Kenalkan Batu Gwi Sa Mun Sok, JM Therapy Jepara Gelar Terapi Gratis

MuriaNewsCom, Jepara – Ingin sembuh dari berbagai macam penyakit namun malas minum obat? Anda bisa mencoba terapi dengan menggunakan batu gwi sa mun sok secara gratis yang disediakan oleh JM Therapy yang ada di Jalan Raya Kalinyamatan, jalur Jepara Kudus, Gotri.

Dengan menggunakan terapi batu asal Korea ini, JM Therapy  bertujuan untuk membuat masyarakat sadar dengan kesehatanya dan lebih menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat.

Kepala Cabang Jepara, Fajarudin mengatakan batu gwi sa mun sok adalah batu murni yang berasal dari pegunungan Korea, sehingga dapat memencarkan sinar infra merah gelombang sejauh 8-11 u yang paling jauh diserap tubuh.

“Karena sinar ini berfungsi 80 kali lebih masuk ke dalam tubuh manusia dan memberikan aktifasi getaran sel suhu tubuh. Sehingga sel-sel yang rusak akan kembali sehat, racun-racun ditubuh kita keluar bersama keringat saat terapi,” jelasnya.

Menurutnya dengan melakukan terapi secara rutin hanya 30 menit sehari, racun-racun dalam tubuh bisa keluar semua dan memperbaiki sel-sel yang rusak, dia yakin berbagai macam penyakit dapat diaembuhkan.

“Setiap penyakit, setiap orang berbeda-beda daya tahan tubuhnya. Ada yang 3 kali datamg sudah enak, ada yang sampai satu bulan terapi baru terasa enak,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak akan memberikan batasan kepada setiap orang yang datang. Dan melayaninya secara gratis. “Selama kami masih buka di sini, kami akan terus memberikan terapy secara gratis, agar semua orang bisa sehat dan bahagia,” ungkapnya.

Udin (34), warga Jepara memgaku sejak awal buka, dia mencoba mengikuti terapi tersebut dan berharap bisa sembuh tanpa harus minum obat secara terus menerus.

“Kolesterol saya tinggi sampai 330 dan asam urat saya sampe 15, tapi saya capek minum obat terus makanya saya ikut terapi ini. Saya baru 2 kali terapi tapi sudah mulai enak dibadan,” ungkapnya.

Sarminah (43), warga Welahan juga mengaku setelah mengikuti terapi tiga kali tangan dan kakinya mulai lemas dan bisa digerakan kembali.

“Sekarang sudah lumayan enak, tapi masih harus kembali lagi agar bisa sembuh total,” ungkap wanita yang memiliki gejala struk ringan sejah satu tahun yang lalu itu.

Editor: Supriyadi