Ini Hasil Polling Pendapat Warga soal Perubahan Nama GOR Wergu Wetan Kudus

Warga berada di depan GOR Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom)

Warga berada di depan GOR Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – MuriaNewsCom kembali mengadakan polling di rubrik Warga Bicara. Tema yang diangkat adalah Apakah Anda setuju jika nama GOR Wergu Wetan Kudus diganti?.

Tujuannya untuk mengumpulkan seberapa besar dukungan warga merespons kemungkinan adanya perubahan nama. Data terbaru sampai Senin (10/1/2016) pukul 12.00 WIB, hasilnya 60 persen responden memilih tidak setuju, dan 40 persen responden memilih setuju.

Sebelumnya, soal perubahan nama GOR Wergu Wetan sempat mengemuka, tahun lalu. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan masyarakat Kudus. Kondisi demikian amat wajar. Karena itu menunjukkan kepedulian warga setempat akan berbagai perubahan infrastruktur di kota tercintanya. (AKROM HAZAMI)

Belum Ada Nama GOR Kudus yang Baru

Dinding GOR Kudus yang masih kosong, menunggu nama barunya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Dinding GOR Kudus yang masih kosong, menunggu nama barunya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Perubahan nama GOR Wergu Wetan Kudus, hingga kini masih menjadi tugas instansi terkait. Namun, nampaknya pemberian nama baru nantinya masih belum dapat dilaksanakan.

Joko Susilo, Kepala Disdikpora Kudus mengatakan, hingga kini pihaknya masih belum membahas tentang perubahan nama GOR. Sebab pihaknya kini masih fokus dalam pembenahan GOR di 2016.

”Masih ada yang perlu dibenahi di 2016, jadi nanti kalau pembangunan sudah selesai baru direncanakan selanjutnya soal nama,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, di 2016 terdapat pembangunan finishing GOR. Seperti halnya pada lantainya serta pada tribun penonton dalam GOR. Dia memprediksikan pertengahan 2016 sudah selesai, sebab Detail Engineering Design (DED) atau sering disebut dengan bestek atau gambar kerja detail dan lelang sebentar lagi selesai.

Dia menyayangkan penolakan masyarakat tentang nama GOR Musthofa. Sebab menurut arti, nama itu adalah yang terpilih dan menang. Sehingga para atlet juga bakal menjadi pemenang dalam tiap pertandingan.

Sebab, lanjutnya, nama itu diambil juga dari kesepatakan para guru, UPT dan KONI. Sehingga semua sepakat dengan nama itu. Hanya saja, kebetulan bupati juga bernama Musthofa.

Namun, sebagai kepala Dinas, ternyata dia mendukung apa yang diinginkan Bupati Musthofa. Sehingga pencopotan nama GOR, sekaligus pembatalan menggunakan nama GOR Musthofa.

”Mungkin nanti juga akan disayembarakan, itu juga sesuai dengan keinginan beliau bapak Bupati. Hanya, untuk jelasnya masih menunggu nanti,” jelasnya.

Hal itu diungkapkan, lantaran masyarakat juga dianggap memiliki hak dalam menamai GOR. Selain itu, Bupati Kudus juga menginginkan adanya sayembara nama GOR. (FAISOL HADI/TITIS W)

 

GOR Kudus Kotor

Kondisi area GOR Kudus yang masih kotor dan belum tertangani maksimal. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi area GOR Kudus yang masih kotor dan belum tertangani maksimal. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Bencana angin kencang yang sempat memporandakan lapak pedagang kaki lima di kawasan GOR Kudus, Sabtu (21/11/2015), rupanya masih meninggalkan pekerjaan rumah bagi pemkab setempat.

Yakni pemkab setempat diharapkan dapat membantu memperbaiki fasilitas umum atau lapak PKL yang masih berserakan.

Salah satu pengunjung GOR Kudus asal Jetiskapuan, Jati Rofiin mengatakan, dia selalu mengunjungi GOR Kudus saat sore hari bersama keluarganya untuk mencari hiburan.

“Saya sering berkunjung ke tempat GOR ini pada sore hari bersama keluarga. Yakni mencari hiburan. Baik menemani anak anak bermain, ataupun naik mobil mobilan,” katanya.

Dia berharap, kondisi kawasan GOR Kudus yang masih berserakan diharapkan bisa membersihkan tempat tersebut.

“Setidaknya bila dibersihkan, maka akan menyegarkan pemandangan. Namun bila kondisi semacam ini belum rapi maka sampah-sampah bekas pohon tumbang juga bisa merusak pemandangan,”paparnya.

Harapannya, sebelum Tahun Baru 2016, persoalan itu bisa tertangani secepatnya. (Edy Sutriyono/Akrom Hazami)

Ini Beberapa Usulan Nama GOR Wergu Wetan Kudus Sebelum Milih Musthofa

Dua orang pekerja sedang mencopot tulisan GOR Musthofa Kudus, Senin (14/12/2015) siang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Dua orang pekerja sedang mencopot tulisan GOR Musthofa Kudus, Senin (14/12/2015) siang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sebelum GOR Wergu Kudus diubah menjadi nama Musthofa, sebelumya tim mempunyai beberapa nama yang dibahas. Nama-nama tersebut akhirnya tidak terpilih lantaran tim memilih nama Musthofa.

Ketua KONI Kudus Ridwan membenarkan info itu. Pihaknya ikut membahas perubahan nama GOR. Bersama dengan pihak UPT, guru dan lainya. Pembahasan yang dilakukan memang mencari nama yang terbaik untuk GOR Kudus.

“Ada beberapa nama yang masuk dalam pembahasan, ada Sunan Kudus, Sunan Muria, Sosro Kartono, Musthofa dan lain sebagainya. Namun kemudian dipilih Musthofa,” katanya saat ditemui wartawan.

Menurutnya, sebuah nama memang dapat memberikan gerakan. Dengan nama yang baik pula, maka sebuah tempat dapat berkembang dengan baik.

Seperti halnya GOR Kudus, lanjutnya. Dengan nama tersebut, maka diharapkan dapat melahirkan atlet yang bagus. Bahkan bisa menang bukan hanya di Kudus namun juga tingkat Jawa Tengah, hingga Nasional.

“Kami juga sudah membahas dengan tokoh lintas agama dan para kiai. Mereka juga mendukung mendoakan nama tersebut,” imbuhnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Warga Kudus Enggak Sudi GOR Wergu Wetan Bernama Bupatinya

Warga melintas di depan GOR Wergu Wetan Kudus, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga melintas di depan GOR Wergu Wetan Kudus, beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Penolakan terhadap nama GOR Wergu Wetan yang diubah menjadi GOR Musthofa, sudah tersebar di kalangan masyakat. Hanya, Masyarakat kaget kenapa pemerintah memilih nama itu.

Seperti halnya diutarakan Saifuddin, warga Kudus. Menurut dia, penggunaan nama GOR Musthofa terdengar aneh. Bahkan mengungkapkan kekesalannya nama tersebut dengan bangunan lain.

“Kenapa tidak sekalian dibuatkan Candi Musthofa saja, kok malah hanya GOR saja yang namanya diubah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Warga lain, Arif Rahman juga tidak sepakat dengan perubahan nama tersebut. Sebab nama GOR Wergu Wetan sudah familiar dan dikenal oleh masyrakat banyak.

“Sudah bagus namanya GOR Wergu Wetan Kudus, malah diganti dengan GOR Musthofa. Apa karena bupatinya itu Musthofa?,” ujarnya.

Aan Nurul, warga lain juga tidak sependapat dengan nama tersebut. Bagi dia masih ada nama lain yang lebih bagus ketimbang nama Musthafa yang dijadikan nama GOR.

“Iya bisa nama pahlawan Kudus, atau nama Sunan di Kudus kan ya bisa. Soalnya nama tersebut merupakan pahlawan bagi daerah,” katanya.

Namun dari sekian banyak yang menolak, terdapat warga yang sepakat dengan nama tersebut. Yongki, warga setempat lainnya. Dia setuju bukankah tanpa alasan, melainkan dia punya alasan tersendiri soal hal tersebut. “Tidak masalah, itu kan bupatinya memang Musthofa. Nanti kalau bupati ganti juga namanya diganti dengan bupati yang baru,” katanya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Masyarakat Kudus: Mending Nama Pahlawan, Dibanding “Musthofa”

GOR Wergu Wetan Kudus, bakal berubah nama menjadi GOR Musthofa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

GOR Wergu Wetan Kudus, bakal berubah nama menjadi GOR Musthofa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Terkait rencana Pemkab Kudus mengubah nama GOR Wergu Wetan menjadi GOR Musthofa Kudus, hal tersebut menimbulkan pertanyaan dan pandangan bervariasi dari kalangan masyarakat Kudus.

Salah satu warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Ahmad Rifai saat ditemui di kawasan Taman Krida mengatakan, meskipun papan nama “GOR Musthofa Kudus” masih tertutup dengan kain berwarna biru dan belum diresmikan. Akan tetapi kedepannya bisa membuat warga semakin bingung.

”Bingungnya itu, kenapa kok tidak dinamakan Pahlawan yang berasal dari Kudus saja? Selain itu, mengapa dinamakan Musthofa? Apakah Musthofa itu sudah izin kepada DPR, tokoh masyarakat, serta apakah sudah mensosialisasikannya ke masyarakat?,” kata Rifai.

Selain itu, lanjut Rifai, bila GOR dinamakan Musthofa, apakah yang bernama Musthofa itu mengeluarkan uang pribadinya untuk membangun GOR?. Toh, GOR tersebut juga dibangun dari uang rakyat yang dihasilkan dari pajak rakyat.

Selain itu, terkait setuju tidaknya dengan nama “GOR Musthofa Kudus” pihaknya lebih memilih, nama tersebut lebih bijaknya dinamakan dari pahlawan asal Kudus.

”Kalau menurut saya, alangkah bijaknya diberi nama Pahlawan atau tokoh dari Kudus. Sebab itu bisa mewakili warga kudus,” ujarnya.

Hal Senada juga diungkapkan Warga Piji, Kecamatan Dawe yang tidak bersedia disebutkan namanya. Dia berkata, jika nama “GOR Musthofa Kudus” itu merujuk Bupati Musthofa, sepertinya kurang bijak.

”Sebab jabatan Bupati itu kan tidak kekal, abadi. Tapi kenapa kok dinamakan semacam itu? Toh nama tersebut juga terbuat dari steennlesteel, yang nantinya sudah paten. Kecuali nama Bupati Kudus Musthofa itu hanya sekadar di papan prasasti hanya untuk tanda tangan peresmian itu wajar. Tapi inikan untuk nama stadion?. Saya yakin nama GOR Musthofa Kudus itu merujuk ke nama salah satu orang,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika Musthofa ingin dikenang warga Kudus, setidaknya dia bisa mewakafkan atau membangun masjid dari dana pribadi atau bangunan sosial yang dinamakan Nama Musthofa. Maka, warga akan semakin cinta kepadanya. Tapi, tidak pada GOR Kudus. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

GOR Wergu Jadi GOR Musthofa, Inilah Alasannya

GOR-Wergu

Gedung Olahraga (GOR) Wergu Wetan Kudus yang masih dalam pembangunan kini namanya berubah menjadi GOR Musthofa Kudus. (MuriaNewsCom/Sitie Merie)

 

KUDUS – Perubahan nama GOR Wergu Kudus menjadi GOR Musthofa, bukan tanpa sebab. Melainkan perubahan nama tersebut diambil berdasarkan pembahasan yang dilakukan Pemkab Kudus.

Hal itu diutarakan Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo. Menurutnya, beberapa waktu yang lalu pihaknya mengadakan pertemuan dengan berbagai kalangan untuk pembahasan nama GOR yang baru itu.

”Dari hasil pertemuan, diambilkan nama GOR dengan nama GOR Musthofa, nama itu merupakan kesepakatan yang diambil dari berbagai kalangan yang datang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, beberapa yang datang dalam pembahasan, diantaranya adalah KONI dan para UPT di tiap kecamatan. Hasilnya mereka mencetuskan nama yang baru untuk GOR Kudus dengan nama GOR Musthofa.

Nama itu, kata Joko sudah dipertimbangkan dengan matang. Dan di dalam Alquran, adalah terbaik. Sehingga harapan nanti prestasi dapat menunjukkan yang terbaik.

”Bangunan baru, fasilitas baru sehingga berdampak pada prestasi atlet Kudus yang bagus dan terbaik tentunya. Itulah tujuan perubahan nama tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, perubahan nama baru rencana. Sebab peresmian GOR belum dilaksanakan. Rencananya, peresmian baru akan dilakukan pada pertengahan 2016, setelah pembangunan GOR rampung. (FAISOL HADI/TITIS W)

Waduh! Kawasan GOR Wergu Kudus Kok Semrawut

Kondisi lapak PKL di kawasan GOR Wergu yang roboh dan kini belum ada penanganan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi lapak PKL di kawasan GOR Wergu yang roboh dan kini belum ada penanganan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Sudah hampir dua pekan, kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Wergu Wetan, Kudus, kondisinya masih cukup berantakan, pasca angin kencang beberapa waktu lalu merobohkan beberapa pohon dan bangunan yang berada di tempat tersebut.

Hingga sekarang, beberapa bangunan untuk tempat berjualan beberapa PKL masih terlihat berserakan. Hal ini, cukup disayangkan oleh warga, karena belum ada penangan yang serius dari pihak terkait.

Salah satu pengunjung GOR Kudus Zuhri Asnawi, Warga Desa Gondoarum, Kecamatan Jekulo mengatakan, jika kondisi GOR yang berada di kawasan jantung Kota Kudus semakin terlihat kumuh dan semrawut dengan kondisi seperti itu.

”Seharusnya pemerintah atau pihak terkait cepat melakukan penanganan. Jangan seperti ini, masih semrawut. Padalah kan kejadiannya ini sudah terhitung lama lah, tapi kok masih dibiarkan,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, memang beberapa kios pedagang yang ada di kawasan GOR belum teratasi kebersihannya. Sehingga pemandangan yang ada di sekitar GOR menjadi lebih semrawut.

Sementara itu, Djamari, pedagang jagung di kawasan GOR mengatakan, jika pedagang yang menjadi korban adanya angin kencang beberapa waktu lalu, hingga kini juga belum ada pendataan dari instansi terkait.

“Sampai saat ini belum ada kabar tentang pendataan korban. Apakah akan dibantu atau bagaimana, kami belum tahu kabarnya. Selain itu, bila kondisinya tetap seperti ini dan tidak segera dibersihkan, kita juga akan kesulitan menjajakan dagangan,” katanya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)