Puluhan Anak TK di Grobogan Diajari Cara Memadamkan Kebakaran

MuriaNewsCom, GroboganPuluhan siswa PAUD dan TK dari beberapa sekolahan mendapat pembekalan seputar masalah kebakaran di halaman kantor Damkar Grobogan, Sabtu (31/3/2018). Pembekalan diberikan secara bergantian oleh beberapa petugas damkar.

Pada tahap awal, petugas memberikan materi seputar masalah kebakaran. Antara lain, soal penyebab kebakaran yang selama ini sering terjadi. Kemudian, tindakan awal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran juga diberikan pada siswa tersebut.

“Harap adik-adik ketahui, kebakaran itu seringkali terjadi karena kecerobohan. Oleh sebab itu, jangan pernah bermain-main dengan api ketika ada di rumah,” pesan Agus, salah satu petugas damkar dihadapan puluhan siswa tersebut.

Petugas juga memberikan materi mengenai cara-cara memadamkan api. Dalam sesi ini, sebagian siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang tidak pernah didapat dibangku sekolah tersebut.

Sementara sebagian lagi terlihat agak takut ketika petugas menyalakan api untuk pelajaran praktik. Petugas juga mengenalkan pada para siswa tentang mobil pemadam kebakaran dan mereka diperbolehkan naik diatas kendaraan tersebut.

Kasi Damkar Grobogan Paiman menyatakan, pihaknya sangat senang dengan inisiatif dari pihak sekolah untuk dikenalkan cara-cara memadamkan kebakaran. Dengan langkah itu, para siswa itu setidaknya sudah punya bekal pengetahuan awal. Diharapkan dengan upaya ini setidaknya bisa membantu meminimalkan terjadinya musibah kebakaran. Terutama yang disebabkan kecerobohan akibat bermain-main dengan api.

“Selama ini, sudah banyak yang minta diadakan pelatihan. Terus terang kami sangat mengapresiasi inisiatif dari pihak sekolah ini. Pelatihan ini saya kira sangat bermanfaat bagi guru dan muridnya,” ujarnya.

Ia berharap agar sekolah-sekolah di tingkatan yang lebih tinggi yakni SMP dan SMA bisa mengikuti langkah serupa. Hal itu dinilai lebih baik lagi karena secara fisik mereka sudah lebih kuat. Sehingga ketika ada kebakaran didekatnya bisa lebih maksimal membantu penanganan dibandingkan dengan anak PAUD atau TK .

Editor: Supriyadi

Keren!! Guru SDN 01 Wirosari Grobogan dapat Kesempatan Belajar ke Belanda, Ini Prestasinya

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan istimewa bakal didapat Guru SDN 01 Wirosari bernama Hendrik  Hermawan. Itu karena, dia mendapat kesempatan belajar singkat selama 21 hari di Belanda yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan.

Penghargaan itu didapat atas prestasi yang diraihnya pada tahun 2017 lalu. Yakni, jadi juara I nasional dalam ajang Inovasi Pembelajaran (Inobel) Guru untuk kategori MIPA. Selain itu, Hendrik juga sempat meraih penghargaan Anugerah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tingkat Nasional Tahun 2017.

“Saya tidak menyangka bisa terpilih jadi salah satu peserta yang akan dapat kesempatan belajar singkat di Belanda. Terima kasih atas dukungan dari semua pihak sehingga saya bisa dapat penghargaan ini,” kata Hendrik, Sabtu (31/3/2018).

Menurut Hendrik, kegiatan belajar singkat atau short course akan dilangsungkan 8-28 April nanti. Total guru SD yang mendapat kesempatan belajar singkat ada 14 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta adalah guru SD berprestasi tahun 207 dari berbagai bidang atau kategori. Sebelum berangkat ke Belanda, para peserta terlebih dulu akan mendapat pembekalan selama dua hari, 6-7 April nanti.

Ia menambahkan, selama di Belanda ada beberapa hal yang akan dipelajari. Antara lain, mengenai sistim pendidikan di Belakda, metode pengajaran, strategi penilaian, pengembangan profesionalisme guru dan kurikulum, serta mengunjungi beberapa SD dan lembaga terkait pengembangan guru.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menyatakan, pihaknya merasa bangga atas kesempatan istimewa yang diberikan pada Hendrik Hermawan untuk menimba ilmu di Belanda. Ia berharap, apa yang didapat di Belanda nanti bisa meningkatkan kompetensi dan selanjutnya bisa ditularkan pada guru lainnya di Grobogan.

“Saya selaku kepala dinas sudah memberikan izin pada Hendrik Hermawan untuk mengikuti  short course di Belanda. Saya berharap, apa yang didapat Hendrik Hermawan bisa jadi pemicu semangat guru lainnya untuk meraih prestasi nasional,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Bikin Ribet, Warga Minta Penutupan Jalan di Desa Sambung Grobogan Dibongkar

MuriaNewsCom, GroboganDampak penutupan perlintasan sebidang di Desa Sambung, Kecamatan Godong sejak empat hari lalu makin dirasakan warga sekitar. Ini lantaran, penutupan perlintasan yang menyebabkan aktivitas warga menjadi terhambat.

“Waduh, jalannya kok dipasangi portal. Saya harus lewat mana, ya?” tanya Setyowati, warga dari Kecamatan Gubug yang hendak ke Puskesmas Godong II, Kamis (29/3/2018).

Puskesmas yang dituju pengendara motor itu berada di Desa Sambung. Jaraknya sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalan yang ditutup pilar besi itu.

Sejumlah warga dari luar Desa Sambung juga masih banyak yang kecele saat lewat di situ. Soalnya, mereka tidak tahu kalau perlintasan sebidang yang dilewati jalur kereta api tersebut sudah ditutup.

Lantaran jalan tertutup, warga harus menempuh jalur lain menyusuri jalan kampung hingga sampai jalan raya. Namun, kondisi jalan kampung ini relatif sempit dibandingkan ruas jalan yang ditutu. Hal ini cukup menyulitkan bagi warga yang menggunakan kendaran roda empat atau lebih.

Terkait dengan kondisi tersebut, warga meminta agar penutupan jalan dibatalkan dan pilar besi yang sudah terpasang dicabut lagi. Selain aktivitas warga terganggu, ruas jalan yang ada perlintasan sebidangnya tersebut statusnya adalah milik kabupaten yang kondisi jalannya sudah dicor dan lebar.

Baca Juga:

“Saya heran kok yang ditutup malah ruas jalan kabupaten. Di beberapa desa lainnya, perlintasan sebidang yang ditutup adalah jalan kecil atau jalan milik desa. Saya harap, jalan ini bisa diaktifkan lagi karena ada ratusan orang yang lewat tiap hari dari berbagai kecamatan,” cetus Ansori, warga setempat.

Posisi jalan di Desa Sambung ini memang sangat strategis. Jika menyusuri jalan ini ke arah utara sepanjang 5 km dari titik penutupan, akan menembus jalan raya Purwodadi-Semarang. Sedangkan 200 meter arah selatan akan bertemu dengan jalan raya Penawangan-Gubug yang biasanya dijadikan jalan alternatif jika jalur Purwodadi-Semarang terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto saat dimintai komentarnya menyatakan, kewenangan penutupan jalan ada pada Kementerian Perhubungan. Pihaknya, tidak mendapat pemberitahuan saat dilakukan penutupan.

