Hai Traveller, Kudus Itu Sangat Menarik Lho

Bangunan GKKK yang menawan di pintu masuk Kudus. (istimewa)

Bangunan GKKK yang menawan di pintu masuk Kudus. (istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus sudah lama dikenal sebagai salh satu destinasi wisata yang menarik. Jika selama ini yang terkenal adalah wisata reliji, saat ini sudah banyak lokasi wisata baru yang bisa didatangi para traveller.

Bagi traveller yang ingin menikmati liburan, di Kabupaten Kudus sudah ada beberapa lokasi wisata baru. Misalnya saja Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) yang memang megah dan sangat cantik.

Jika melihat desainnya, sudah bisa terlihat bahwa memang gerbang itu dibangun untuk semakin menancapkan imej Kudus sebagai kota kretek. Dengan daun tembakau sebagai simbolnya, gerbang itu menjadi salah satu spot yang menarik dikunjungi.

Apalagi kalau malam hari. Pemandangan di sana sangat bagus. Dan tentu saja sangat instagramable alias bagus untuk difoto dan diunggah ke media sosial (medsos) yang dimiliki masing-masing.

Selain bangunan, Kudus juga dikenal dengan kulinernya yang memang tiada duanya. Pasalnya, kuliner-kuliner Kudus sangatlah khas dan tidak ada duanya. Soto kerbau, sate kerbau, lentog, jenang, dan lain sebagainya, menambah panjang hal-hal menarik di Kudus.

Pembangunan yang sedemikian pesat di Kudus, memang dirancang sedemikian rupa. Salah satu faktor penunjangnya adalah penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus. Ini membuat penataan lokasi-lokasi wisata yang ada, menjadi menarik untuk dikunjungi.

Belum lagi lokasi-lokasi kuliner yang ada, yang kemudian dikemas dengan bagus. Misalnya saja kawasan kuliner khas Kudus seperti lentog. Penataan lokasi untuk mencicipi kuliner khas Desa Tanjung ini, dibuat dengan baik dan membuat nyaman pengunjung yang datang.

Pembangunan yang pesat ini, memang merupakan salah satu dari pelaksanaan ketentuan mengenai aturan cukai. Tepatnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Bagian Humas Setda Kudus memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan berbagai lokasi wisata dan kuliner di wilayah ini. Sehingga masyarakat luas bisa mengetahui setiap potensi wisata yang dimiliki Kudus, dan mereka akan datang berkunjung,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Putut mengatakan, traveller akan merasakan sensasi tersendiri saat berkunjung di Kabupaten Kudus. Inilah sebabnya, promosi dilakukan dengan berbagai cara, sehingga bisa membuat Kota Kudus menjadi lokasi yang layak dikunjungi. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Rest Area GKKK Bisa jadi Wisata Alternatif

rest area 2

Pembungan area istirahat (rest area) di samping Gerbang Kudus Kota Kretek, Sabtu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus menuturkan jika pembangunan area istirahat (rest area) di dekat Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) bisa menambah titik keramaian kota. Termasuk bisa memecah keramaian yang selama ini terpaku di Simpang Tujuh.

Hal itu disampaikan Plt Ketua Komisi C DPRD Kudus Edi Kurniawan. Menurutnya lokasi pembangunan juga pas. Yaitu dengan menghadap pada kemegahan GKKK yang juga ikon dari Kota Kretek.

“Mudah-mudahan segera diselesaikan, sehingga masyarakat dapat segera menikmatinya sebagai tempat rekreasi alternatif,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, Kudus juga membutuhkan ruang terbuka hijau (RTH) lebih banyak. Dengan demikian, pembangunan area istirahat itu juga dapat menambah RTH untuk mempercantik Kudus.

Dalam kunjungan yang dilakukan, Komisi C juga meninjau titik-titik lokasi pembangunan, mulai kafe serta sejumlah taman dan air mancur. Konsep yang dilakukan juga menarik sehingga pengunjung diprediksi nantinya akan betah.

