Benarkah Pakai GPS di HP Saat Berkendara Ditilang? Ini Penjelasan Polri

MuriaNewsCom, Semarang – Belakangan terakhir beredar kabar pengendara mobil dilarang merokok dan menggunakan aplikasi GPS pada HP saat berkendara. Kabar ini mencuat seiring digelarnya Operasi Keselamatan Lalu Lintas oleh Polri mulai 5 Maret 2018.

Kabar ini membuat resah warga, terutama para driver angkutan online yang memanfaatkan aplikasi GPS di ponsel untuk bekerja.

Ternyata kabar tersebut tak sepenuhnya benar, namun juga tidak sepenuhnya salah. Dilansir dari Tirto.id, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto menegaskan, Polri memang melarang pengendara menggunakan gandget seperti HP selama mengemudi.

Itu menurut dia, karena bisa menganggu konsentrasi. Namun menurut dia, larangan itu tidak berlaku apabila HP diletakkan di dashbor, seperti penggunaan Global Positioning System (GPS) saat berkendara.

Menurut Setyo hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Tidak boleh itu adalah ketika mengemudi dan menggunakan HP, sehingga mengganggu konsentrasi. Kalau HP dipasang di dashbor dan di-setting sebelum dia berangkat, tidak ada masalah,” katanya.

Begitu juga dengan merokok. Menurut dia, saat mengemudi dan merokok maka tangan yang digunakan untuk memegang kemudi hanya satu. Karena tangan yang satu memegang rokok, kondisi ini menurut dia, cukup berbahaya.

Terkait penggunaan GPS di dalam mobil, Setyo menyatakan hal itu diperbolehkan, asalkan tetap fokus dan GPS harus diatur terlebih dahulu sebelum berangkat. Kemudian, harus menggunakan mode suara.

Ia melanjutkan, penilangan juga tidak akan berlaku kepada pengendara yang menggunakan headset di salah satu telinganya, asalkan kedua tangan tetap fokus memegang kemudi.

Namun, Setyo tidak menjawab tegas apakah pengendara motor yang menggunakan headset—baik di satu maupun dua telinga—akan ditilang atau tidak. Ia hanya menjawab: “Dia enggak dengar kiri-kanannya. Ya itu ‘kan bahaya juga [meski tangannya di kemudi],” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Gara-gara Lupa Matikan HP Curian, Sapok Dibekuk Polsek Jekulo

MuriaNewsCom, Kudus – Terdesak kebutuhan ekonomi MS alias Sapok (29) nekat mencuri empat buah telepon pintar milik tetangganya. Namun apes, saat hendak menjual barang curiannya, buruh serabutan itu lupa mematikan handphone pintar, sehingga aktivitasnya terekam dalam GPS (Global Positioning System).

Kapolsek Jekulo AKP Subakri menuturkan, korban atas nama Ismawati merupakan tetangga dari pelaku, yang tinggal di Desa Klaling, RT 1 RW 3, Jekulo, Kudus. Adapun, kejadian itu terjadi pada akhir Desember 2017 lalu.

“Tertangkapnya pada Kamis (18/1/2018). Itu (tersangka) masih tetangganya sendiri yang mengetahui celah masuk ke rumah korban melalui lantai dua rumah yang belum jadi, dan menggasak empat telepon pintar,” ujar Kapolsek Jekulo, Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, kronologi berawal ketika Ismawati mengetahui rumahnya acak-acakan setelah ditinggal pergi. Diperkirakan Sapok masuk pada pukul 04.00 WIB pagi dan mengembat empat buah telepon merek Samsung, Axio dan Vivo.

Namun sial bagi Sapok. Setelah menggasak empat buah HP Android, ia lupa mematikan fitur GPS sehingga terlacak oleh pemilik. Pelaku terdeteksi berkeliaran di Taman Bumi Wangi. Selain itu, ia juga menjual handphone curiannya melalui akun jual beli Facebook.

“Berdasarkan iklan jual beli itu, pelaku yang menitipkan penjualan handphone curian melalui akun Facebook orang lain dipancing (oleh anggota). Kemudian ketemuan di sekitar UMK, anggota cek ternyata handphone yang diperjualbelikan sama (data IMEI) dengan kardus telepon genggam yang telah diserahkan pemilik ke Polsek Jekulo (setelah laporan). Lalu kita ciduk tersangka,” tuturnya.

Saat ini menurut Subakri, pelaku sudah diamankan di tahanan Mapolres Kudus. Selain tersangka, turut disita empat buah handphone dan uang sebesar Rp 1.100.000.

Pelaku terancam dijerat hukuman selama maksimal tujuh tahun penjara, karena disangkakan melanggar pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP tentang pencurian.

Editor : Ali Muntoha