Penutupan perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong memang sudah jadi usulan pihak desa setempat. Jumlah perlintasan di Desa Sambung ada dua titik. Yakni, pada KM 39 dan KM 42.

“Dari data yang kita miliki, untuk perlintasan yang diusulkan ditutup oleh pihak desa adalah di titik KM 39. Sedangkan yang tetap dibuka di titik KM 42,” jelasnya.

Terkait usulan warga agar perlintasan sebidang itu dibuka lagi, Agung menegaskan, pihaknya akan menampung aspirasi tersebut. Ia menegaskan, pada tanggal 6 April mendatang kebetulan ada undangan rapat di Daop 4 Semarang.

“Nanti saya akan coba komunikasikan terkait penutupan perlintasan sebidang dalam kesempatan itu. Untuk ruas jalan yang ditutup memang statusnya milik kabupaten,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pelantikan Sekdes Mayahan Grobogan Dijaga Puluhan Aparat Keamanan, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses pelantikan pejabat Sekretaris Desa (Sekdes) Mayahan, Kecamatan Tawangharjo akhirnya berjalan lancar, Kamis (29/3/2018). Pelantikan Sekdes yang dijabat Khosiyatun itu dilakukan Kades Mayahan Saerozi.

Hadir dalam pelantikan itu, Camat Tawangharjo Mundakar, Kabag Pemdes Daru Wisakti, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo, Kapolsek AKP Sudarsono dan Danramil Kapten Slamet. Selain itu, proses pelantikan di balaidesa juga dihadiri sekitar 50 perwakilan warga setempat.

Dalam acara pelantikan di balaidesa tersebut mendapat dukungan pengamanan dari puluhan aparat kepolisian. Kehadiran aparat ini berkaitan dengan kabar bakal adanya penolakan dari sebagian warga terkait terpilihnya Khosiyatun sebagai sekdes.

“Proses pelantikan dari awal sampai selesai berlangsung aman dan lancar. Memang kita minta dukungan dari aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga,” kata Camat Tawangharjo Mundakar.

Sebelumnya, memang sempat ada warga yang mempertanyakan masalah pengangkatan Khosiyatun menjadi sekdes. Sebelumnya Khosiyatun adalah perangkat desa (kaur). Namun, setelah dijelaskan, warga akhirnya bisa menerima dan selanjutnya akan memberikan dukungan pada kepala desa.

“Untuk proses pengangkatan perangkat jadi Sekdes di Desa Mayahan sudah sesuai mekanisme. Semua tahapannya sudah dilalui sesuai ketentuan,” kata Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti.

Daru menyatakan, tujuan bisa diangkatnya perangkat desa menjadi sekdes dalam rangka pengembangan karier. Pengangkatan perangkat desa menjadi sekdes menjadi kewenangan kepala desa (Kades) setempat.

Meski demikian, ada beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar perangkat desa bisa diangkat jadi sekdes. Antara lain, pendidikan minimal SLTA, pengalaman dalam beberapa bidang dan masa kerja serta memiliki keahlian komputer.

“Itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk persyaratan lengkap sudah diatur. Yakni, dalam Perda Kabupaten Grobogan No 7 Tahun 2016 tentang perangkat desa yang ditindaklanjuti dengan keluarnya Perbup No 18 tahun 2017 tentang peraturan pelaksanaan Perda tersebut,” jelasnya.

Daru menyatakan, saat ini ada 118 desa yang posisi sekdesnya kosong karena pensiun atau meninggal dunia. Sebagian kepala desa sudah melakukan pengisian sekdes dari perangkat desa yang ada.

Ada ketentuan bagi kades untuk bisa mengangkat perangkat desa jadi sekdes. Yakni, kades tidak bisa mengangkat perangkat jadi sekdes jika sisa masa jabatannya kurang dari enam bulan atau kurang enam bulan setelah dilantik.

Editor: Supriyadi

Perlintasan Sebidang di Desa Sambung Grobogan Ditutup, Akses Warga Terganggu

MuriaNewsCom, GroboganTindakan penutupan perlintasan sebidang di wilayah Grobogan yang dilewati jalur kereta api mulai dilakukan instansi terkait. Salah satunya adalah perlintasan sebidang pada ruas jalan di Desa Sambung, Kecamatan Godong.

Penutupan dilakukan dengan menempatkan beberapa pilar besi membentang lebar jalan pada kedua sisi. Akibatnya, akses warga sedikit terganggu.

Itu terjadi lantaran, jalan tersebut selama ini dilalui banyak kendaraan karena menjadi akses penghubung antar desa maupun kecamatan. Yakni, dari wilayah Kecamatan Godong ke Karangrayung, Penawangan dan Gubug.

Dari keterangan warga, penutupan jalan mulai Senin (26/3/2018) kemarin. Ruas jalan yang sebagian besar sudah konstruksi beton ini statusnya milik kabupaten.

Jika menyusuri jalan ini ke arah utara sepanjang 5 km akan menembus jalan raya Purwodadi-Semarang. Sedangkan 200 meter arah selatan akan bertemu dengan jalan raya Penawangan-Gubug yang biasanya dijadikan jalan alternatif jika jalur Purwodadi-Semarang terjadi kemacetan atau lonjakan kendaraan.

Sebagian pengguna jalan sempat kerepotan karena tidak tahu jika perlintasan sebidang itu ditutup. Akhirnya, mereka harus putar balik dan mencari jalan lain melewati  perkampungan untuk menembus jalur Purwodadi-Semarang atau Penawangan-Gubug. Akses jalan inilah yang sekarang digunakan warga pasca penutupan perlintasan sebidang tersebut.

Kroger $5000 Gift Cards to win free at www.krogerfeedback.com

“Hari Senin kemarin saya sempat lewat jalur situ karena mau ke Gubug. Sampai diperlintasan ternyata ditutup dan akhirnya putar balik lewat jalur lain yang menembus jalan Penawangan-Gubug. Soal ditutupnya perlintasan itu, saya belum tahu persis sebabnya. Bisa jadi itu upaya untuk mencegah kecelakaan,” kata anggota DPRD Grobogan HM Misbah, Rabu (28/3/2018).

Dampak penutupan mulai dirasakan warga dan pengguna jalan. Soalnya, jalur tersebut sudah dilewati selama puluhan tahun oleh banyak orang. Termasuk para pelajar dan petani.

Camat Godong Bambang Haryono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya penutupan perlintasan sebidang tersebut. Menurutnya, jumlah perlintasan sebidang di Desa Sambung ada dua titik. Namun, yang ditutup hanya satu titik saja.

Editor: Supriyadi

Penyaluran Bansos Rastra di Grobogan untuk Bulan April Diajukan

MuriaNewsCom, Grobogan – Penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) di Grobogan untuk alokasi bulan April diajukan. Hal itu disampaikan Kepala Dinsos Grobogan Andung Sutiyoso saat melakukan pemeriksaan kualitas beras untuk program rastra di Gudang Bulog 104 Purwodadi, Selasa (27/3/2018).

Menurut Andung, pada penyaluran bansos rastra untuk alokasi bulan Januari-Maret dilakukan sesuai bulannya. Namun, khusus penyaluran bulan April dilakukan pada akhir Maret hingga awal April.

“Penyaluran alokasi bansos rastra bulan April rencananya kita lakukan mulai Rabu besok sampai 6 April. Hal ini kita lakukan berkaitan dengan adanya instruksi dari Bulog pusat agar penyaluran bansos rastra bulan April diajukan waktunya,” imbuh Andung didampingi Kabid Sosial Kurniawan.

Disinggung soal kualitas beras yang akan disalurkan pada penerima, Andung menyatakan, cukup bagus. Menurutnya, jika ada penerima yang berasnya ternyata tidak bagus maka pihak bulog akan menggantinya.

“Kami sudah berkomitmen dengan bulog untuk langsung mengganti beras apabila kualitasnya tidak sesuai ketentuan. Kami beri toleransi waktu 2 x 24 jam untuk mengganti berasnya. Jika beras yang diterima kurang bagus maka cepat laporkan,” tegasnya.

Menurut Andung, jumlah penerima Bansos rastra se-kabupaten ada 124.178 keluarga penerima manfaat (KPM). Porgram bansos rastramerupakan peralihan dari bantuan Raskin.

Selain perubahan nama, jumlah beras yang diterima KPM juga berubah. Yakni, dari semula 15 Kg beras dengan harga penebusan Rp 1.600 per kilo, menjadi 10 kg per KPM secara gratis.

Dalam waktu dekat, penyaluran beras rastra akan diganti dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Dijelaskan, BPNT adalah bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya.

Mekanisme penggunaan BPNT melalui akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di e-Warong atau pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank yang ditunjuk. Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

“Untuk program BPNT ini sudah kita sosialisasikan pada camat dan kepala desa beberapa hari lalu. Mengenai pelaksanaan BPNT masih menunggu surat resminya dari Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

2 Begal Truk yang Beraksi di Klambu Grobogan Berhasil Diringkus Polisi

MuriaNewsCom, GroboganKasus perampasan atau pembegalan kendaraan truk yang terjadi bulan Januari 2018 akhirnya berhasil dituntaskan. Hal ini seiring dengan tertangkapnya dua pelaku perampasan truk yang dilakukan di Desa Taruman, Kecamatan Klambu tersebut.

Dua begal yang tertangkap merupakan warga di Kecamatan Grobogan. Masing-masing, Suprayitno (36), warga Dusun Welahan, Desa Lebak dan Muryanto (44), warga Dusun Celep, Desa Teguhan. Keduanya ditangkap pada hari yang sama tetapi dalam tempat berlainan, Kamis(15/3/2018) lalu.

“Setelah melakukan penyelidikan sekitar dua bulan, kedua pelaku akhirnya berhasil kita amankan. Kedua pelaku akan kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun,” kata Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq saat jumpa pers, Selasa (27/3/2018).

Korban kejahatan itu menimpa sopir truk berama Sakijan (59), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Pada malam kejadian sekitar pukul 21.00 WIB, tersangka Suprayitno yang mengaku sebagai juragan hasil bumi menghubungi korban. Tujuannya meminta tolong korban agar mengambil muatan jagung di Dusun Pakem, Desa Batang, Kecamatan Sukolilo, Pati untuk diantarkan ke Purwodadi.

Usai menerima order, Sakijan kemudian berangkat untuk mengambil muatan menggunakan truk dengan nomor polisi K 1925 JT milik juragannya. Sesampai di Desa Taruman, kendaraan truk itu dihentikan tersangka Muryanto yang mengaku sebagai ayah Suprayitno. Muryanto yang saat itu berada di atas motor meminta Sakijan turun untuk membahas soal orderan barusan diterima.

Setelah turun dari kendaraan, korban langsung dipukul pakai balok kayu oleh Muryanto hingga jatuh tersungkur. Tidak lama kemudian, muncul Suprayitno yang sebelumnya bersembunyi dibalik pepohonan dan ikut memukuli Sakijan hingga terkapar.

Melihat korbannya sudah tergeletak, Muryanto kemudian mengambil alih truk tersebut dan melarikannya ke arah Purwodadi. Sedangkan Supriyatno juga ikut kabur dengan sepeda motor.

Setelah kedua pelaku kabur, Sakijan dengan tubuh lemas dan bersimbah darah meminta perlongan warga sekitar. Kemudian, warga melarikan Sukijan ke Puskesmas Klambu dan melaporkan kejadian itu pada pihak polsek setempat.

Tiga hari selah kejaidn, polisi berhasil menemukan truk yang dirampas kedua pelaku. Kendaraan truk itu disembunyikan di sebuah pekarangan kosong di Dusun Tumpuk, Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari.

“Jadi setelah melakukan aksi kejahatan, truk tersebut disembunyikan dulu oleh pelaku. Namun, barang bukti kejahatan itu akhirnya bisa ditemukan,” lanjut kapolres.

Dari penemuan barang bukti inilah, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku perampasan truk. Petunjuk awal berasal dari bekas sidik jari milik Suprayitno yang ada di kaca truk.

Setelah tertangkap, Suprayitno menyebut satu nama lagi, yakni Muryanto yang membantunya merampas truk tersebut. Tidak lama kemudian, satu pelaku ini akhirnya berhasil diamankan polisi.

Saat jumpa pers, kedua tersangka mengaku hasil penjualan truk akan digunakan untuk membayar hutang dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka terpaksa melakukan tindak kejahatan itu karena tidak punya pekerjaan tetap.

Editor: Supriyadi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terseret Arus Sungai Lusi di Getasrejo Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Sosok mayat pria ditemukan warga di Dusun Sanggrahan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Senin (26/3/2018). Mayat dalam posisi tengkurap itu ditemukan dalam keadaan terapung dan terseret arus sungai Lusi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat tersebut kali pertama diketahui warga yang sedang memancing ikan disebelah barat jembatan Lusi di utara kota Purwodadi sekitar pukul 14.30 WIB. Melihat sosok mayat, pemancing ikan kemudian mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar.

Warga sempat bermaksud melakukan evakuasi namun tidak berhasil. Soalnya, mayat tersebut sudah terseret arus dan posisinya ada ditengah aliran sungai.

Selanjutnya, warga mengabarkan informasi itu pada pihak kepolisian dan BPBD Grobogan. Akhirnya, mayat tersebut berhasil dievakuasi di Dusun Sanggrahan ketika posisinya ada ditepian sungai.

Saat ditemukan, mayat pria itu mengenakan kaos krah warna biru bergaris putih dan celana pendek warna coklat. Saat diperiksa, tidak ada identitas yang ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyatakan, saat ini, mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Identitasnya belum terungkap. Ini masih kita lakukan pemeriksaan dan nanti akan kita kabari,” katanya.

Editor: Supriyadi

Hadiri Dzikir Bersama, Sri Sumarni Ajak Semua Komponen Gotong Royong Bangun Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama memajukan Grobogan. Ajakan itu disampaikan Sri saat menghadiri acara dzikir bersama di alun-alun Purwodadi, Minggu (25/3/2018).

“Sampai saat ini, masih cukup banyak persoalan yang harus kita selesaikan. Untuk itu, dukungan banyak pihak sangat saya butuhkan. Mari kita bergotong royong membangun Grobogan agar lebih hebat lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri juga sempat menyatakan apresiasi atas pencapaian kinerja dalam dua tahun masa kepemimpinannya. Yakni, sudah banyak prestasi yang sudah dicapai diberbagai bidang, baik level provinsi maupun nasional.