“Secara keseluruhan bagus, kita lihat nanti jadinya bagaimana. Karena masyarakat juga sudah menunggu ini jadi,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pembangunan Rest Area GKKK Ditambah Rp 2 Miliar

Seorang anggota DPRD Komisi C saat melihat pengerjaan area istirahat di samping Gerbang Kudus Kota Kretek, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang anggota DPRD Komisi C saat melihat pengerjaan area istirahat di samping Gerbang Kudus Kota Kretek, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabid Kebersihan Pertamanan pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus Suparmin mengatakan, Pemkab Kudus akan menambah anggaran pembangunan tempat istirahat (rest area) di samping Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK).

Besaran anggaran itu sekitar Rp 2 miliar. Yang dialokasikan dari Anggaran Perubahan. Rencananya, anggaran itu untuk membangun taman dan tempat istirahat. Di antaranya untuk membuat air mancur dan mempercantik lokasi.

“Pembangunan kini sudah mencapai 60 Persen. Rencananya akhir tahun harus sudah diselesaikan semuanya,” katanya saat ditemui anggota DPRD Kudus Komisi C, Sabtu (3/9/2016).

Pembangunan area istirahat memakan biaya tak sedikit. Pada 2015, jumlah anggaran yang dikeluarkan Rp 1 miliar. Dana itu dihabiskan untuk menguruk lokasi agar fondasi bangunan jadi kuat. Mengingat lokasi area istirahat berada di cekungan.

Kemudian pada APBD Murni sekitar Rp 4,6 miliar sudah digelontorkan. Menurutnya, setelah area istirahat jadi, akan digunakan sebagai lokas menikmati GKKK. Nantinya juga akan dilengkapi kafe.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Musthofa: Saya Siap Merawat Gerbang

Jpeg

Bupati Kudus H Musthofa menandatangani prasasti dalam peresmian Gerbang Kudus Kota Kretek (GK3), dalam acara persemian yang berlangsung Rabu (27/4/2016). (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Gerbang Kudus Kota Kretek (GK3) sudah diresmikan, Rabu (27/4/2016) malam. Gerbang yang megah berdiri di batas daerah Kudus-Demak itu, resmi menjadi ikon baru Kabupaten Kudus.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus H Musthofa mengutarakan bahwa nantinya pemerintah daerah siap menjaga dan melestarikan budaya Kota Kretek ini.

”Saya berterima kasih kepada PT Djarum yang sudah ikut serta membangun Kudus. Sebab Kudus itu milik kita semua. Dan saya bersyukur atas terbangunnya Gerbang Kudus Kota Kretek ini,” ujarnya.

Bupati mengatakan, selain menjadi ikon baru, nantinya GK3 ini akan juga dijadikan rest area bagi pelancong yang datang atau melintas di kawasan Kabupaten Kudus ini.

”Untuk tahun ini, kita akan membangun rest area di sekitar gerbang ini. Sehingga saat ada pelancong dari luar kota datang ke Kudus, maka bisa beristirahat sejenak sambil menikmati indahnya Kota Kudus,” ungkapnya.

Di sisi lain, Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor R Hartono mengatakan, pihaknya membangun Gerbang Kudus Kota Kretek ini lantaran ingin melestarikan kretek yang ada di Kudus.

”Sebab tokoh kretek, yakni Pak Haji Djamari itu merupakan tokoh kretek di Kudus yang pertama. Jadi kita ingin melestarikan warisan kretek yang menjadi ikon Kudus,” imbuhnya.

Editor: Merie

Gara-gara Gerbang, Warga Kudus dan Demak Bikin Macet Jembatan Tanggulangin

gerbang kudus-ft-1 (e)

Satpol PP Kudus menjaga ribuan warga yang datang ke Jembatan Tanggulangin di perbatasan Kudus-Demak, untuk mengikuti peresmian Gerbang Kudus Kota Kretek, Rabu (27/4/2016) malam. (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ada yang berbeda di jalur pantura Kudus-Demak, Rabu (27/4/2016) malam ini. Arus lalu lintas tersendat dan cenderung macet di lokasi. Tepatnya di jembatan Tanggulangin.

Pasalnya, ribuan warga yang berasal dari Kudus dan Kabupaten Demak, memadati lokasi jembatan yang ada di sana. Mereka menantikan acara peresmian Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK).

Sejak sore hari, warga berdatangan ke lokasi. Mereka memadati jalur pantura timur itu, menungu diresmikannya GK3. Tidak ayal, pengendara harus berhati-hati saat melewati jalur itu.

Salah satu warga Karanganyar, Demak, Yulianti (50) mengutarakan, dirinya beserta keluarga, sengaja datang lantaran ingin melihat peresmian gerbang tersebut.

gerbang kudus-ft-2 (e)

Inilah Gerbang Kudus Kota Kretek yang diresmikan Rabu (27/4/2016) malam. Gerbang ini akan menjadi ikon baru di Kudus. (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

 

”Saya ingin melihat keramaian ini. Sebab gerbang Kudus ini kan, sangat megah. Apalagi bila lampunya nyala. Sangat besar sekali kelihatannya,” paparnya.

Dari pantuan MuriaNewsCom, ribuan warga tersebut menempati dua sisi jalan pantura. Yakni di sisi selatan yang rata-rata ditempati warga dari Demak, dan sisi utara ditempati warga Kudus.
Sedangkan salah satu warga Kecamatan Jati, Kudus, yang bernama Surani (45)mengutarakan, dirinya juga ingin menyaksikan diresmikannya gerbang masuk Kota Kudus itu.

”Saya senang karena Kudus sekarang punya ciri has baru lagi. Yakni Gerbang Kudus Kota Kretek. Jadi, bisa dibanggakan juga,” imbuhnya, Acara peresmian sendiri, belum dimulai. Masih menunggu beberapa pejabat yang memang direncanakan datang di acara itu. Namun warga yang sudah memadati gerbang, masih terus saja menunggu.

Editor: Merie

Gerbang Kudus Kota Keretek Bakal Diresmikan Besok

uplod jm 01 dini hari GKKK akan diresmikan (e)

Gerbang Kudus Kota Keretek (GKKK) akan diresmikan. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu simbol semangat kebangkitan Industri Hasil Tembakau (IHT) Gerbang Kudus Kota Keretek (GKKK), menurut rencana Rabu (27/4/2016) besok malam akan diresmikan.

Bangunan tersebut diyakini menjadi yang termegah tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Bangunan yang dibangun PT Djarum senilai Rp 16,1 miliar akan diserahkan ke Pemkab Kudus dan diprediksi menjadi salah satu ikon baru Kota Kretek pada masa mendatang.

Menurut Purwono Nugroho, Senior Manager Public Affairs PT Djarum, kepada MuriaNewsCom, mengatakan, GKKK melambangkan kota asal dari rokok kretek yaitu Kudus, sehingga akhirnya diberi nama GKKK. Pembangunan gerbang dimulai 2 Januari 2014, hanya saja karena saat itu banjir maka peletakan batu pertamanya baru dilaksanakan 22 April 2014.

”Dan proyek ini selesai pada 12 Juli 2015. Atau total yang diperlukan untuk pembangunan selama 1,5 tahun,” katanya.

Dia melanjutkan, gerbang didesain tim Global Rancang Selaras asal Yogyakarta yang dipimpin Adi Hatmoko. Lokasinya berada di kawasan Taman Tanggul Angin, terletak di jalur Pantura Timur yang merupakan jalan nasional.

“Dengan bangunan gerbang yang futuristik, Kudus diharapkan dapat mengokohkan diri sebagai Kota Kretek,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami