Jalin Sinergitas, Kapolres Blora dan Puluhan Anggota Pit-pitan Bareng Wartawan

MuriaNewsCom, BloraKapolres Blora AKBP Saptono beserta puluhan anggotanya melangsungkan acara gowes bareng dengan para wartawan yang bertugas di wilayah tersebut.

Kegiatan yang digelar dalam rangka silaturahmi dan menjalin sinergitas tersebut juga dihadiri Wakapolres Blora Kompol Indrityanto, Kabag Ops Kompol Zuwono, Kabag Sumda Kompol Rubiyanto, dan Kabag Ren Kompol Eko Budi.

Hadir pula, Kasat Reskrim AKP Herry Dwi Utomo, Kasat Intelkam AKP Sutamto dan Kasat Shabara AKP Siswanto serta puluhan anggota Polres Blora.

Rute gowes atau pit-pitan ini dimulai dari mapolres menuju Desa Purworejo, Kecamatan Blora. Perjalanan gowe menempuh jarak tempuh sekitar 17 km. Meski terdapat rute yang menanjak dan berliku namun hal ini seolah menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi peserta gowes.

Selain menyosialisasikan pola hidup sehat, kegiatan gowes ini juga dirangkai aksi penanaman pohon dan penebaran benih ikan di embung Plered, Desa Purworejo. Kegiatan ini disisi lain juga sebagai upaya untuk memperkenalkan tempat wisata baru yang ada di Kabupaten Blora.

”Ya, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan menjaga kekompakan, juga sebagai upaya melestarikan lingkungan. Wujudnya dengan penebaran benih ikan dan penanaman pohon disekitar kawasan embung Plered,” ungkap Kapolres.

Ia mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut sebagai bentuk silaturahmi dan menjaga kekompakan antar Polri dengan awak media se-Kabupaten Blora. Baik dari media cetak, elektronik dan online.

”Komunikasi harus berjalan dengan baik. Kita ini merupakan mitra, jadi harus bersama-sama menjalin komunikasi agar setiap informasi itu bisa disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Kapolres menambahkan, silaturahmi bersama insan pers ini harus dijalin dengan baik. Hubungan adanya hubungan baik dari kedua belah akan membuat informasi itu mudah disampaikan dan untuk memerangi berita Hoax yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat.

”Polisi dan wartawan sama-sama memiliki peran dan tanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan. Informasi harus disampaikan kepada mayarakat sejara obyektif. Tentunya saya, memberikan apresiasi kepada wartawan yang sudah berkerja dengan baik. Sampaikan informasi sebaik mungkin sesuai dengan fakta dan data,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Gowes Sambil Monitoring Proyek Perbaikan Jalan, Sekda Grobogan Kebanjiran Ucapan Terima Kasih

Sekda Grobogan Moh Sumarsono (kaos merah) bersama sejumlah pejabat melangsungkan kegiatan monitoring beberapa titik proyek perbaikan jalan tahun 2017, sambil bersepeda. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Moh Sumarsono melangsungkan kegiatan monitoring beberapa titik proyek perbaikan jalan tahun 2017, Jumat (29/9/2017). Kegiatan monitoring dilakukan beda dari biasanya. Yakni, dilakukan sambil bersepeda menyusuri proyek perbaikan jalan.

Sejumlah pejabat ikut bergabung dalam kegiatan ini. Antara lain, Kepala DPUPR Subiyono, Kepala Bappeda Anang Armunanto, dan Kepala Disnakkan Riyanto. Puluhan pegawai DPUPR terlihat pula bergabung dalam monitoring sambil gowes tersebut.

“Jumat pagi memang jadwalnya untuk kegiatan olahraga. Kali ini kita pilih bersepeda sambil melangsungkan monitoring proyek perbaikan jalan,” kata Sumarsono.

Acara gowes sambil monitoring diawali dari halaman Stadion Krida Bhakti menuju ke selatan melewati Kelurahan Dayang, Kecamatan Purwodadi menuju arah Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh.

Dari perempatan lapangan sepakbola Dayang, ada satu titik proyek perbaikan jalan sepanjang 2 km. Proyek perbaikan jalan dilakukan dengan konstruksi beton dengan alokasi dana sekitar Rp 5 miliar.

Rombongan pejabat sempat berhenti di depan balaidesa Krangganharjo untuk melihat kondisi proyek perbaikan jalan yang progressnya sudah mendekati 100 persen tersebut. Saat berhenti inilah, banyak warga yang menyampaikan ucapan terima kasih pada para pejabat. Kebetulan saaat itu ada banyak warga karena di depan balaidesa  dipakai untuk pasar desa saat pagi hari.

“Maturnuwun nggih, pak (Terima kasih ya, pak). Radosanipun sampun sae sakniki (Jalannya sudah bagus sekarang),” kata beberapa warga dalam Bahasa Jawa.

