Daftar Paling Akhir, Sri Hartini Klaim Wakili Pemilih Perempuan Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Pasangan Calon Sri Hartini-Setia Budi Wibowo menjadi yang terakhir mendaftarkan kepesertaannya sebagai kontestan Pilbup Kudus, ke kantor KPU Rabu (10/1/2018). Ia datang didampingi warga pendukung dan partai pengusung, yakni PKS, Gerindra dan PBB, sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam pemeriksaan berkas awal, keduanya dinyatakan memenuhi syarat baik pencalonan dan syarat calon. Hanya beberapa poin di syarat calon yang harus dipenuhi.

”Untuk syarat pencalonan, sudah ada tanda terima dan dinyatakan lengkap dan diterima. Selanjutnya kita kasih pengantar untuk melakukan check up kesehatan di RSUP dr Karyadi. Untuk syarat calon masih ada beberapa hal yang dalam proses,” ujar Ketua KPU Kudus M. Khanafi.

Dalam keterangan persnya, Sri Hartini berkomitmen untuk menang. Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng itu mengaku mendapat mandat dari warga Kudus terutama kaum perempuan.

”Targetnya menang, pencalonan ini atas dasar kemauan saya sendiri dan hasil aspirasi kaum wanita. Tujuannya supaya dapat mewujudkan apa yang menjadi keinginan kaum perempuan di Kudus. Apalagi ada 70 persen pemilih perempuan di sini (Kudus),” tuturnya.

Sementara itu Setia Wibowo berkeyakinan jiwa kepemimpinan Sri Hartini dapat diunggulkan. ”Dia layak jadi pemimpin ke depan, terkait komunikasi tidak masalah berjalan dengan lancar,” paparnya, anggota DPRD Kudus itu.

Keduanya mengatakan, hingga saat ini relawan dan mesin partai pengusung sudah berjalan hingga pelosok pedesaan.

Editor: Supriyadi

Sudirman Said Akan Belajar dari Pilkada DKI Jakarta 

Sudirman Said (kiri) didampingi Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wakhid ketika memberikan keterangan pers, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sudirman Said Calon Gubernur Jateng asal Partai Gerindra mengaku akan belajar dari kesuksesan Pilkada DKI Jakarta. Namun demikian ia mengaku, masyarakat Jawa Tengah lebih kompleks.

“Tentu yang positif akan kita terapkan. Namun wilayah Jateng kan lebih luas dari Jakarta. Prinsipnya akan kita pegang, namun implementasinya akan jelas menyesuaikan dengan daerah,” kata ketua tim sinkronisasi Anies-Sandi, Jumat (15/12/2017). 

Menurutnya, penduduk Jawa Tengah memiliki bermacam warna dan luasnya melebihi Jakarta. Ia menyebut memerlukan ketelatenan untuk mengenalkan sosoknya ke warga berpenduduk lebih kurang 33 juta itu.

“Jawa Tengah kita lihat sebagai daerah yang warna-warni, lebih luas dari Jakarta. Di sana ada sekitar 12 juta penduduk disini (Jateng) ada 33 juta. Kita perlu ketelatenan dan tantangannya berbeda,” ucapnya.

Sementara itu, Abdul Wakhid Ketua DPD Gerindra Jateng mengatakan, pihaknya akan bekerja keras untuk memenangkan Sudirman Said. Menurutnya meskipun popularitasnya tak sekuat petahanan, namun dirinya memiliki kunci-kunci kemenangan Anis-Sandi.

“Kunci kemenangan Anis-Sandi untuk meningkatkan elektabilitas akan dipakai di Jateng. Dulu Anies juga dari bawah kan juga tidak dikenal. Satu diantara caranya gerilya di desa-desa,” tuturnya. 

Editor: Supriyadi

Gagal Duetkan Maqadir, PKB Tetap Berambisi Usung Marwan Jafar di Pilgub Jateng

Marwan Jafar. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya memunculkan wacana untuk mendutekan Marwan Jafar dengan Sudirman Said (Magadir). Namun keinginan itu pupus, setelah Sudirman Said dideklarasikan Gerindra sebagai bakal calon gubernur.

Karena sebelumnya, PKB menginginkan Sudirman Said sebagai cawagubnya Marwan Jafar. Meski demikian, PKB tetap berambisi mengusung mantan Menteri Desa itu sebagai cagub pada Pilgub Jateng 2018 mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori mengatakan, pihaknya masih berjuang untuk mengusung kadernya tersebut. Ia mengakui, PKB tak bisa mengusung sendiri, sehingga terus menjalin komunikasi dengan parpol lain.

“PKB masih mengajukan Marwan Jafar sebagai bakal calon gubernur. Komunikasi politik di level DPP maupun dengan parpol lain terus dilakukan,” katanya pada waratawan.

Gus Yusuf menyebut, DPW PKB Jateng masih menunggu keputusan dari DPP terkait siapa yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang.Sembari menunggu arahan dari DPP, pihaknya selalu melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain di tingkatan Jawa Tengah.

“Kemungkinan merapat ke partai mana pun bisa. Semua partai kita ajak komunikasi, baik dengan Gerindra, PAN, Demokrat, PDI Perjuangan dan lainnya,” ujarnya.

Ia menyebut, apapun keputusan yang akan dikeluarkan DPP nantinya, menurut dia hal tersebut merupakan keputusan terbaik. Pihaknya akan menjalankan putusan tersebut, dan berjuang untuk memenangkan calon yang diusung.

Sebelumnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sering mengeluarkan harapan untuk mewujudkan duet Maqadir (Marwan gandeng Dirman). Duet mantan menteri tersebut menurutnya sangat pas, dan mampu menandingi popularitas petahan.

Namun harapan tersebut pupus, setelah Sudirman Said diusung Gerindra sebagai cagub. Sejumlah partai seperti PAN dan PKS juga dikabarkan akan mendukung Sudirman Said.

Editor : Ali Muntoha

Prabowo Bakal Turun Gunung Menangkan Jagonya di Pilgub Jateng

Prabowo Subianto (dok)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Gerindra menyatakan bakal all out memenangkan calon yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Awal Desember 2017 mendatang diperkirakan jago yang bakal diusung akan diumumkan.

Tak hanya itu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto juga bakal “turun gunung” untuk memenangkan jagonya.

Ini dibuktikan dengan kehadiran Prabowo dalam rapatr koordinasi Partai Gerindra jelang Pilgub jateng, di Hotel Patra Jasa Semarang, Senin (27/11/2017). Tak hanya itu, Prabowo juga bakal turun ke Jateng untuk menjadi juru kampanye.

“Pak Prabowo menyatakan siap turun ke Jateng sampai daerah-daerah. Kalau perlu dilakukan kayak kemarin seperti di DKI, turun sampai di tingkat RT,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wachid.

Saat ini ada dua tokoh yang cukup kuat untuk diusung Gerindra, yakni Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono dan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Keduanya juga hadir  dalam rapat koordinasi bersama Prabowo Subianto.

“Insya Allah awal Desember 2017 ditentukan. Beliau (Prabowo Subianto) menyampaikan secepatnya akan memberi keputusan terkait rekomendasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, siapapun yang mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, maka semua kader Gerindra harus mendukung.

Gerindra juga disebutnya aktif berkomunikasi dengan sejumlah parpol untuk menjalin koalisi. Di antaranya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“PAN sudah oke, PKS juga sama, PKB juga demikian. Bahkan kami juga telah berkomunikasi dengan PPP, Partai Demokrat, terakhir dengan Partai Golkar, serta Partai Nasdem,” terangnya.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro yang seluruh kader Partai Gerindra di Jateng siap memenangkan pasangan calon yang akan diusung Partai Gerindra pada pilgub mendatang.

“Soal siapa yang akan kita usung (pada Pilgub Jateng) itu kewenangan Ketua Dewan Pembina,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pasang Logo Partai Gerindra dan PKB, Tamzil Ngaku Sudah Dapat Izin

Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil, mencantumkan lambang Partai Gerindra dan PKB dalam baliho miliknya. Tamzil mengaku menempelkan lambang partai atas izin dari DPW Jateng. 

Tamzil mengatakan, pihaknya langsung sudah menemui dari DPW Jateng terkait pemasangan gambar lambang partai. Sehingga, dia memutuskan memasang gambar kedua partai tersebut.

“Sudah dapat izin memasangnya, jadi langsung Sabtu kemarin dipasang yang ada gambar partainya,” katanya saat konferensi pers di RM Ulam Sari, Senin (6/11/2017).

Disinggung soal rekomendasi, pihaknya sadar saat ini blum kader partai, namun dengan pemasangan lambang partai, diyakini akan membuat  rekomendasi turun kepadanya tak lama lagi. Apalagi dari Jateng sudah mengizinkan.

Selain kedua partai itu, kata Tamzil, pihaknya juga rencananya mau memasang lambang lainya. Seperti , PAN, Demokrat, PKS, Hanura dan partai lainya yang dia lamar rekom.

“Saat unh kami sedang komunikasi dengan sejumlah partai politik di Kudus. Komunikasi yang terjalin baik, diharapkan dapat dilanjutkan hingga akhir,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Kunjungi Pati, Ferry Siap Bertarung di Kandang Banteng pada Pilgub Jateng

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono saat berkunjung dan menemui kader Gerindra di Pati, Selasa (3/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah dari Partai Gerindra Ferry Juliantono berkunjung ke Pati dan bertemu dengan puluhan kader Gerindra, Selasa (3/10/2017).

Kedatangan Ferry untuk melakukan konsolidasi dengan kader Gerindra di Pati terkait dengan penunjukannya sebagai bacalon Gubernur Jateng pada Pilkada 2018. Dia merasa mendapatkan kehormatan bisa bertarung di kandang banteng.

“Dengan segala hormat, satu kehormatan buat saya bisa berhadapan dengan PDIP di kandangnya. Itu jelas sekali. Nggak usah kita takutin. Mudah-mudahan PDIP yang takut dengan saya,” ujar Ferry.

Pilgub Jateng menjadi tolak ukur dari keberhasilan sebuah partai. Karena itu, Ferry merasa terhormat bisa ditunjuk menjadi salah satu bakal calon Gubernur Jawa Tengah.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini optimistis bisa memenangkan Pilgub Jateng 2018. Jika itu terjadi, Ferry menyebut kondisi itu menjadi tonggak sejarah besar perpolitikan nasional.

“Mudah-mudahan kita sekarang bisa menjadi saksi dan pelaku sejarah, terjadi sejarah perpolitikan nasional yang baru di Jawa Tengah,” tambahnya.

Saat ini, Ferry mengaku sudah menjalin komunikasi intensif dengan parpol lain, seperti PKS, PPP, PAN, Demokrat dan PKB. Dia juga ingin menjajaki koalisi yang besar di Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Ferry bukan satu-satunya bakal calon Gubernur Jawa Tengah yang siap bertarung di kandang banteng. Ada nama Sudirman Said, Mantan Menteri ESDM yang juga bertengger sebagai bakal Calon Gubernur Jateng dari Partai Gerindra.

Editor: Supriyadi

Didukung Buruh, Ferry Semakin Pede Masuk Gelanggang Perebutan Kursi Gubernur Jateng

Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang menjadi salah satu kandidat bakal calon gubernur Jateng. (Dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Kandidat bakal calon gubernur Jawa Tengah dari Partai Gerindra, Ferry Juliantono semakin yakin mendapat rekomendasi dan bertarung dalam memperebutkan kursi gubernur di Pilgub Jateng 2018.

Keyakinan ini muncul setelah banyaknya dukungan yang datang kepada Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut. Terbaru kelompok buruh yang diwakili Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memberi dukungan padanya. Bahkan kelompok buruh ini menjanjikan 5 juta suara untuk memenangkan Feri.

Ketua KSPI Said Iqbal menjanjikan hal itu saat mendeklarasikan dukungannya kepada Feery di kantor DPD Partai Gerindra Jateng.

“Buruh di Jawa Tengah ada 1,5 juta orang. Dengan koefisien 1,4 anak dan istri, itu berati jumlah buruh hampir 5 juta orang,” kata Said.

Menurut dia, jumlah tersebut setara dengan 20 persen dari daftar pemilih. Sehingga sangat efektif untuk menentukan kemenangan dalam pilgub Jateng.