“Apa yang sudah dicapai ini harus kita tingkatkan lagi. Ini, akan jadi tugas yang tidak mudah tentunya. Untuk itu, dukungan semua pihak sangat kita perlukan,” imbuh mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Acara dzikir bersama yang dilangsungkan dalam rangka peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan itu dihadiri ribuan orang. Selain bupati, hadir pula beberapa pimpinan FKPD dan pejabat Pemkab Grobogan.

Hadir pula, Pimpinan Jamaah Al Khidmah KH Munir Abdullah dari Desa Ngroto, Kecamatan Gubug dan sejumlah ulama lainnnya. Acara dzikir juga dihadiri KH Maimun Zubair dari Rembang.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom menyatakan, acara dzikir bersama itu merupakan penutup rangkaian peringatan HUT ke-292 Kabupaten Grobogan tahun 2018. Sebelumnya, sudah banyak kegiatan yang dilangsungkan. Mulai bakti sosial, hiburan musik dan kesenian tradisional serta upacara resmi.

Editor : Supriyadi

Kerusakan Makin Parah, 6 Jembatan Antar Desa di Grobogan Butuh Penanganan Serius

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan tampaknya perlu menaruh perhatian serius pada penanganan kerusakan jembatan antar desa. Tindakan tersebut perlu dilakukan mengingat hingga saat ini ada cukup banyak jembatan penghubung antar desa yang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani maka jembatan itu dikhawatirkan ambrol dan memutus akses transportasi warga sekitar.

Dari penelusuran dilapangan, sedikitnya ada 10 jembatan rusak yang tersebar di beberapa kecamatan. Dari 10 titik ini ada enam jembatan yang butuh penanganan segera karena tingkat kerusakannya cukup parah.

Yakni, jembatan di Desa Lebengjumuk, Kecamatan Grobogan. Kemudian jembatan di Desa Tunggak (Toroh), jembatan Desa Kalipang (Gabus), jembatan Desa Truwolu (Ngaringan), jembatan Banjardowo (Kradenan) dan jembatan di Desa Karangsono (Karangrayung).

Rusaknya jembatan itu disebabkan beberapa faktor. Yakni, usianya sudah lama, dan terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Jembatan itu sebelumnya dibangun oleh Pemkab Grobogan namun statusnya tetap milik desa. Sesuai aturan terbaru, penanganan aset desa harus dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Kondisi inilah yang menjadikan penanganan jembatan desa menjadi terhambat. Soalnya, keuangan desa tidak mencukupi perbaikan jembatan yang butuh dana besar. Sebagai upaya sementara, pihak desa hanya melakukan upaya darurat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono membenarkan jika saat ini sudah banyak laporan terkait kerusakan jembatan antar desa tersebut. Ia menyarankan, pihak desa agar mengajukan permohonan bantuan khusus ke provinsi atau pusat untuk perbaikan jembatan.

Hal itu bisa dilakukan seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan yang dapat bantuan pembangunan jembatan gantung.

“Jembatan itu merupakan aset desa sehingga perbaikan jadi tanggung jawab desa. Namun, pihak desa bisa mengajukan bantuan khusus dan kita akan bantu fasilitasi,” katanya.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Terima Penghargaan Women’s Obsession Awards 2018

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah penghargaan baru diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni. Yakni, meraih predikat Women’s Obsession Awards 2018 untuk kategori Best Achiever in Women Regional Leader.

“Penghargaan ini diberikan oleh Obsession Media Group (OMG) Jakarta. Penyerahan penghargaan disampaikan oleh Direktur OMG M. Lubis pada Rabu malam kemarin di Jakarta. Malam penyerahan penghargaan juga dihadiri Menteri Kominfo Rudiantara,” ungkap Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom, Sabtu (24/3/2018).

Menurut Ayong, dalam kesempatan itu, Menkominfo sempat menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Sri Sumarni. Selama dua tahun menjabat jadi bupati, Sri Sumarni dinilai sudah banyak melakukan terobosan bagi masyarakat. Mulai dari pembenahan infrastruktur, prestasi pertanian dan perternakan, kabupaten peduli HAM dan kabupaten layak anak.

“Menkominfo juga menilai juga Kabupaten Grobogan saat ini mengalami pertumbuhan secara berkelanjutan diberbagai bidang. Apresiasi juga diberikan karena Kabupaten Grobogan mampu mengelola tata administrasi dan keuangan secara baik sehingga berhasil mempertahankan penilaian wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diberikan BPK,” kata Ayong.

Ayong menambahkan, penetapan pemenang atau penerima penghargaan dilakukan berdasarkan penjurian yang terdiri Tim OMG bekerjasama dengan Indonesia Research and survey serta lembaga konsultan komunikasi dan politik citra marketing communication. Penghargaan juga diberikan kepada 5 menteri, 4 gubernur dan 4 bupati wanita, anggota DPR RI, pengusaha, politisi, kalangan proffesional serta beberapa tokoh nasional. Diantaranya adalah Ketua Umum MUI Pusat KH Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, sebelumnya sempat terkejut ketika mendapat pemberitahuan jika jadi penerima penghargaan tersebut. Ia mengaku, penghargaan itu didapat bukan karena kinerjanya sendiri. Tetapi berkat dukungan dari semua pihak, baik dari OPD maupun instansi lainnya.

“Penghargaan ini tidak boleh membuat kita merasa puas. Justru harus jadi pelecut semangat untuk meraih banyak prestasi lainnya dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” katanya.

Editor: Supriyadi

Takmir Masjid di Grobogan Ini Deklarasikan Diri Tolak Kegiatan Politik di Masjid

MuriaNewsCom, GroboganDeklarasi penolakan terhadap kegiatan politik di masjid dilakukan Takmir Masjid Asad Alif di jalan A Yani, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Jumat (23/3/2018).

Deklarasi dilakukan dengan membentangkan spandukbertuliskan “Menolak Masjid Untuk Kegiatan Politik”. Sebelum deklarasi, terlebih dulu diadakan ceramah dan doa bersama yang dipimpin salah satu Takmir Masjid Asad Alif KH Yono.

KH Yono menyatakan, masjid merupakan rumah Allah SWT yang harus dijaga dari hal-hal yang merendahkan. Oleh sebab itu, masjid hendaknya tetap terjaga sesuai dengan fungsinya sebagai tempat terhormat untuk mengagungkan Allah SWT.

Ia menjelaskan, sebagai tempat ibadah rutin, masjid memang bisa jadi tempat yang sangat strategis untuk mengumpulkan massa. Namun, jika menggunakan masjid sebagai arena politik dinilai sudah diluar konteks penggunaannya sebagai tempat beribadah.

“Seperti diketahui, tahun 2018 sampai 2019 merupakan tahun politik. Untuk itu, para takmir, pengurus masjid dan jamaah harus bisa mencegah agar tidak terjadi politisasi di masjid. Mari menjaga masjid-masjid dari aliran yang sejatinya bukan untuk menambah kemaslahatan tapi memecah belah umat karena kegiatan berpolitik praktis,” tegasnya.

Masjid merupakan tempat ibadah umat muslim yang terbuka bagi semua latar belakang serta golongan. Untuk itu, masjid harus dijadikan sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi, bukan caci maki, menyampaikan ujaran kebencian serta ajakan permusuhan.