Selain warga, ucapan terima kasih juga disampaikan Kades Krangganharjo Jasminto dan para perangkat yang pagi itu sudah berada di kantor desa. “Saya atas nama warga Krangganharjo mengucapkan terima kasih atas adanya proyek perbaikan jalan ini. Setelah jalannya bagus, akses menuju kota Purwodadi maupun ke ibukota kecamatan jadi makin cepat,” katanya.

Dari balaidesa Krangganharjo, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ke selatan ke arah Desa Sugihan. Di titik ini juga ada proyek perbaikan jalan ruas Depok-Sugihan dengan alokasi dan panjang jalan hampir sama dengan perbaikan ruas Danyang-Krangganharjo.

Setelah melintasi Desa Sugihan, monitoring berlanjut ke arah titik perbaikan jalan ruas Desa Genuksuran-Ngurangan di Kecamatan Purwodadi. Sepanjang rute yang dilalui, sejumlah warga sekitar juga menyampaikan ungkapan terima kasih pada rombongan pejabat itu. Acara gowes diakhiri di kantor DPUPR di jalan Gajah Mada Purwodadi.

Editor: Supriyadi

Gaya Stylish Bupati Saat Gowes jadi Perhatian Warga Pati

Gaya stylish Bupati Pati Haryanto (kanan) saat meluapkan hobi gowes di kawasan Tlogowungu, Pati, Rabu (13/9/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto punya kebiasaan bersepeda keliling ke sejumlah tempat di Kabupaten Pati. Hobi itu biasa dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Tak sendirian, Haryanto biasanya ditemani beberapa pejabat organisasi perangkat daerah (OPD). Pada Rabu (13/9/2017) tadi, ia ditemani Dandim Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Kali ini, aksi gowes dilakukan dengan menempuh jalur dari Pendapa Pati menyusuri Jalan Penjawi dilanjutkan ke arah Stadion Joyokusumo dan menjelajah di kawasan Regaloh dan Tlogowungu.

Tlogowungu dipilih menjadi salah satu tujuan gowes karena masih asri dan banyak pepohonan. “Gowes itu menyehatkan tanpa efek samping, bikin tubuh segar dan bugar,” ujar Haryanto.

Dia menjelaskan, kesadaran untuk berolahraga harus ditanamkan sejak dini. Dengan begitu, kesehatan setiap orang terjamin di tengah aktivitas kerja sehari-hari yang kerap menyesakkan kepala.

Gaya stylish Haryanto saat gowes tidak lepas dari sorotan warga. Dia mengenakan kaos berkerah warna putih, celana jeans dan sepatu putih.

Ia juga mengenakan kacamata hitam dan topi hitam, lengkap dengan jam tangan pada bagian lengan kiri. Beberapa warga yang dilalui gowes sempat memanggil Haryanto dengan sebutan Pak Bupati.

Haryanto lantas membalasnya dengan melambaikan tangan sembari tersenyum lebar. Sementara Letkol Inf Andri lebih memilih pakaian sport berwarna oranye lengkap dengan helm sepeda yang dikenakan sepanjang aksi gowes.

Editor: Supriyadi

Sukun Special Bicycle Community Kudus Nikmati Gowes di Bali

Anggota Sukun Special Bicycle Community (SSBC) Kudus foto bersama di salah satu rute di Bali. (ISTIMEWA)

Anggota Sukun Special Bicycle Community (SSBC) Kudus foto bersama di salah satu rute di Bali. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Hobi bersepeda memang tidak kenal jarak dan waktu. Seperti halnya yang dilakukan Sukun Special Bicycle Community (SSBC) Kudus. Mereka menggelar gowes, 10-12 Desember 2016. Kali ini, SSBC mengambil jalur Bali dengan rute yang mencapai puluhan kilometer.

Anggota sangat menikmati aksi gowes itu. Dengan mengambil start dari Tabanan menuju Tanah Lot. Mereka disuguhkan dengan jalan naik turun. Setelah itu, gowes dilanjutkan ke Denpasar hingga ke Pantai Kuta.

”Finishnya memang di Pantai Kuta. Kami ambil tempat itu sebagai penawar lelah setelah menempuh jarak puluhan kilometer,” kata Wachid Sudjono, salah satu pengurus SSBC Kudus.

Ia menyebutkan, selain untuk mengakrabkan para anggota, even kali ini juga ditujukan untuk menjajal trek baru. Apalagi, sejauh ini, trek di luar pulau sejauh ini masih sangat jarang.

”Kalau yang sudah-sudah, gowes paling banyak di luar kota. Karena itu, kali ini kami pilih di Bali yang di luar pulau. Untuk peserta, total ada 53 orang,” ujarnya.

Sebelum ke Bali, SSBC Kudus juga melakukan gowes ke Yogyakarta. Kala itu rute yang dipilih pun terbilang cukup ekstrem. Mereka harus naik gunung dan melaju di atas jalan terjal yang penuh bebatuan.

Lintasan tersebut adalah Bungker Kaliadem Gunung Merapai yang memiliki ketinggian di atas rata-rata. Tempat tersebut juga sangat menantang. Para anggota SSBC harus diuji ketangkasannya untuk mencapai garis finish. 

Editor : Akrom Hazami