Menurut dia, dukungan tersebut diberikan dengan kontrak politik. Menurutnya, kontrak politik tersebut sama dengan ketika pihaknya memberikan dukungan pada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca : Klaim Diberi Restu Prabowo Nyalon Gubernur, Ferry Minta Dukungan Warga Kudus

Yakni jika terpilih Ferry harus menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jateng dengan layak. Selain itu, jika terpilih Ferry harus mewujudkan rumah murah bagi buruh, jaminan sosial bagi pekerja yang kena PHK, dan menghentikan outshorching.

Sementara itu, Ferry menyatakan siap untuk memenuhi hak-hak buruh jika terpilih sebagai gubernur. Menurut dia, seorang gubernur harus bisa menyediakan rumah sakit untuk mengakomodir kesehatan para buruh.

“Selain itu, saya akan memperhatikan penyediaan rumah-rumah yang layak bagi buruh. Selain upah tentunya ada jaminan hidup yang lainnya yang akan diperhatikan oleh kami,” tuturnya

Ferry juga membantah melakukan kontrak politik bersama para buruh adalah salah satu manuver untuk mematahkan peluang mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Seperti diketahui Sudirman Said juga disebut-sebut mempunyai peluang besar untuk diusung Partai Gerindra dalam Pilgub Jateng 2018.

“Ah engga, kan semuanya temen. Mungkin lebih tepatnya ini kritik untuk yang sekarang sedang berkuasa di pemerintah di Jateng. Hal yang semeskinya bisa malah tidak dilakukan seperti rumah murah dan fasilitas kesehatan dan toko murah. Kalau memang niat, setahun bisa dilaksanakan itu,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Dua Kandidat Calon Gubernur dari Gerindra Jualan Kemiskinan Sebagai Senjata

Soal Bupati Wanita di Kudus, Begini Reaksi Sri Hartini

Bakal calon bupati Kudus Sri Hartini saat berbincang dengan pedagang kacang rebus beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus Sri Hartini, mengaku tak ambil pusing tentang masalah gender dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada). Bahkan ia tak mengambil pusing terhadap kabar penolakan terhadap pemimpin wanita.

Kepada MuriaNewsCom, Kader Partai Gerindra itu mengungkapkan bahwa kemungkinan adanya tentangan terhadap munculnya calon pemimpin perempuan, sangat mungkin. Hanya saja menurutnya, pihaknya telah melakukan antisipasi sejak jauh-jauh hari.

Apalagi menurut dia, dalam survei yang dilakukan, warga Kudus sudah berpikiran terbuka mengenai sosok pemimpin.

“Sebelum menentukan siapa yang maju dalam Pilbup Kudus, kami (Partai Gerindra) sudah menyelenggarakan survei terlebih dahulu. Termasuk survei tentang calon pemimpin perempuan. Hasilnya, masyarakat Kudus tak mempermasalahkan hal tersebut,” katanya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah itu menyebut, dari hasil survei dan saran para tokoh, akhirnya Gerindra memutuskan untuk mengusung calon perempuan di Pilkada Kudus.

Dikatakan, pemimpin tak melulu dari kaum adam. Wanita juga bisa memimpin, apalagi dengan dukungan banyak pihak, termasuk juga dari seluruh masyarakat Kudus. Hal itu akan dibuktikannya nanti saat dipercaya menjadi bupati Kudus.

“Yang diinginkan masyarakat itu bukan laki-laki atau perempuan. Namun lebih pada kinerjanya yang baik, serta seorang pemimpin yang lebih merakyat dan berbaur dengan masyarakat bawah,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

8 Parpol di Pati Digelontor Dana Banpol Senilai Rp 1 Miliar

Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Pati Cipto Subagyo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bantuan politik (banpol) untuk delapan partai di Kabupaten Pati tahun ini mencapai Rp 1 miliar. Hal itu dikatakan Kasi Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Pati Cipto Subagyo, Kamis (14/9/2017).

Delapan parpol yang mendapatkan bantuan tersebut, di antaranya Partai Demokrat, Gerindra, PDIP, Golkar, PKS, Nasdem, PPP, dan PKB. Sementara Hanura belum bisa mencairkan dana banpol karena persoalan internal.