“Menghadapi pilkada ini, masjid justru harus berperan sebagai penyejuk di tengah panasnya atmosfer politik. Masjid tidak boleh digunakan sebagai ajang kampanye atau berpolitik,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Belasan Vocal Group Pramuka di Grobogan Berebut Juara di Ajang Lomba, Begini Suasananya

MuriaNewsCom, GroboganPramuka penegak di Grobogan ternyata punya kemampuan dalam bidang olah vocal. Hal ini terlihat dalam perhelatan Festival Vocal Group untuk pramuka penegak yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Rabu (21/3/2018).

Festival bertajuk Tembang Grobogan Bersemi itu diikuti 18 vocal group. Terdiri 14 peserta dari utusan kwarran, 3 dari sekolahan, dan 1 perguruan tinggi.

Dalam lomba tersebut, para peserta terlihat sangat bersemangat untuk menampilkan kebolehannya membawakan lagu yang diselingi dengan gerakan-gerakan atraktif. Ratusan penonton yang hadir tampak terhibur dengan jalannya lomba tersebut.

Bahkan, Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Ketua Kwarcab Agus Siswanto juga terlihat cukup senang saat melihat beberapa peserta naik panggung. Sebelumnya, Sri sempat didaulat untuk membuka festival vocal group yang baru pertama kali digelar ini.

Sri menyatakan, penyelenggaraan kegiatan itu merupakan upaya yang positif dalam menumbuhkan partisipasi generasi muda khususnya anggota Pramuka terhadap Kabupaten Grobogan.

“Kegiatan ini perlu diapresiasi dan nantinya akan jadi agenda rutin tahunan. Perlu diketahui, tembang Grobogan Bersemi adalah sebuah karya seni yang didalamnya berisi semangat untuk membangun Grobogan yang kita cintai ini. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun Kabupaten Grobogan,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Peringati 2 Tahun Memimpin Grobogan, Sri Sumarni Gelar Tasyakuran, Ini Catatanya

MuriaNewsCom, GroboganAcara tasyakuran sederhana digelar di rumah dinas Bupati Grobogan Sri Sumarni, Rabu (21/3/2018). Tasyakuran ini dilangsungkan dalam rangka memperingati dua tahun masa kepemimpinan Sri Sumarni.

Seperti diketahui, Sri Sumarni resmi dilantik Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi Bupati Grobogan pada 21 Maret 2016 lalu. Pelaksanaan tasyakuran secara sederhana yang diawali dengan potong tumpeng dan makan bersama.

Acara tasyakuran juga dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan para pimpinan FKPD lainnya. Hadir pula, Sekda Moh Sumarsono dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BUMD serta karyawan dilingkungan setda.

Dalam kesempatan itu, Sri sempat menyampaikan terimakasih kepada seluruh unsur pemerintahan yang telah setia membantu menjalankan program kerja bersama dirinya selama dua tahun ini. Ia meminta agar jalinan kerjasama yang baik dan kompak tersebut terus dipertahankan.

“Terimakasih atas dukungan dari semuanya. Mulai jajaran FKPD, Pak Sekda, Kepala OPD dan seluruh karyawan yang sudah bersama-sama membangun Kabupaten Grobogan tercinta,” cetusnya.

Sri menegaskan, dalam dua tahun ini, sudah cukup banyak prestasi yang diraih dalam level Jateng maupun nasional. Namun, keberhasilan itu hendaknya tidak boleh membuat semuanya merasa puas. Sebaliknya, keberhasilan yang sudah didapat harus dijadikan cambuk untuk meraih prestasi lebih banyak lagi.

Selama dua tahun menjabat, lanjut Sri, sudah banyak dilakukan perbaikan infrastruktur jalan maupun fasilitas publik lainnya. Meski demikan, masih banyak pula PR yang butuh perhatian untuk dituntaskan.

“Masih banyak yang perlu kita kerjakan dan selesaikan bersama. Salah satunya adalah menekan angka kemiskinan,” cetus mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Editor: Supriyadi

Pamit Nonton Dangdut, Warga Kalangdosari Grobogan Ditemukan Tewas di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganMayat seorang pria ditemukan tersangkut rubuhan pohon bambu di pinggiran Sungai Lusi yang masuk wilayah Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Rabu (21/3/2018). Korban diketahui merupakan warga setempat yang bernama Doni Irawan (21).

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Mayat tersebut kali pertama diketahui oleh dua warga Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan Rubiyanto (29) dan Sudaryanto (28).

Saat itu, keduanya sedang mencari ikan dialiran sungai lusi yang kondisi airnya sedang surut. Saat sampai di Dusun Dumpil, Desa Kalangdosari, keduanya melihat ada sosok orang yang tersangkut rumpun bambu dipinggiran sungai.

Ketika didekati, sosok orang itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, kedua pencari ikan mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar dan diteruskan hingga pihak kepolisian. Kabar ditemukannya mayat tak ayal langsung membikin geger warga setempat.

Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi ketika dimintai komentarnya menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim inafis Polres Grobogan dan puskesmas, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal karena tenggelam.

“Tidak ada bekas kekerasan. Meninggalnya korban, murni akibat tenggelam,” jelasnya.

Menurutnya, dua hari sebelumnya, Senin (19/3/2018) malam, korban sempat pamit pada keluarganya kalau mau nonton dangdut di kampung seberang sungai. Hingga dua hari, korban tidak kunjung pulang sehingga pihak keluarga sempat mencari ke beberapa tempat. Namun, keberadaan korban tetap tidak ditemukan.

“Korban pergi dari rumah berjalan kaki lewat pinggiran sungai. Kemungkinan saat itu korban terpeleset dan akhirnya tenggelam,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Velg Jebol, Truk Tangki Tabrak Pohon Peneduh di Jalan A Yani Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganKecelakaan tunggal menimpa sebuah truk tangki yang sedang melaju di jalan A Yani Purwodadi, Selasa (20/3/2018). Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun kejadian ini sempat mengagetkan warga sekitar dan pengendara lainnya.

“Tadi sempat terdengar suara benturan keras. Saya kira ada kendaraan tabrakan. Ternyata truk tangki nabrak pohon,” kata Bambang, warga sekitar lokasi kejadian.

Truk dengan nomor polisi H 1558 JA itu dikemudikan Soleh (50), warga Mranggen, Demak. Sebelum mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.30 WIB, truk tangki bermuatan minyak goreng itu masih melaju normal dari arah Barat.

Sesampai dilokasi, velg depan sebelah kiri mendadak jebol. Kondisi ini menyebabkan sopir truk kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pohon.

Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan truk ringsek dan kaca depan pecah. Tidak lama setelah kecelakaan terjadi, sopir truk terlihat sudah keluar sendiri dari dalam kendaraannya.

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, saat kejadian, truk diperkirakan melaju dengan kecepatan 30-40 km/jam. Kecelakaan yang terjadi hanya menimpa satu kendaraan saja dan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

“Truk tadi rencananya mau ngantar muatan ke tempat pelanggannya di Purwodadi. Namun, sebelum sampai ke tempat tujuan kena musibah akibat jebolnya velg kendaraan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Sudah Diberi Pembekalan, TPK di Desa Jangan Sampai Terjerat Masalah Hukum

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pencegahan terjadinya penyimpangan pelaksanaan proyek pembangunan tahun 2018 dilakukan Pemkab Grobogan ternyata tidak hanya untuk pekerjaan yang ada di lingkup SKPD saja. Namun juga menyasar pada proyek pembangunan yang ada di level desa-desa.

Hal ini terlihat dengan digelarnya acara pembekalan pada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pengadaan barang dan jasa di tingkat desa selama tiga hari di gedung Riptaloka, Setda Grobogan. Pembekalan pada TPK di 19 dilakukan secara bergelombang dari 19-21 Maret. Pembekalan yang dibuka Sekda Grobogan Moh Sumarsono itu menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten pada bidangnya.

“Seperti kita ketahui, alokasi dana pembangunan di desa sekarang ini nilainya juga cukup besar dan sebagian dikerjakan secara swakelola. Untuk itu, sebelum melaksanakan pekerjaan, kami perlu memberikan pembinaan agar pelaksana kegiatan di desa tidak ada rasa ketakutan dan lebih memahami aturan,” kata Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, aparatur desa harus dibekali pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan untuk mengelola APBDes secara baik dan benar. Peran TPK dinilai sangat membantu tanggung jawab kepala desa selaku pengguna anggaran.

Terkait pengadaan barang dan jasa, TPK harus mengetahui aturan yang berlaku. Antara lain mengenai Peraturan Kepala LKPP Nomor 13 tahun 2013 dan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 14 Tahun 2014 tentang pedoman tata cara pengadaan barang dan jasa di desa.

Ia menambahkan, pembekalan tersebut, merupakan tindak lanjut dari komitmen dengan TP4D dari aparat penegak hukum dengan harapan agar semua pekerjaan bisa tepat waktu dan cepat terselesaikan. Dengan upaya ini diharapkan pelaksanaan proyek tahun 2018 tidak akan ada penyimpangan.

Editor: Supriyadi

4 Rumah Warga Kaliwenang Grobogan Rusak Diterjang Puting Beliung

MuriaNewsCom, GroboganBencana angin puting beliung melanda Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Senin (19/3/2018). Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada lima rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa pohon tumbang akibat terjangan angin.

Camat Tanggungharjo Joko Mulyono menyatakan, musibah angin lisus berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB. Angin lisus ini menerjang perkampungan bersamaan dengan turunnya hujan deras diwilayah tersebut sejak pukul 13.00 WIB.

Dijelaskan, rumah yang rusak masing-masing milik Joko Pramono (65), Harjoko (45), Mbah Karsini (80), dan Hartono (50). Keempat rumah ini rusak sebagian karena tertimpa pohon.

Selain rumah rusak tertimpa pohon, ada sekitar puluhan rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan. Dampak angin menyebabkan genting rumah warga tersebut kocar-kacir dan berjatuhan ke tanah.

“Laporan sementara ada empat rumah rusak sedang dan puluhan rumah rusak ringan pada bagian genting atau atap,” katanya.

Joko menyatakan, dampak pohon tumbang akibat terjangan angin juga sempat menghalangi jalan raya. Kemudian, pohon tumbang juga menimpa kabel listrik dan telpon. Pihaknya bersama instansi lainnya masih melakukan pendataan.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material belum bisa kita sampaikan karena masih didata dulu,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Ratusan Rumah di Kalangbancar Grobogan Rusak Diterjang Lisus

MuriaNewsCom, GroboganBencana angin puting beliung melanda Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer, Minggu (18/3/2018). Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada tujuh rumah warga mengalami kerusakan cukup parah atau kategori sedang akibat terjangan angin yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB. Angin lisus ini menerjang perkampungan bersamaan dengan turunnya hujan deras diwilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB.

Camat Geyer Aries Ponco Wibowo menyatakan, rumah rusak sedang masing-masing milik Pujiati (65), Sastro (70), Sarmin (60), Karsidi (45) yang ada di Dusun Kalang RT 3, RW 1. Kemudian, dua rumah lainnya milik Margo (48) dan Suparti (48) di Dusun Mincil RT 3, RW 2.

Selain rusak sedang, ada sekitar 220 rumah warga lainnya mengalami kerusakan ringan. Dampak angin menyebabkan genting rumah warga tersebut kocar-kacir dan berjatuhan ke tanah.

”Laporan sementara ada tujuh rumah rusak sedang dan sekitar 220 rumah rusak ringan pada bagian genting atau atap,” katanya.

Aries menyatakan, pihaknya bersama instansi lainnya masih melakukan pendataan. Namun, pendataan dilapangan masih terkendala dengan padamnya aliran listrik.

”Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material belum bisa kita sampaikan karena masih didata dulu,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Kreatif, Pelukis di Grobogan Ini Manfaatkan Styrofoam Bekas Jadi Bahan Warna

MuriaNewsCom, GroboganBahan warna yang digunakan untuk membuat sebuah lukisan lazimnya menggunakan cat air atau cat minyak. Namun, yang dipakai Didik Budiarto dalam membuat sebuah lukisan boleh dibilang cukup nyleneh.

Pelukis berusia 37 tahun itu membuah bahan warna sendiri untuk membuat lukisan suliet wajah. Menariknya, bahan warna itu dibuat dengan memanfaatkan styrofoam atau gabus bekas.

Proses pembuatan warna cukup sederhana. Jika styrofoam yang didapat masih polos maka terlebih dulu dicat dengan cat tembok sesuai warna yang diinginkan. Setelah dikeringkan beberapa saat, styrofoam yang sudah ada warnanya itu selanjutnya dicelup dalam wadah berisi bensin atau tinner.

Untuk styrofoam bekas yang kebetulan sudah ada warnanya maka tinggal dimasukkan saja dalam wadah. Saat dimasukkan dalam wadah ini, styrofoam akan hancur dan bensin akan berubah warnanya. Bahan inilah yang nantinya akan digunakan untuk cat pada lukisan.

Didik biasa membuat lukisan siluet wajah pada kanvas berukuran 30×40 centimeter. Tahap awal, ia membuat sketsa lebih dulu pada kanvas. Setelah itu, kain kanvas ditutup dengan lapisan warna yang diinginkan. Untuk gambar siluet wajah digunakan warna hitam.

“Dalam membuat lukisan ini saya lebih dominan pakai wana hitam. Jadi, styrofoam bekas lebih banyak saya olah jadi warna hitam,” jelas bapak dua anak itu.

Didik Budiarto sedang membuat lukisan siluet wajah menggunakan bahan warna yang dibikin dari styrofoam bekas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat ditemui wartawan, Didik sempat mempraktekkan proses pembuatan warna dari bahan styrofoam hingga selesai membuat satu lukisan. Waktu yang diperlukan dari awal hingga selesai hanya sekitar 40 menit saja.

Pembuatan lukisan dari bahan warna unik itu baru dilakukan awal tahun 2018 lalu. Ide pembuatan warna itu muncul setelah ia menemukan banyak sampah styrofoam yang tidak termanfaatkan. Disisi lain, sampah styrofoam itu sangat sulit terurai secara alami sehingga akan menyebabkan persoalan bagi lingkungan jika dibuang sembarangan.

“Sampah styrofoam ini tidak bisa hancur ratusan tahun meski dipendam dalam tanah. Jadi, barang ini saya piker harus bisa dimanfaatkan untuk mengurangi dampak lingkungan,” kata pria yang juga memiliki bank sampah itu.

Meski pembuatan lukisan menggunakan bahan warna dari Styrofoam bekas itu baru dilakukan dua bulan namun hasilnya dinilai diluar dugaan. Sejak dikenalkan pada teman atau lewat media sosial, order pembuatan lukisan langsung meningkat pesat. Bahkan, sejumlah pejabat Pemkab Grobogan juga ikut pesan lukisan.

