dengan pipa PVC ukuran 10 inchi pada jalur rel sepanjang 600 meter. Pipa dipasang tiap jarak 5 meter.

Kemudian, langkah lainnya adalah meninggikan jalur rel dilokasi tersebut agar lebih stabil, dengan penambahan batu kricak.

Seperti diberitakan, talur penahan rel kereta di titik KM 61+7/8 di Dusun Bayo, Desa Ledokdawan, sempat longsor pada Sabtu (17/2/2018) lalu. Setelah diperbaiki, jalur tersebut sudah normal dua hari berikutnya.

Kemudian, talud yang sudah diperbaiki itu kembali longsor pada Rabu dinihari kemarin. Longsornya talud terjadi akibat guyuran hujan deras hampir semalaman. Kondisi tanah yang belum padat sempurna menjadikan talud longsor tergerus hujan dan aliran sungai di sebelah utara jalur kereta.

Editor: Supriyadi

Tak Kunjung Ditangani, Kondisi Jembatan di Karangsono Grobogan Bikin Was-was

MuriaNewsCom, GroboganJembatan penghubung antardusun di Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung yang sebelumnya ambrol, saat ini kondisinya makin mengenaskan. Hal ini terjadi akibat tanah di salah satu ujung jembatan longsor tergerus air sungai.

Kondisi ini menyebabkan, landasan darurat yang terbuat dari bambu terlihat melengkung. Meski demikian, warga tetap memanfaatkan jembatan untuk akses menuju dusun seberang. Namun, akses jembatan hanya bisa dilalui pejalan kaki.

Kondisi jembatan yang bikin trenyuh sempat diunggah warga melalui media sosial. Dalam foto tersebut terlihat seorang ibu-ibu membantu beberapa anak sekolah yang akan menyeberangi jembatan. Warga berharap agar kerusakan jembatan segera ditangani karena sudah berlangsung cukup lama.

Selain penghubung antardusun, jembatan tersebut menjadi akses jalan antardesa di dua kecamatan. Yakni, antara Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung dengan Desa Suru, Kecamatan Geyer. Akibat kerusakan jembatan ini, warga harus melewati jalur lain yang jaraknya sekitar 5 kilometer untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Jembatan itu mulai ambrol pada bulan November tahun 2016 lalu dan hingga saat ini belum ditangani. Lokasi jembatan berada di wilayah Dusun Wonorejo, Desa  Karangsono.

Jembatan tersebut berada diatas Sungai Pesanggrahan yang merupakan anakan dari Sungai Serang. Jembatan itu panjangnya 24 meter dengan lebar 3 meter. Ambrolnya jembatan itu disebabkan tanah penyangganya longsor sedikit demi sedikit akibat meluapnya air sungai dan guyuran air hujan.

Tumpukan sampah menyumbat aliran sungai usai hujan deras yang mengguyur Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dampak longsor menyebabkan salah satu tiang penyangga patah dan mengakibatkan separuh landasan ambrol. Untuk upaya darurat, warga untuk menyambungkan jembatan yang ambrol dengan puluhan batang bambu. Selain dipakai untuk tiang penyangga, bambu juga dipakai untuk landasan jembatan.

“Fungsi jembatan ini memang cukup vital. Karena jadi akses warga Karangsono ke Desa Suru yang masuk wilayah Kecamatan Geyer,” kata Camat Karangrayung Hardimin, Rabu (21/2/2018).

Pihaknya sudah melaporkan ke dinas terkait agar segera ada penanganan. Ini lntaran, jembatan itu sangat dibutuhkan. Terutama, jadi akses masuk mobil untuk membawa hasil pertanian khususnya sayuran yang akan dijual di Purwodadi.

“Untuk saat ini pihak desa belum memungkinkan untuk memperbaki jembatan karena butuh dana cukup besar. Kami butuh dukungan dari Pemkab, provinsi atau pusat untuk perbaikan jembatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono menyarankan agar pihak desa mengajukan permohonan bantuan khusus ke provinsi melalui bupati untuk perbaikan jembatan. Hal itu bisa dilakukan seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan yang dapat bantuan pembangunan jembatan gantung.

“Jembatan itu merupakan aset desa sehingga perbaikan jadi tanggung jawab desa. Namun, pihak desa bisa mengajukan bantuan khusus jika memang kekurangan dana. Nanti akan kita cek dan fasilitasi untuk pengajuan bantuan,” katanya.

Editor: Supriyadi