Pada saat banpol turun, Hanura masih belum memiliki ketua definitif. Sementara Hanura saat ini masih dijabat pelaksana tugas (plt) sehingga dianggap tidak memiliki kewenangan.

“Syarat untuk menerima banpol harus punya kursi di legislatif dan ketuanya definitif. Nominal masing-masing partai berbeda sesuai dengan jumlah perolehan kursi,” kata Cipto.

Jumlah pasti dari bantuan yang diberikan senilai Rp 1.081.224.000. Sementara besaran nominal per suara sah adalah Rp 1.593.

Sesuai dengan aturan, banpol tersebut digunakan untuk pendidikan politik kepada anggota dan masyarakat, termasuk untuk menyerap aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara.

“Rinciannya, 40 persen digunakan untuk administrasi partai dan 60 persen untuk pendidikan politik,” tandas Cipto.

Editor: Supriyadi

Sudirman Said Dekati Gerindra dan PKS demi Rebut Kursi Gubernur Jateng

Sudirman Said saat melakukan pertemuan dengan pengurus DPD Partai Gerindra Jateng, Sabtu (12/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said semakin gencar melakukan pendekatan terhadap partai politik, untuk memuluskan langkahnya untuk merebut kursi gubernur dalam Pilkada Jateng 2018 mendatang. Sudirman Said, terlihat melakukan pendekatan dengan Partai Gerindra dan PKS Jateng.

Ini terlihat dalam  safari politiknya, akhir pekan kemarin (Sabtu (12/8/2017). Sudirman bersama rombongan mengunjungi Kantor DPD Partai Gerindra Jateng, dan DPW PKS Jateng.

Di kantor Partai Gerindra, Sudirman Said terlihat disambut dengan hangat. Bahkan Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wachid memperkenalkan Sudirman Said di depan kader Gerindra sebagai calon gubernur.

Menurutnya konsolidasi ini sudah atas persetujuan Prabowo Subianto. Karena beberapa kali sudah melakukan pertemuan.

“Ini adalah kesempatan, karena kader sudah banyak yang mendesak dan bertanya siapa yang akan diusung pada Pilgub Jateng. Nanti bisa juga Pak Sudirman bawa baliho atau gambar sehingga lebih mudah memperkenalkan,” katanya.

Sudirman Said selanjutnya diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan membicarakam tentang bagaimana membangun bangsa, khususnya Jawa Tengah ke depan. Selanjutnya terjadi diskusi yang hangat antara Sudirman Said dengan pengurus DPD Gerindra Jawa Tengah dan para kader.

“Terima kasih telah diberi kesempatan, dan saya siap melakukan kompetisi!” Tegas Sudirman Said menutup sambutannya.

Sebelum ke kantor DPD Partai Gerindra Jateng, Sudirman Said juga melakukan kunjungan ke kantor DPW PKS Jateng. Di PKS Sudirman Said disambut ketua DPW PKS Jateng Kamal Fauzi, pengurus dan kader PKS.

Dalam pertemuan ini, Sudirman Said menyebut sudah membahas mengenai calon pemimpin Jateng. “Ini pertemuan reguler, untuk menyamakan persepsi dan melaporkan perkembangan di lapangan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gerindra Berharap Peserta Pilgub Jateng Hanya Diikuti 2 Pasangan Calon

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Partai Gerindra Jawa Tengah berharap jumlah pasangan calon yang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jateng hanya dua pasangan calon.

“Kami memang tidak berharap ada tiga pasangan calon. Jika hanya dua pasangan calon, tentunya peluang memenangkan Pilkada Jateng 2018 cukup terbuka,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Abdul Wachid di Rumah Joglo, Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara, Kamis (22/6/2017) petang.

Apalagi, lanjut dia, lawan yang akan dihadapi merupakan PDI Perjuangan yang merupakan partai besar yang memiliki kekuatan akar rumput yang memiliki loyalitas tinggi serta Jateng merupakan basis massa partai tersebut.

Selain itu, lanjut dia, partai tersebut juga memiliki jumlah kursi di DPRD Jateng cukup banyak, dibandingkan partai-partai lainnya.