Seorang pemesan sedang mengambil lukisan siluet wajah yang sudah dibikin Didik Budiarto. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

“Responnya sangat mengangetkan. Tiap hari banyak order datang. Dalam sehari kadang saya bisa bikin sampai 12 lukisan,” katanya.

Pembuatan lukisan tidak hanya dilakukan dirumahnya saja di Jalan Soponyono V, depan Taman Makam Pahlawan Purwodadi. Terkadang, Didik juga menyelesaikan order lukisan di tempat Bank Sampah Pucang Berdaya di Kelurahan Grobogan. Pembuatan lukisan dilokasi ini dilakukan dalam rangka mengajarkan ilmunya pada pengurus bank sampah tersebut.

Untuk pembuatan lukisan, Didik tidak mematok harga mahal. Sebuah lukisan siluet satu wajah dihargai Rp 50 ribu tanpa pigura. Untuk lukisan siluet dua wajah ongkosnya tambah Rp 10 ribu atau jadinya Rp 60 ribu.

“Biaya bikin lukisan murah meriah. Saya tidak mencari banyak keuntungan dalam membuat lukisan ini. Dapat sedikit yang penting lancar,” cetusnya.

Rencana ke depan, Didik masih punya satu obsesi lagi. Yakni, membuat kanvas untuk melukis dari bahan bekas. Saat ini, bahan kanvas yang digunakan masih harus beli.

Editor: Supriyadi

Kepergok Si Pemilik, Pencuri Apotek di Klampok Grobogan Nyaris Dihakimi Warga

MuriaNewsCom, GroboganPolisi dibantu puluhan warga Desa Klampok, Kecamatan Godong berhasil meringkus seorang pelaku percobaan pencurian yang terjadi di wilayah tersebut, Sabtu (17/3/2018). Pelaku yang diamankan sekitar pukul 01.30 WIB adalah Wahyu Subroto (45), warga Kelurahan Candi, Kota Semarang.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum ditangkap, pelaku yang mengendarai mobil Honda Mobilio warna merah dengan nomor polisi H 8862 VG terlihat berhenti di Apotek Mitra Sehat di jalan raya Purwodadi-Semarang. Setelah itu, pelaku bermaksud melakukan tindak pencurian di dalam apotek dengan cara memanjat tembok dan menjebol plafon.

Namun, aksinya sempat ketahuan Esti selaku pemilik apotek. Melihat ada pencuri, pemilik apotik kemudian berteriak minta pertolongan warga dan mencoba menghubungi Polsek Godong.

Mendengar teriakan ini, warga sekitar yang masih terjaga langsung berdatangan. Tidak lama kemudian sejumlah anggota Polsek Godong yang sedang patroli juga sudah tiba di lokasi kejadian. Melihat kondisi ini, pelaku kemudian melarikan diri.

Selanjutnya, polisi dibantu warga mencoba melakukan pengejaran. Sekitar 30 menit kemudian, pelaku akhirnya berhasil diamankan dan nyaris jadi sasaran amukan warga. Beruntung, polisi bisa bertindak cepat dan langsung membawa pelaku ke mapolsek Godong.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto ketika dimintai komentarnya menyatakan, saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan pelaku percobaan pencurian tersebut. Soalnya, tidak menutup kemungkinan, pelaku juga pernah melakukan aksi pencurian serupa dilokasi lain.

“Selain pelaku, kami juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu unit mobil yang dipakai pelaku. Kemudian ada satu tas yang isinya linggis, tang, obeng dan alat cungkil ban. Peyelidikan kasus ini masih kita kembangkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Sudah Cair,  Ini yang Harus Diperhatikan dalam Penggunaan Dana Desa 2018

MuriaNewsCom, GroboganDana desa tahun 2018 untuk tahap pertama sudah mulai disalurkan ke rekening desa. Pada pencairan tahap pertama ini besarnya 20 persen dari nilai dana desa yang diterima.

“Penyaluran dana desa tahap pertama sudah dilakukan sejak awal Februari lalu. Saat ini, hampir semua desa sudah menerima penyaluran untuk tahap pertama,” jelas Kepala Dispermasdes Grobogan Sanyoto, Sabtu (17/3/2018).

Pada tahun 2018 ini, Pemkab Grobogan mendapat kucuran dana desa  sebesar Rp 248 miliar lebih. Dibandingkan tahun 2017, besarnya dana desa yang didapat tahun ini naik sekitar Rp 19 miliar.

Dana yang bersumber dari APBN ini akan disalurkan pada 273 desa yang ada di Grobogan. Adapun nilai yang diterima berbeda-beda, tergantung kondisi desa.

Dari perhitungan yang dilakukan, besarnya dana desa paling sedikit nilainya sekitar Rp 685 juta. Sedangkan nominal dana desa tertinggi yang disalurkan sebesar Rp 1,5 miliar.

“Pencairan dana desa 2018 dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama 20 persen, kemudian tahap kedua dan ketiga nilainya sama, yakni 40 persen,” terangnya.

Menurut Sanyoto, kerkait penggunaan dana desa tahun ini, ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan agar pelaksanaan dana desa tahun 2018 dilakukan dengan skema padat karya tunai (Cash for Work).

Hal ini dimaksudkan agar dana desa mampu meningkatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kerja produktif dengan memanfaatkan sumber daya alam, tenaga kerja, dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan. Pelaksanaan kegiatan Padat Karya Tunai tersebut berdasarkan pada asas “Dari, Oleh dan untuk Masyarakat”.

“Untuk itu, pelaksanaan kegiatannya harus benar-benar swakelola yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan tidak menggunakan teknologi tinggi seperti ready mix karena mengurangi pemberdayaan. Hal ini hendaknya benar-benar diperhatikan oleh kepala desa dalam penggunaan dana desa tahun 2018,” tegas mantan Camat Gubug itu.

Selain melaksanakan Padat Karya Tunai, para kepala desa diminta tidak  mengalokasikan dana desa sepenuhnya untuk pembangunan fisik saja. Tetapi, juga menyalurkan untuk kegiatan lain. Khususnya yang berkaitan dengan masalah pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

“Seperti kita ketahui, mayoritas warga Grobogan ini berkecimpung dalam sektor pertanian. Jadi, penggunaan sebagian dana desa bisa dialokasikan untuk bidang pertanian. Salah satunya adalah pembuatan embung pertanian untuk menangkap air. Adanya embung akan bermanfaat bagi desa yang selama ini langganan kekeringan saat kemarau,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ruas Jalan Rusak Milik Provinsi Jateng di Wilayah Grobogan Mulai Diperbaiki

MuriaNewsCom, Grobogan – Perbaikan sejumlah ruas jalan rusak milik Provinsi Jateng yang ada di wilayah Grobogan mulai dilakukan sejak beberapa hari lalu. Antara lain, di ruas jalan menuju Kudus di wilayah Kecamatan Brati.

Kemudian perbaikan ruas jalan rusak juga mulai dikerjakan di jalan Purwodadi Semarang di wilayah Kecamatan Godong. Sebelumnya, perbaikan jalan sudah dimulai lebih dulu di jalan Gajah Mada Purwodadi yang statusnya juga milik provinsi.

Perbaikan ruas jalan dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk membongkar beton. Adanya proses perbaikan jalan rusak ini sempat menyebabkan arus lalu lintas sedikit tersendat karena kendaraan harus melaju bergantian. Kemacetan terlihat cukup panjang saat jam-jam sibuk.

“Ruas jalan itu rusak karena beton cor pecah dan harus dibongkar. Setelah itu akan kita cor beton ulang. Kami mohon maaf atas gangguan ini. Kami imbau pada para pengendara untuk lebih bersabar saat melewati titik perbaikan jalan tersebut,” kata Kepala BPT Dinas Bina Marga dan Cipta Karya wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono, Jumat (16/3/2018).

Ia mengatakan, perbaikan jalan di Godong dilakukan pada sembilan segmen dengan ukuran 6 x 3,5 meter untuk ruas jalan tersebut. Pemeliharaan rutin jalan masing-masing dianggarkan sebesar Rp 175 juta.

Perbaikan jalan juga dilakukan di ruas jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di wilayah Kecamatan Brati. Di ruas tersebut, perbaikan ruas jalan rusak dilakukan pada 10 segmen.

“Perbaikan ruas jalan rusak baru kita mulai. Perbaikan ini kami targetkan sudah rampung sebelum bulan Ramadan nanti,” katanya.

Editor: Supriyadi

Tim BPSMP Sangiran Temukan Fosil Unik di Banjarejo Grobogan, Ini Wujudnya

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan benda purbakala kembali ditemukan tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, saat melakukan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus.

Benda purbakala baru yang berasal dari berbagai potongan tubuh hewan purba tersebut ditemukan tim ahli dari beberapa lokasi survei maupun eskavasi.

Dari ratusan temuan baru tersebut, ada satu yang dinilai unik bahkan sangat jarang didapatkan. Yakni, fosil potongan gigi susu stegodon (stegodon muda) yang di atasnya melekat atau menempel beberapa fosil kerang purba.

Jumlah kerang yang menempel ada 6 buah. Posisi fosil kerang menempel erat seperti dilem.

“Saat ditemukan kondisi aslinya memang seperti ini. Jadi, potongan fosil gigi gajah purba itu memang melekat erat kayak dilem. Fosil kedua jenis hewan ini tidak bisa terpisahkan, karena sudah menyatu. Penemuan ini memang cukup unik dan temuan kayak gini baru satu-satunya,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Kamis (15/3/2018).

Fosil unik itu panjangnya sekitar 13 cm dengan lebar 9 cm dan tebal/diameternya 9 cm. Fosil ditemukan saat tim BPSMP melakukan survei lapangan di sebelah utara Dusun Peting, Minggu (11/3/2018) lalu.

Di sisi lain, adanya temuan fosil unik itu makin menguatkan dugaan jika di wilayah Banjarejo dulunya berupa lautan. lalu berubah jadi daerah rawa dan daratan. Hal ini diprediksi dari jenis fosil yang sudah berhasil ditemukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope, menjangan, ikan laut termasuk hiu yang hidup di perairan dangkal.

Ahli Geologi dari BPSMP Sangiran, Suwito Nugraha menyatakan, dari analisanya, kondisi alam di kawasan Banjarejo dimungkinkan beralih dari lautan kemudian darat dan laut lagi.

Dalam survei dan ekskavasi yang sudah dilaksanakan dua tahun terakhir di Banjarejo, diketahui fosil binatang yang ditemukan menunjukkan kondisi lingkungan yang berasal dari daratan dan tepi pantai serta laut.

Lebih lanjut dijelaskan, lapisan tanah yang ditemukan di dalam beberapa kotak ekskavasi yang dibuka pada tahap penelitian berupa gamping konglomeratan. Yakni tanah dengan campuan cangkang kerang, organisme laut, pecahan batu dan lumpur karbonat.

Pada temuan di kotak ekskavasi penelitian, juga terdapat lapisan tanah diduga dari laut dengan indikasi tanah berwarna biru dan tanah bau anyir. “Bisa jadi dulunya kawasan ini semula berupa lautan lalu jadi rawa dan daratan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

BPSMP Sangiran Ajak Pelajar di Grobogan Peduli Potensi Purbakala Banjarejo

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan pelajar di Grobogan diajak untuk ikut peduli dan melestarikan potensi purbakala yang sudah ditemukan di wilayah tersebut. Khususnya, penemuan ratusan benda purbakala yang ada di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Muhammad Hidayat saat sosialisasi dan penyebaran informasi pelestarian cagar budaya untuk penguatan pendidikan karakter yang dilangsungkan di Balaidesa Banjarejo, Kamis (15/3/2018).

Sosialisasi dibuka Kasi Pendidikan NonFormal Disdik Grobogan, Amin Susanto. Sosialisasi dihadiri lebih dari 100 pelajar dan sejumlah guru pada tingkat SMP dan SMA dari tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Gabus, Kradenan, dan Pulokulon.

Menurut Hidayat, upaya penyebarluasan informasi tentang nilai penting situs Banjarejo perlu dilakukan kepada generasi muda. Informasi ini perlu ditanamkan sejak dini, agar para pelajar dapat memiliki kepedulian terhadap cagar budaya dan situs purbakala yang berada di sekitar mereka.

Melalui sosialisasi dan penyebarluasan informasi ini, diharapkan masyarakat Banjarejo dapat memahami arti penting cagar budaya dan situs purbakala yang merupakan warisan dari generasi terdahulu.

Dengan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik, diharapkan para pelajar akan turut berperan serta dalam melestarikan cagar budaya dan situs purbakala di daerahnya masing-masing.

“Para pelajar dari Grobogan selama ini banyak yang sudah berkunjung ke Meseum Sangiran. Kami juga meminta mereka untuk mengunjungi penemuan di Banjarejo sebagai salah satu bentuk kepedulian,” jelasnya.

Lebih jauh Hidayat menyatakan, dari hasil penelitian yang sudah dilakukan selama ini, diketahui jika Desa Banjarejo memiliki potensi arkeologis yang besar. Potensi arkeologis yang terdapat di Banjarejo mulai dari temuan prasejarah, klasik hingga kolonial.

Dengan potensi arkeologis yang begitu besar itulah, Banjarejo sudah mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya dari BPSMP Sangiran yang telah melakukan kegiatan sosialisasi, kajian potensi, pendataan, konservasi fosil dan penataan koleksi untuk mendukung lahirnya Rumah Fosil Banjarejo.

“Potensi arkeologis yang begitu besar di Banjarejo menjadikan daerah ini sebagai situs yang penting bagi ilmu pengetahuan. Terutama untuk pemahaman tentang pengetahuan sejarah perjalanan kehidupan,” ungkapnya.

Setelah mendapat banyak paparan di balaidesa, peserta sosialisasi juga diajak berkunjung ke museum lapangan yang ada di Dusun Kuwojo. Pada lokasi museum ini sempat ditemukan fosil gajah purba.

Kunjungan ke museum lapangan dilakukan guna memperkuat karakter generasi muda yang menjadi peserta sosialisasi. Format sosialisasi kepada pelajar ini juga diintegrasikan dengan penguatan pendidikan karakter dengan berperan aktif dalam usaha pelestarian.

Upaya pelestarian bisa dilakukan dalam tingkat yang sederhana. Misalnya, membersihkan lingkungan sekitar museum, sebagai salah satu bentuk penguatan karakter dengan nilai utama nasionalisme dan gotong royong.

“Kami senang bisa menghadiri acara sosialisasi tadi. Terus terang, saya dapat banyak ilmu tentang purbakala dengan mengikuti kegiatan ini,” cetus Edi, salah satu peserta sosialisasi.

Editor : Ali Muntoha