Pemakaian Nama GOR Bung Karno Kudus Dianggap Mengecilkan Sang Proklamator

Anggota DPRD Kudus Setia Budi Wibowo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anggota DPRD Kudus Setia Budi Wibowo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penggunaan nama Bung Karno di GOR Kudus, dianggap tidak pas. Sebab untuk sekelas Bung Karno, GOR Kudus terlalu kecil. Sehingga hanya dianggap mengecilkan saja. Seperti halnya dikatakan anggota DPRD Kudus Setia Budi Wibowo. Menurut dia, nama Bung Karno tidaklah sepantasnya sebagai nama GOR sekelas daerah. Lain halnya jika nama digunakan untuk hal yang sangat besar, itu bagus

“Ini kan juga hanya GOR, jadi nama itu tidaklah sesuai dan hanya membuat kecil nama Bung Karno,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, di Kudus juga banyak pahlawan serta nama yang bisa dipakai, sehingga akan pas jika nama yang diangkat adalah asal lokal. Sebab dengan demikian maka akan mengangkat pahlawan lokal. “Sebenarnya kalau nama Kudus saja sudah cukup, jadi nama GOR Kudus sudah bagus. Tanpa adanya Bung Karno,” ujarnya.

Dia mengaku belum melihat secara langsung tentang perubahan nama pada GOR. Hal itu karena pihak dewan juga belum ada ajakan rembukan untuk perubahan nama di GOR tersebut. Pergantian nama GOR Kudus, sudah menjandi perbincangan banyak kalangan. Seperti halnya masyarakat biasa yang banyak mempertanyakan mengapa mengambil nama GOR Bung Karno Kudus.

Seperti Andi, warga Mejobo. Dia sebenarnya senang dengan nama yang dipakai. Namun dia masih menyayangkan nama tersebut karena menggeser nama tokoh di Kudus. Padahal, menurut dia Kudus juga banyak tokoh yang bisa diangkat. “Sebenarnya Kudus ada Sunan Kudus, atau Sunan Muria. Itu juga bisa dipakai seharusnya. Atau kalau tidak ya nama lainnya yang juga berjasa buat Kudus,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo menjelaskan, nama Bung Karno diambil bukanlah tanpa dasar. Dia menginginkan bahwa semangat sang proklamator mampu menukar kepada jiwa atlet Kudus dan mampu bersaing di kelas internasional.

“Nama tersebut adalah nama yang bagus, apalagi nama itu merupakan presiden pertama. Jadi jasanya sangat banyak dan patut dicontoh. Untuk itulah diberikan nama GOR Bung Karno Kudus,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

GOR Kudus Dinamai GOR Bung Karno

gor-bung

Pekerja memasang tulisan GOR Bung Karno Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi )

MuriaNewsCom, Kudus – Nama Gedung Olahraga Kudus, dinamai dengan nama GOR Bung Karno Kudus. Pemberian nama sudah dilakukan dengan jelas karena tulisan nama sudah terpasang di depan bangunan GOR.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Olahraga pada Disdikpora Kudus Harjono. Menurutnya, nama GOR Kudus memanglah GOR Bung Karno Kudus. Dan pemasangan dikatakan pada pekan ini juga “Iya mamanya GOR Bung Karno Kudus. untuk tulisan namanya hari ini sudah terpasang, ” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya tidak tahu persis mengenai sejarah nama yang diambil. Malahan, pihaknya menunjuk kalau yang mengetahuinya asal muasal sejarah nama yang sekarang adalah Kepala Disdikpora Joko Susilo. “Yang tahu nama GOR itu ya pak Kadinas, beliau yang mengetahui secara pasti kenapa nama itu diambil dan digunakan,” ungkapnya.

Meski sudah terpasang nama GOR, namun sebagai Kabid, dia tidak tahu kapan akan diresmikan secara langsung. Sebab melihat bangunan yang sudah jadi, maka diharapkan secepatnya diresmikan. “Belum tahu kapan peresmian, kami masih menunggu jadwal dari bapak bupati. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Sementara, Ketua KONI Kudus M Ridwan mengatakan, KONI tidak tahu menahu mengenai nama GOR. Hal itu dianggap menjadi kewenangan Disdikpora selalu dinas yang menangani. “Kami sebagai KONI hanya menggunakan bangunannya. Soal pembangunan sampai dengan pemberian nama itu sudah menjadi kewenangan dari dinas,” jelasnya.

Hingga kini, Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo masih belum bisa dihubungi. Bahkan pesan singkat lewat SMS juga belum ada tanggapan tentang nama GOR di Kudus. Sebelumnya, nama GOR pernah ramai lantaran dikasih nama GOR Musthofa. Sebagian masyarakat menolak sehingga menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Akhirnya nama itu tak jadi digunakan, dan papan nama yang terpasang juga dicopot.

Editor : Akrom Hazami