Menurut dia, untuk bisa memenangkan Pilkada Jateng membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas.Untuk itu, lanjut dia, Partai Gerindra saat ini masih terus melakukan komunikasi politik dengan partai politik (parpol) lain untuk menjajaki koalisi dalam menghadapi pemilihan gubernur tahun 2018.

Hingga kini, lanjut dia, terdapat sejumlah parpol yang diajak komunikasi, seperti PKS, PAN, dan PKB. “Meskipun dengan partai tersebut sudah bisa mengusung pasangan calon karena syarat mengusung 20 persen kursi terpenuhi, kami tetap menjalin komunikasi dengan parpol lainnya,” ujarnya.

Sementara, jumlah kursi yang dimiliki Partai Gerindra di Jateng sebanyak 11 kursi, sedangkan partai lainnya yang didekati ada yang memiliki sembilan kursi, enam kursi serta 13 kursi.

Harapannya, kata Wachid, pasangan calon yang akan berkompetisi nantinya tidak banyak, cukup dua pasangan calon. Partai lain yang menjadi incaran untuk diajak bergabung, yakni Partai Golkar serta Partai Demokrat.

Sementara bakal calon yang dimunculkan oleh Partai Gerindra, yakni dirinya serta Sudirman Said.Dari kedua nama tersebut, katanya, akan dipilih salah satu yang dinilai memiliki elektabilitas tinggi.

“Pasangannya tentu menunggu hasil koalisi dengan parpol lainnya, termasuk penentuan pasangan calon yang kami usulkan apakah sebagai nomor satu atau nomor dua,” ujarnya.

Rencananya, kata dia, pasangan calon yang dimunculkan ketika sudah terbentuk koalisi ada dua pasangan calon. Kedua pasangan calon yang dimunculkan, akan diuji melalui survei guna mengetahui elektabilitas masing-masing pasangan calon.

Ia mengatakan, pasangan calon tersebut tidak mutlak, artinya masih bisa dibongkar pasang untuk mencari pasangan yang benar-benar cocok serta memiliki elektabilitas yang tinggi.

“Jika pasangan calon yang dimunculkan benar-benar kuat, kami optimistis bisa melawan pasangan calon yang diusung partai besar tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Gerindra Targetkan 100 Persen Kenaikan Kursi DPR Grobogan di Pemilu 2019

 

Ketua DPC Partai Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo (tengah) optimistis bisa meraih 10 kursi dalam Pemilu 2019 mendatang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – DPC Partai Gerindra Grobogan mematok target kenaikan jumlah perolehan kursi di parlemen 2 kali lipat pada Pemilu 2018 mendatang. Hal itu dicetuskan Ketua DPC Partai Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo usai melangsungkan acara pelantikan Pengrus Anak Cabang (PAC), Senin (20/2/2017).

Menurut Sugeng, meski berat tetapi target itu masih dinilai cukup realistis. Sebab, saat ini, sudah ada 5 kursi yang didapat. Kelima kursi ini didapat merata di 5 daerah pemilihan (dapil) yang ada di Grobogan.

“Sekarang kita sudah punya 5 kursi. Target mendatang naik jadi 10 kursi. Jadi, tiap dapil harus dapat 2 kursi dan target ini juga sesuai instruksi dari DPP,” tegas mantan calon wakil bupati pasangan Icek Baskoro pada Pilkada 2015 lalu tersebut.

Untuk meraih target, mulai sekarang seluruh pengurus diminta bekerja keras. Salah satu tugasnya memberikan pembelajaran politik pada masyarakat tentang Partai Gerindra. Mulai dari sejarah berdirinya, tujuan dan visi misi partai. Dengan cara ini, masyarakat akan mengerti dengan betul tentang Partai Gerindra.

Kemudian, upaya lainnya adalah merekrut banyak kalangan dalam jajaran kepengurusan. Baik di tingkat cabang atau anak cabang.

“Untuk kepengurusan sekarang komposisinya berasal dari berbagai kalangan. Banyak pula warga Nahdliyin, mantan kades, dan pengusaha yang masuk jadi pengurus. Dengan bekerja keras kita harapkan target 10 kursi akan bisa dicapai,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami